Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Gambaran Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Natasya, Fadni Fadila; Puswati, Desti; Dyna, Fitri; Harahap, Afrida Sriyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6635

Abstract

Mahasiswa program profesi Ners berada pada fase transisi perkembangan dewasa muda yang sangat rentan terhadap fenomena Quarter Life Crisis. Beban kerja klinis yang tinggi, tuntutan kompetensi akademik yang ketat, jadwal praktik shift yang padat, serta kekhawatiran mengenai prospek karier setelah lulus menjadi faktor pemicu utama munculnya krisis emosional ini. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan kesejahteraan psikologis, motivasi belajar, dan performa profesional calon perawat, bahkan berpotensi memicu burnout dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran Quarter Life Crisis pada mahasiswa profesi Ners di Fakultas Keperawatan Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 128 responden yang dipilih dengan teknik probability sampling melalui pendekatan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Quarter Life Crisis yang telah divalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengidentifikasi distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami Quarter Life Crisis, yaitu sebanyak 106 mahasiswa (82,8%), sedangkan 22 mahasiswa (17,2%) tidak mengalami krisis. Temuan ini mengindikasikan tingginya kerentanan psikologis mahasiswa profesi Ners selama menjalani pendidikan klinis. Berdasarkan hasil tersebut, pihak institusi diharapkan menyediakan dukungan.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan melalui Media Buku Saku terhadap Pengetahuan tentang Pencegahan Cacingan pada Anak di SDN 45 Pekanbaru Maqfirah, Kanastasya; Puswati, Desti; Deswinda, Deswinda; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6812

Abstract

Cacingan masih menjadi masalah kesehatan pada anak sekolah dasar yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat yang belum optimal. Infeksi cacing dapat menyebabkan anemia, gangguan pertumbuhan, penurunan status gizi, serta menurunnya konsentrasi dan prestasi belajar anak. Upaya pencegahan tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga perlu disertai peningkatan pengetahuan sejak dini melalui pendidikan kesehatan yang efektif dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku saku yang disusun dengan bahasa sederhana, ilustrasi menarik, dan mudah dibawa sehingga memudahkan anak dalam memahami dan mengulang materi pembelajaran secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui media buku saku terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan cacingan pada siswa SDN 45 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperiment dengan rancangan one group pre-test post-test without control. Sampel berjumlah 58 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Intervensi diberikan selama empat hari berturut-turut. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 14,26 menjadi 17,55 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan melalui media buku saku berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan cacingan pada siswa sekolah dasar.
Hubungan Gaya Hidup Sehat dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Aprilia, Karin; Puswati, Desti; Maulinda, Dini; Harahap, Afrida Sriyani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6814

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi adalah gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga Januari 2026 dengan jumlah responden sebanyak 118 lansia yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data gaya hidup sehat dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian hipertensi ditentukan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital (OMRON HEM-7121J). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki gaya hidup sehat yaitu 70 responden (59,7%) dan tidak mengalami hipertensi sebanyak 81 responden (68,6%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p < 0,05 menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi pada lansia. Lansia dengan gaya hidup tidak sehat lebih banyak mengalami hipertensi dibandingkan dengan lansia yang menerapkan gaya hidup sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Direkomendasikan untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan penelitian ini dengan menambah jumlah responden dan memperluas lokasi penelitian agar hasil yang diperoleh lebih representatif.
Hubungan Akses Informasi Kesehatan Reproduksi melalui Media Sosial dengan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru Agustin, Astia; Puswati, Desti; Dyna, Fitri; Febriyeni, Cindy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6843

Abstract

Media sosial menjadi salah satu sumber utama bagi remaja untuk mengkases informasi. Media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook banyak dimanfaatkan remaja karena kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi. Informasi yang tersedia di media sosial memiliki kualitas yang beragam dan tidak seluruhnya berasal dari sumber yang dapat dipercaya, sehingga akses informasi tersebut dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan berkaitan dengan berbagai permasalahan kesehatan reproduksi yang masih ditemukan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 211 responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dan kuesioner pengetahuan kesehatan reproduksi. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan responden adalah instagram sebanyak 90 responden (42,6%). Sebagian besar responden memiliki tingkat akses informasi kesehatan reproduksi yang tinggi, yaitu 106 responden (50,2%), sedangkan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi didominasi kategori kurang, yaitu 118 responden (55,9%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara akses informasi kesehatan reproduksi melalui media sosial dengan pengetahuan remaja putri (p = 0,001; p < 0,05). Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan reproduksi yang sistematis dan berbasis sumber ilmiah.
Analisis Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Profesi Ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Fitri, Milla Nur; Puswati, Desti; Maulinda, Dini; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6900

