Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Identifikasi Senyawa Pada Ekstrak Kulit Buah Kakao Sulawesi 2 (Theobroma cacao L.) Menggunakan Pelarut Etanol Dan Aseton Rachmawaty Rachmawaty; Halifah Pagarra; Nurul Anisa
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat111275162022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi senyawa kimia ekstrak etanol dan aseton dari kulit buah kakao berdasarkan analisis fitokimia kualitatif dan analisis kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Ekstraksi kulit buah kakao dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan aseton:air (7:3). Hasil rendemen yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kakao yang diekstraksi dengan aseton memiliki rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut etanol. Pada uji fitokimia kualitatif dengan pereaksi warna ditemukan bahwa ekstrak etanol kulit buah kakao mengandung flavonoid dan fenol, sedangkan ekstrak aseton mengandung tanin, flavonoid, dan fenol.Uji GC-MS Ekstrak etanol buah telah dilarang 5 senyawa utama yang tergolong senyawa asam lemak dan lakton,
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN EKOSISTEM DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN DENGAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PESERTA DIDIK Oriny Tri Ananda; Andi Asmawati Azis; Rachmawaty
Jurnal Biogenerasi Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7 Nomor 1 tahun 2022
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/biogenerasi.v7i1.1721

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan ekosistem dan perubahan lingkungan peserta didik, untuk mengetahui sikap peduli lingkungan peserta didik, dan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ekosistem dan perubahan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan peserta didik. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA di SMAN 11 Makassar, sedangkan sampel penelitian sebanyak 156 peserta didik yang dipilih secara random sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial berupa uji regresi linier sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan variabel pengetahuan ekosistem dan perubahan lingkungan berada pada kategori cukup, sedangkan variabel sikap peduli lingkungan berada pada kategori netral. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan ekosistem dan perubahan lingkungan dengan sikap peduli lingkungan berdasarkan persamaan garis regresi Y = 75,144 + 0,294X dan taraf signifikansi 5%. Kategori tingkat hubungan “sedang” berdasarkan nilai korelasi (R) sebesar 0,467. Kontribusi pengetahuan ekosistem dan perubahan lingkungan terhadap sikap peduli lingkungan () sebesar 21,8%, sedangkan 78,2% yang tersisa merupakan hasil beberapa faktor lain yang turut berperan dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan.
Nugget Jamur sebagai diversifikasi produk olahan jamur tiram (Pleorotus ostreatus) sebagai makanan sehat Rachmawaty Rachmawaty; Andi Mu’nisa; Alimuddin Ali
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.924 KB)

Abstract

Abstrak. Diversifikasi pengolahan jamur dan pengembangan teknologi olahan jamur sangat diperlukan bagi petani dan pengusaha jamur dalam meningkatkan nilai tambah jamur tiram. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui cara mengolah jamur tiram menjadi produk nugget sebagai diversifikasi produk olahan jamur tiram (Pleorotus ostreatus) sebagai makanan sehat. Kondisi UKM Mitra sebagai berikut; a) belum memanfaatkan secara optimal jamur tiram sebagai makanan sehat yang memiliki nilai gizi yang tinggi tidak kalah sama daging ayam maupun sapi; b) belum adanya penyuluhan dan pelatihan tentang pengembangan produk olahan jamur tiram sebagai makanan yang sehat. Metode kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini meliputi penyuluhan, peragaan, latihan pembuatan nugget, diskusi dan tanya jawab. Hasil yang dicapai adalah ibu-ibu rumah tangga Desa Sokkolia merasa senang karena mereka mendapatkan pengalaman baru memanfaatkan sumber hayati lain sebagai bahan makanan alternative untuk peningkatan gizi keluarga yang murah, mudah pembuatannya dan rasanya enak. Pelatihan ini akan dijadikan bekal bagi ibu-ibu untuk dijadikan usaha rumah tangga dalam peningkatan pendapatan keluarga. Kata kunci : Nugget jamur, Jamur Tiram, diversifikasi, Makanan sehat
Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao) Dalam Menghambat Penyakit Layu Fusarium Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat A. Abdillah; R. Rachmawaty; A. Mu'nisa
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 8, No 1 (2019): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.415 KB) | DOI: 10.35580/sainsmat81127642019

