Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Pengetahuan, Sikap Ibu Postpartum dan Dukungan Keluarga dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Ni Nyoman Kalih Karmika; Sri Rahayu; Ni Komang Yuni Rahyani
Midwifery Care Journal Vol. 7 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v7i1.12983

Abstract

Early initiation of breastfeeding (IMD) involves breastfeeding immediately after birth, usually within 30 minutes to one hour. Babies are given the opportunity to initiate breastfeeding immediately after birth by allowing skin-to-skin contact with the mother for at least an hour or more, until the first feeding is complete. Several factors that affect the implementation of IMD are knowledge factors, maternal attitudes and family support. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge, attitudes of postpartum mothers and family support with the implementation of early breastfeeding initiation at UPTD BLUD Puskesmas Praya Central Lombok. The type of research is quantitative, descriptive analytical method, with a cross-sectional research design. The study population of all mothers who gave birth was normal at the time of the study. The research sample was determined by the Total Sampling technique. The number of samples was 36 people. Data collection using questionnaires.  The results of the study showed that the majority of respondents had good knowledge as many as 35 people (97.22%), 34 people (94.40%) agreed and 32 people (89.90%) had family support. The analysis of the research data using the Rank Spearman test, the results were knowledge p (0.011) < α (0.05), attitude p (0.000) < α (0.05) and family support p (0.027) < α (0.05). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, attitudes of postpartum mothers and family support with the implementation of Early Breastfeeding Initiation at UPTD BLUD Puskesmas Praya.  The results of this study are expected to increase knowledge, attitudes and family support regarding the importance of IMD for the success of exclusive breastfeeding and the growth and development of children
Perbedaan Pengetahuan Remaja Tentang Aktivitas Seksual Sebelum Dan Sesudah Diberikan Edukasi Kepada Kelompok Remaja Pusat Informasi Dan Konseling Remaja Kamiladhini Putri Hartsani; Ni Komang Yuni Rahyani; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk hal aktivitas seksual pranikah. Akibat rendahnya pengetahuan tentang masalah yang dihadapi remaja berupa perilaku berisiko termasuk aktivitas seksual yang tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi kepada kelompok yang mengikuti ekstrakurikuler PIK-R. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan pre-post test without control group. Populasi pada penelitian ini adalah 30 remaja yang mengikuti ekstrakurikuler PIK-R di SMA negeri 8 Denpasar, dan besar sampel 21 orang dengan teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pengampilan sampel menggunakan kuisioner pengetahuan tentang aktivitas seksual dengan 20 pertanyaan yang sudah dilakukan uji validasi dan reliabel. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2025. Analisis data yang digunakan yaitu paired sample test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum 73,33 dan setelah 87,14 diberikan edukasi. Hasil uji statistik paired sample test diperoleh hasil nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan nilai p<0,05 terdapat perbedaan pengetahuan remaja tentang aktivitas seksual sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Peran orang tua, peran sekolah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan terhadap remaja.
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATAR BELAKANGI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IMPLAN PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS SAWAN II KABUPATEN BULELENG: YANG MELATAR BELAKANGI PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IMPLAN PADA WANITA USIA SUBUR DI PUSKESMAS SAWAN II KABUPATEN BULELENG Ni Made Purnama Dewi; Made Widhi Gunapria Darmapatni; Ni Komang Yuni Rahyani
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 1 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i1.4203

Abstract

Kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi, namun penggunaannya di Puskesmas Sawan II Kabupaten Buleleng masih tergolong rendah dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi pemilihan kontrasepsi implan pada wanita usia subur (WUS). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 53 wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi implan dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, lalu dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (67,9%), multipara (81,1%), memiliki tingkat pendidikan dasar (49,1%), mendapat dukungan suami (90,6%), dan memperoleh informasi dari tenaga kesehatan (60,4%). Dapat disimpulkan bahwa faktor umur, paritas, tingkat pendidikan, dukungan suami, dan sumber informasi berpengaruh terhadap pemilihan kontrasepsi implan. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah agar menggunakan desain analitik dengan variabel yang lebih luas, seperti pengetahuan, sikap, dan akses terhadap pelayanan kesehatan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pemilihan kontrasepsi implan di masyarakat.
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening
Hubungan Aktifitas Fisik dengan Kejadian Obesitas Pada Remaja Putri di SMAN 2 Penebel Kadek Yeni Prihandani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Ketut Somoyani
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol. 13 No. 2 (2026): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Universitas Bhamada Slawi PSDKU D III Kebidanan Kampus Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol13.iss2.530

