Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Sosialisasi dan Simulasi terhadap Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana Alam Gempa Bumi pada Masyarakat Desa Keurisi Meunasah Lueng Jangka Buya Pidie Jaya Daniyal, Muhammad; Sawitri, Harvina; Utariningsih, Wheny; Fitriany, Julia
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 5 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Oktober 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i5.11077

Abstract

Indonesia adalah negara maritim yang terletak pada titik temu 3 lempeng utama bumi yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia, Lempeng Samudra Hindia-Australia yang mengakibatkan Indonesia mengalami banyak kejadian bencana alam seperti gempa bumi. BPS menyebutkan di Indonesia terjadi sebanyak 10.570 kali gempa pada tahun 2021. Pidie Jaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang berada di provinsi Aceh yang menjadi daerah rawan bencana gempa bumi karena letak geologinya pada sesar Samalanga Sipopok. Pada 7 Desember 2016 gempa  dengan kekuatan besar yaitu  6,5 Mw terjadi di Pidie Jaya yang mengakibatkan 1.079 korban jiwa dengan 104 orang meninggal dan kerugian mencapai 1,854 triliun. Dalam hal ini sosialisasi dan simulasi dapat menjadi faktor penting yang bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Tujuan Penelitian Mengetahui pengaruh sosialisasi dan simulasi terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi pada masyarakat desa Keurisi Meunasah Lueng, Jangka Buya, Pidie Jaya. Metode Metode Penelitian ini merupakan eksperimental jenis quasi-eksperimental dengan responden berjumlah 72 orang yang diambil dengan menggunakan purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukan bahwa sebelum sosialisasi dan simulasi mayoritas masyarakat berada dikategori sedang (62,5%) sedangkan setelah penyuluhan, mayoritas masyarakat berada dikategori tinggi (86,1%). Data analisis menggunakan uji statistik t-dependent. Hasil analisis statistik menunjukan nilai p = 0,001. Kesimpulan Terdapat pengaruh signifikan sosialisasi dan simulasi terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam gempa bumi pada masyarakat Desa Keurisi Meunasah Lueng, Jangka Buya, Pidie Jaya.
Upaya Pengelolaan Tinea Corporis pada Pasien Perempuan Usia 50 Tahun dengan Pelayanan Kedokteran Keluarga di Puskesmas Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara Chairina, Nanda; Zara, Noviana; Utariningsih, Wheny; Novalia, Vera; Debbyousha, Maulina; Mardiati, Mardiati; Fitriany, Julia; Mauliza, Mauliza; Muna, Zurratul; Julistia, Rini
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 1 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Februari 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i1.10180

Abstract

Pasien perempuan berusia 50 tahun datang dengan keluhan timbulnya bercak kemerahan disertai rasa gatal pada daerah perut sejak ± 2 minggu yang lalu. Menurut pasien, awalnya dirinya tidak menyadari adanya bercak kemerahan yang timbul. Bercak awalnya muncul dengan sisik putih sebesar uang logam di perut dan lama-kelamaan berubah menjadi kemerahan. Bercak kemerahan tersebut dirasakan sangat gatal terutama bila berkeringat dan membaik saat setelah mandi. Apabila bercak terasa gatal, pasien juga sering menggaruk bercak tersebut sehingga semakin melebar. Menurut pasien gatal tidak dipengaruhi makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Pasien didiagnosis tinea corporis dengan status gizi baik. Data primer diperoleh melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik dengan melakukan kunjungan rumah, mengisi family folder, dan mengisi berkas pasien. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik awal, proses, dan akhir kunjungan secara kuantitatif dan kualitatif. Diperlukan berbagai pendekatan untuk melakukan tatalaksana komprehensif terhadap masalah kesehatan, baik secara medikamentosa dan non medikamentosa serta edukasi untuk memperbaiki kualitas hidup dan mencegah terjadinya perburukan kesehatan yang lebih lanjut.
Menciptakan Generasi Sehat Melalui Breathe (Building Resilience, Education and Awareness for Tobacco Free Health Empowerment) Pada Siswa SDN 05 Dewantara Mardiati, Mardiati; Julia Fitriany; Cut Asmaul Husna; Sri Wahyuni; Mauliza, Mauliza; Andi Saputra; Cut Khairunnisa
Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Academica : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Pusat Studi Sosial dan Humaniora [LPS2H]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15321066

