Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Dan Penanganannya Di Sekolah Menengah Atas Dwijendra Denpasar Diantari, Ni Kadek Ayu; Sriasih, Ni Gusti Kompiang; Rahyani, Ni Komang Yuni
Jurnal Berita Kesehatan Vol 18 No 2 (2025): Desember 2025 (Special Edition)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jbk.v18i2.336

Abstract

Dismenore adalah kondisi umum yang dialami remaja putri saat menstruasi, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk belajar. Penelitian ini dilakukan di SMA Dwijendra Denpasar dengan melibatkan 92 siswi yang dipilih melalui metode proportional random sampling. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswi tentang dismenore dan cara penanganannya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup aspek pengertian, penyebab, pencegahan, dan penanganan dismenore, kemudian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39,1% responden memiliki pengetahuan yang baik, 31,5% cukup, dan 29,3% kurang. Aspek yang paling banyak dipahami adalah pengertian dismenore (63%), disusul oleh penyebab (50%), pencegahan (42,3%), dan penanganan (42,3%). Adapun metode penanganan yang paling sering dilakukan oleh siswi adalah mengompres perut bagian bawah (28,3%), pijat (25%), dan membiarkan nyeri hilang dengan sendirinya (15,2%). Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan remaja putri di SMA Dwijendra Denpasar tentang dismenore berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, edukasi lebih lanjut sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman, terutama mengenai penyebab, pencegahan, dan cara penanganan dismenore secara tepat.
A Promosi Skrining Remaja, Pranikah dan Prakonsepsi di Desa Kelandis dan Desa Tegal Harum, Kota Denpasar Rahyani, Ni Komang Yuni; Ni Wayan Ariyani; Ni Nyoman Suindri; Gusti Ayu Tirtawati; Asep Arifin Senjaya; Regina Tedjasulaksana; Made Dwi Mahayati; Gusti Kompiang Sriasih; Desak Ketut Ayu Ardani
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v5i1.439

Abstract

Program skrining remaja, pranikah, dan prakonsepsi merupakan program prioritas di fasilitas pelayanan kesehatan primer, karena dampaknya yang signifikan dalam mempersiapkan generasi yang sehat dan terencana. Layanan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di Indonesia, hanya 31% yang aktif. Pengetahuan kelompok sasaran tentang upaya dan program skrining pranikah dan prakonsepsi masih terbatas. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada remaja dan wanita usia subur (PUS) tentang skrining remaja, upaya pranikah, dan prakonsepsi di Posyandu di Banjar Kelandis dan Kelurahan Tegal Harum, Kota Denpasar. Kelompok sasaran adalah remaja dan wanita usia subur yang hadir selama kegiatan Posyandu dan bersedia mengikuti edukasi yang diberikan oleh petugas layanan masyarakat dan pemegang program remaja di puskesmas. Jumlah sasaran yang dilibatkan adalah 35 remaja berusia 10-22 tahun, dan 13 pasangan usia subur. Kegiatan edukasi berlangsung selama 30 menit dan dilanjutkan dengan sesi diskusi/tanya jawab dan posttest menggunakan kuesioner sebanyak 20 pertanyaan. Kegiatan edukasi berlangsung dua kali, pada tanggal 24 Agustus dan 5 September 2025. Edukasi menggunakan media berupa video, flipchart dan leaflet yang dibagikan saat kegiatan posyandu. Edukasi diberikan oleh mahasiswa kebidanan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi dan pemeriksaan umum berupa pengukuran tinggi badan, berat badan dan tekanan darah (TD). Rata-rata sasaran tinggi badan adalah 156,7 cm, berat badan 50,04 kg, dan usia 18 tahun. Kegiatan edukasi bersifat aktif dan interaktif, dengan skor pengetahuan rata-rata = 14,75 dengan skor minimal = 6 dan skor maksimal = 20. Rekomendasi yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan secara berkesinambungan dan kerjasama antar tim, kegiatan di dalam gedung puskesmas dan tatap muka. Kata kunci: promosi, remaja, pranikah, prakonsepsi, skrining Adolescent, premarital, and preconception screening are priority programs in primary health care facilities, due to their significant impact on preparing a healthy and planned generation.Of the Youth Care Health Services (PKPR) in Indonesia, only 31% are active. Target group knowledge about premarital and preconception screening efforts and programs is still limited. The purpose of the community service is to provide education to adolescents and women of childbearing age (PUS) about adolescent screening, premarital and preconception efforts at the Integrated Integrated Health Post (Posyandu) in Banjar Kelandis and Tegal Harum Village, Denpasar City. The target groups are adolescents and women of childbearing age who are present during the Integrated Health Post (Posyandu) activities and are willing to participate in the education provided by the community service providers and youth program holders at the community health center. The number of targets involved is 35 adolescents aged 10-22 years old, and 13 couples of childbearing age. The educational activity lasted for 30 minutes and was continued with a discussion/question and answer session and a posttest using a 20-question questionnaire. The educational activity took place twice, on August 24 and September 5, 2025. Education used media in the form of videos, flipcharts and leaflets distributed during the integrated health post activities. Education was provided by midwifery students using lecture methods, discussions and general examinations in the form of measuring height, weight and blood pressure (BP). The average target of height was 156.7 cm, weight was 50.04 kg, and age was 18 years. The educational activity was active and interactive, the average knowledge score = 14.75 with a minimum score = 6 and a maximum score = 20. The recommendations offered are to carry out activities continuously and in collaboration between teams, activities in the health center building and face to face. Keywords: adolescent, preconception, premarital, promotion, screening
The Influence of Education on Increasing Women's Empowerment for Early Detection of Pregnancy Complications in Sigi Regency Rahyani, Ni Komang Yuni; Batjo, Siti Hadijah; Nurmiaty, Nurmiaty; Hadina, Hadina; Marzo, Roy Rillera
Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 53 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/bpk.v53i2.4174

