Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Dampak Pembiasaan Moving Class Terhadap Kemandirian Anak di Raudhatul Athfal Salafiyah Mahbubiyah Bandungrejo, Plumpang Kholifaturrohmah; Cahyati, Nun Nuni Ihda; Zulaikah, Siti; Lisaniyah, Fashi Hatul
EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin Vol 3 No 01 (2025): El-Hadhary
Publisher : Lembaga Swadaya Masyarakat Asosiasi Masyarakat Madani Indonesia (AMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61693/elhadhary.vol301.2025.45-54

Abstract

Perkembangan dunia pendidikan, khususnya di pendidikan anak usia dini, mendorong penerapan metode pembelajaran inovatif, salah satunya adalah sistem moving class. Metode ini mengharuskan anak untuk berpindah dari satu kelas ke kelas lain sesuai dengan materi yang sedang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan dan dampak sistem moving class terhadap kemandirian anak di Raudhatul Athfal Salafiyah Mahbubiyah Bandungrejo, Plumpang. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah anak-anak dan guru di Raudhatul Athfal Salafiyah Mahbubiyah yang menerapkan metode moving class. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem moving class meningkatkan kemandirian anak dalam hal pengelolaan waktu, tanggung jawab terhadap barang pribadi, dan adaptasi terhadap lingkungan belajar yang berbeda. Meskipun ada tantangan, seperti kesiapan fisik dan psikologis anak, manfaat yang diperoleh sangat signifikan, terutama dalam pengembangan keterampilan sosial dan disiplin. Penelitian ini memberikan pemahaman bahwa moving class dapat menjadi metode efektif dalam membentuk karakter anak usia dini yang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan.
Inovasi Pembelajaran Coding Hijaiyah dalam Menstimulasi Keterampilan Problem-Solving Anak Usia Dini di Era Modern Salamah, Ummidlatus; Rofi’ah, Ulya Ainur; Hidayati, Ninik; Lisaniyah, Fashi Hatul
Journal of Early Childhood and Character Education Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v5i1.26500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi inovasi pembelajaran coding hijaiyah dan dampaknya terhadap keterampilan problem-solving anak usia dini. Penelitian dilakukan di PIAUDQ Nur Fadhilah Jenu, Kabupaten Tuban, dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Fokus penelitian meliputi langkah- langkah penerapan pembelajaran coding hijaiyah, respons anak terhadap metode tersebut, serta kontribusinya terhadap pengembangan keterampilan memecahkan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran coding hijaiyah diterapkan melalui kegiatan bermain yang interaktif dan terstruktur, menggabungkan pengenalan huruf hijaiyah dengan pola berpikir logis. Anak-anak menunjukkan respons positif berupa antusiasme, keterlibatan aktif, dan peningkatan kemampuan dalam menyusun strategi serta memecahkan masalah sederhana. Pembelajaran ini terbukti mampu menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan kreatif anak, serta relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 berbasis nilai-nilai Islam.
STUDI EKSPLORATIF PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR PERSPEKTIF LAWRENCE KOHLBERG (MI SHOLBIYAH BOJONEGORO) Salamah, Ummidlatus; Ngainin, Nurul; Hatul Lisaniyah, Fashi
At-Taksis: Jurnal Pendidikan Dasar PGMI STAI Sangatta Vol. 1 No. 1 (2023): September
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55799/attaksis.v1i01.291

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas tentang perkembangan moral siswa sekolah dasar perspektif Teori Lawrence Kohlberg. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang data dan informasinya diperoleh dari kegiatan lapangan kerja penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada siswa sekolah dasar perkembangan moral masih pada tahap paling bawah yaitu prakonvensional, Teori Lawrence Kohlberg menyatakan ada tiga tingkat perkembangan moral dan pada setiap tingkatnya mempunyai dua tahap. Lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan moral anak karena mereka menemukan standart moral itu dari keluarga dan sekitarnya. Orang tua menjadi salah satu yang paling penting dan berpengaruh dalam tahap perkembangan moral saat anak kecil.
Pendampingan Kalibrasi Arah Kiblat sebagai Peningkatan Akurasi Ibadah Warga NU di Dusun Panjen Desa Jenggolo Faizah, Isniyatin; Lisaniyah, Fashi Hatul; Kamelya, Silvana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.825