Abstract

Background: Obesity among adolescent girls is a growing public health concern associated with physical and psychological problems. One of the contributing factors is insufficient physical activity. Objective: To determine the relationship between physical activity and obesity among adolescent girls at State Junior High School 2 Penebel. Methods: This analytical observational study employed a cross-sectional design. A total of 46 participants were selected using simple random sampling. Data were collected from February to March 2026 and analyzed using Spearman’s rho test with a significance level of p < 0.05. Results: All participants were 14 years old, with a mean body weight of 52.98 kg and a mean height of 154.56 cm. Most respondents had light physical activity (73.9%), while 67.4% were not obese. Spearman’s rho analysis showed a significant relationship between physical activity and obesity (p = 0.036). Conclusion: Physical activity was significantly associated with obesity among adolescent girls at State Junior High School 2 Penebel. Healthcare workers are encouraged to provide education on physical activity and obesity prevention through engaging media, such as Reels or short animated videos.
Pengetahuan tentang Aktivitas Seksual Sebelum dan Sesudah Edukasi pada Siswi Anggota PIK-R Kamiladhini Putri Hartsani; Ni Komang Yuni Rahyani; Listina Ade Widya Ningtyas; Ni Ketut Somoyani; Ni Luh Putu Sri Erawati
Journal of Health Education and Literacy Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Health, Education and Literacy (J-Healt)
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract   Adolescents require adequate reproductive health knowledge to recognize and avoid risky sexual behavior. This study aimed to analyze differences in knowledge scores about sexual activity before and after an educational intervention among female members of the Adolescent Information and Counseling Center (PIK-R). A pre-experimental one-group pretest-posttest design without a control group was used. The population comprised 30 PIK-R extracurricular members, and 21 female students were selected through purposive sampling based on the inclusion and exclusion criteria. The study was conducted on May 9, 2025. Data were analyzed using a paired-samples t-test. The mean knowledge score increased from 73.33 (SD = 9.79) at pretest to 87.14 (SD = 9.95) at posttest, representing a mean increase of 13.81 points [t(20) = -9.46; p < 0.001]. These findings indicate higher knowledge scores immediately after the intervention. Because the study had no control group and the posttest was administered 30 minutes after education, the findings do not establish long-term effectiveness. PIK-R may serve as a setting for reproductive health education that requires further evaluation.
The effectiveness of effleurage and counter-pressure massage in reducing labor pain intensity during the first stage of labor: A literature review Ni Made Budiartini; Ni Wayan Ariyani; Ni Komang Yuni Rahyani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 5 No. 5 (2026): August 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v5i5.4138

Abstract

Background: Labor pain during the first stage of labor is a physiological condition caused primarily by uterine contractions, cervical dilatation, and pressure on the pelvic structures. Although pharmacological methods are available, nonpharmacological interventions such as effleurage and counter-pressure massage are increasingly used because they are simple, inexpensive, and have minimal adverse effects. However, evidence regarding the comparative effectiveness of these techniques remains variable. Purpose: To review and synthesize the available evidence regarding the effectiveness of effleurage and counter-pressure massage in reducing labor pain intensity during the first stage of labor. Method: A literature review was conducted through searches of PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar for articles published between January 2021 and June 2026. Articles were selected according to predefined inclusion and exclusion criteria. Eligible studies included original research articles, randomized controlled trials, quasi-experimental studies, and clinical trials involving women in the first stage of labor and evaluating effleurage, counter-pressure, or related massage interventions. Nine articles were included in the review. Results: The reviewed studies generally demonstrated that massage-based nonpharmacological interventions reduced labor pain intensity and improved maternal comfort. Effleurage massage was associated with reduced pain through tactile stimulation, relaxation, and distraction, whereas counter-pressure appeared particularly beneficial for women experiencing lower back pain during contractions. Direct comparative evidence indicated that both techniques were effective, although some studies reported greater pain reduction with counter-pressure. Other benefits included reduced anxiety, increased comfort, and improved childbirth satisfaction. Conclusion: Effleurage and counter-pressure massage are promising nonpharmacological interventions for managing pain during the first stage of labor. Effleurage may be particularly useful for promoting relaxation and reducing generalized pain perception, whereas counter-pressure may be more appropriate for women experiencing predominant lower back pain. The choice of technique should consider maternal preference, pain location, labor progression, and practitioner skill.
Co-Authors Adi Utarini Antarini Dewi, Ni Putu Yuli Ariastini, Ni Luh Ariesta, Gusti Ayu Viorya Ganes Asep Arifin Senjaya Ayu Vira Sadvika Vidanti Ayuk Rama Dewi Buadiani, Ni Nyoman Budhi, Gusti Made Ayu Agung Burhannudin Burhannudin Desak Ketut Ayu Ardani Djani, Gaudensia Cindy Claresta Ekawiyadnyani, Ida Ayu Putu Erawati, Ni Luh Putu Sri Gusti Ayu Marhaeni Gusti Kompiang Sriasih I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Ketut Suardana I Komang Lindayani I Wayan Ambartana, I Wayan I Wayan Juniarsana Ida Ayu Mirah Astuti Ida Ayu Putu Radnyani Ida Bagus Putra Mahendra IGN Sri Partini Julieta da Costa Juwi Amalia Kadek Ayu Trisnayanti Kadek Yeni Prihandani Kamiladhini Putri Hartsani Kamiladhini Putri Hartsani Listiana Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Luh Eka Pratiwi Made Dwi Mahayati Made Widhi Gunapria Darmapatni Maya Umul Hamidah Mohammad Hakimi Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Kadek Dina Ardani Asih Ni Kadek Rinda Anindya Putri Ni Ketut Somoyani Ni Ketut Sudiari Ni Komang Erny Astiti Ni Luh Putu Lisa Dewi Cahyani Ni Luh Putu Melani Cintia Dewi Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Made Ari Suciani Ni Made Ari Sumaryanti Ni Made Budiartini Ni Made Desri Purwani Ni Made Dwi Mahayati Ni Made Purnama Dewi Ni Nyoman Kalih Karmika Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Sumiasih Ni Putu Dyah Yadnya Swari Widjaya Puja Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Armini Ni Wayan Eka Wahyuni Ni Wayan Eka Wahyuni Ni Wayan Putri Sariani Ni Wayan Suarniti Ni Wayan Suarniti Purnamayanti, Ni Made Dwi Putu Arik Herliawati Regina Tedjasulaksana Senjaya, Asep Arifin Siswanto Agus Wilopo Sri Rahayu Sudani, Ni Luh Sri Sujiati Sujiati suratiah, suratiah Tirtawati , Gusti Ayu Trisnayanti, Kadek Ayu Utarini, Gusti Ayu Eka Widiantari, Gusti Ayu Made Yuni Wirata, I Nyoman