Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Evaluasi penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika di instalasi farmasi rumah sakit x Tangerang Rahmawati, Selly; Adiana, Sylvi; Rochjana, Anna Uswatun Hasanah; Maulina, Devi
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 6 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i6.1764

Abstract

Latar Belakang : Penyimpanan obat narkotika dan psikotropika wajib dilakukan secara terpisah dalam lemari khusus untuk menghindari pencampuran serta mencegah penyalahgunaan. Pelaporannya harus dilakukan setiap bulan melalui sistem elektronik kepada Kementerian Kesehatan, sesuai regulasi yang berlaku. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyimpanan dan pelaporan obat narkotika dan psikotropika di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hermina Tangerang. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif observasional, melalui observasi prospektif untuk penyimpanan dan analisis retrospektif untuk pelaporan. Kesimpulan : Hasil menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian penyimpanan sebesar 79% (kategori baik) sesuai Peraturan BPOM No. 24 Tahun 2021, sementara pelaporan mencapai 97% (kategori sangat baik) sesuai Permenkes No. 5 Tahun 2023. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat narkotika dan psikotropika di RS Hermina Tangerang telah berjalan sesuai ketentuan,namun peningkatan mutu penyimpanan tetap perlu dilakukan.
Peran Bappeda Dalam Capaian Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2020-2024 Rukmana, Aluh Dende; Nurmasakina, Annisa; Hilmahera, Luluk; Rahmawati, Selly; Wahyunadi, Wahyunadi
https://jurnal.fe.unram.ac.id/index.php/abdimas/about/privacy Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Abdimas Independen, November 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/independen.v6i2.2319

Abstract

Laporan magang ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mendukung pencapaian nilai akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan daerah selama periode 2020–2024. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) menjadi instrumen utama dalam pengukuran efektivitas dan efisiensi kinerja birokrasi, serta menjadi dasar penilaian Kementerian PAN-RB terhadap tata kelola pemerintahan daerah. Dalam konteks ini, Bappeda memiliki peran kunci dalam menyusun dokumen perencanaan kinerja yang selaras dengan penganggaran dan pelaporan, serta memberikan fasilitasi dan asistensi teknis kepada perangkat daerah.Hasil analisis menunjukkan bahwa capaian nilai SAKIP Provinsi NTB mengalami peningkatan dari 68,53 pada tahun 2020 menjadi 72,88 pada tahun 2024, dengan predikat BB yang konsisten. Bappeda berkontribusi signifikan melalui peningkatan kualitas dokumen RPJMD, Renstra OPD, dan RKPD, serta mendorong penguatan budaya kinerja berbasis hasil. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan dalam hal keselarasan antar dokumen perencanaan, pemanfaatan aplikasi e-SAKIP, serta kualitas pengukuran dan pelaporan kinerja. Oleh karena itu, peran Bappeda perlu terus diperkuat guna mencapai tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel dan berorientasi hasil.
Ethical Digital Citizenship and Adolescents’ Online Safety and Resilience: A Systematic Review rahmawati, selly; Purwaningrum, Shinta
Edunesia Journal Vol 2 No 02 (2025): Educational of Indonesian Journal (Edunesia Journal)
Publisher : PGRI University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/edunesiajournal.v2i02.8957

Abstract

Remaja semakin intens terlibat dalam lingkungan digital yang menawarkan peluang perkembangan, tetapi juga meningkatkan paparan terhadap berbagai risiko daring seperti cyberbullying, pelanggaran privasi, misinformasi, serta tekanan psikologis. Ethical Digital Citizenship (EDC) menjadi kompetensi penting yang berpotensi melindungi remaja dari risiko tersebut dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menavigasi ruang digital secara aman dan resilien. Kajian sistematis ini mensintesis 25 studi empiris yang diterbitkan antara tahun 2010–2025 untuk menelaah (1) bagaimana EDC dikonsepsikan dan diukur pada populasi remaja, (2) hubungan EDC dengan perilaku keselamatan daring, keterlibatan dalam cyberbullying, dan ketahanan digital, (3) efektivitas intervensi pendidikan maupun komunitas yang dirancang untuk memperkuat EDC, serta (4) faktor individual dan kontekstual yang memoderasi atau memediasi hubungan tersebut. Dengan menggunakan pedoman PRISMA 2020, hasil kajian menunjukkan bahwa EDC merupakan konstruk multidimensi yang mencakup etika digital, kesadaran privasi, evaluasi informasi secara kritis, tanggung jawab berbagi konten, serta empati digital. Tingkat EDC yang lebih tinggi berkaitan dengan perilaku daring yang lebih aman, penurunan keterlibatan dalam cyberbullying, serta peningkatan coping dan self-efficacy digital. Intervensi yang efektif umumnya bersifat interaktif, kontekstual, dan memadukan media digital dengan aktivitas reflektif atau sosial. Faktor seperti empati digital, kecerdasan emosional, mediasi guru, dan konteks budaya turut memengaruhi kekuatan hubungan tersebut. Kesenjangan utama dalam literatur meliputi ketidakkonsistenan definisi dan instrumen, terbatasnya bukti kausal, serta kurangnya representasi konteks Global South. Secara keseluruhan, kajian ini menegaskan peran EDC sebagai kompetensi mendasar dalam memperkuat keselamatan dan ketahanan digital remaja, dan menyoroti perlunya penelitian yang lebih ketat, kontekstual, dan longitudinal. Kata kunci: Etika kewargaan digital; keselamatan daring; resiliensi digital; remaja
Pengembangan Model Preventif Pengasuhan Digital untuk Membangun Digital Resiliensi Anak di Era Siber purwaningrum, shinta _; Rahmawati, Selly
Edunesia Journal Vol 2 No 02 (2025): Educational of Indonesian Journal (Edunesia Journal)
Publisher : PGRI University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/edunesiajournal.v2i02.9086