Abstract

Background: Women’s empowerment plays a critical role in improving maternal and family health, particularly through timely recognition of pregnancy danger signs and informed decision-making. Educational interventions are expected to enhance women’s knowledge, attitudes, skills, and empowerment related to the early detection of pregnancy complications. This study examined the effect of education on women’s empowerment and behavioral outcomes regarding pregnancy danger signs among third-trimester pregnant women in Sigi Regency, Indonesia. Methods: A quantitative quasi-experimental study with a pretest–posttest design without a control group was conducted from June to October 2023. Eighty-five pregnant women with gestational age >28 weeks were recruited from four community health centers. Participants received structured education using a pocket book on danger signs during pregnancy, childbirth, and the postpartum period. Data were collected using a validated self-reported questionnaire. Paired t-tests were used for data analysis. Results: Mean scores for knowledge (8.74 to 9.35), attitudes (19.07 to 21.46), and skills (20.69 to 25.91) regarding pregnancy danger signs increased significantly after the intervention (p<0.05). Although the empowerment score increased (14.65 to 16.27), the difference was not statistically significant (p>0.05). Conclusion: Educational intervention effectively improved pregnant women’s knowledge, attitudes, and skills related to pregnancy danger signs, but was insufficient to significantly enhance women’s empowerment. Comprehensive, family-centered strategies are needed to strengthen women’s autonomy in maternal health decision-making.
Perbedaan Pengetahuan Remaja Putri Tentang Perilaku Seks Pranikah Yang Diberikan Pendidikan Kesehatan Dengan Media Video Dan Lembar Balik Di Posyandu Remaja Desa Tibubeneng Tahun 2024 Ida Ayu Putu Radnyani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Made Dwi Mahayati; Ni Nyoman Suindri; Ni Wayan Suarniti; Putu Arik Herliawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29840