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan takmir masjid serta pengurus mushalla di Dusun Panjen, Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban dalam menentukan arah kiblat secara ilmiah. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan penyimpangan arah kiblat antara 6°–8° dari posisi Ka’bah akibat penggunaan metode tradisional tanpa koreksi deklinasi magnetik. Metode Community Based Research (CBR) digunakan untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi isu, perencanaan partisipatif, peningkatan kapasitas, hingga refleksi dan diseminasi hasil. Pelatihan meliputi teori dasar ilmu falak, praktik penggunaan alat bantu seperti kompas digital, mizwala, dan aplikasi Qibla Finder, serta kalibrasi langsung di lapangan menggunakan metode rashdul kiblat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta mampu melakukan kalibrasi arah kiblat secara mandiri dengan tingkat akurasi di bawah satu derajat. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan koreksi arah kiblat secara teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab kolektif jamaah dalam menjaga kesempurnaan ibadah. Pendekatan CBR terbukti efektif dalam mengintegrasikan riset falak dengan edukasi ibadah berbasis komunitas.
Pembudayaan Nilai-nilai Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Tingkat Sekolah Menengah Pertama: Cultivating the Religious Moderation Values in Islamic Religious Education Learning at the Junior High School Level Fashi Hatul Lisaniyah
AJMIE: Alhikam Journal of Multidisciplinary Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/52z76153

Abstract

Pembudayaan nilai-nilai moderasi beragama pada tingkat sekolah merupakan kebutuhan strategis dalam membangun kultur toleransi dan keharmonisan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk praktik dan strategi pembudayaan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Babat. Sekolah dengan lokasi mayoritas Masyarakat berafiliasi Islam Nahdlatul Ulama (NU), namun memiliki siswa dengan latarbelakang keberagaman agama dan kelompok keagamaan seperti dari Muhammadiyah, LDII, non Muslim. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembudayaan nilai-nilai moderasi beragama dilaksanakan melalui penataan ekosistem sekolah yang inklusif, integrasi materi, penguatan praktik toleransi, serta pembiasaan dalam kegiatan keagamaan. Kebijakan sekolah dan dukungan dari guru menjadi factor pendukung terlaksananya praktik pembudayaan tersebut, sedangkan factor penghambat muncul dari siswa itu sendiri yang mempunyai cara pandang yang sudah dibentuk dari lingkungan keluarga
Pelatihan Pembuatan Jadwal Imsakiyah Berbasis Waktu Salat Lokal Isniyatin Faizah; Fashi Hatul Lisaniyah; Rinwanto; Ihda Shofiyatun Nisa’; Ziana Dhurrotul Ainiyah; Wafiq Habibah
Ngabekti: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ngabekti: Edisi Desember 2025
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/hssmdt26

Abstract

Abstract The determination of prayer times (salat) and Imsakiyah (the schedule for fasting, especially the pre-dawn meal cutoff time) plays a crucial role in the worship practices of Muslims, particularly during the month of Ramadan. However, variations in calculation methods and locational references often lead to inaccuracies in the Imsakiyah schedule, which can disrupt worship. This research aims to enhance the understanding and skills of students from the Student Da'wah Institute (LDM) in compiling local prayer time-based Imsakiyah schedules through digital technology-based training. Using a participatory method with an educational and practical hisab (astronomical calculation) approach. The results showed a significant increase in participant understanding (from 20% to 85%) and the ability to compile the Imsakiyah schedule with 90% accuracy. This approach proved effective in empowering students to produce schedules that conform to local geographical conditions, thereby supporting the quality of worship and utilizing digital technology for community empowerment. Keywords: Training, Imsakiyah Schedule, Local Prayer Times. Abstrak Penentuan waktu salat dan Imsakiyah (jadwal puasa, khususnya batas waktu sahur) memegang peranan penting dalam praktik ibadah umat Islam, terutama pada bulan Ramadan. Namun, perbedaan metode perhitungan dan acuan lokasi sering kali menyebabkan ketidakakuratan dalam jadwal Imsakiyah, yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) dalam menyusun jadwal Imsakiyah berbasis waktu salat lokal melalui pelatihan berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode partisipatif dengan pendekatan edukatif dan praktis hisab (perhitungan astronomis). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta (dari 20% menjadi 85%) serta kemampuan menyusun jadwal Imsakiyah dengan tingkat akurasi mencapai 90%. Pendekatan ini terbukti efektif dalam memberdayakan mahasiswa untuk menghasilkan jadwal yang sesuai dengan kondisi geografis lokal, sehingga mendukung kualitas ibadah serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Pelatihan, Jadwal Imsakiyah, Waktu Salat Lokal.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF NUMBERED HEADS TOGETHER BERBASIS HOT SEAT TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIST Siti Salamah; Fashi Hatul Lisaniyah
PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 7 No 2 (2025): PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education
Publisher : Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jp.v7i2.1345

