Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Development of Mathematics Learning Media using Geogebra-Assisted Scientific Approach to Improve Students' Creative Thinking Skills Learning Skills and Independence Ramadani, Sucia; Simamora, Elmanani; Rajagukguk, Waminton
Jurnal Perspektif Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.307

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan media pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbantuan geogebra dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Model pengembangan penelitian ini adalah model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII salah satu SMP Swasta di Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbantuan geogebra mendapat rata-rata skor 4,79 pada kategori valid. Kepraktisan media pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbantuan geogebra dinilai dari rata-rata skor keterlakaanaan pembelajaran diperoleh sebesar 88,33% dengan kategori baik, dan respon positif siswa memperoleh rata-rata skor sebesar 88,38% dengan kategori sangat positif sehingga media yang dikembangkan dapat dikatakan praktis. Sedangkan keefektifan media pembelajaran menggunakan pendekatan santifik berbantuan geogebra dinilai dari rata-rata skor ketuntasan secara klasikal siswa sebesar 90,63% dengan kategori sangat tinggi, ketercapaian tujuan pembelajaran diperoleh rata-rata skor sebesar 86,81%, dan respon siswa diperoleh rata-rata skor sebesar 88,33% sehingga media yang dikembangkan dapat dikatakan efektif. Skor peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa mendapat nilai N-gain sebesar 0,37 pada kategori sedang, dan skor peningkatan kemandirian belajar siswa mendapat nilai N-gain sebesar 0,35 pada kategori sedang, sehingga dapat dikatakan media yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MURID SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERCERITA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELARAN KOOPERATIF TIPE TTW Br Tarigan, Peni Elviana; Rajagukguk, Waminton
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.49-54

Abstract

Tujuan dari telaah ini adalah untuk menilai kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran menyenangkan tipe TTW. Selain itu, juga untuk mengetahui dampak model pembelajaran menyenangkan tipe TTW terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita. Penelitian untuk kajian ini dilaksanakan di SMP Negeri Letjen Jamin Ginting Berastagi pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi dalam telaah ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Letjen Jamin Ginting Berastagi, kecuali siswa kelas VIII-A yang menjadi subjek uji coba kelas eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas matematika yang diajarkan dengan menggunakan metodologi pembelajaran menyenangkan TTW. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan berpikir kritis numerik siswa termasuk dalam kategori baik; Dari 31 siswa, 2 (6,45%) berada pada kategori cukup baik, 27 (87,09%) berada pada kategori cukup, dan 2 (6,45%) berada pada kategori cukup. Selain itu, kemampuan berpikir kritis numerik siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran kooperatif tipe TTW dengan nilai rata-rata 0,05, sig. < 0,001 < 0,05 saat menyelesaikan soal cerita.Kata Kunci: Think Talk Write, Soal Bercerita, Kemampuan Pemecahan Masalah
TINJAUAN KOMPREHENSIF TERHADAP PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MATEMATIKA SISWA SMP: ANALISIS MELALUI PENDEKATAN LITERATUR REVIEW Giawa, Freddy; Pakpahan, Aida Fitri Harun; Rajagukguk, Waminton
Widya Pustaka : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2: Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) merupakan fondasi penting dalam membentuk kemampuan analitis dan pemecahan masalah siswa. Kualitas pendidikan matematika di tingkat ini sangat mempengaruhi kemampuan siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menghadapi tantangan di kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini, pendekatan tinjauan literatur (literature review) secara komprehensif diterapkan untuk menganalisis perkembangan pendidikan matematika di tingkat SMP di Indonesia. Proses penelitian dimulai dengan melakukan pencarian literatur yang relevan, analisis mendalam, dan penyusunan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi terkini, mengidentifikasi perubahan kurikulum, penyesuaaina materi pembelajaran, penyesuaian pendekatan pembelajaran, dan perbaikan penilaian pembelajaran pendidikan matematika SMP di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya signifikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika SMP melalui perubahan kurikulum, penyesuaian materi pembelajaran, penerapan pendekatan pembelajaran yang inovatif, dan perkembangan penilaian yang lebih holistik. Perubahan-perubahan ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan siswa di era modern, dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di jenjang selanjutnya.
KUALITAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DI INDONESIA Siregar, Elma Batasia; Br. Karo, Nur Hidayah; Samosir, Daniel; Rajagukguk, Waminton
Widya Pustaka : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2: Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan matematika memiliki peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Namun, kualitas pendidikan matematika di Indonesia masih perlu ditingkatkan berdasarkan hasil survei internasional seperti PISA dan TIMSS, serta hasil Ujian Nasional (UN) Matematika tingkat SMP. Pada PISA 2022, Indonesia menempati peringkat ke-64 dari 81 negara dengan skor rata-rata 366, jauh di bawah rata-rata skor OECD 500. Sementara pada TIMSS 2015, Indonesia menempati peringkat ke-44 dari 49 negara dengan skor 397. Hasil serupa juga terlihat pada UN Matematika SMP, di mana pada tahun 2019 rata-rata nilainya hanya 46,56. Upaya peningkatan kualitas pendidikan matematika di Indonesia perlu dilakukan secara komprehensif. Pertama, meningkatkan prestasi dan hasil belajar siswa dengan memperhatikan kualitas guru bersertifikasi. Kedua, memberikan pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru matematika secara berkelanjutan. Ketiga, mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Keempat, menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran matematika yang efektif. Dengan upaya tersebut, diharapkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia dapat meningkat dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan matematika yang baik serta siap menghadapi tantangan global.
PENGARUH MODEL PBL BERBASIS QUIZIZZ TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Br Simarmata, Putri Sonia; Hasibuan, Rahman Pratama; Rajagukguk, Waminton
Widya Pustaka : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 12 No 2: Edisi Juli - Desember 2024
Publisher : Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Salah satu platform yang semakin populer adalah Quizizz, sebuah aplikasi berbasis game yang memungkinkan pembuatan kuis interaktif. Matematika sebagai salah satu mata pelajaran inti seharusnya menjadi wadah ideal untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Model Problem Based Learning (PBL) adalah model pembelajaran yang berpusat pada siswa, di mana mereka bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelidiki masalah kehidupan nyata. Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Systematic Literature Review adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengkaji, mengevaluasi dan menafsirkan. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan tinjauan sistematis terhadap jurnal dan sumber terkait lainnya dan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada model Problem Based Learning (PBL) berbasis Quizizz terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa SMA dalam pembelajaran matematika.
ANALYSIS OF STUDENTS’ UNDERSTANDING OF CONCEPTS AND LEARNING INDEPENDENDENCE IN TERMS OF STUDENT LEARNING MOTIVATION ASSISTED BY MACROMEDIA FLASH Umami, Reza; Rajagukguk, Waminton; Asmin, Asmin
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 1 (2025): PRIMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : FKIP Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/prima.v9i1.12049