Abstract

Pada mahasiswa profesi ners, tuntutan akademik yang padat disertai kewajiban praktik klinik yang intensif menuntut kemampuan pengelolaan diri yang baik. Apabila kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, kondisi ini dapat meingkatkan kecenderungan munculnya prokratinasi akademik, yaitu perilaku menunda pengerjaan tugas akademik yang berdampak negatif terhadap capaian belajar, kondisi psikologis, serta pembentukan sikap profesional mahasiswa. Tujuan penelitian untuk menganalisis prokrastinasi akademik mahasiswa profesi ners di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis deskriptif. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling yang berjumlah 188 orang. Data dikumpulkan dengan  kuisioner prokrastinasi akademik, Hasil pengujian menunjukkan seluruh item pernyataan valid dengan nilai r hitung > 0,30 serta memiliki reliabilitas tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,853. Analisis data univariat dengan hasil mayoritas mahasiswa berada pada kategori prokrastinasi akademik rendah sebesar 40,4%. Berdasarkan analisis pada setiap aspek, mahasiswa tidak menunjukkan penundaan memulai dan mengerjakan tugas (51,1%), 51,6% mahasiswa tidak mengalami kelambanan dalam mengerjakan tugas akademik, 53,7% sesuai antara rencana dan pelaksanaan tugas, serta 52,7% cenderung tidak mengalihkan perhatian pada aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa profesi ners didominasi kategori rendah, di mana mayoritas mahasiswa tidak menunda, tidak mengalami kelambanan, memiliki kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tugas, serta tidak cenderung melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan. Institusi pendidikan disarankan untuk mempertahankan pembinaan manajemen waktu dan regulasi diri mahasiswa.
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Tentang Seks Bebas Pada Remaja Kelas X SMAN 6 Pekanbaru Agustin, Marsya; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6965

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap seksualitas sehingga memerlukan pengetahuan yang tepat untuk mencegah perilaku berisiko. Perkembangan teknologi informasi dan tingginya penggunaan media sosial menyebabkan remaja mudah terpapar berbagai informasi seksual yang belum tentu akurat serta berpotensi menimbulkan mispersepsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan pengetahuan tentang seks bebas pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 103 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 15,45 tahun (SD = 0,500) dengan mayoritas berjenis kelamin perempuan (67%). Intensitas penggunaan media sosial sebagian besar berada pada kategori sedang hingga tinggi, sementara tingkat pengetahuan tentang seks bebas berada pada kategori cukup hingga baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan kekuatan korelasi sedang dan arah positif. Artinya, semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuan siswa mengenai seks bebas. Disimpulkan bahwa media sosial memiliki peran dalam membentuk pengetahuan remaja, sehingga diperlukan penguatan literasi digital dan pendidikan seksualitas yang komprehensif, terarah, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Hubungan Indek Massa Tubuh (IMT) dengan Body Image pada Remaja di SMAN 6 Pekanbaru Astuti, Meilia Dwi; Puswati, Desti; Putri, Veni Dayu; Adelia, Gita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6969

