Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Yam Starch and Chitosan-Based Bioplastics to Improve Shelf Life of Pempek Ulyarti, Ulyarti; Ninada, Ninada; Rahmi, Silvi Leila; Salim, Agus; Nazarudin, Nazarudin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.3163

Abstract

This study aimed to determine the effect of yam starch and chitosan based-bioplastics packaging on the microbiological and sensory qualities of pempek during storage. This research was carried out by packing pempek using 2 different packaging: bioplastics and polyethylene plastic. Pempek in each group was stored for 0, 8, 16, 24, 48 hours at room temperature. The total of Staphylococcus aureus bacterial was determined using colony forming unit. Sensory quality was obtained by determination of color, texture and aroma of pempek using 5 skilled panelists. The result showed that the use of bioplastics packaging from yam starch and chitosan decreased the growth of Staphylococcus aureus bacteria in pempek compared to the use of polyethylene plastic packaging. The decrease in pH was in line with the growth of S.aureus that is higher in pempek packaged with polyethylene plastics. The use of bioplastics also maintained sensory qualities of pempek during storage better than polyethylene plastics
Pendampingan Sertifikasi Halal pada Usaha Mikro Kecil Menengah Rumah Rimpang Sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Lokal Desa Suka Maju Melvi Viyona; Fitry Tafzi; Silvi Leila Rahmi; Dian Wulansari; Fauziah Fiardilla; Mursyid Mursyid; Diana Pebriani Daulay; Dewi Fortuna
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110999

Abstract

Rumah Rimpang merupakan brand dari minuman serbuk diproduksi oleh Persekutuan dan Perkumpulan Bersama Suka Maju Mestong. Produk yang dihasilkan berupa Wedjangku dan Kitsaju yang sudah lama di produksi, namun upaya pemasarannya masih terkendala. Berupa rendahnya kepercayaan konsumen terkait jaminan kehalalan dan keamanan produk. Pelaku usaha memiliki keterbatasan pemahaman mengenai prosedur pengurusan sertifikasi halal. Kegiatan pendampingan dilakukan secara komprehensif yang bertujuan memberikan edukasi mengenai program pemerintah Wajib Halal Oktober 2026 serta memberikan fasilitasi teknis dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 25 anggota  pelaku usaha di Desa Suka Maju, kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Metode pendampingan yang diterapkan meliputi presentasi dan diskusi interaktif dalam penyampaian materi; pengukuran pemahaman awal dan akhir menggunakan instrumen angket pre-test dan post-test; dan pendampingan praktis dan berkala untuk pengajuan sertifikat halal melalui website SiHalal. Hasil dari kegiatan pendampingan menunjukan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai pentingnya sertifikasi halal, peningkatan pemahman peserta dari 55,6% menjadi 85,2%. Pendampingan ini juga berhasil meningkatkan kapabilitas pelaku usaha untuk mengajukan sertifikasi halal dengan target perolehan sertifikat halal. Keberlanjutan pendampingan ini dapat difokuskan pada implementasi Good Manufacturing Practice (GMP) dan Sanitation Standard Operational Procedure (SSOP) untuk memastikan jaminan keamanan produk sehingga akan meningkatkan daya saing produk Rumah Rimpang secara berkelanjutan
PENDAMPINGAN SEHATI SKEMA SELF DECLARE PADA UMKM PRODUKSI PANGAN DI JAMBI Fortuna, Dewi; Rahmi, Silvi Leila; Wulansari, Dian; Fiardilla, Fauziah; Daulay, Diana Pebriani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23422

Abstract

Abstrak: Tahun 2023 BPJPH menargetkan 1 juta produk UMKM harus mendapatkan sertifikat halal. Sehingga perlu dilakukan pendampingan UMKM guna pengajuan sertifikasi halal gratis (SEHATI) secara mandiri (self-declare). Sebagian besar UMKM Pangan di kota jambi belum bersertifikat halal. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dalam rangka upaya sosialisasi, edukasi, penyuluhan serta pembinaan UMKM dalam upaya menambah pengetahuan dan minat pelaku UMKM untuk memastikan kehalalan produk yang diproduksi. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini adalah penyuluhan interaktif, pelatihan, dan pendampingan. Monitoring dan evaluasi dilakukan dengan melihat respon dan keaktifan pelaku UMKM selama mengikuti kegiatan. Mitra kegiatan ini adalah pelaku UMKM Pangan di Kota Jambi sebanyak 20 UMKM. Hasil kegiatan PkM ini berupa peningkatan kesediaan dan kesadaran terkait pentingnya sertifikasi halal terutama bagi UMKM di bidang Pangan yang dibuktikan dengan persentase kehadiran dan keaktifan mencapai 100%, kesediaan UMKM untuk dibina melakukan pendaftaran program SEHATI skema self-declare sebesar 100% dari target awal 75% dari peserta UMKM serta 25% UMKM berhasil memperoleh sertifikat halal melalui skema self declare.Abstract: The target of BPJPH in 2023 is 1 million MSME products must obtain halal certificates. It is necessary to assist MSMEs in applying free halal certification (Sertifikasi Halal Gratis – SEHATI) through self-declaration scheme. Most of them are yet to have halal certificates. The aim of this Community Service Programe is to outreach, educate, counsult and guide MSMEs to increase the knowledge and willingness of MSMEs to ensure the halalness of the products. The method for implementing the Community Service Programe is to conduct interactive counseling, training and mentoring. Monitoring and evaluation are conducted by analyzing responses and activities of MSMEs during the Community Service Programe. The subjects of the Community Service Programe are 20 Food MSMEs in Jambi. The results are seen from the increasing willingness and awareness regarding the importance of halal certification for MSMEs whoch are proven by 100% inclination of the MSMEs to be assited and to register their producs to SEHATI program through self-declare scheme by 100% from the initial target of 75% and 25% of MSMEs had successfully obtained halal certificates through the self-declare scheme.