Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI LITERATUR ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) Chandro Surya Bagus Lumban Tobing; Waminton Rajagukguk
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v2i1.620

Abstract

This study aims to determine students’ mathematical connection abilities with the think talk write cooperative learning model. The type of research used is research with a qualitative approach. Qualitative research uses descriptive or verbal data from people who have behaved. The method used is literature study. The type of data used is secondary data. Secondary data is data that already exists, so we just need to find and collect existing data. The secondary data source used in this research is the influence of the cooperative learning model of the think talk write type on students’ mathematical connection .From the search results, the researchers found 3 journals and 2 thesis relevant to the research topic. From the journal it was found that there was an influence of the think talk write cooperative learning model on students’ mathematical connection abilities.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MURID SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BERCERITA YANG DIBELAJARKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELARAN KOOPERATIF TIPE TTW Br Tarigan, Peni Elviana; Rajagukguk, Waminton
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 1 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i1.49-54

Abstract

Tujuan dari telaah ini adalah untuk menilai kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran menyenangkan tipe TTW. Selain itu, juga untuk mengetahui dampak model pembelajaran menyenangkan tipe TTW terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMP dalam memecahkan soal cerita. Penelitian untuk kajian ini dilaksanakan di SMP Negeri Letjen Jamin Ginting Berastagi pada semester genap tahun ajaran 2024–2025. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif). Populasi dalam telaah ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Letjen Jamin Ginting Berastagi, kecuali siswa kelas VIII-A yang menjadi subjek uji coba kelas eksperimen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas matematika yang diajarkan dengan menggunakan metodologi pembelajaran menyenangkan TTW. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan berpikir kritis numerik siswa termasuk dalam kategori baik; Dari 31 siswa, 2 (6,45%) berada pada kategori cukup baik, 27 (87,09%) berada pada kategori cukup, dan 2 (6,45%) berada pada kategori cukup. Selain itu, kemampuan berpikir kritis numerik siswa dipengaruhi oleh model pembelajaran kooperatif tipe TTW dengan nilai rata-rata 0,05, sig. 0,001 0,05 saat menyelesaikan soal cerita.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA Siregar, Putri Enjelika; Rajagukguk, Waminton
Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, dan Agama
Publisher : STABN RADEN WIJAYA WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/pssa.v10i1.2162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dibandingkan pembelajaran biasa terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dan mendeskripsikan perbedaan ketuntasan klasikal kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray dibandingkan pembelajaran biasa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Percut Sei Tuan yang berjumlah 10 kelas. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas VIII-8 sebagai kelas eksperimen dan VIII-9 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan komunikasi matematis sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 22. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan rumus ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) nilai posttest siswa kelas eksperimen sebesar 80,46, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 73,30, maka tolak h_0 dan terima h_1 sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pengaruh model Two Stay Two Stray lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa (2) ketuntasan klasikal kelas eksperimen mencapai 81,25 % yang termasuk dalam kategori Baik, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai 40,62 % termasuk kategori Sangat Kurang artinya ketuntasan klasikal kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray lebih baik dibandingkan pembelajaran biasa pada siswa SMPN 1 Percut Sei Tuan
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Purba, Fitri Yani; Rajagukguk, Waminton
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhdap kemampuan komunikasi matematis siswa pada pokok bahasan relasi dan fungsi di kelas VIII SMP Negeri 7 Medan. Jenis penelitian yang dipergunakan yakni quasi eksperiment dengan mempergunakan dua kelas sebagai kelas eksperimen serta kelas control dengan desain penelitian pretest -posttest control group design. Sampel pada penelitian ini yakni kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen (menggunakan model pembelajaran think pair share) dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol (menggunakan model pembelajaran konvensional) dan dilaksanakan pada bulan oktober 2023 di SMP Negeri 7 Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian soal posttest dalam bentuk uraian. Data hasil tes dianalisis menggunakan pengujian t-test. Dari hasil analisis diperoleh hasil uji t diperoleh nilai thitung (6,351) > ttabel (1,97777) maka H0 ditolak dan Ha diterima, dari hasil uji nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima,yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara ratra-rata hasil posttest kelas eksperimen dengan kelas control dengan artian bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think pair share memiliki pengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada pokok bahasan relasi dan fungsi.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA DITINJAU DARI SELF EFFICACY Sibarani, Sari Ayu; Fauzi, Kms Muhammad Amin; Sitompul, Pardomuan; Hasratuddin, Hasratuddin; Rajagukguk, Waminton
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan komunikasi matematik siswa ditinjau dari self efficacy. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek penelitian dialakukan dengan memberikan angket self efficacy kepada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Siborong-borong, selanjutnya pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan komunikasi matematik materi sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV) ini diberikan kepada 6 subjek serta tes wawancaraKomunikasi matematik sangat penting dalam menyelesaikan masalah dalam matematika. Namun, pencapaian komunikasi matematik pada siswa masih tergolong rendah. Hal ini berkaitan dengan self efficacy pada siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian kemampuan komunikasi matematik siswa ditinjau dari self efficacy yaitu subjek menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil analisis hasil tes secara lisan dan tulisan dari 4 indikator kemampuan komunikasi matematis , ada subjek dengan self efficacy tinggi yaitu SET1 dapat memenuhi 4 indikator dari 4 indikator kemampuan komunikasi matematis, sedangkan subjek SET2 hanya mampu memenuhi 2 indikator, selanjutnya subjek sedang yaitu Subjek SES1 mampu memenuhi 3 indikator dan subjek SES2 hanya mampu memenuhi 2 indikator, serta subjek dengan self efficacy rendah yaitu SER1 dan SER2 tidak mampu memenuhi indikator apapun dari 4 indikator kemampuan komunikasi matematik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat self efficacy tidak selamanya berbanding lurus dengan kemampuan komunikasi matematika, tetapi self efficacy yang tinggi terhadap matematika akan mempengaruhi meningkatnya kemampuan komunikasi matematik siswa karena dapat membuat siswa memiliki sikap positif terhadap matematika dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
Development of Quantum Learning-Based Articulate Storyline Learning Media to Improve Students' Mathematical Communication Skills Furqoni, Mizta Dwi Hafizah; Rajagukguk, Waminton; Rangkuti, Yulita Molliq
PARADIKMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2 (2023): PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA (July - December 2023)
Publisher : Study Program of Mathematics Education of Unimed Postgraduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/paradikma.v16i2.48723