Abstract

Masa remaja merupakan periode penting dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi body image. Salah satu faktor yang berkaitan dengan persepsi tersebut adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Perubahan IMT pada remaja dapat memengaruhi body image yang berdampak pada kepercayaan diri dan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dengan body image pada remaja kelas X di SMAN 6 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan pada 06 – 07 Januari 2026. Responden berjumlah 103 orang yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat dan tinggi badan kategori penduduk Asia, sedangkan body image diukur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitasnya. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki IMT normal sebanyak 58 (56,3%), IMT gemuk 29 (28,2%), IMT sangat kurus 11 (10,7%), dan IMT obesitas 5 (4,9%). Pada body image, 53 (51,5%) memiliki body image negatif, sedangkan 50 (48,5%) memiliki body image positif. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan body image pada remaja (p = 0,001 < 0,05). Kesimpulannya, perbedaan status IMT dapat memengaruhi cara remaja menilai body imagenya. Disarankan bagi sekolah dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai body image yang sehat serta pentingnya menjaga keseimbangan IMT melalui kebiasaan hidup yang baik.
Hubungan Praktik Pemberian Makanan dengan Status Gizi (BB/U) pada Anak Usia Prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pekanbaru Putri, Ovila Dania; Maulinda, Dini; Puswati, Desti; Nita, Yureya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6972

Abstract

Masalah gizi pada anak usia prasekolah merupakan isu kesehatan kompleks yang berkaitan dengan tingginya angka kematian anak di bawah lima tahun secara global maupun peningkatan prevalensi wasting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara praktik pemberian makanan dengan status gizi (BB/U) pada anak usia prasekolah di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan desain korelasional menggunakan pendekatan cross- sectional. Waktu penelitian dilaksanakan mulai tanggal 15 – 18 Desember 2025. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi anak dan orang tua di lokasi penelitian yang berjumlah 104 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Feeding Practice and Structure Questionnaire (FPSQ-28) dan pengukuran antropometri berat badan. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan bahwa mayoritas anak (66,3%) menerima praktik pemberian makan non-responsif, sementara sebagian besar anak (80,8%) memiliki status gizi baik. Berdasarkan uji statistik Chi-Square, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara praktik pemberian makanan dengan status gizi anak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa praktik pemberian makan yang tidak responsif dapat meningkatkan risiko terjadinya status gizi kurang pada anak usia prasekolah. Disarankan bagi orang tua untuk meningkatkan responsivitas terhadap isyarat makan anak guna menjaga status gizi yang optimal.
Analisis Hubungan Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Remaja Putri Pebryanti, Kania Putri; Dyna, Fitri; Puswati, Desti; Maulinda, Dini
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6981

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Anemia pada remaja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar dan prestasi akademik, serta kualitas kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan reproduksi di masa dewasa. Pemerintah telah melaksanakan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) melalui sekolah dengan mekanisme distribusi satu tablet per minggu sepanjang tahun. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada tingkat kepatuhan remaja dalam mengonsumsinya, yang hingga kini masih tergolong belum optimal. Rendahnya kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari individu maupun lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Negeri 12 Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri, dengan jumlah sampel dalam sebanyak 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil univariat menunjukkan 52,5% responden patuh mengonsumsi TTD dan responden yang memiliki pengetahuan tinggi sebanyak 51,7%. Hasil bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi TTD (p = 0,006; OR: 2,7). Remaja dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung lebih patuh dibandingkan remaja dengan pengetahuan rendah. Pengetahuan yang memadai membantu remaja memahami dampak anemia dan manfaat konsumsi TTD, sehingga mendorong terbentuknya perilaku kepatuhan. Diperlukan adanya upaya peningkatan promosi kesehatan serta penguatan peran lingkungan sekolah untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet Fe pada remaja.
Efektivitas Guided Imagery terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi dengan Kelompok Kontrol di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Sidabutar, Lidia Lilis Tandela Br; Puswati, Desti; Maulinda, Dini; Devita, Yeni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7098

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Pengelolaan hipertensi mencakup pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis melibatkan agen antihipertensi seperti diuretik, beta blocker, dan calcium channel blocker. Selain terapi farmakologis, penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis, salah satunya adalah teknik guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas guided imagery terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test with control group. Sampel berjumlah 44 responden yang dibagi menjadi 22 responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Kelompok intervensi diberikan terapi guided imagery selama 15 menit dalam 3 kali pertemuan, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi teknik guided imagery. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk melihat perubahan dalam kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai mean rank kelompok intervensi lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang menunjukkan bahwa guided imagery efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Berdasarkan hasil tersebut, guided imagery dapat dijadikan sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi pada lansia.