Claim Missing Document
Check
Articles

Effectiveness of Village Fund Management on Community Welfare in Muara Muntai Ulu Kuryadi, K.; Daulay, Pardamean; Rulandari, Novianita
Golden Ratio of Auditing Research Vol. 6 No. 1 (2026): July - January
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grar.v6i1.1422

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Village Fund management in improving community welfare in Muara Muntai Ulu Village, Muara Muntai District, Kutai Kartanegara Regency. Although Village Funds have been directed to finance various priority sectors such as basic infrastructure development, education, health, and community economic empowerment, their implementation still faces a number of challenges. This study used a qualitative research method with a descriptive-analytical approach. The results show that, although in general, Village Fund management in Muara Muntai Ulu Village has shown positive achievements in increasing access to basic services and economic empowerment, significant obstacles remain that hinder the policy's effectiveness. These obstacles include the limited capacity of village officials in planning and reporting, suboptimal community participation, inaccurate beneficiary data, and weak coordination between village institutions. In addition, the suboptimal utilization of Village Funds for productive economic innovation and a weak monitoring system are also challenges. Therefore, institutional capacity building, data system improvements, and mainstreaming of public participation are needed so that Village Funds truly contribute to community welfare comprehensively and sustainably.
Effect of E-Filing Quality and Tax Services on Taxpayer Compliance, Moderated by Compliance Costs Huda, Rofiul; Daulay, Pardamean; Rulandari, Novianita
Golden Ratio of Taxation Studies Vol. 6 No. 1 (2026): December - May
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grts.v6i1.612

Abstract

Low taxpayer compliance in Indonesia, evidenced by a tax-to-GDP ratio of only 12.1% in 2022, presents a significant challenge despite the implementation of the e-filing system aimed at improving tax reporting efficiency. This study examines the influence of e-filing system quality and tax service quality on individual taxpayer compliance at the Samarinda Ulu Primary Tax Service Office (KPP Pratama Samarinda Ulu), East Kalimantan—a strategic location with 6.22% economic growth in Q1 2024, yet facing an energy transition that affects tax revenues—with compliance cost as a moderating variable. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 100 taxpayers through Likert-scale questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4. Validity was assessed using factor loadings (>0.70), AVEs (>0.50), and Cronbach's Alpha (>0.70), while varying questionnaire formats controlled standard-method bias. The results show that e-filing system quality does not significantly influence compliance, whereas tax service quality has a significant positive effect. Compliance cost does not moderate either relationship. These findings underscore the importance of enhancing service quality, particularly responsiveness and empathy, to drive compliance. At the same time, improvements to the e-filing system are necessary to address technical issues in Samarinda. Managerial implications suggest team member training and system optimization to support national tax reform.
Analisis Kepuasan Pelayanan Administrasi Publik di Bidang Pendidikan Studi Pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat di SMAN 3 Buntok Noorsalim, Mohd; Rulandari, Novianita; Aqqad, Muslihul
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 2 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i2.7832

Abstract

Penelitian ini mengkaji kualitas layanan administrasi publik di sektor pendidikan dengan mengukur kepuasan masyarakat di SMAN 3 Buntok. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai penyedia layanan publik yang bertanggung jawab untuk memberikan layanan administrasi yang efisien dan transparan kepada siswa, orang tua, dan masyarakat. Sekolah juga pada masa ini menjadi ujung tombak implementasi kebijakan yang dilaksanakan pemerintah. Tidak secara langsung institusi sekolah menjadi Humas (Public Relation) pemerintah dalam memberikan informasi dan edukasi terhadap kebijakan publik  ke masyarakat sekitar sekolah. Evaluasi kualitas layanan sangat penting untuk memastikan akuntabilitas, daya tanggap, dan peningkatan berkelanjutan dalam manajemen pendidikan publik. Studi ini menyelidiki seberapa puas pengguna layanan dengan layanan administrasi di SMAN 3 Buntok dan mengidentifikasi dimensi layanan mana yang membutuhkan perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional survey. Data dikumpulkan dari siswa, orang tua, dan anggota masyarakat yang telah mengakses layanan administrasi di SMAN 3 Buntok dengan metode Random Sampling. Dimana semua anggota populasi bisa menjadi sampling. Menggunakan Kuesioner terstruktur berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) standar . Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan prosedur penilaian IKM sesuai dengan pedoman evaluasi pelayanan publik. Pelayanan administrasi publik di SMAN 3 Buntok secara umum menunjukkan Indeks Kepuasan Masyarakat dengan predikat “Baik” dengan Nilai akhir 85,75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan layanan administrasi secara keseluruhan di SMAN 3 Buntok termasuk dalam kategori “baik”. Skor tertinggi tercatat untuk perilaku staf dan kejelasan layanan, sedangkan skor yang lebih rendah ditemukan pada waktu pemrosesan layanan dan penanganan pengaduan.  
Tata kelola kolaboratif dalam penyelenggaraan praktik kerja lapangan pada pendidikan vokasi Muammar, Muhamad; Rulandari, Novianita
Jurnal Bisnis Mahasiswa Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Bisnis Mahasiswa
Publisher : PT Aksara Indo Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/jbm.1095