Abstract

Tanaman budidaya tidak dapat dipisahkan dari penyakit, penyakit ini disebabkan oleh patogen yang dapat merusak proses fisiologi tanaman. patogen ini dapat berupa bakteri atau jamur. Layu fusarium disebabkan oleh fusarium oxysporum, pada tomat penyakit ini disebabkan oleh fusarium oxysporum f. sp lycopersici. Penyakit ini bisa menyebabkan kerugian besar bagi petani. Penggunaan fungisida sintetik telah banyak digunakan untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh fusarium oxysporum tetapi memiliki efek buruk yang besar terhadap lingkungan, oleh karena itu diperlukan fungisida biologis yang ramah lingkungan dalam mengendalikan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas fungisida alami yang diperoleh dari buah kakao. Dalam penelitian ini 6 perlakuan digunakan, P0 (kontrol tanaman sehat tanpa pengobatan), P1 (kontrol tanaman sakit diobati F. oxysporum), P2 (pengobatan ekstrak kakao 2% + perlakuan F. oxysporum) P3 (pengobatan ekstrak buah kakao ekstrak 5% + perlakuan F. oxysporum), P4 (perlakuan ekstrak buah kakao 8% + perlakuan F. oxysporum) P5 (perlakuan benomyl + perlakuan F. oxysporum) Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungisida nabati dari ekstrak biji kakao mampu menghambat layu fusarium. Setiap perlakuan memiliki efek yang sama pada tinggi maksimum tanaman tomat, jumlah buah dan berat buah. Tinggi tanaman tertinggi, jumlah daun dan berat buah tertinggi pada perlakuan ekstrak 8% dan terendah adalah 2% perlakuan ekstrak. Kata Kunci : Layu Fusarium, Fusarium Oxysporum, Fungisida Alami  Cultivation plants are inseparable from disease, this disease is caused by pathogens that can damage plant physiology processes. these pathogens can be either bacteria or fungi. Fusarium wilt is caused by fusarium oxysporum, in tomatoes this disease is caused by fusarium oxysporum f. sp lycopersici. This disease can cause huge losses to farmers. The use of synthetic fungicides has been widely used to control diseases caused by fusarium oxysporum but has a major adverse effect on the environment, therefore it is necessary to have an environmentally friendly biological fungicide in controlling the disease. This study aims to examine the effectiveness of natural fungicides obtained from cocoa pods. In this study 6 treatments were used, P0 (control of healthy plants without treatment), P1 (control of sick plants treated F. oxysporum), P2 (treatment of 2% cocoa pods extract + treatment of F. oxysporum ) P3 (treatment of cocoa pods extract 5 % + treatment of F. oxysporum ), P4 (treatment of 8% cocoa pods extract + treatment of F. oxysporum) P5 (treatment of benomyl + treatment F. oxysporum ) The results showed that vegetable fungicides from cocoa pods extract were able to inhibit fusarium wilt. Each treatment has the same effect on the maximum height of tomato plants, number of fruits and weight of fruit. The highest plant height, number of leaves and highest fruit weight was at 8% extract treatment and the lowest was 2% extract treatmen. Keywords: fusarium wilt. Fusarium oxysporum, natural fungicide
Profil Keterampilan Pemecahan Masalah Peserta Didik SMA Negeri 1 Tinambung Pada Mata Pelajaran Biologi Muhiddin Palennari; Rachmawaty Rachmawaty; Rahmawati Rahmawati
