Claim Missing Document
Check
Articles

Found 96 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

PENGARUH TERPAAN BEAUTY VLOG DI YOUTUBE DAN TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA MAKE UP TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN MAKE UP PADA ANAK Mayangsari Cantika Mutiara; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.574 KB)

Abstract

This research is motivated by the rise of the phenomenon of using makeup in children eventhough make up has a negative impact when used too early. Make up can have a negative impacton the physical, psychological, and even social life of the child. The closeness of children to theinternet makes it easy to access Youtube specifically accessing those who currently floodYoutube content, make up tutorial videos. This study aims to determine whether there is aninfluence of exposure to beauty vlogs and the level of knowledge of danger of make-up on theuse of make-up behavior in children.This research is a quantitative research with an explanatory type of research that causes causationbetween variables. The research took the subject of research of children who watched Youtubeand had watched beauty vlogs that were sitting in elementary schools in the city of Semarang.The study uses Multiple Linear Regression Analysis.The results of the study show that the exposure variables of Beauty Vlog on Youtube and theLevel of Knowledge of Danger of Make Up on the Behavior of Make Up on Children have acalculated F value <F table which is 2.053 <3.09 which means the hypothesis Make Up has aneffect on the Behavior of Using Make Up on Children "rejected. That is, the two variables X1and X2 together did not affect the variable Y. However, in the results of Regression Analysis, itwas found that the variable X1 had a positive effect of 0.049 on the Y variable, also that thevariable X2 had a negative effect of (-0,198 ) to variable Y.
Sikap Media Terhadap Isu Kenaikan Harga BBM Bersubsidi (Analisis Framing Pemberitaan Koran Tempo dan Harian Sindo) Arlinda Nurul Nugraharini; Taufik Suprihatini; Turnomo Rahardjo; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.847 KB)

Abstract

Kenaikan Harga BBM bersubsidi merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang menggunakan bahan bakar bersubsidi sebagai bahan bakar utama. Tentu saja hal tersebut menarik perhatian para awak media untuk menjadikan isu tersebut sebagai bahan pemberitaannya. Pemberitaan yang disajikan dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda pada masing – masing media.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sikap Koran Tempo dan Harian Sindo Jateng dalam menanggapi isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang dianalisis melalui pemberitaan – pemberitaannya. Analisis yang digunakan adalah model analisis framing Robert N. Entman, yang terdiri dari empat perangkat yaitu Define Problems ( pendefinisian masalah ), Diagnose Cause ( memperkirakan penyebab masalah ), Make Moral Judgement ( membuat keputusan moral ), dan Treatment Recommendation ( Menekankan penyelesaian ). Sementara teori yang dipakai adalah teori konstruksi reaitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pemberitaan dari Koran Tempo didominasi oleh pemberitaan yang lebih mendukung pihak pemerintah. Sangat jarang Tempo mengeluarkan pemberitaan yang tidak senada dengan pemerintah, seperti pemberitaan tentang aksi penolakan dari masyarakat yang keberatan atas kebijakan kenaikan BBM bersubsidi. Tempo lebih bermain aman dalam memberitakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Sedangkan pada Harian Sindo Jateng, sebagian besar pemberitaannya yang terkesan menyudutkan pemerintah sebagai pihak yang salah dalam membuat kebijakan tersebut. Terlihat dari beberapa pemberitaan tentang aksi penolakan kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM bersubsidi, mendapat porsi lebih banyak dibanding pemberitaan yang menyuguhkan informasi terkait tujuan dari kenaikan harga BBM bersubsidi.
Indonesian Representation in Social Media (Semiotic Analysis of Roland Barthes in @instanusantara Instagram Account) Keke Meidyluana Sitalaksmi; Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.731 KB)