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola kolaboratif dalam penyelenggaraan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Program Keahlian Agribisnis Tanaman Perkebunan di SMK Negeri 1 Hanau, serta mengidentifikasi proses kolaborasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran berbasis kerja. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 20 informan yang terdiri dari kepala sekolah, ketua program keahlian, guru pembimbing, siswa peserta PKL, serta perwakilan industri dari tiga perusahaan mitra. Data juga diperoleh melalui observasi terbatas dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperdalam melalui analisis tematik dengan memastikan keabsahan data melalui triangulasi dan member checking. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaksanaan PKL dipengaruhi oleh kejelasan pembagian peran, intensitas komunikasi, dan komitmen kolaboratif antara sekolah dan industri. Kolaborasi yang terjalin memberikan dampak positif terhadap mutu pembelajaran berbasis kerja, terutama dalam meningkatkan pengalaman dan keterampilan siswa. Faktor pendukung meliputi kesesuaian kompetensi siswa dengan bidang industri serta keberlanjutan kemitraan antara sekolah dan perusahaan. Namun demikian, kendala utama masih berkaitan dengan kesiapan nonteknis sebagian siswa, terutama dalam aspek komunikasi, inisiatif, dan kemampuan adaptasi terhadap budaya kerja industri. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dan tiga perusahaan mitra sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara luas. Selain itu, data yang diperoleh masih didasarkan pada persepsi informan dan belum mencakup pengamatan jangka panjang terhadap pelaksanaan PKL. Implikasi – Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi pengelolaan pendidikan vokasi, khususnya dalam memperkuat tata kelola kemitraan antara sekolah dan industri, meningkatkan pembekalan soft skills siswa sebelum PKL, serta mendorong adanya standardisasi dukungan dari pihak industri agar pelaksanaan pembelajaran berbasis kerja lebih optimal dan berkelanjutan. Kebaruan – Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis tata kelola kolaboratif PKL yang tidak hanya menyoroti aspek kemitraan formal, tetapi juga mengintegrasikan desain kelembagaan, proses kolaboratif, dan kapasitas individu siswa dalam konteks pendidikan vokasi bidang agribisnis tanaman perkebunan.
Implementasi Kebijakan Pelayanan Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten Gunung Mas Nurmitae Nurmitae; Andriansyah Andriansyah; Novianita Rulandari
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i5.7944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak (KIA) di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya di Puskesmas Kecamatan Tewah. BPJS Kesehatan sebagai badan hukum publik, dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi menurut George C. Edwards III, serta lingkungan sosial budaya menurut Van Horn dan Carl E. Van Meter. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi berperanserta, dan studi dokumentasi, dengan analisis data deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui peningkatan ketekunan, triangulasi, diskusi dengan sejawat, dan pengecekan anggota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BPJS Kesehatan sudah sering melakukan sosialisasi, masih banyak perusahaan dan masyarakat yang tidak mengetahui manfaat program ini. Kendala utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap program JKN. Selain itu, meskipun program JKN telah diberlakukan selama setahun, tidak ada klaim persalinan karena sebagian besar masyarakat lebih memilih melahirkan di rumah daripada menggunakan fasilitas kesehatan.