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat111339372022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan pemecahan masalah peserta didik SMA Negeri 1 Tinambung pada mata pelajaran biologi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIA yang terdiri dari 5 rombongan belajar dan masing-masing rombongan belajar diwakili oleh 11 orang, sehingga subjek penelitian berjumlah 55 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan soal tes keterampilan pemecahan masalah berbentuk essai dan wawancara terstruktur bersama guru mata pelajaran biologi, serta dokumentasi RPP dan soal yang digunakan oleh guru yang bertujuan untuk dijadikan sebagai informasi tambahan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah peserta didik berada pada kategori kurang dengan persentase memahami masalah sebesar 42,27%, merencanakan penyelesaian masalah sebesar 56,36%, menyelesaikan masalah sebesar 33,18%, memeriksa kembali proses dan hasil sebesar 53,18%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa keterampilan pemecahan masalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Tinambung masih kurang, sehingga perlu untuk ditingkatkan.
Identifikasi Senyawa Pada Ekstrak Kulit Buah Kakao Sulawesi 2 (Theobroma cacao L.) Menggunakan Pelarut Etanol Dan Aseton Rachmawaty Rachmawaty; Halifah Pagarra; Nurul Anisa
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 1 (2022): Maret
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat111275162022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi senyawa kimia ekstrak etanol dan aseton dari kulit buah kakao berdasarkan analisis fitokimia kualitatif dan analisis kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Ekstraksi kulit buah kakao dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan aseton:air (7:3). Hasil rendemen yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah kakao yang diekstraksi dengan aseton memiliki rendemen yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelarut etanol. Pada uji fitokimia kualitatif dengan pereaksi warna ditemukan bahwa ekstrak etanol kulit buah kakao mengandung flavonoid dan fenol, sedangkan ekstrak aseton mengandung tanin, flavonoid, dan fenol.Uji GC-MS Ekstrak etanol buah telah dilarang 5 senyawa utama yang tergolong senyawa asam lemak dan lakton,
Kerusakan Morfologis Paru-Paru Mencit Akibat Pemberian Asam Kuat Dengan Konsentrasi Berbeda A. Mu'nisa Mu'nisa; Rachmawaty Rachmawaty; Halifah Pagrrah; Hilda Karim; Theodorus K. Tokan
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat112330222022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan morfologi paru-paru pada mencit (Mus musculus) dengan pemberian berbagai asam kuat secara inhalasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah berbagai asam kuat (HCl 37%, H2SO4 50%, dan HNO3 50%) sedangkan variabel terikatnya adalah kerusakan morfologi paru-paru mencit. Subjek penelitian ini adalah mencit jantan dan betina sebanyak 8 ekor dengan umur 2 bulan yang di bagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok terdiri atas 2 ekor mencit, yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan dengan pemberian asam klorida (HCl) 37%, kelompok perlakuan dengan pemberian asam sulfat (H2SO4) 50%, dan kelompok perlakuan dengan pemberian asam nitrat (HNO3) 50%. Asam kuat diberikan secara bersamaan dengan pemberian pakan standar dan air minum secara ad libitium. Setelah 10 hari masa perlakuan mencit (Mus musculus) dieutinasi dan dilakukan pembedahan untuk mengamati morfologi paru-paru yaitu warna, berat, dan bentuk paru-paru. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian asam kuat merusak morfologi paru-paru mencit dan morfologi paru-paru paling rusak pada pemberian asam nitrat (HNO3) 50%.Kata Kunci: Asam Kuat, Paru-Paru, Mencit (Mus musculus).
Korelasi Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Adversitas dengan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 5 Soppeng Pada Masa Pandemi Covid-19 NP Sri Ramadani Alam; Nurhayati Nurhayati; Rachmawaty Rachmawaty; Nurlinda Nurlinda; Mignia Mignia; Sulfiana Sulfiana
Biology Teaching and Learning Vol 5, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/btl.v5i2.37669