Abstract

The main purpose of this study is to describe the validity, practicality, and effectiveness of articulate storyline learning media based on quantum learning. This medium is specifically designed to improve students' mathematical communication skills. The research conducted is included in the development research category, with the ADDIE model as the chosen development model. The results showed that the learning media met the required validity criteria, which was shown from the analysis conducted by validators. In addition, the learning media proved to be practical, as observed during its implementation, and was considered effective in improving students' mathematical communication skills. This effectiveness is evidenced by the achievement of students' communication skills classically, and students are interested in learning media. In addition, the average N-Gain is in the medium category which indicates that the learning media is successful in improving students' mathematical communication skills.Keywords: Learning Media, Articulate Storyline, Quantum Learning, Mathematical Communication Skills
Developing a Drill-and-Practice-Based Scratching Learning Media to Improve Mathematical Problem-Solving Skills and Students' Mathematics Learning Motivation Junior High School 2, Tebing Tinggi City Utari, Kania; Rajagukguk, Waminton; Surya, Edy
Daya Matematis: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Vol 13, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jdm.v13i3.78571

Abstract

Students should be able to answer real-life math problems; therefore, mathematical problem-solving is crucial. Math problem-solving is improved by computer media. Educational media that meets students' needs motivates and inspires them, enhancing learning outcomes. Students' quantitative problem-solving skills will improve math learning results. Scratch is a computer-based learning tool that improves learning. The goal of this research is to use Scratch as a learning medium to improve students' mathematical problem-solving skills and motivation to learn mathematics. SMP Negeri 2 Kota Tebing Tinggi 7th graders completed this investigation in 2024/2025. This development research produced a valid, practical, and successful drill-and-practice-based visual learning medium to improve students' problem-solving and learning motivation. Media validity averaged 3.40, material validity 3.60, and linguistic validity 3.79. Teacher questionnaire scores averaged 3.67, while student questionnaire scores averaged 3.13 in the "Interested" category. The average learning implementation score rose to 3.25 in the second trial. Improved mathematical problem-solving and motivation were "moderate."