Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Urgensi Membangum Budaya Literasi Islam Di Perguruan Tinggi Umum Nurhilaliyah; Amri Rahman
Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik Vol. 3 No. 3 (2026): IDENTIK - Mei
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/identik.v3i3.1485

Abstract

The culture of Islamic literacy in General Higher Education (GHE) institutions faces significant challenges in the digital transformation era, where students tend to rely on instant online information with questionable academic validity. This study aims to examine the urgency of developing a critical and moderate Islamic literacy culture to strengthen students’ Islamic identity amidst the advancement of modern science. This research employs a qualitative approach using a library research method, with data collected from scientific literature and analyzed through content analysis techniques. The findings indicate that Islamic literacy extends beyond the ability to read religious texts, encompassing analytical, evaluative, and contextual application skills in daily life. The low level of literacy culture is influenced by predominantly theoretical learning methods and the lack of critical dialogue. Therefore, integrated efforts are required, including curriculum strengthening, the use of credible academic digital platforms, and the development of literacy-based learning to produce students who are not only academically competent but also possess strong moral character and critical thinking skills.
Efektivitas Media Flash Card terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Awaluddin Kuo Kabupaten Mamuju Tengah Hamdina Lestari; Amri Rahman; Wahyu Kurniati Asri
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 3, No 2 (2023): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v3i1.46700

Abstract

Penilitian  ini merupakan penelitian Quasi Eksperimental Design yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan penggunaan media flash card dalam penguasaan kosakata siswa kelas XI MA Awaluddin Kuo Kab. Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media flash card sedangkan variabel terikat pada penelitian ini adalah penguasaan kosakata bahasa Arab. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MA Awaluddin Kuo Kabupaten Mamuju Tengah, yakni kelas XI.A dan XI.B yang berjumlah 30 siswa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI.B sebagai kelas eksperimen dengan siswa sebanyak 15 orang, dan kelas XI.A sebagai kelas kontrol sebanyak 15 siswa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Data  hasil penelitian diperoleh dengan memberikan pre-test dan post-test tertulis pada materi “Berbelanja”. Hasil perhitungan uji-t pada taraf signifikan 0,05 di peroleh nilai thitung 4,63 > ttabel 2,048. Sehingga hal ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan media flash card efektif dalam meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Arab siswa kelas XI B MA Awaluddin Kuo Kabupaten Mamuju Tengah.
PERAN PAI DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI ISLAM WASATHIYAH BAGI MAHASISWA DI PTU Amri Rahman
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v3i1.004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai Islam wasathiyah kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum (PTU). Kajian pustaka menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam moderat dapat dilakukan melalui pembelajaran di kelas dan penguatan peran lembaga dakwah kampus sebagai mitra strategis mata kuliah PAI. Terdapat enam aspek utama yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran PAI di PTU untuk mendukung moderasi beragama, yaitu: (1) Kurikulum yang mencakup materi Islam wasathiyah dan isu-isu kontemporer seperti toleransi, HAM, dan teologi inklusif; (2) Pendidik yang berperilaku moderat dan menjadi teladan; (3) Materi yang relevan dengan konteks keagamaan saat ini; (4) Metode dan media pembelajaran yang variatif, partisipatif, dan menarik bagi mahasiswa; (5) Evaluasi pembelajaran yang mengukur pemahaman dan sikap keagamaan moderat; dan (6) Kegiatan ekstrakurikuler, khususnya yang difasilitasi oleh lembaga dakwah kampus. Lembaga dakwah kampus berperan penting dalam mendukung pendidikan Islam berbasis wasathiyah. Dua aspek utama yang menentukan efektivitas peran ini adalah kapasitas mentor, yang harus memiliki pemahaman Islam moderat, serta program kerja yang disusun berbasis pada prinsip moderasi. Dengan sinergi antara pembelajaran formal dan kegiatan dakwah kampus, PAI di PTU dapat menjadi instrumen efektif dalam membentuk mahasiswa yang toleran, inklusif, dan berwawasan Islam wasathiyah.
RELEVANSI RELIGIUSITAS DENGAN KEBAHAGIAAN Amri Rahman
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/ri.v2i1.003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kebahagiaan. Peneliti memilih metode literature research. Hasil kajian literatur ditemukan bahwa religiusitas diartikan sebagai kataatan dalam menjalankan ajaran agama, yaitu seperangkat kepercayaan atau aturan yang datang dari Tuhan untuk membimbing manusia dalam bersikap dan berperiaku, baik terhadap Tuhan, orang lain, bahkan dengan dirinya sendiri. Sedangkan kebahagiaan adalah suasana batin yang tenang karena rida dan ikhlas dalam menjalani hidup. Kebahagiaan bukan sekedar kesenangan sebagaimana yang dipresepsikan oleh kaum hedonis yang menganggap bahwa kebahagiaan terletak pada ketercapaian kesenangan materi. Akan tetapi, kebahagiaan adalah ketenangan jiwa dan bathin karena bimbingan dan petunjuk agama. Oleh karena itu semakin tinggi kataatan beragama seseorang maka akan semakin besar harapan untuk meraih kebahagiaan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa religiusitas memiliki hubungan yang signifikan dengan kebahagiaan.
Implementing the Curriculum of Love (Kurikulum Cinta) in Islamic religious education: A mixed-methods study of public university students’ moderate attitudes Amri Rahman; Nurhilaliyah Nurhilaliyah; Yusuf Hanafi
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 4 No. 4 (2026): AUGUST
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/ri.v4i4.976

Abstract

This study explores the implementation of Kurikulum Cinta (Curriculum of Love) in the Islamic Religious Education (PAI) course at a public university and its relationship with students’ attitudes toward diversity. A convergent mixed-methods design combined qualitative and quantitative data collected concurrently. Qualitative data were obtained through interviews, classroom observation, and document analysis involving two PAI lecturers, one coordinator, and eight students. Quantitative data were collected from 181 students using a 25-item Likert-scale questionnaire. Qualitative data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, while questionnaire responses were categorized using ideal-mean and ideal-standard-deviation intervals. Kurikulum Cinta was implemented through participatory, dialogic, and value-reflective strategies integrated into the Semester Learning Plan (RPS), with the most complete documentation for one lecturer. Among students in the observed PAI course, 78.45% were classified as having very-high and 21.55% high levels of moderate attitudes concerning acceptance of difference, dialogue, empathy, and cross-identity interaction. Some students reported discomfort toward peers of different religious or ethnic backgrounds. Challenges included external social influences, uneven lecturer training in humanistic pedagogy, the absence of a standardized evaluation instrument, and lecturer-dependent implementation. Given the cross-sectional, single-site design without a baseline or comparison group, the findings indicate an association rather than a demonstrated causal effect. Sustained implementation requires training, clearer institutional policy, and a validated evaluation instrument aligned with indicators of religious moderation. The single-institution, non-random, cross-sectional design limits causal inference and generalizability. Future research should use quasi-experimental or longitudinal, multi-site designs. This study provides an empirical account integrating the planning, instruction, and evaluation of Kurikulum Cinta within a university PAI context, while recognizing evidence limitations for each component.