Abstract

Instanusantara is one of the social media account in instagram that present natural beauty and culture photo of Indonesia. All of photos in @instanusantara entirely taken in Indonesia and is a natural and cultural beauty photo. The aim of this research is to know the Indonesian representation based on Semiotic analysis and to dismantle the myth of what was built by instanusantara. In analyzing this Instanusantara instagram account using semiotic researchers from Roland Barthes, which in the theory is stated that there are two systems sign denotation and connotation. The results of this study showed that the denotation of the 12 pictures are analyzed mentioning that Indonesia's tourism is travel related to nature, a photograph of the beach or mountains, is dominated by color photo of green or blue, is a landscape photo, instanusantara’s logo in every picture and there is a description that explains the photo. Connotations of 12 and shows that travel in Indonesia is not only Bali, Indonesia is an archipelagic country, Indonesia's tourism is nature, landscape photographs used to take pictures as scenery objects, logos instanusantara used to indicate the identity of Indonesia. Based on these results, it can be concluded that Indonesia is represented as an beautiful archipelago / Nusantara, Indonesian tourism is a tour that presents the natural beauty of the culture, and Indonesia is not only synonymous with Bali as what people know so far.
Produksi Program Radio “Jateng Pagi” di RRI PRO 1 Semarang (Pengarah Acara) Josinita Endah Juniarlin; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.655 KB)

Abstract

Radio Republik Indonesia merupakan radio tertua di Indonesia dan satu-satunya radio milik pemerintah yang memiliki visi mewujudkan lembaga penyiaran publik Indonesia sebagai radio berjaringan terluas, pembangun karakter bangsa, berkelas dunia. RRI memiliki jaringan yang sangat luas dari Aceh hinga Papua. Namun, masih banyak anak muda yang belum mengetahui Radio Republik Indonesia. Banyaknya radio-radio swasta yang bermunculan membuat popularitas RRI berkurang. Alasan utamanya adalah citra RRI sebagai radio berita dan radio untuk orang tua, sehinga kurang menarik bagi anak muda yang haus akan hiburan dan hal-hal terkini. Salah satu solusi adalah mengonsep kembali atau re-create program talk show “Jateng Pagi” dengan konsep yang baru dengan melibatkan mahasiswa sebagai narasumber dalam program ini dan menyasar anak muda sebagai target pendengarnya, sehinga diharapkan dapat kembali meningkatkan pendengar radio khususnya RRI PRO 1 Semarang. Selama pelaksanaan program ini, penulis bertugas pengarah kreatif yang bertugas merancang kembali “Jateng Pagi”. Hasil kuisioner paska produksi menunjukkan melalui produksi program talk show “Jateng Pagi”, tim karya bidang berhasil meningkatkan jumlah pendengar program “Jateng Pagi” RRI PRO 1 Semarang menjadi 81 pendengar. Begitu pula dengan pendengar aktif, yang setiap episodenya hanya 3 orang, dengan konsep yang baru kini “Jateng Pagi” berhasil meningkatkan 8 – 19 pendengar aktif di setiap episodenya.
Hubungan Terpaan Berita Korupsi Juliari Batubara dan Tingkat Kepuasan Pada PDI Perjuangan Dengan Loyalitas Konstituen PDI Perjuangan Alya Nur Hana; Lintang Ratri Rahmiaji; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In December 2020, there was a lot of discussion about the Covid-19 Bansos corruption case that dragged Juliari Batubara's name as the minister of social affairs of the Republic of Indonesia who is also part of the PDI Perjuangan. On the basis of this act, Juliari was sentenced to 12 years in prison. Political parties are institutions that get a low level of satisfaction from the community, political parties are considered unclean and oriented to self-interest or class. Although many PDI Perjuangan cadres are corrupt, and the public is dissatisfied with the existence of political parties, the position of PDI Perjuangan is still strong and dominated, this is seen in the results of the 2020 election where PDI Perjuangan became the most widely chosen party. The purpose of this study is to find out the correlation between the exposure of news about the corruption of Juliari Batubara with the loyalty of PDI-Perjuangan constituents and also the correlation between the level of satisfaction in the political party and the loyalty of PDI-Perjuangan constituents. This research is an explanatory quantitative research with a positivistic paradigm guided by Social Cognitive Theory and the integration between Satisfaction Theory – Loyalty and Hope Confirmation Theory. The correlation test uses Kendall Tau with the help of SPSS version 26 with nonprobability sampling techniques precisely using purposive sampling. This study was followed by 60 PDI Perjuangan voters in Central Java who had been exposed to news of Juliari Batubara corruption at least twice. The results showed that there was no correlation between the exposure of juliari Batubara corruption news (X1) and the loyalty of PDI Perjuangan (Y) constituents because the significance figure was 0.796. On the other hand, there is a correlation between satisfaction in PDI Perjuangan (X2) and the loyalty of PDI Perjuangan constituents (Y) with a significance of 0,000, the strength of the correlation is very strong, and the direction of the correlation between the variables of satisfaction and loyalty is positive or directly proportional.
Produksi Program Acara Berita Feature “Harmoni Islam” di Cakra Semarang TV Sebagai Program Director. Rizki Rengganu Suri Perdana; M Bayu Widagdo; Hedi Pudjo Santosa; I Nyoman Winata; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.547 KB)