Abstract

This research aims to: (1) To find out whether there is a difference in students' ability to understand concepts between students who were given Macromedia Flash media and students who were given Power Point media (2) To find out whether there is a difference in students' independent learning abilities between students who were given Macromedia Flash media. with students who were given power point media. This type of research is a quasi experiment. This research was carried out in SMA Kesatuan Meranti in the even semester of the 2021/2022 academic year. The results of the research show that: 1) There is a difference in students' ability to understand concepts between students who were given Macromedia Flash media and Power Point media, where the application of Macromedia Flash media was better than students who received Power Point media for their ability to understand concepts; 2) There is a difference in students' independent learning abilities between students who were given Macromedia Flash media and Power Point media, where the application of Macromedia Flash media was better than students who received Power Point media for students' independent learning abilities; 3) There is an interaction between learning media and student learning motivation which is used on students' ability to understand concepts; 4) There is no interaction between learning media and student learning motivation which is used on students' independent learning abilities.
PERBEDAAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MEDIA KOMPUTER PROGRAM CYBERLINK POWER DIRECTOR DAN TANPA MEDIA KOMPUTER PADA POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 HAMPARAN PERAK TAHUN AJARAN 2009/2010 Rajagukguk, Waminton
Mathematics Education Journal Vol. 5 No. 2 (2011): Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Sriwijaya in collaboration with Indonesian Mathematical Society (IndoMS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan minat belajar siswa dengan media komputer program cyberlink power director dan tanpa media komputer pada pokok bahasan kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 1 Hamparan Perak tahun ajaran 2009/2010. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 7 kelas. Penarikan sampel dilakukan dengan cluster random sampling yang artinya setiap kelas memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian, diperoleh kelas VIII1 sebagai kelas eksperimen dan VIII3 sebagai kelas kontrol masing - masing yang berjumlah 30 siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Berdasarkan hasil analisis pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata – rata pretes 1,989 dan postes 2,879. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata – rata pretes 1,985 dan postes 2,392. Dimana data kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t, dengan α = 0,05. Untuk pretes siswa diperoleh t = 0,05 sedangkan t1-1/2α = 2,018, terlihat bahwa -t1-1/2α <t < t1-1/2α sehingga Ho diterima yaitu tidak ada perbedan minat belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada postes hasil belajar siswa diperoleh t = 5,57 sedangkan t1-1/2α = 2,018 dengan t> t1-1/2α sehingga Ha diterima yaitu ada perbedan minat belajar siswa dengan menggunakan media komputer program Cyberlink Power Director dan tanpa menggunakan media komputer pada pokok bahasan kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 1 Hamparan Perak tahun ajaran 2009/2010. Dapat disimpulkan bahwa minat belajar kelas eksperimen yang menggunakan media komputer program Cyberlink Power Director lebih tinggi dibandingkan dengan minat belajar pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran tanpa menggunakan media komputer dengan presentase peningkatan sebesar 20,36 %.DOI: 10.22342/jpm.5.2.599.
Development of Mathematics Learning Media using Geogebra-Assisted Scientific Approach to Improve Students' Creative Thinking Skills Learning Skills and Independence Ramadani, Sucia; Simamora, Elmanani; Rajagukguk, Waminton
Jurnal Perspektif Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Perspektif: Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jp.v8i2.307

