Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU RUMAH TANGGA DALAM MEMBUANG SAMPAH RUMAH TANGGA KECAMATAN MEDAN DELI, KOTA MEDAN Lubis, Suriati; Amran, Rika; Solekha, Umi; Agustina, Linur Ficca; Botahala, Loth
Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako) Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/htj.v10i4.1407

Abstract

Latar Belakang: Praktik pembuangan sampah yang baik merupakan faktor penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Namun, di Kecamatan Medan Deli, banyak faktor yang memengaruhi perilaku pembuangan sampah, terutama di kalangan warga lanjut usia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembuangan sampah rumah tangga di kalangan lansia di Kecamatan Medan Deli. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel acak terhadap 110 warga lanjut usia di Kecamatan Medan Deli pada bulan November 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73,6% responden memiliki sikap positif terhadap pembuangan sampah yang bertanggung jawab. Sebanyak 70,9% responden menyatakan sarana prasarana pembuangan sampah tersedia di rumah mereka. Analisis statistik menunjukkan bahwa sikap (p-value 0,022), sarana prasarana (p-value 0,019), dan pengetahuan (p-value 0,000) secara signifikan mempengaruhi praktik pembuangan sampah. Kesimpulan: Keberadaan sarana prasarana yang memadai adalah faktor utama yang mempengaruhi sikap dan perilaku pembuangan sampah di kalangan lansia. Temuan ini penting untuk merancang kebijakan dan program pendidikan yang mendukung pengelolaan sampah yang berkelanjutan di komunitas tersebut.
The relationship of a healthy diet with the level of productivity among office workers Devin Mahendika; Vaulinne Basyir; Lumastari Ajeng Wijayanti; Rika Amran; Ngurah Mahendra Dinatha; Ropitasari Ropitasari
Oshada Vol. 2 No. 1 (2025): Oshada Journal - February
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/91rc6656

Abstract

This study aims to explore the relationship between a healthy diet and the level of work productivity among office workers. With increasing awareness of the importance of a nutritionally balanced diet, this study examines how a diet that includes proper intake of nutrients, such as iron, relates to worker performance. Data obtained from 210 respondents showed that workers who eat a healthy diet tend to have higher work productivity compared to those who do not maintain a good diet. The study also highlighted the importance of workplace health support in improving productivity, with workers who felt supported by company policies reporting lower levels of fatigue and stress. Based on these findings, companies are advised to introduce policies that support healthy eating and overall well-being in order to improve workers ' productivity and quality of life.
Prosedur BPJS dan Klaim BPJS oleh Rumah Sakit Amran, Rika
Health and Medical Journal Vol 5, No 2 (2023): HEME May 2023
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/heme.v5i2.1338

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) merupakan badan hukum resmi yang menjamin penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar sistem jaminan sosial dapat dilaksanakan dengan baik. Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang bersifat menyeluruh sesuai dengan kebutuhan medik dan mengikuti standar pelayanan medik. Untuk jasa yang telah diberikan Rumah sakit kepada peserta BPJS dapat dilakukan klaim BPJS kesehatan dana perawatan pasien BPJS terhadap BPJS. Tagihan klaim dari Rumah Sakit ke BPJS dilakukan secara kolektif setiap bulan dimana Rumah Sakit berkewajiban dalam menyerahkan dokumen-dokumen pendukung yaitu kwitansi pembayaran, formulir bukti pelayanan rawat jalan dan persyaratan, pemeriksaan penunjang, serta Surat Eligibilitas Peserta (SEP) dan grouper INA CBG’S. Grouper INA CBG’S yaitu pemberlakuan tarif yang mengacu pada Indonesa Case Base Group (INA CBG’S) berupa sebuah software yang digunakan Rumah Sakit untuk mengajukan klaim kepada pemerintah dalam pembayaran klaim BPJS dengan skema casemix. Casemix memiliki peran dalam pengelompokkan diagnosis penyakit untuk penghitungan biaya pelayanan pasien di  Rumah Sakit.
SOSIALISASI PENDAMPINGAN KADER “RELASI” REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT PRILAKU MALADAPTIVE PADA REMAJA YANG TINGGAL DIPANTI ASUHAN AL-HURUL AIN BUNGOPASANG KOTO TANGAH Febristi, Anisa; Amran, Rika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2141