Abstract

Menjelang Bulan Ramadhan, banyak stasiun televisi baik nasional maupun lokal yang berlomba-lomba membuat berbagai program untuk ikut memeriahkan datangnya bulan suci Ramadhan. Namun, kebanyakan stasiun televisi menampilkan program-program yang tidak sesuai dengan suasana Ramadhan yang religius seperti program acara lawak yang penuh kekerasan dan hanya menghibur saja, tanpa adanya edukasi.Oleh karena itu program kami membuat satu produk jurnalistik berupa tayangan televisi dengan format berita feature yang membahas tentang informasi-informasi seputar agama Islam untuk mengisi momentum Ramadhan yang dikemas secara santai, mudah dimengerti, dan tampilan visual yang menarik. Pengambilan target audience berdasarkan pada usia produktif dimana usia produktif merupakan usia-usia aktif, kritis dan selalu ingin tahu dan dapat menganalisis, memahami ajaran Islam sehingga dapat menerjemahkan maksud simbolik dari program acara yang disajikan.Pengerjaan tayangan Harmoni Islam melalui tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi, program Harmoni Islam tayang setiap hari pada bulan Ramadhan pada pukul 17.00 - 18.00 WIB, di Cakra Semarang TV, yang tergabung dalam Pelangi Ramdhan.Diharapkan masyarakat mendapatkan tayangan yang edukasi dan menambah informasi mengenai Islam.Kata kunci : Jurnalistik, Program, Feature, Islam
Penggunaan Instagram sebagai Media Promosi Kuliner Kota Semarang (Studi Kasus pada Komunitas Online @jakulsemarang) Wafda Afina Dianastuti; Lintang Ratri Rahmiaji; Sri Budi Lestari; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.574 KB)