Abstract

Risk factors for risky behavior in adolescents include a lack of knowledge about reproductive health and the impact of sexual behavior. The aim of this research is to determine differences in knowledge of young women about premarital sexual behavior who are given health education using video media and flip sheets. This type of research is pretest-posttest with control group design. Implementation in April 2024 with random sampling involving 60 teenagers divided into 2 groups. Data collection by distributing knowledge questionnaires that have been declared valid and reliable. Data analysis using univariate and bivariate. The difference between pretest and posttest knowledge scores in the video group obtained an average N-gain score of 66%, which is quite effective in increasing teenagers' knowledge. Meanwhile, the average N-gain score for the flip sheet group was 41%, which was included in the less effective category in increasing teenagers' knowledge. The results of the Mann Whitney test obtained a p-value of 0.08 (p<0.1), which means that there is a significant difference in knowledge scores and health education through video media is more effective than flip-sheet media so there is a difference in health education through video and sheet media. feedback on the knowledge of young women about premarital sexual behavior at the youth posyandu in Tibubeneng Village. It is hoped that Community Health Centers can consider video media in providing health education because it is more effective in increasing teenagers' knowledge regarding premarital sexual behavior.
Perbedaan Skor Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) Tentang Deteksi Dini Kanker Serviks Antara Pemanfaatan E-Booklet dengan Lembar Balik Ni Made Ari Suciani; Ni Komang Yuni Rahyani; Ni Nyoman Suindri; Ni Luh Putu Sri Erawati; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29842

Abstract

Women often struggle to detect cervical cancer early because of a lack of awareness and knowledge. Puskesmas Kuta Utara's data shows that the early detection coverage for cervical cancer is 102 people (1.46%) in 2023, still below the target (80%). This study aims to compare the knowledge and attitudes of women regarding early detection of cervical cancer using an e-booklet and flip sheet among women of childbearing age. Researchers utilized a Quasi-Experimental Design research approach involving a pretest-posttest control group design. Purposeful sampling involved two groups of WUS, with 30 individuals in the e-booklet group and 30 in the flipchart group. The sampling technique used was purposive sampling.The research was conducted in April 2024, and data was collected by distributing questionnaires on knowledge and attitudes. The data was analyzed using univariate and bivariate methods, including wicolxon and mann-whitney because the results of the data normality test show that the data is not normally distributed. The results revealed that the knowledge scores for the e-booklet group were compared to the flipchart group, yielding a of p 0.04 (p<0.05). Similarly, the attitude scores for the e-booklet group compared to the flipchart group resulted in a of p 0.02 (p<0.05). It can be concluded that there is a difference in the knowledge scores and attitudes of women of childbearing age (WUS) regarding early detection of cervical cancer when compared with the use of e-booklets and flip charts. Health workers are expected to use e-booklets for health promotion because they are more effective in increasing knowledge and changing women's attitudes towards early detection of cervical cancer.
Perbedaan Pengetahuan Remaja Tentang Aktivitas Seksual Sebelum Dan Sesudah Diberikan Edukasi Kepada Kelompok Remaja Pusat Informasi Dan Konseling Remaja Kamiladhini Putri Hartsani; Ni Komang Yuni Rahyani; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 3 (2026): JKRI - Februari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk hal aktivitas seksual pranikah. Akibat rendahnya pengetahuan tentang masalah yang dihadapi remaja berupa perilaku berisiko termasuk aktivitas seksual yang tidak aman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi kepada kelompok yang mengikuti ekstrakurikuler PIK-R. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan pendekatan pre-post test without control group. Populasi pada penelitian ini adalah 30 remaja yang mengikuti ekstrakurikuler PIK-R di SMA negeri 8 Denpasar, dan besar sampel 21 orang dengan teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen pengampilan sampel menggunakan kuisioner pengetahuan tentang aktivitas seksual dengan 20 pertanyaan yang sudah dilakukan uji validasi dan reliabel. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2025. Analisis data yang digunakan yaitu paired sample test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan sebelum 73,33 dan setelah 87,14 diberikan edukasi. Hasil uji statistik paired sample test diperoleh hasil nilai p = 0,001. Hal ini menunjukkan nilai p<0,05 terdapat perbedaan pengetahuan remaja tentang aktivitas seksual sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Peran orang tua, peran sekolah, dan tenaga kesehatan sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan dukungan terhadap remaja.
Hubungan Waktu Pertama Menyusui pada Ibu Post Seksio Sesaria dengan Kejadian Bendungan ASI Ni Made Ari Sumaryanti; I Komang Lindayani; Ni Komang Yuni Rahyani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v10i1.1535