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah menghadirkan berbagai peluang sekaligus risiko bagi anak, sehingga diperlukan pendekatan pengasuhan yang adaptif dan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model preventif pengasuhan digital guna membangun digital resiliensi anak di era siber. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi terbatas, dan evaluasi. Studi pendahuluan dilakukan melalui kajian literatur, wawancara, dan angket kebutuhan kepada orang tua dan praktisi pendidikan untuk mengidentifikasi pola pengasuhan digital dan tantangan yang dihadapi. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa pengasuhan digital yang diterapkan orang tua masih cenderung reaktif dan belum terstruktur, serta belum berorientasi pada penguatan keterampilan adaptif anak. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan model preventif pengasuhan digital yang mencakup prinsip pengasuhan preventif, peran orang tua sebagai pendamping dan fasilitator digital, strategi komunikasi terbuka dalam keluarga, penguatan nilai dan regulasi diri anak, serta kolaborasi dengan lingkungan sekolah. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model yang dikembangkan berada pada kategori layak dan relevan. Uji efektivitas terbatas menunjukkan bahwa penerapan model mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi digital, serta berkontribusi pada peningkatan digital resiliensi anak, khususnya dalam mengenali risiko daring, mengelola penggunaan gawai, dan berkomunikasi secara terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model preventif pengasuhan digital efektif sebagai pendekatan preventif dan promotif, serta berpotensi diimplementasikan secara luas dalam program parenting dan layanan bimbingan dan konseling berbasis keluarga. Kata kunci: pengasuhan digital, digital resiliensi, anak, preventif, research and development
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KELAS SD MELALUI IN HOUSE TRAINING IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SDN GOMBANG Rahmawati, Selly; Shinta Purwaningsih; Ari Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 1 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i1.6246

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru kelas sekolah dasar memiliki kompetensi yang memadai dalam menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan capaian pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila, serta prinsip pembelajaran berpusat pada peserta didik. Namun, pada praktiknya, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pemahaman guru dalam merumuskan tujuan pembelajaran, menyusun modul ajar, dan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru kelas SD melalui In House Training (IHT) implementasi Kurikulum Merdeka dalam penyusunan perangkat pembelajaran di SDN Gombang. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, penyampaian materi, praktik terbimbing, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun alur tujuan pembelajaran dan modul ajar yang lebih sistematis, kontekstual, serta sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Guru juga mulai mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dalam perangkat yang disusun. Selain itu, kegiatan IHT memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di kelas. Dengan demikian, In House Training berbasis pendampingan kontekstual terbukti efektif sebagai strategi penguatan kompetensi guru kelas dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Integrating Local Wisdom Through the Hedung Huriq Dance as a Learning Resource For Social Studies And Civics In Elementary Schools Novianto, Victor; Sulaiman; Rahmawati, Selly
Research and Innovation in Social Science Education Journal (RISSEJ) Vol. 3 No. 2 (2025): December
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/rissej.v3i2.388

Abstract

This study investigates the integration of local wisdom embedded in the Hedung Huriq dance as a pedagogical resource for Social Studies (IPS) and Civic Education (PKn) in elementary schools. The research positions Hedung Huriq not only as a cultural performance but as a repository of historical memory, social norms, and civic values that are vital for character learning. Using a qualitative descriptive method, data were collected through interviews with cultural leaders and teachers, direct observations of symbolic dance movements, and document analysis. The findings show that Hedung Huriq encapsulates values of cooperation, discipline, responsibility, respect for ancestral customs, conflict resolution, and cultural identity formation. These values align with IPS competencies related to cultural understanding, social interaction, and historical reasoning, as well as PKn competencies concerning democratic values, social responsibility, and national identity. The study proposes an ethnopedagogical integration model that includes curriculum alignment, project-based cultural inquiry, reflective learning cycles, and collaboration with local cultural actors. The model demonstrates how traditional arts can foster motivation, deepen cultural awareness, and strengthen civic character. This research contributes to the limited literature on dance-based ethnopedagogy and offers a context-specific framework for embedding local wisdom into elementary-school learning.