Abstract

Instagram adalah social media berbagi foto yang mulai banyak digunakan untuk kepentingan komunikasi pemasaran dengan ciri khasnya yang mengedepankan pesan visual dan interaktivitas yang tinggi. Pemasaran menggunakan media sosial sedang populer khususnya di bidang kuliner. Salah satunya adalah akun @jakulsemarang atau Jajanan Kuliner Semarang yang memanfaatkan Instagram untuk memberi ulasan mengenai kuliner Kota Semarang dan mempromosikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Instagram sebagai media promosi kuliner Kota Semarang dengan studi kasus pada komunitas online @jakulsemarang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh dari studi dokumentasi unggahan akun @jakulsemarang serta wawancara dengan pemilik akun dan follower. Teori yang digunakan adalah Teori Media Baru dan The 7C Framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram sebagai media promosi memiliki fitur-fitur yang memenuhi enam aspek dari The 7C Framework, yaitu context, content, community, communication, connection, dan commerce. Context berperan dalam menarik minat, tetapi content merupakan penentu respon target sasaran. Community menyebarkan pesan secara luas dan personal, communication menjalin interaksi antara pemasar dengan target sasaran, connection memberi kemudahan akses informasi dalam sekali klik melalui tag dan hashtag, sedangkan commerce mendorong terjadinya pembelian. Kekuatan utama Instagram terletak pada content, community, dan connection. Satu-satunya aspek yang tidak terpenuhi adalah customization, tetapi ternyata aspek ini tidak berperan. Dalam kasus akun @jakulsemarang, respon followers terhadap kuliner yang dipromosikan sangat dipengaruhi oleh tren, selera, dan media habit. Followers paling aktif pada pukul 12.00-19.00 dan terutama sore hari. Keberhasilan terlihat ketika followers tertarik dengan foto yang diunggah, sehingga mereka mengklik like, menulis komentar, testimonial, merekomendasikannya kepada teman, mem-follow akun online shop yang dipromosikan, dan mengunjungi tempat kuliner tersebut. Keberhasilan juga dapat dibuktikan dengan klaim para klien bahwa jumlah followers dari akun online shop mereka bertambah dan pengunjung meningkat.
Kampanye Public Relations Untuk Penguatan Positioning Batik Jayakarta Melalui Event Batik Fashion Week 2014 Mellisa Indah Purnamasari; Agus Naryoso; Lintang Ratri Rahmiaji; Adi Nugroho
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.019 KB)

Abstract

Batik Jayakarta merupakan salah pilihan untuk fashion batik di kota Semarang. Batik Jayakarta melakukan pendekatan promosi yang baik untuk masyarakat Kota Semarang. Promosi melalui media baru telah ditekuni oleh Batik Jayakarta seperti adlips di lampu merah, mini baliho yang bekerja sama dengan pos polisi, dan mencari endorse untuk memasarkan produknya. Namun, pemasaran ini belum menyentuh segmentasi anak muda. Minat anak muda untuk mengunjungi toko batik dan minat menggunakan batik masih rendah. Maka, laporan karya bidang ini disusun untuk meningkatkan brand awareness Batik Jayakarta dan meningkatkan minat anak muda memakai batik. Karya bidang ini disusun dengan menggunakan pendekatan persuasive serta penerapan teori-teori kampanye PR untuk mendukung keberhasilan tujuan komunikasinya. Melalui penyelenggaraan serangkaian event “Batik Fashion Week 2014”. Acara ini dinilai efektif untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap Batik Jayakarta. Roadshow diselenggarakan di berbagai sekolah dan universitas di kota Semarang. Acara puncak “Batik Fashion Week” diselenggarakan di kawasan Kota Lama Semarang dengan bekerjasama dengan para desainer batik dan komunitas - komunitas yang ada di Jawa Tengah. Keberhasilan dalam mencapai tujuan komunikasi dapat diketahui berdasarkan riset pasca event. Setelah event berlangsung, awareness audiens meningkat sebanyak 16% dari yang semula 30% menjadi 46%. Sedangkan minat untuk memakai batik juga meningkat sebesar 15 % dari yang semula 20% menjadi 35%. Dengan demikian, rangkaian kampanye PR melalui event ini efektif untuk mencapai tujuan komunikasi awal. Karya bidang ini diharapkan dapat memberikan implikasi-implikasi dalam aspek akademis dan praktis. Implikasi akademis karya bidang ini berupa kontribusi untuk memperkaya pengetahuan akan penerapan strategi persuasive dan penerapan teori kampanye PR dalam pencapaian tujuankomunikasi. Sementara itu, implikasi praktis memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk membuat kegiatan promosi yang efektif sesuai dengan target audiens serta tujuan komunikasinya. Keywords : fashion, batik, skripsi, event
REPRESENTASI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PADA RUBRIK “NAH INI DIA” DI SURAT KABAR POS KOTA (ANALISIS WACANA SARA MILLS) Yunni Wulan Ndari; Lintang Ratri Rahmiaji; Dr Sunarto; Hapsari Dwiningtyas
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.883 KB)