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi dan diberikan sedini mungkin setelah ibu melahirkan. Kebijakan pemberian ASI antara lain Inisiasi Menyusui Dini (IMD) membantu ibu menyusui sedini mungkin setelah melahirkan sudah tertuang dalam Standar Prosedur Operasional di RSD Mangusada Kabupaten Badung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan waktu pertama menyusui pada ibu post seksio sesaria dengan kejadian bendungan ASI.  Penelitian dilakukan pada tanggal 27 Maret  - 15 Mei 2021 di Ruang  Nifas RSD Mangusada Kabupaten Badung.  Jenis penelitian analitik dengan metode pendekatan cross sectional, data yang dikumpulkan adalah data primer waktu pertama menyusui ibu post seksio sesaria dengan kejadian bendungan ASI dengan jumlah sampel 55 orang.  Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi.  Data dianalisis dengan menggunakan uji Fishers Exact Test dengan nilai p <0,001. Hasil penelitian dari 35 orang ibu post seksio sesaria yang menyusui dengan waktu pertama menyusui >6 jam terdapat 45,7% yang mengalami bendungan ASI. Terdapat  hubungan yang signifikan antara waktu pertama menyusui  dengan kejadian bendungan ASI.  Saran kepada petugas agar meningkatkan informasinya dalam hal perawatan payudara dan  pemberian ASI segera setelah melahirkan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku.
Karakteristik Ibu Postpartum dengan Baby Blues Syndrome Ni Wayan Eka Wahyuni; Ni Komang Yuni Rahyani; Asep Arifin Senjaya
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i1.2440

Abstract

Baby blues syndrome merupakan gangguan perasaan akibat penyesuaian terhadap kelahiran bayi dengan gejala memuncak pada hari ke lima postpartum yang dipicu oleh banyak faktor antara lain faktor umur, pendidikan, pekerjaan, paritas dan dukungan suami  . Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi karakterisik ibu postpartum berdasarkan umur, pendidikan, paritas, dan pekerjaan, mengidentifikasi ibu postpartum dengan baby blues syndrome dan dukungan suami. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di UPTD Puskesmas Petang 1 tanggal 12 Maret-12 Mei 2022 dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Populasi sebanyak 44 orang dan sampel sebanyak 34 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa terdapat 24 responden (80.6%) memiliki umur 20-35 tahun, berpendidikan tinggi sebanyak 16 responden (51.6%), merupakan kehamilan pertama sebanyak 18 responden (58.1%) dan bekerja sebanyak 20 responden (64.5%), serta dukungan suami dalam kategori baik 25 responden (80.6%). Ibu yang  mengalami gejala baby blues syndrome sebanyak 6 responden (19.4%) dengan dukungan suami dalam kategori cukup. Simpulan penelitian ini bahwa karakteristik ibu postpartum dan dukungan suami sangat mempengaruhi baby blues syndrome.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN IBU HAMIL TRIMESTER III DALAM KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGLI TAHUN 2022 Luh Eka Pratiwi; Ni Komang Yuni Rahyani; Listina Ade Widya Ningtyas
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v11i2.2581

Abstract

Efforts to reduce MMR and IMR by increasing insight and knowledge about health services for pregnant women, maternity, postpartum, family planning services, and BBL care provided through pregnant women's class activities that include mothers and their families. To find out the factors that influence the participation of pregnant women in the third trimester in the implementation of classes for pregnant women in the Bangli Community Health Center working area in 2022 is the aim of this research. The method used in the research is correlational with a cross sectional research design. The research respondents, namely 35 pregnant women in the third trimester, used primary data using questionnaire sheets. The factors in question include knowledge, education, age, occupation, parity and source of information. Using the chi square test, it was found that 23 pregnant women who took part in the pregnancy class had good knowledge with a value of p=0.002, and 18 people had secondary education with p value = 0.438, 31 people are not at risk with a p value = 0.292, 18 people do not work with a p value = 0.00, 26 people are multigravida with a p value = 0.244, 27 people have a source of information with a value of p=0.002. The conclusion of this research is that there is a relationship between knowledge, work and sources of information and participation in classes for pregnant women, while education, age and parity have no relationship with participation in classes for pregnant women.
Relationship Between Age and Parity of Birthing Mothers to the Incidence of Premature Rupture of Membranes at Bali Mandara Regional Hospital, Bali Province in 2022 Sujiati Sujiati; Ni Luh Putu Sri Erawati; Ni Komang Yuni Rahyani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i2.3100

