Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM

MANAJEMEN PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN OLEH PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA Rares, Joyce Jacinta
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang manajemen pengelolaan kawasan Taman Nasional Bunaken. Alasan utama dilaksanakannya penelitian ini, yaitu terus terjadinya penurunan kualitas kawasan (habitat bawah laut), rendahnya tingkat kunjungan wisatawan (terutama mancanegara) yang berdampak pada rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah dari sektor ini, serta belum baiknya kebersihan kawasan ini. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan tidak berjalannnya seluruh aspek manajemen (planning, organizing, actuating, dan controlling) karena bersumber dari kesalahan pada bentuk struktur (the bodies) dari lembaga yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di tahun 2000, untuk mengelola kawasan ini. Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken sebagai lembaga yang dibentuk untuk mengelola kawasan ini, hanya merupakan lembaga yang sifatnya koordinatif dan bukan pelaksana utama pengelola kawasan Taman Nasional Bunaken. Tugasnya hanya mengkoordinasikan segenap kebijakan dan program yang dibuat oleh instansi terkait. Juga, lembaga ini tidak memiliki kewenangan untuk memberikan punishment jika instansi terkait tidak melaksanakan programnya. Dengan keberadaannya yang demikian, maka instansi terkait tidak merasa berkewajiban untuk memberikan laporan kepada lembaga ini. Sumber masalah lainnya adalah “kecemburuan” instansi terkait terhadap keberadaan lembaga ini, serta adanya “egoisme” kelembagaan. Dari penelitian ini, direkomendasikan bahwa Dewan Pengelola Taman Nasional Bunaken masih perlu dipertahankan, tetapi dengan struktur dan kewenangan yang berbeda. Pengelolaan Kawasan Taman Nasional Bunaken diserahkan sepenuhnya kepada Lembaga ini, dengan cara menempatkan secara permanen tenaga ahli dari masing-masing instansi terkait pada lembaga ini. Selanjutnya, kewenangan instansi terkait lainnya terhadap kawasan Bunaken dihapus dan hanya menangani hal-hal yang bersifat eksternal.
EVALUASI DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN POLITIK BORDER CROSSING AGREEMENT PADA MASYARAKAT PERBATASAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD PROVINSI SULAWESI UTARA (Studi Dalam Rangka Rekomendasi Revisi Kebijakan Pengaturan Pelintas Batas Indonesia – Philipina) Mamentu, Michael; Rares, Joyce Jacinta
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 1975, pemerintah Indonesia dan Philipina menandatangani Border Crossing Agreement untuk mengatur hubungan lintas batas penduduk Pada dasarnya ada 3 hal yang diatur yaitu : Visit of Relatives, Religious worship, Pleasure. Kenyataannya kemudian, aktivitas lintas batas antara penduduk dua negara ini, sudah jauh bergeser dari kesepakatan yang tertuang dalam BCA. Hasil penelitian membuktikan asumsi yang diajukan bahwa hubungan lintas Batas sudah “keluar” dari isi Border Crossing Agreement antara Indonesia – Philippina. Dari penelitian juga ditemukan bahwa sentra perdagangan ternyata adalah di Pulau Marore. Sementara Pulau Miangas adalah tempat transit perdagangan. Dari evaluasi dengan menggunakan teori analisis dampak silang dari Dunn (1990) ditemukan bahwa : 1. Dampak sosial. Nilai-nilai budaya lokal tidak terdeterminasi oleh intensitas hubungan antara dua penduduk. Dampak sosial yang menonjol adalah hanya pada pilihan-pilihan penggunaan kebutuhan primer yang lebih banyak menggunakan produk-produk Phillipina, yang disebabkan empat faktor, yaitu soal harga yang lebih murah, biaya, jarak dan kualitas. 2. Dampak Ekonomi. Pengamatan lapangan memperlihatkan, transaksi jual beli lebih banyak memberikan keuntungan pada pihak penduduk Phillipina Selatan. Meskipun memberikan keuntungan bagi nelayan lokal, hasil tangkapan ikan yang dibawa ke General Santos dan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sentra-sentra perdagangan di Talaud dan ternyata juga di kepulauan Sangihe, lebih banyak memasarkan produk-produk jadi dari Phillipina. Sementara barang-barang jadi yang dijual ke Phillipina adalah barang-barang kebutuhan primer yang bukan produk lokal (Talaud dan juga Sangihe) 3. Dampak Politik.Untuk Kepentingan mendapatkan dana dari Pusat, maka perdagangan perbatasan yang lebih menguntungkan ketimbang perdagangan ke “dalam”, ketertinggalan pembangunan infrastruktur dibandingkan daerah-daerah lain di Indonesia, menjadi “andalan” beberapa aktor politik lokal untuk mengangkat isu melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa Border Crossing Agreement sudah urgen untuk segera di update oleh karena sudah tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Saran dari penelitian ini adalah BCA harus diikuti dengan MOU yang lebih teknis yang juga meliputi pengaturan perdagangan perbatasan._____________________________________________________________________________Kata kunci: Evaluasi Dampak, Border Crossing Agreement, illegal trading, simplikasikebijakan.