Abstract

Skripsi ini melihat bagaimana representasi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ada pada rubrik “Nah Ini Dia” di Surat Kabar Pos Kota. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana Sara Mills. Tujuan skripsi ini adala h menjelaskan bagaimana strategi teks pemunculan korban KDRT, melihat viktimisasi korban KDRT yang ditampilkan dalam rubrik ini serta mengetahui ideologi dominan apa yang melatarbelakanginya. Hasil dari skripsi ini menunjukkan bahwa kemunculan korban KDRT dilakukan melalui empat tahap yaitu konstruksi karakter lelaki dan perempuan dalam teks pemberitaan (character), penggambaran bagian tubuh perempuan (fragmentation), sudut pandang gender (focalization) dan bagaimana ideologi dominan yang ada tumbuh dalam perbedaan gender. Adapun viktimisasi korban KDRT dilakukan dengan menggunakan bahasa dan ekpresi humor yang membuat KDRT sebagai hiburan bagi pembaca dan bukannya sebagai masalah serius, penyudutan korban KDRT, dan terakhir memanfaatkan konstruksi sosial budaya. Sedangkan ideologi patriarki dan ekonomi politik media adalah ideologi dominan yang melatarbelakangi representasi korban KDRT.
Negosiasi Identitas Dalam Pernikahan Tanpa Marga Pada Pasangan Campuran (Suku Batak dan Suku Lainnya Juwita Veronica; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.74 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku dengan adat istiadat yang berbeda-beda. Salah satunya adalah pernikahan suku Batak. Suku Batak memiliki adat istiadat dalam penikahan yakni pernikahan dengan marga. Namun, percampuran budaya yang terjadi karena sebagian penduduk Indonesia yang berpindah tempat tinggal untuk alasan pendidikan dan pekerjaan menjadi alasan terjadinya pernikahan antar suku. Akulturasi budaya ini memunculkan fenomena baru yakni pernikahan suku Batak tanpa pemberian marga Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana negosiasi identitas yang dilakukan pada pasangan campuran yang melakukan pernikahan tanpa pemberian marga dan bagimana pasangan Batak yang melakukan pernikahan tanpa pemberian marga memaknai pemberian marga. Penelitian ini merujuk pada paradigma interpretatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah tiga pasangan campuran (Batak dan suku lainnya) yang lahir dan besar dari luar Sumatera Utara yang melakukan pernikahan tanpa pemberian marga. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori negosiasi identitas menurut Stella Ting Toomey Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas Batak dalam diri orang Batak terutama di luar daerah Sumatera sudah memudar karena orang Batak di luar Sumatera sudah tidak lagi memegang kuat budaya Batak. Kurangnya terpaan dan penanaman budaya Batak dalam diri juga merupakan salah satu alasan memudarnya identitas Batak dalam diri. Ide pernikahan dengan marga cenderung diabaikan oleh orang Batak yang tinggal di luar Sumatera karena mereka sudahh terbuka dengan perbedaan yang ada. Orang Batak yang tingal di luar Sumatera Utara berusaha melakukan negosiasi identitas yakni dengan menentang identitas yang ada dan berusaha mendefinisikan ulang identitas yang ada. Negosiasi yang dilakukan akan berjalan lebih mudah apabila di dukung dengan pola komunikasi dan pola hubungan yang baik. dalam dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola komunikasi yang terbentuk dalam keluarga adalah pola komunikasi yang cair, dimana keluarga menerapkan pola komunikasi yang aktif dan bersifat sirkular. Negosiasi juga dapat berjalan dengan baik apabila memiliki hubungan yang saling mendukung dalam keluarga sehingga setiap keputusan yang diambil mendapatkan respon yang positif.