Abstract

At MI Islamiyah Nguwok, traditional lecture techniques still predominate while teaching Al-Qur'an Hadith, which tends to lower students' interest in the subject. The purpose of this study is to investigate how students' motivation in learning is affected by the Numbered Heads Together’ (NHT) learning paradigm, which is based on the Hot Seat technique. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was used in the study's quantitative methodology. There were twenty-four students involved. Questionnaires were used to gather data, and a paired sample t-test was used for analysis. Hₐ was accepted and H₀ was denied. Thus, it can be claimed that has a significant influence on students' motivation to study the Qur'an and Hadith.
INTERNALISASI NILAI CINTA AL-QUR’AN MELALUI PEMBIASAAN AUDIO MUROTAL JUZ AMMA PADA ANAK USIA DINIDI TK MUSLIMAT NU PLUMPANG Siti, Aminah; Qomariyah, Istiul; Hidayah, Luluk; Lisaniyah, Fashi Hatul
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 2 (2026): Ath-Thufai: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Maret 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/vqp48103

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai cinta Al-Qur’an melalui pembiasaan audio murotal Juz Amma pada anak usia dini di TK Muslimat NU Plumpang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengungkap secara mendalam bagaimana pembiasaan murotal diterapkan dan bagaimana respons anak terhadapnya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan murotal yang dilakukan secara rutin sebelum kegiatan belajar mampu menciptakan suasana kelas yang tenang, meningkatkan fokus serta kedisiplinan anak, dan menumbuhkan sikap positif terhadap Al-Qur’an. Temuan ini menunjukkan bahwa paparan murotal berperan sebagai stimulus emosional dan spiritual yang efektif dalam membangun kedekatan anak dengan Al-Qur’an. Praktik tersebut sejalan dengan nilai-nilai pendidikan Islam berbasis Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) NU, terutama prinsip pembiasaan, keteladanan, dan moderasi. Dengan demikian, pembiasaan audio murotal Juz Amma dapat dipandang sebagai strategi efektif dan ramah perkembangan dalam menanamkan nilai cinta Al-Qur’an sejak usia dini
Penanaman Karakter Kedisiplinan, Tanggung Jawab, dan Kepatuhan Beribadah melalui Pembiasaan Sholat Dluha pada Anak Usia Dini di TK Muslimat NU Plumpang Asma’ul Amiludiyah; Ria Yuliatin; Siti Sholika; Fashi Hatul Lisaniyah
Khirani: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: KHIRANI: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/khirani.v4i1.2101

Abstract

This study aims to analyze the cultivation of discipline, responsibility, and obedience in worship through the habituation of Dhuha prayer among early childhood students at TK Muslimat NU Plumpang. Character education in early childhood is fundamental in shaping children's moral and religious foundations. The habituation method is considered effective because early childhood is in the golden age phase where imitation and repetition strongly influence behavioral formation. This research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, interviews with teachers and school principals, and documentation. The results show that the habituation of Dhuha prayer conducted routinely every morning before learning activities significantly contributes to developing discipline through punctuality and orderly preparation, responsibility through self-preparation and maintaining prayer equipment, and obedience in worship through consistent and guided prayer practice. Supporting factors include teacher role modeling, parental support, and structured school programs, while inhibiting factors involve children’s fluctuating moods and limited parental reinforcement at home. The study implies that structured religious habituation programs effectively strengthen character education in early childhood institutions.
Manajemen Pembelajaran Bahasa Arab di Lingkungan Anak Usia Dini Ummidlatus Salamah; Fashi Hatul Lisaniyah; Maulidiyana Lailiyah
Alzam: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 4 No 2 (2024): Alzam: Journal Of Islamic Early Childhood Education
Publisher : Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/alzam.v4i2.929

Abstract

This research discusses the management of Arabic language instruction at RA Nurul Jadid Sembungrejo Plumpang, Tuban, aiming to understand the effectiveness of management approaches applied in introducing Arabic to early childhood students. Using a qualitative approach and field study methods, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The study findings indicate that the learning management process includes planning, organizing, implementation, and evaluation phases, designed to create a structured and enjoyable learning environment. In planning, selected materials are relevant and age-appropriate, while the organization and implementation stages focus on utilizing engaging media and interactive methods to attract children's interest. Evaluation is conducted through direct observation and worksheets to assess students' understanding of Arabic vocabulary. The study concludes that effective learning management at RA Nurul Jadid not only aids students in mastering Arabic basics but also holistically supports their cognitive and spiritual development.