Co-Authors Afny Tatulus, Afny Agnes Hardianti Denje, Agnes Hardianti AGUS, DIAH SULISTIAWATI Agustinus Pati Alden Laloma Alwein Majampoh, Alwein AMINUDIN, FAZRIANI AMIR, ANNISA Angel Gloria Mokorowu ANGELINE WEALTHY PATRICIA PANGEMANAN ANGKOW, FINKEN Areros, Weliam Agustinus Arie Junus Rorong ARIE RORONG Ayu Andriani, Ni Made BONDE, FAISAL Burhan Niode Burhanuddin Kiyai Chatrinne Soputan Christin Dessy Sahudege Christin Novita Lenak, Christin Novita Daud Liando, Daud Devyand Odu, Devyand Deysi Livy Natalia Tampongangoy Deysi Tampongangoy Dian Dendaluhe DIONIKI, FEBRINA Djefry Lumi, Djefry DOROHUNGI, WELHEMUS Dyna Maryanti Tahupiah, Dyna Maryanti ERARI, ABERT NIKOLAS Ering, Aurelia C. FALAH, RIZAL FAUZAN NURUL Fari Manoppo, Fari FATMAWATI, DIANA Femmy Nurul Akbar Femmy Tasik, Femmy FEMMY TULUSAN FLORENCE DAICY LENGKONG GALANGBULAENG, VERAWATI OLIVIA GEILORNA Gideon Gabriel Lumempow Grace Waleleng Gustaf Budi Tampi Hasan, Febriyanti Helly Kolondam Hetmy Wowor, Hetmy Jantje Mandey Jericho Pombengi Jhonny Hanny Posumah, Jhonny Hanny JOHNNY HANNY POSUMAH Johnny Posumah Johns A. Ch Oroh, Johns A. Ch JOORIE MARHAEN RURU JOORIE RURU KELES, JULITA LINDA KIYAI, SYAHRIZAL KOBANDAHA, YUSTIKA KOGOYA, MARDI KOKODJU, HAPSA MUTIAH KOTANGON, FRICILIA Kristina Hohakay, Kristina LABAKA, TRIO YATNO LALOMPOH, SOLEMAN LANGINGI, FEBRIAN LENGKONG, FLORENCE LIANDO, ROI LOMBOAN, MEISY Londa, Very Yohanis LUBYS, MIRNANDA APRILIA AMIR MA’RUF, FEISAL Maervilli Sumual, Maervilli Mamuaya, Sandy Kristian MANANEKE, TRIO Mangkuto, Rouldy R MANITIK, ROLANDO MANZANARIS, MARSEKALDO RIVALDO Martha Ogotan Masje Pangkey MAWUNTU, PRICILIA Mery Krismas Siagian, Mery Krismas Michael Mamentu, Michael MISAH, MEILANY MONINTJA, YEREMIA Muhammad Aldino Mokoginta, Muhammad Aldino NAINGGOLAN, GRACE NAJOAN, MONALISA Natasya Imanuela Memah NGETJE, HERTO Novva Plangiten NOVVA PLANGITEN PALAR, NOVIE PAPUTUNGAN, RIKSAN PAPUTUNGAN, ROSITA APRILIA Patar Rumapea PITERADJA, ANGGI CHRISYE Purwanto Purwanto PUSIDA, ALAN RAHEL TUMEWU RAMPENGAN, JUAN ANTONIO Regita Agatha Valencia Rumagit Reinaldi Gisberd Sasundame Reyne Ivone Radangkilat RIMBING, FALENTINO FHEGZAL RORONG, FIFIE RULLY MAMBO Rully Mambo Rully Mambo Rully Mambo RUMIMPUNU, SOFANY RUSSO Runtukahu, Gladys Rusli Isa RYCKI IMANUEL YOSEPH KANSIL Salmin Dengo Salmin Dengo Salmin Dengo SALOMO, PARLUHUTAN SAMAU, FERRY SANI, TITUS SAPUTRA, SUEB Saragih, Eli Kristian Sefti Sari Ime Seila Gumolung SINENGKEIAN, ANJEYNI SITORUS, GABRIELLA KRISTIANY Stefanus Sampe, Stefanus Stefi Maria Sumarauw, Stefi Maria STEVI SRIANI KAKESING Sulma Umamit, Sulma TAHRIN, NOVALIA TAMPI, GUSTAAF BUDI TEMPONGBUKA, ALPIANUS TENDA, PINGKAN TEWU, NEISSY TIMOTHY FEDEREVO MAMBU TOAD, VICKY SWITLY Toar Willem Ransun Trisno Mais, Trisno Tumundo, Oktofianus W. Ch. Vanesa Tesalonika Pratasik VERY LONDA Waleleng, Grace Jane WARDANA, ALYA FAUZIAH Waworundeng, Welly ., Welly Pesoth, Welly Welson Yapi Rompas Widadari, Krisya Wilson Rompas, Wilson Yolemal Djumati, Ninggimus