Abstract

Konsumsi rokok pada masyarakat kiat meningkat setiap tahunnya. Penggunaan rokok saat ini tidak hanya pada orang dewasa saja namun juga di kalangan anak-anak. Tingginya jumlah perokok aktif pada orang dewasa juga mempengaruhi perilaku merokok pada anak-anak. Rendahnya kontrol orang tua dan ketidakpedulian lingkungan sekitar mengakibatkan fenomena ini semakin marak terjadi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membangun kesadaran dan ketahanan serta memberikan edukasi tentang bahaya rokok pada usia anak sedini mungkin. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah/penyuluhan, diskusi dan simulasi. Mitra yang terlibat adalah siswa kelas 5 dan 6 SD Negeri 05 Dewantara yang berjumlah 120 orang. Hasil pengabdian ini menunjukkan tingkat pemahaman siswa yang sangat tinggi terkait bahaya rokok terhadap kesehatan setelah diberikan edukasi dan di evaluasi dengan menggunakan metode simulasi (game).
Home Visite pada Penderita Epilepsi Desa Pande Kecamatan Tanah Pasir Fonna, Tischa Rahayu; Fardian, Nur; Putri, Baluqia Iskandar; Musfira, Suherna; Fitriany, Julia
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13375

Abstract

Epilepsi merupakan salah satu masalah kesehatan yang menonjol di masyarakat, karena permasalahan tidak hanya dari segi medik tetapi juga sosial dan ekonomi yang menimpa penderita maupun keluarganya. Dalam kehidupan sehari-hari, epilepsi merupakan stigma bagi masyarakat. Mereka cenderung untuk menjauhi penderita epilepsi. Bagi orang awam, epilepsi dianggap sebagai penyakit menular (melalui buih yang keluar dari mulut), penyakit keturunan, menakutkan dan memalukan. Metode kualitatif dengan anamnesis mendalam dilakukan mulai dari home visite, anamnesis, pemeriksaan fisik dan edukasi. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga pasien mengenai penyakitnya. Pasien sudah menderita epilepsi sejak 23 tahun karena pengetahuan yang rendah memilih untuk berobat ke dukun, tetapi 5 tahun terakhir ini sudah rutin ke dokter dan mengalami penurunan intensitas kejang. Dirawat oleh ibunya yang mengalami katarak 2 tahun terakhir ini sehingga diperlukan pemantauan langsung oleh pihak puskesmas secara berkala. Tidak rutin minum obat, kecapean, dan stress akan berdampak pada kejang vberulang sehingga epilepsi menjadi tidak terkontrol.
Pelayanan Kesehatan Katarak di Puskesmas Lhoksukon, Aceh Utara Fonna, Tischa Rahayu; Karimah, Nadia; Putri, Baluqia Iskandar; Rizka, Adi; Fitriany, Julia; Sayuti, Muhammad
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i2.17519

Abstract

Katarak merupakan salah satu dari tiga penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan penyakit multifaktorial yang memiliki dampak yang besar terhadap produktivitas seseorang. Diperkirakan setiap tahun kasus baru buta akan selalu bertambah sebesar 0,1% dari jumlah penduduk atau kira-kira 250.000 orang setiap tahunnya. Kebutaan yang terjadi akan terus meningkat karena penderita tidak menyadarinya, dan daya penglihatan baru terpengaruh setalah berkembang sekitar 3-5 tahun setelah memasuki stadium kritis. Sehingga dapat disimpulkan katarak merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu ditangani dengan sungguh-sungguh oleh Pemerintah bersama masyarakat. Artikel ini akan membahas tindakan layanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Lhoksukon, Aceh, Utara dalam menangani kasus penyakit katarak di lingkungan Lhoksukon. 
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Penanganan Kejang Demam Anak Nurmanda, Raudhatul; Sri Rahayu, Mulyati; Fitriany, Julia
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 8 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v8i3.3658

Abstract

Kejang demam (KD) merupakan salah satu kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak dan memerlukan penanganan yang cepat serta tepat. Pengetahuan dan sikap ibu sangat memengaruhi kualitas penanganan KD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap upaya penanganan KD pada anak di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Metode: Jenis Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang ibu yang memiliki anak dengan riwayat KD, yang dipilih dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,0% ibu memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, 60,0% memiliki sikap negatif, dan 38,0% memiliki upaya penanganan yang cukup. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p = 0,003) dan sikap ibu (p = 0,000) terhadap upaya penanganan KD pada anak. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap ibu berhubungan terhadap upaya penanganan KD pada anak. Upaya edukasi dan pendampingan berkelanjutan dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam menangani KD secara tepat dan efektif.
PRESEPSIN AS A POTENTIAL BIOMARKER OF SEPSIS IN PEDIATRIC PATIENTS UNDERGOING OPEN-HEART SURGERY Julia Fitriany; Mulyadi M Djer; Novie Amelia Chozie; Piprim Basarah Yanuarso; Nina Dwi Putri; Irene Yuniar
International Archives of Medical Sciences and Public Health Vol. 7 No. 1 (2026): International Archives of Medical Sciences and Public Health
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/iamsph.v7i1.1418