Co-Authors ABDURRAHIM DJALINS, RAZI Abimanyu Satriyo Wicaksono Ade Armando Adi Nugroho Adi Nugroho Afi Sultan Ramadhan, Muhammad Afiati Tsalitsati, Afiati Afra Widyawiratih Arini Afra, Adeela Afrilia Wening Anindya Agus Naryoso Agustina Rahmawati Aisyah Nadhilah Arsyi Malik Akmalia Rasyid, Alifa Alya Azma Fazira Alya Nur Hana Amrina, Afrilla Anastasya Yuca Venina Andre Ghozali Putra Riyadi Anike Puspita Yunita Anissa Meiriam Swastinastiti Antika Yolanza Apriyani, Tiara Arbi Azka Wildan, Arbi Azka Arham Syarif, Muhamad Arlinda Nurul Nugraharini Arum Sawitri Wahyuningtias Azalea Puspa Sessarina Azif, Zahra Azzahira Putri Zakaria, Grandhis Bambang Sadono Bambang Sadono Bayu Satwika, Jonathan Bayu Widagdo, Muhammad Bethania Swasti Akmarani Chela Merchela Funay Dafa H.D, Krisna Desynta Kurnia Hapsari Dhea Ayu Fairuzha Djoko Setyabudi DR Sunarto Dwi Purbaningrum, Dwi Estadista Herdini, Reyna Faiz Syarafullana, Mirwa Farhan Haritz, Abdullah Fitri Damayanti Frans Agung Prabowo Freshia Trinanda Hamid Geralda Mewengkang, Rafaela Ginting, Stefany Hanifah Widyadhana, Nastiti Hanna Oliviati, Nur Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas S, Hapsari Dwiningtyas Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hasan Hendratmoko Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hendrianto Noor Ikhwan Herusna Yoda Sumbara I Nyoman Winata Iffah Shofiyah Ariefah Indra Pratama Isti Prabandari, Ayu Josinita Endah Juniarlin Joyo Nur Suyanto Gono Juwita Veronica Kaisya Ukima Tiara Anugrahani Keke Meidyluana Sitalaksmi Kristiawan Agma Bima Setyanto Liza Margaret, Liza M Bayu Widagdo Maria Gabrielle P., Maria Marisa Arum Larasati Mayangsari Cantika Mutiara Mellisa Indah Purnamasari Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Imaduddin Naabigha, Tsaabitah Nanda Dwitiya Swastha Nisa Bela Dina, Nisa Bela Nisa Safitri, Aiko Nisrina Aulianovanda, Althafa NUR CAHYANINGSIH, DEWI Nurist Surayya Ulfa Nuriyatul Lailiyah Nurul Hasfi Nurul Syifa, Salsa Octari Ambarita, Angelica Oki Riski Karlisna Osa Patra Rikastana Pehulisa, Karin Primada Qurrota Ayun Puji Purwati Qonita Andini, Annisa Raghabendra, Octova Rakanita Oktaviani Hadi Saputri Rezeki Amalia, Annisa Rieda Anindita Putri, Rieda Anindita Rimadhani Putri Budiana Rizka Rahmawati Rizki Rengganu Suri Perdana Rony Kristanto Setiawan S Rouli Manalu Sabda Nugraha, Detrina Safira Nurin Aghnia Septiana Hadiwinoto, Jessica Siska Ratih Dewanti Sri Budi Lestari Sri Budi Lestari Sri Widowati Herieningsih Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Surya Mutumanikam, Gempita Tandiyo Pradekso Taufik Suprihatini Taufik Suprihatini Titiek Hendriama Titiek Hendriama, Titiek Tri Fajariani Fauzia Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Vivi Yolanda Wafda Afina Dianastuti Warapsari, Dhyayi Wimala Wimardana Wiwid Noor Rakhmad Yanuar Luqman Yoana Putri Elianna Yohanes Erik Wibawa Yoshita Rindha Anggraini Yulistra Ivo Azhari Yunni Wulan Ndari Yunusiah, Septia