Abstract

Premature Rupture of Membranes (PROM) is an obstetric problem that occurs throughout the world and increases morbidity and mortality in mothers and babies. The prevalence ofPROM in Indonesia reaches 6.46-15.6%. A preliminary study at Bali Mandara Hospital showed a high prevalence of PROM over the past four years. The purpose of this study was to determine the relationship between the age and parity of birthing motherswith the incidence of PROM at Bali Mandara Hospital, Bali Province in 2022. This type of research is an analytical study with a cross-sectional design and uses simple random sampling on 117 birthing mothers as subjects. This study uses secondary data frompatient medical records. Univariate data are presented through frequency distribution, while bivariate analysis uses the Chi Square test with a significance level of α = 0.05. The results of the research analysis indicate a significant relationship betweenthe age of the birthing mother (p-value = 0.001) and the parity of the birthing mother (p-value = 0.003) with the incidence of PROM. Health workers, especially midwives, are expected to be able to provide education and improve pregnancy care services and pregnant women are advised to undergo routine pregnancy check-ups to reduce the risk of PROM and further researchers are expected to explore other risk factors related to PROM.
Co-Authors Adi Utarini Andayani, Tjokorda Istri Rai Oktalia Antarini Dewi, Ni Putu Yuli Ariastini, Ni Luh Ariesta, Gusti Ayu Viorya Ganes Asep Arifin Senjaya Asep Arifin Senjaya Ayu Vira Sadvika Vidanti Ayuk Rama Dewi Buadiani, Ni Nyoman Budhi, Gusti Made Ayu Agung Burhannudin Burhannudin Desak Ketut Ayu Ardani Diantari, Ni Kadek Ayu Ekawiyadnyani, Ida Ayu Putu Erawati, Ni Luh Putu Sri Gusti Ayu Marhaeni Gusti Ayu Tirtawati Gusti Ayu Tirtawati, Gusti Ayu Gusti Kompiang Sriasih Hadina, Hadina I Gusti Agung Ayu Novya Dewi I Ketut Suardana I Komang Lindayani I Wayan Ambartana, I Wayan I Wayan Juniarsana Ida Ayu Mirah Astuti Ida Ayu Putu Radnyani Ida Bagus Putra Mahendra IGN Sri Partini Kadek Ayu Trisnayanti Kamiladhini Putri Hartsani Karmika, Ni Nyoman Kalih Listiana Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Listina Ade Widya Ningtyas Luh Eka Pratiwi Martyanti, Ni Putu Wiwin Sofi Marzo, Roy Rillera Mohammad Hakimi Ni Gusti Kompiang Sriasih Ni Kadek Dina Ardani Asih Ni Ketut Somoyani Ni Komang Erny Astiti Ni Luh Putu Lisa Dewi Cahyani Ni Luh Putu Melani Cintia Dewi Ni Luh Putu Sri Erawati Ni Made Ari Suciani Ni Made Ari Sumaryanti Ni Made Desri Purwani Ni Made Dwi Mahayati Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Suindri Ni Nyoman Sumiasih Ni Putu Dyah Yadnya Swari Widjaya Puja Ni Wayan Ariyani Ni Wayan Armini Ni Wayan Armini Ni Wayan Eka Wahyuni Ni Wayan Eka Wahyuni Ni Wayan Putri Sariani Ni Wayan Suarniti Ni Wayan Suarniti Nurmiaty, Nurmiaty Purnamayanti, Ni Made Dwi Putu Arik Herliawati Regina Tedjasulaksana Senjaya, Asep Arifin Siswanto Agus Wilopo Siti Hadijah Batjo Sri Rahayu Sudani, Ni Luh Sri Sudiari, Ni Ketut Sujiati Sujiati suratiah, suratiah Trisnayanti, Kadek Ayu Utarini, Gusti Ayu Eka Widiantari, Gusti Ayu Made Yuni Wirata, I Nyoman