Abstract

Sepsis after pediatric open-heart surgery is rare but highly lethal. Diagnosis is challenging because sepsis symptoms often overlap with post operative inflammatory responses. This study assessed presepsin as a biomarker for postoperative sepsis in children with congenital heart disease. In this prospective diagnostic accuracy study at Cipto Mangunkusumo National Central Hospital, Jakarta, 49 children undergoing open-heart surgery were enrolled. Plasma presepsin and procalcitonin (PCT) levels were measured on postoperative day 1 (T1) and day 3 (T3). Diagnostic performance was evaluated using ROC analysis. Presepsin levels were higher in septic than non-septic patients at T1 (415 vs. 141.5 pg/mL) and T3 (624 vs. 75.9 pg/mL), with a significant difference at T3 (p = 0.001). Presepsin was unrelated to surgical complexity but was associated with 7-day mortality (p = 0.013). At T3, presepsin showed better diagnostic accuracy than PCT (AUC 0.945 vs. 0.895). Optimal cutoffs were 404 pg/mL (T1) and 203.5 pg/mL (T3). PCT levels declined over time in septic patients. Presepsin is a promising biomarker for detecting postoperative sepsis in pediatric open-heart surgery patients, demonstrating diagnostic performance comparable to or superior to PCT, particularly on postoperative day 3. Serial monitoring may facilitate earlier identification of septic complications.
Analisis Tingkat Polifarmasi dan Kepatuhan Pengobatan terhadap Risiko Drug Related Problems pada Pasien Prolanis di Puskesmas Dewantara Aceh Utara Sarah Rahmayani Siregar; Julia Fitriany; Wheny Utariningsih; Muhammad Husni Fansury Nasution; Kamila Mazaya Balqis; Miranda Miranda
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 6 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i6.25074

Abstract

Polifarmasi dan kepatuhan pengobatan merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap timbulnya Drug Related Problems (DRP), terutama pada pasien dengan penyakit kronis seperti peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat polifarmasi dan kepatuhan pengobatan terhadap risiko DRP pada pasien Prolanis di Puskesmas Dewantara, Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan teknik total sampling terhadap 98 pasien Prolanis yang menjalani pengobatan rutin selama periode 1–30 September 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepatuhan (MMAS-8) dan telaah resep pasien untuk identifikasi polifarmasi serta DRP. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kelompok usia pra-lansia (40,8%) dan berjenis kelamin perempuan (59,2%), dengan diagnosis terbanyak adalah Diabetes Melitus (26,5%). Mayoritas pasien mengalami polifarmasi minor (39,8%), memiliki tingkat kepatuhan rendah (48%), serta mengalami DRP (68,4%) dengan kategori terbanyak berupa interaksi obat (22,4%). Uji bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat polifarmasi dan kepatuhan pengobatan dengan kejadian DRP (p<0,001). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat polifarmasi dan semakin rendah kepatuhan pasien, maka semakin besar risiko terjadinya DRP.
Lawan Penyakit Metabolik bersama Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Nur Fardian; Julia Fitriany; Anis En Nabiilah
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 4 No. 1: Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v4i1.26022

Abstract

Penyakit metabolik merupakan salah satu penyebab utama peningkatan angka kesakitan di masyarakat, terutama terkait sindrom metabolik yang mencakup obesitas sentral, hipertensi, dislipidemia, dan diabetes melitus tipe 2. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap risiko penyakit metabolik dan pentingnya penerapan pola hidup sehat. Kegiatan edukasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan interaktif yang dikemas dalam kegiatan “Lawan Penyakit Metaolik bersama Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh”. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan sindrom metabolik, cara pengukuran indikator risiko (IMT, lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol), serta strategi pencegahan melalui pola makan bergizi seimbang dan olahraga rutin sesuai prinsip FITT. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dan adanya perubahan persepsi terhadap pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menekan prevalensi penyakit metabolik di masyarakat. Kata kunci: penyakit metabolik, usia, gaya hidup