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektivan media pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbantuan geogebra dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Model pengembangan penelitian ini adalah model ADDIE. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII salah satu SMP Swasta di Medan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbantuan geogebra mendapat rata-rata skor 4,79 pada kategori valid. Kepraktisan media pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik berbantuan geogebra dinilai dari rata-rata skor keterlakaanaan pembelajaran diperoleh sebesar 88,33% dengan kategori baik, dan respon positif siswa memperoleh rata-rata skor sebesar 88,38% dengan kategori sangat positif sehingga media yang dikembangkan dapat dikatakan praktis. Sedangkan keefektifan media pembelajaran menggunakan pendekatan santifik berbantuan geogebra dinilai dari rata-rata skor ketuntasan secara klasikal siswa sebesar 90,63% dengan kategori sangat tinggi, ketercapaian tujuan pembelajaran diperoleh rata-rata skor sebesar 86,81%, dan respon siswa diperoleh rata-rata skor sebesar 88,33% sehingga media yang dikembangkan dapat dikatakan efektif. Skor peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa mendapat nilai N-gain sebesar 0,37 pada kategori sedang, dan skor peningkatan kemandirian belajar siswa mendapat nilai N-gain sebesar 0,35 pada kategori sedang, sehingga dapat dikatakan media yang dikembangkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS VIII SMP Hasugian, Eskana Laurensia; Rajagukguk, Waminton
CARTESIUS : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No.2 Tahun 2023
Publisher : Unika Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dengan dua model yaitu model pembelajaran kooperatif think pair share dan model pembelajaran problem based learning. Simple random sampling digunakan untuk memilih sampel. Dengan demikian, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas VIII-3 dan VIII-4. Dengan eksperimen semu, sebagai jenis penelitian eksperimen yang digunakan. Pre-test-post-test group control sebagai desain dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan tes. Perbedaan antara dua rata-rata dapat diuji dengan menggunakan rumus uji-t yang merupakan alat analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan menyelesaikan masalah meningkat sebesar 42,55% pada pembelajaran think-pair share. Sedangkan pada pembelajaran berbasis masalah (PBL) meningkat sebesar 47,55%. Kemudian dari hasil perhitungan uji hipotesis that = -2,643 dan = - 1,6723 sehingga diperoleh < . Jadi Ha diterima namun Ho ditolak. Dengan demikian, siswa yang mengikuti model pembelajaran problem based learning lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada kemampuan pemecahan masalah di kelas VIII SMP.
PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS VIII SMP Hasugian, Eskana Laurensia; Rajagukguk, Waminton
CARTESIUS : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No.2 Tahun 2023
Publisher : Unika Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dengan dua model yaitu model pembelajaran kooperatif think pair share dan model pembelajaran problem based learning. Simple random sampling digunakan untuk memilih sampel. Dengan demikian, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga puluh siswa kelas VIII-3 dan VIII-4. Dengan eksperimen semu, sebagai jenis penelitian eksperimen yang digunakan. Pre-test-post-test group control sebagai desain dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan tes. Perbedaan antara dua rata-rata dapat diuji dengan menggunakan rumus uji-t yang merupakan alat analisis data. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan menyelesaikan masalah meningkat sebesar 42,55% pada pembelajaran think-pair share. Sedangkan pada pembelajaran berbasis masalah (PBL) meningkat sebesar 47,55%. Kemudian dari hasil perhitungan uji hipotesis that = -2,643 dan = - 1,6723 sehingga diperoleh < . Jadi Ha diterima namun Ho ditolak. Dengan demikian, siswa yang mengikuti model pembelajaran problem based learning lebih baik dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe think pair share pada kemampuan pemecahan masalah di kelas VIII SMP.