Abstract

Perkembangan remaja, kegagalan menyelesaikan sebuah tugas perkembangan, terkait perilaku sosial yangbertanggung jawab, dapat membuat remaja rentan melakukan perilaku agresif atau melakukan kekerasanyang lazim disebut sebagai prilaku yang maladaptive. Jika emosi negatif yang dirasakan dapat dirubahmenjadi emosi yang positif agar tidak disalurkan kepada perilaku yang agresif seperti perilaku Maladaptive.Kemampuan mengendalikan diri dan mampu mengontrol emosi adalah bentuk ciri individu yang memilikikematangan emosi. Proses belajar menuju kematangan emosi melalui proses interaksi dengan lingkungan,pada kenyataannya ada juga remaja yang tidak mampu untuk mencapai kematangan emosi tersebut.Tujuanlain dari program ini adalah untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif adalah kemampuanindividu untuk menilai dan bertanggung jawab terhadap emosi-emosi yang dirasakannya, sehingga individutersebut dapat membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari setengah (68,8%)anak remaja yang tinggal di Dipanti Asuhan Al-Hurul Ain Bungopasang Koto Tangah tergolong memilikiprilaku yang maladaptive dengan menggunakan skala Maladaptive Behavior Index-Vineland AdaptiveBehavior Scale.Beberapa contoh prilaku maladaptive yang dapat diutarakan oleh remaja adalah Terlalubergantung pada orang lain, Lebih suka menyendiri, Suka marah2, Tidak suka melihat keramaian, Tidaksuka makan rame2, Memiliki kesulitan makan, Suka sedih, Tidak bersemangat, Implusif (bertindak tampaberfikir), Suka mengejek, Berbohong , Keras kepala, Egois, Menyontek, Tidak sopan, Suka bolos. Makadiberikan sosialisasi tentang”RELASI” Regulasi Emosi kepada remaja yang beresiko memiliki prilakuyang maladaptive.Setelah diperikan edukasi tentang regulasi emosi Baru nanti dipilih satu sampai 2 orangutuk dijadikan kader ‘RELASI”di Dipanti Asuhan Al-Hurul Ain Bungopasang Koto Tangah. Disarankanpada responden dan Kader melakukan dan menilai yang (skrining) prilaku adik jika sudah mengarah kemaladaptive akan cepat malekukan intervensi yang sudah diajarkan sehingga mampu mencegak prilakumaladaptive yang lebih berbahaya bagi masa depanyaKata Kunci: Remaja, Maladaptive Behavior Index-Vineland Adaptive Behavior Scale,Panti Asuhan Al-Hurul Ain Bungopasang Koto Tangah.
CEGAH STUNTING DENGAN MEMBERIKAN EDUKASI PADA IBU BALITA TENTANG ASI EKSLUSIF DAN MP – ASI DI KELURAHAN AIE PACAH KOTA PADANG TAHUN 2023 Maywita, Erni; Oktarina, Sri; Amran, Rika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2137

Abstract

Pada tahun 2022 prevalensi stunting secara nasional sebesar 21,6%. Di Kota Padang pada tahun2022 angka stunting sebesar 19,6%, angka ini mengalami kenaikan dari tahun 2021 yang hanya18,9%. Dan salah satu daerah yang menyumbangkan angka kenaikan prevalensi ini adalah dikelurahan Aie Pacah. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan ditemukan 10 orang balitamenderita stunting di Kelurahan Aie Pacah. Faktor yang mempengaruhi stunting pada anakbalita adalah pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pengetahuan ibu mengenai gizi, pemberianASI eksklusif, umur pemberian MPASI, dan riwayat penyakit infeksi. Kegiatan pengabdiankepada masyarakat dilakukan menggunakan metode ceramah secara langsung mengenaipemberian ASI dan MPASI, dengan sasaran adalah ibu yang memiliki balita di Kelurahan AiePacah. Hasil kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu balita memilikipengetahuan yang baik mengenai ASI dan MPASI kegiatan ini berjalan dengan lancardibuktikan dengan para ibu mendiskusikan dan menjawab pertanyaan yang diutarakan selamapemberian edukasi.Kata Kunci: ASI, MP-ASI, stunting,
Analysis of Fingerprint Patterns and Axial Triradius Digital Angles in Mentawai Children Aulia, Afifah Mabrukah; Yuniarti, Elsa; Rosalina, Linda; Amran, Rika
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10705

