Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

In-Silico Analysis And Molecular Dynamics Simulation Analysis of Sida rhombifolia Compounds as Candidate Antibacterial Agents Against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus firdaus, alshol; Herowati, Rina; Rahmawati, Ismi; Prasetiyo, Andri; Herman, Herman
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.646

Abstract

Antibiotic resistance has become a critical issue in global health, one of which is MRSA. The dynamic problem related to the increasing MRSA infections is clear evidence that the treatment and management of this disease have not been optimally resolved, requiring the development of effective antimicrobial agents against MRSA. An exploratory method was used to assess the antibacterial activity, interaction patterns, and stability of sidaguri compounds. A total of 15 potential compounds from sidaguri were docked onto four molecular targets: PBP2a (4JCN), MecR1 (609S), FtsZ (8HTB), and SCCmec (4FAK), using the molecular docking methods AutodockTools and PyMol, followed by analysis of the amino acid residue similarity of each test ligand. The molecular docking results predicted that the compounds with the best binding affinity and interaction patterns similar to the natural ligand for their respective molecular targets were quercetin, ecdysone, and 24-methylenecholesterol. The validation parameters are calculated from RMSD and RMSF based on the In-Silico predictions. MD simulations were performed using YASARA Dynamics. The MD simulation results showed that, from the RMSD and RMSF graphs of the MRSA target molecules, quercetin, ecdysone, and 24-methylenecholesterol exhibited binding stability close to that of the natural ligand. The predicted pharmacokinetic profiles show that all three compounds have a good ADMET profile, with optimal absorption potential, adequate distribution, appropriate metabolism, and relatively low toxicity, making them promising candidates for development as antibacterial drugs against MRSA
Pengaruh Konsentrasi, Suhu dan Waktu Fermentasi Kombucha Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Escherichia coli Triyani, Triyani; Rahmawati, Ismi; Indrayati, Ana
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.978

Abstract

Kombucha menggunakan kultur simbiotik (SCOBY) memiliki aktivitas antibakteri. Fermentasi kombucha dipengaruhi konsentrasi, suhu dan waktu untuk mendapatkan produk metabolit. Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suhu, waktu dan konsentrasi fermentasi kombucha rosella terhadap aktivitas antibakteri E. coli. Fermentasi kombucha rosella dilakukan dengan variasi konsentrasi 30, 40, dan 50%, suhu fermentasi 25, 4, dan 37°C, dan lama fermentasi 7, 14, dan 21 hari. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram dan dilusi. Pengamatan kebocoran ion dilakukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, terhadap ketebalan SCOBY. Semakin tinggi konsentrasi, suhu dan waktu makin tebal SCOBY, hasil konsentrasi 50%, suhu 37°C dan waktu 21 hari menghasilkan ketebalan SCOBY 1,3 cm. Pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, terhadap pH dan % total asam. Semakin tinggi konsentrasi, suhu dan waktu makin tebal asam dan jumlah total asam makin meningkat. Pengaruh konsentrasi, suhu dan waktu, fermentasi kombucha rosella terhadap aktivitas antibakteri E. coli menunjukkan semua hasil fermentasi berbeda secara signifikan dengan kontrol negatif. Kombucha yang difermentasi dengan konsentrasi 50% pada suhu 37°C selama 21 hari memiliki perbedaan signifikan dibanding kelompok lain dalam menghambat E. coli dengan nilai Sig. (p-value) < 0,05. Hasil uji aktivitas antibakteri kombucha uji teraktif pada fermentasi dengan konsentrasi 50%, suhu 37C, hari ke-21 zona hambat sebesar 16,7 ± 0,10 mm. Konsentrasi Bunuh Minimal kombucha rosella pada konsentrasi 25%. Hasil AAS membuktikan adanya kebocoran membran sel dengan peningkatan ion K? dan Ca²? dibandingkan tanpa perlakuan.
Optimasi Formula Emulgel SNEDDS Naringenin sebagai Sediaan Antibakteri dengan Metode D-Optimal Mixture Design Candra, Dhimas Tiya; Kuncahyo, Ilham; Rahmawati, Ismi; Sari, Putri Rovita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.1049

Abstract

Narigenin merupakan flavonoid dengan aktivitas sebagai antimikroba, namun kenyataanya kelarutan dalam air rendah, sehingga memerlukan formulasi sediaan emulgel Self nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS). Tujuan penelitian ini adalah dengan menggunakan software design expert diharapkan dapat menemukam formula optimal sebagai antibakteri yang disebut emulgel naringenin SNEDDS. Penelitian ini menggunakan pendekatan D-Optimal Mixture Design untuk mengoptimalkan formula emulgel naringenin SNEDDS dengan berbagai konsentrasi Na-CMC, HPMC, dan propilen glikol dengan mempertimbangkan parameter kritis berupa daya lekat, daya sebar dan viskositas. Pengujian aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram selanjutnya evaluasi SNEDDS meliputi zeta potensial, ukuan partikel, dan persen transmitan dan drug load. Kombinasi emulgel naringenin SNEDDS yang paling efektif dengan Na CMC 4,2%,propilenglikol 13,2% dan HPMC 2,6%. Efektivitas antibakteri ditingkatkan oleh formulasi emulgel naringenin SNEDDS yang baru dikembangkan.