Abstract

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian expost-facto yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas dengan hasil belajar siswa secara parsial dan simultan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IPA SMA Negeri 5 Soppeng tahun pelajaran 2020/2021. Pengambilan sampel melalui teknik stratified random sampling sehingga diperoleh sampel 213 orang siswa. Variabel bebas dalam penelitian adalah kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas, sementara variabel terikatnya adalah hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa soal hasil belajar dan angket. Teknik analisis data yaitu dengan analisis deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis data inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas dengan hasil belajar Biologi siswa.Kata Kunci: Kecerdasan emosional, kecerdasan adversitas, hasil belajar
Kerusakan Morfologis Paru-Paru Mencit Akibat Pemberian Asam Kuat Dengan Konsentrasi Berbeda A. Mu'nisa Mu'nisa; Rachmawaty Rachmawaty; Halifah Pagrrah; Hilda Karim; Theodorus K. Tokan
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 11, No 2 (2022): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat112330222022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan morfologi paru-paru pada mencit (Mus musculus) dengan pemberian berbagai asam kuat secara inhalasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah berbagai asam kuat (HCl 37%, H2SO4 50%, dan HNO3 50%) sedangkan variabel terikatnya adalah kerusakan morfologi paru-paru mencit. Subjek penelitian ini adalah mencit jantan dan betina sebanyak 8 ekor dengan umur 2 bulan yang di bagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang masing-masing kelompok terdiri atas 2 ekor mencit, yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan dengan pemberian asam klorida (HCl) 37%, kelompok perlakuan dengan pemberian asam sulfat (H2SO4) 50%, dan kelompok perlakuan dengan pemberian asam nitrat (HNO3) 50%. Asam kuat diberikan secara bersamaan dengan pemberian pakan standar dan air minum secara ad libitium. Setelah 10 hari masa perlakuan mencit (Mus musculus) dieutinasi dan dilakukan pembedahan untuk mengamati morfologi paru-paru yaitu warna, berat, dan bentuk paru-paru. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian asam kuat merusak morfologi paru-paru mencit dan morfologi paru-paru paling rusak pada pemberian asam nitrat (HNO3) 50%.Kata Kunci: Asam Kuat, Paru-Paru, Mencit (Mus musculus).
Optimisasi Enzim Protease oleh Bakteri Endofit dari AkarTumbuhan Kawasan Ekosistem Karst dengan Response Surface Methodology Halifah Pagarra; H. Hartati; R. Rachmawaty
Sainsmat : Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam Vol 10, No 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/sainsmat102262172021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas produksi enzim protease dari isolat bakteri B yang diisolasi dari Akar tumbuhan karst dalam berbagai variasi waktu inkubasi. Isolat bakteri yang digunakan adalah isolat bakteri B, bakteri proteolitik termofilik yang diisolasi dari Ekosistem Karst di Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan Propinsi. Pengujian aktivitas protease dilakukan dengan menggunakan metode Lowry. Protein kasar tertinggi. Kandungan protein dari semua perlakuan diperoleh pada waktu inkubasi 48 jam untuk Isolat Bakteri B sebesar 4,665 mg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isolat Bakteri B menunjukkan waktu produksi yang optimal pada 48 jam dengan enzim aktivitas 0,393 Unit/ml. Dapat disimpulkan bahwa Isolat Bakteri B merupakan bakteri proteolitik ditandai dengan terbentuknya zona bening di sekitar koloni bakteri pada SMA. Produksi dari enzim protease yang diperoleh melalui metode RSM (CCD) optimum pada 0,393 U/ml pada glukosa konsentrasi 0,60%, ekstrak ragi 0,50% dan susu skim 1,00%.Kata kunci: protein kasar, aktivitas enzim protease dan isolat bakteri B.This study aims to determine the activity of protease enzyme production from bacterial isolate B isolated from the roots of karst plants in various incubation times. The bacterial isolate used was bacterial isolate B, a thermophilic proteolytic bacterium isolated from the Karst Ecosystem in Pangkajene Regency, South Sulawesi Province. Testing of protease activity was carried out using the Lowry method. Highest crude protein. Protein content of all treatments was obtained at 48 hours of incubation for Bacterial Isolate B (5.756 mg/ml).The results showed that Bacterial Isolate B showed optimal production time at 48 hours with enzyme activity 0.393 Unit/ml. It can be concluded that Bacterial Isolate B is a proteolytic bacterium characterized by the formation of a clear zone around the bacterial colonies in SMA. The production of the protease enzyme obtained by the RSM (CCD) method was optimum at 0.393 U/ml at 0.60% glucose concentration, 0.50% yeast extract and 1.00% skim milk. Keywords: crude protein, activity of protease enzymes and isolates of bacteria B.