Abstract

Dermatoglyphic characteristics, including fingerprint patterns and the axial triradius digital (ATD) angle, are widely used as biological markers to assess genetic variation and developmental stability within populations. This study aimed to analyze the distribution of fingerprint patterns and the variation of ATD angles among Mentawai children in West Sumatra. A descriptive cross-sectional design was employed involving 10 Mentawai individuals aged 6–18 years. Fingerprint patterns were collected using the ink-and-paper method, and ATD angles were measured manually with a protractor. The results showed that the most common fingerprint patterns were plain whorl and ulnar loop, each representing 40% of observations. The majority of participants exhibited an ATD angle greater than 45° on both the left (70%) and right (60%) hands. These findings reveal distinctive dermatoglyphic characteristics in Mentawai children, indicating potential genetic influences and intrauterine environmental factors. Overall, this study enhances the scientific understanding of biological diversity within the Mentawai population.
Stunting sebagai Ancaman Kualitas Sumber Daya Manusia: Perspektif Gizi, Lingkungan, dan Sosial Rika Amran; Nurwiyeni; Revivo Rinda Pratama; Sri Wahyuni
Scientific Journal Vol. 4 No. 4 (2025): SCIENA Volume IV No 4, July 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i4.234

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kronis pada anak balita yang umumnya tampak nyata setelah usia dua tahun. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi berkepanjangan serta dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, sosial, dan ekonomi, dan berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan definisi, penyebab, metode penilaian, dampak, serta strategi pencegahan stunting, sekaligus menganalisis hubungan antara faktor ibu dan rumah tangga dengan kejadian stunting di Nagari Ampuan Lumpo, Sumatera Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) pada bulan Agustus 2024. Sebanyak 60 balita usia 24–36 bulan menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, dan status gizi dinilai berdasarkan indikator antropometri standar WHO. Analisis dilakukan untuk melihat hubungan antara stunting dengan jenis kelamin, berat badan lahir, tingkat pendidikan ibu, dan status sosial ekonomi. Hasil: Sebanyak 8,3% balita mengalami stunting. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara status gizi dengan jenis kelamin, berat badan lahir, dan status sosial ekonomi (p > 0,05). Namun, terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p < 0,005). Kesimpulan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensi. Pendidikan ibu terbukti berperan penting dalam pencegahan stunting. Oleh karena itu, intervensi yang terintegrasi melalui edukasi gizi, peningkatan akses layanan kesehatan, perbaikan sanitasi, dan perlindungan sosial sangat diperlukan, khususnya pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Hemoroid : Tinjauan Komprehensif Mengenai Epidemiologi, Patogenesis, Diagnosis, dan Tatalaksana Rika Amran; Naufal Hanip Hidayatullah; Zukhri Zainun; Fidiariani Sjaaf; Sri Wahyuni
Scientific Journal Vol. 5 No. 3 (2026): SCIENA Volume V No 3, May 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i3.353

Abstract

Hemoroid merupakan salah satu penyakit anorektal yang paling sering ditemukan pada praktik klinis dan menjadi penyebab utama keluhan perdarahan rektal pada populasi dewasa. Kondisi ini ditandai oleh pembesaran dan prolaps bantalan vaskular anorektal yang dapat menyebabkan perdarahan, nyeri, gatal, serta ketidaknyamanan saat defekasi. Berbagai faktor risiko seperti konstipasi kronis, kebiasaan mengejan, obesitas, kehamilan, kurang aktivitas fisik, dan usia lanjut berperan dalam perkembangan hemoroid. Artikel ini bertujuan meninjau secara komprehensif aspek anatomi dan fisiologi anorektal, epidemiologi, klasifikasi, faktor risiko, patogenesis, manifestasi klinis, diagnosis, serta tatalaksana hemoroid berdasarkan literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan berupa narrative review melalui telaah berbagai artikel ilmiah, buku referensi, dan pedoman klinis yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa hemoroid merupakan penyakit multifaktorial yang melibatkan kelemahan jaringan penyangga bantalan anus dan gangguan hemodinamik pada pleksus hemoroidalis. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang pada kondisi tertentu. Penatalaksanaan hemoroid meliputi modifikasi gaya hidup, terapi farmakologis, tindakan minimal invasif, hingga pembedahan sesuai derajat penyakit. Pencegahan melalui perbaikan pola hidup memiliki peran penting dalam mengurangi kejadian maupun kekambuhan hemoroid.
Edukasi Jajanan Sehat untuk Mengurangi Risiko Gagal Ginjal pada Anak di SD Telkom Padang: Penelitian Nurwiyeni; Nana Liana; Meta Z Oktora; Rika Amran
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5485

