Dwi Nur Rachmah
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Indonesia

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ecopsy

HUBUNGAN PEER ATTACHMENT DENGAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA BOARDING SCHOOL Mahmudi, Faisal; Mayangsari, Marina Dwi; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 1 (2015): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.31 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i1.515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peer attachment dengan self regulated learning pada siswa Boarding School. Subjek penelitian yaitu siswa/siswi kelas XI SMAN Banua Kalimantan Selatan Bilingual Boarding School berjumlah 62 siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Instrument yang digunakan adalah skala peer attachment dan skala self regulated Learning. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara peer attachment dengan self regulated learning pada Siswa SMAN Banua Kalimantan Selatan Bilingual Boarding School. Sumbangan efektif yang diberikan variabel peer attachment terhadap self regulated learning adalah sebesar 9,8%. Semakin tinggi peer attachment maka akan semakin tinggi self regulated learning pada siswa Boarding School. Kata Kunci: Peer Attachment, Self Regulated Learning, Boarding School The purpose of this study was to find out the relationship between peer attachment and self-regulated learning in students of SMA Boarding School. The subjects were 62 students of class XI at SMAN BANUA Bilingual Boarding School South Kalimantan. A quantitative study method with purposive random sampling technique was used in this study. The instruments were Peer Attachment Scale and Self-Regulated Learning Scale. The result indicating that there was a significant relationship between peer attachment and self-regulated learning in students of SMAN BANUA Bilingual Boarding School South Kalimantan. The effective contribution of peer attachment to self-regulated learning variable was 9.8%. so that the higher the peer attachment, the higher the self-regulated learning in students of SMA Boarding School. Keywords: Peer Attachment, Self Regulated Learning, Boarding School
PERBEDAAN INTENSITAS ATENSI SISWA PADA SUHU DINGIN, IDEAL, DAN PANAS DI SMK TELKOM SANDHY PUTRA BANJARBARU Salehah, Amelia; Anward, Hemy Heryati; Rachmah, Dwi Nur
Jurnal Ecopsy Vol 2, No 2 (2015): Jurnal Ecopsy : Jurnal Ilmu Psikologi
Publisher : Psychology Study Program, Medical Faculty, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v2i2.544

Abstract

Salah satu aspek penentu dalam keberhasilan proses belajar adalah kemampuan memfokuskan atensi. Salah satu bentuk stimulus yang dapat mempengaruhi atensi adalah suhu lingkungan. Kondisi suhu ruang kelas yang tidak nyaman dapat menyebabkan siswa tidak dapat memfokuskan atensi. Atensi juga memainkan peran dalam intelegensi, sehingga intelegensi dimasukan sebagai kovariabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan intensitas atensi siswa pada suhu dingin, ideal, dan panas di SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, dan untuk mengetahui perbedaan kemampuan atensi siswa dilihat dari tingkat intelegensinya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan rancangan The One-Group Posttest Only. Subjek pada penelitian ini terdiri dari tiga kelompok penelitian yang masing-masing berjumlah 23 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan alat tes CFIT skala 3A untuk mengukur intelegensi dan TIKI-M subtes 6 untuk mengukur intensitas atensi. Analisis data penelitian menggunakan teknik analisis kovarian (anakova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan intensitas atensi siswa kelas suhu dingin, ideal, dan pans. Siswa pada kelas panas lebih baik dari pada intensitas atensi siswa pada kelas suhu dingin dan ideal, serta intensitas atensi siswa pada suhu dingin lebih baik dari pada intenistas atensi siswa pada kelas suhu ideal. Hal ini dapat terjadi karena pada suhu panas atau dingin terjadi peningkatan kewaspadaan, sehingga kemampuan untuk mempertahankan atensi pun meningkat. Sementara pada kelas ideal siswa berada pada suhu nyaman dan sudah terbiasa dengan kondisi suhu tersebut, sehingga peningkatan intensitas atensi kurang terlihat. Intelegensi juga berperan sebesar 20,1% terhadap atensi.Kata kunci: Intensitas atensi, siswa, suhu ruang kelas, intelegensi One of the key aspects in the success of learning process is the ability to pay attention. One form of stimulus that can affect attention is the ambient temperature. The uncomfortable temperature in classrooms can cause students unable to pay attention and focus. Since attention also plays a role in intelligence, intelligence is included as the covariance. The objectives of this study was to find out whether there was difference in attention intensity at cold, ideal, and hot temperatures at SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru, and to find out the differences in students’ attentional abilities seen from the level of intelligence. The method use in this study was a quasi-experimental method with the design of The One-Group Posttest Only. The subjects divided into three groups, each of which consisted of 23 people selected using a purposive sampling technique. Data were collected using CFIT scale 3A for measuring the intelligence and TIKI-M subtest 6 for measuring the intensity of attention. The data were then analyzed using covariance analysis techniques (Ancova). The results showed that there are differences in the attention intensity of students between classes with cold, ideal, and hot temperatures. The attention of the students in the classroom with hot temperature was better than that of the students in the classes with ideal and cold temperatures, and the attention intensity of students in the classroom with cold temperature was better than that of students in the classroom with ideal temperature. It could happen because hot or cold temperatures increased alertness that the ability to sustain attention also increased while in the ideal classroom the students were at a comfortable temperature and got accustomed to that temperature condition so an increase in the intensity of attention was less visible. Intelligence also contributes 20.1% to the attention. Keywords: intensity of attention, student, classroom temperature, intelligence
Metakognisi pada Mahasiswa: Menguji Peranan Grit pada Mahasiswa Profesi Ners Raihanah, Raihanah; Rachmah, Dwi Nur; Tanau, Meydisa Utami
Jurnal Ecopsy Vol 11, No 1 (2024): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2024.04.005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat peranan grit terhadap metakognitif pada mahasiswa program profesi ners di Kota Banjarmasin. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat peranan grit terhadap metakognitif pada mahasiswa program profesi ners di Banjarmasin. Semakin tinggi tingkat grit maka metakognitif juga mengalami peningkatan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif program profesi ners dan berdomisili di Kota Banjarmasin. Jumlah subjek ditentukan melalui aplikasi G*Power dengan jumlah minimal 159 orang. Pada penelitian ini didapatkan subjek penelitian sebanyak 164 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner secara online melalui googleform. Adapun metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuantitaif dengan analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis data menunjukkan terdapat peranan grit terhadap metakognitif pada mahasiswa program profesi ners. Peranan yang diberikan variabel grit adalah 20,8%, hal tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan adanya peranan grit terhadap metakognitif pada mahasiswa program profesi ners dapat diterima.