Abstract

Kasus gagal ginjal pada anak-anak di Indonesia, semakin meningkat akibat konsumsi berlebihan makanan dan minuman yang tinggi gula. Konsumsi gula, terutama dalam bentuk fruktosa, telah dihipotesiskan sebagai penyebab penyakit ginjal. Ulasan ini memberikan gambaran umum mengenai bukti epidemiologi bahwa konsumsi gula meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik. Terdapat studi yang menyatakan bahwa konsumsi minuman dengan pemanis buatan berhubungan dengan peningkatan risiko gagal ginjal kronik. Rendahnya kesadaran akan bahaya ini membuat anak-anak rentan terhadap penyakit serius di kemudian hari. Dokter cilik, sebagai agen kesehatan di sekolah, memiliki potensi besar untuk berperan dalam mengedukasi teman-temannya mengenai pentingnya memilih jajanan sehat. Namun, untuk dapat menjalankan peran ini secara efektif, mereka perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Untuk mengatasi masalah ini, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dokter cilik di SD Telkom Padang dalam mengenalkan dan mempromosikan jajanan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan yang komprehensif bagi dokter cilik tentang bahaya jajanan tidak sehat, khususnya yang tinggi gula, serta dampaknya terhadap kesehatan ginjal. Selain itu, mereka dilatih untuk menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kesehatan kepada teman-teman mereka. Dengan peningkatan peran ini, diharapkan dokter cilik dapat menjadi duta kesehatan yang mampu mengubah kebiasaan jajan siswa di sekolah menjadi lebih sehat. Rangkaian kegiatan meliputi penyuluhan dan edukasi kepada dokter cilik, diskusi interaktif dan kampanye jajanan sehat. Penyuluhan dan edukasi mencakup penjelasan ilmiah tentang bagaimana gula berlebih dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, termasuk gagal ginjal. Diskusi interaktif diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dokter cilik dalam berkomunikasi kepada teman mereka dan mengkampanyekan jajanan sehat melalui penyebaran poster ataupun kegiatan kreatif lainnya. Luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya peningkatan peran dokter cilik dalam mengedukasi teman-temannya mengenai jajanan sehat. Dokter cilik di SD Telkom Padang dapat menjadi penggerak utama dalam mengubah kebiasaan jajan siswa menuju pilihan yang lebih sehat. Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko gagal ginjal pada anak-anak, tetapi juga menciptakan budaya kesehatan yang lebih baik di lingkungan sekolah
PROFIL PASIEN PRESBIKUSIS POLI KLINIK THT-KL RUMAH SAKIT ISLAM SITI RAHMAH PADANG PERIODE JANUARI 2023-DESEMBER 2024 Seres Triola; M. Anton Maulana; Rika Amran
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1840

Abstract

Presbycusis is a neural sensory hearing loss that is bilaterally symmetrical and occurs with age characterized by high frequency hearing loss. This hearing loss is progressive, irreversible, and symmetrical bilateral neurosensory hearing loss that often occurs in the elderly (>60 years). The purpose of this study was to determine the profile of presbycusis patients at Siti Rahmah Islamic Hospital Padang January 2023-December 2024. This study used a descriptive observational design with a cross sectional design using secondary data with total sampling technique. The number of samples used was 32 data with total sampling technique. In this study, data analysis was performed with univariate analysis using the Statistical Product and Service Solution (SPSS) 25 program. Of the 32 samples of data obtained, presbycusis patients with female gender, totaling 17 people (53.1%) were the most common results compared to men. Presbycusis patients with the highest age group ≥65 years, totaling 21 people (65.6%). Presbycusis patients with the highest frequency were comorbidities, totaling 25 people (78.13%) with the highest comorbidity being hypertension. Presbycusis patients with moderate hearing loss were found, totaling 13 people (40.6%) which was the highest result. Presbycusis patients were more common in women than men, with the largest proportion being in the age group ≥65 years, indicating a higher prevalence in the elderly. Most patients had comorbidities, especially hypertension, which was the dominant risk factor in this case. Most patients had a moderate degree of hearing loss, compared to mild, moderate severe and very severe categories. Early detection, education, and integrated management are needed to prevent complications and improve quality of life.