Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Application of Sustainable Agricultural Technology to Increase Productivity and Food Security Rasyid, Harun; Mumpuni Ningsih, Gumoyo
Journal of World Science Vol. 3 No. 4 (2024): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v3i4.594

Abstract

Food security is an important global issue to overcome. The increasing world population and climate change bring new challenges to ensuring the availability of sufficient and nutritious Food. Sustainable agriculture offers solutions to increase productivity and Food security while preserving the environment. This research aims to evaluate the effectiveness and impact of implementing sustainable agricultural technology in increasing agricultural productivity and food security in an area or community. This study used qualitative research methods. The data collection technique in this research is a literature study. The data that has been collected is then analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The research results show that sustainable agricultural technology can increase productivity and Food security. Farmers who apply sustainable agricultural technology generally produce higher yields and are more resistant to pests and disease. However, its implementation still needs challenges, such as limited access to technology and knowledge, high costs, and lack of policy support.
RELASI TOKOH MASYARAKAT DAN LEMBAGA NEGARA DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN USIA DINI PASCA UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 Kamarusdiana, Kamarusdiana; Rasyid, Harun; Ilahi, M. Ridho; Shomad, Bisri Abd
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(1), 2024
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i1.41232

Abstract

Abstract. The public's understanding of the legal provisions regarding the minimum marriage age remains varied, with many still holding limited knowledge. Some communities continue to follow norms and traditions that allow marriage at a younger age, leading to conflicts with existing legal frameworks. This study aims to assess the public's knowledge of early marriage age limits and analyze the efforts made by religious and community leaders, along with government institutions, in preventing early marriages in the Thousand Islands. The research utilizes a qualitative method, drawing data from literature reviews and interviews with community figures and local government representatives. The results indicate that religious leaders play a crucial role by providing education through Friday sermons and lectures, while community leaders emphasize the importance of delaying marriage until a more mature age through socialization programs. On the government side, policies are implemented based on Law No. 16 of 2019, which raises the minimum marriage age. The findings underscore the significance of collaboration between community leaders and government institutions in overcoming cultural challenges and promoting legal awareness. The implications of this study suggest that a more integrated approach involving continuous public education and policy enforcement is essential to further reduce early marriage cases. Abstrak. Pemahaman masyarakat terkait ketentuan hukum mengenai usia minimum pernikahan masih bervariasi, dengan banyak yang masih memiliki pengetahuan terbatas. Beberapa komunitas masih mengikuti norma dan tradisi yang memperbolehkan pernikahan di usia yang lebih muda, sehingga menyebabkan konflik dengan kerangka hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengetahuan masyarakat tentang batas usia pernikahan dini dan menganalisis upaya yang dilakukan oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga pemerintah dalam mencegah pernikahan dini di Kepulauan Seribu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data dari tinjauan literatur dan wawancara dengan tokoh masyarakat serta perwakilan pemerintah setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama memainkan peran penting melalui edukasi dalam khutbah Jumat dan ceramah, sementara tokoh masyarakat menekankan pentingnya menunda pernikahan hingga usia yang lebih matang melalui program sosialisasi. Dari sisi pemerintah, kebijakan diterapkan berdasarkan Undang-Undang No. 16 Tahun 2019 yang menaikkan usia minimum untuk menikah. Temuan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh masyarakat dan lembaga pemerintah dalam mengatasi tantangan budaya dan meningkatkan kesadaran hukum. Implikasi penelitian ini menyarankan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan edukasi masyarakat yang berkelanjutan dan penegakan kebijakan yang lebih kuat untuk mengurangi kasus pernikahan dini. 
Dampak Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Keterampilan Sosial Anak: The Impact of Parents' Socio-Economic Status on Children's Social Skills Atika, Aisyah Nur; Rasyid, Harun
Pedagogia : Jurnal Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2018): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/pedagogia.v7i2.1601

Abstract

This research was conducted with the aim to analyze regression the influence of parental socioeconomic status on the social skills of 5-6 year olds in Malang Regency. This research was carried out in Kindergaten Karangploso District, Malang Regency. The time of the study was from March to April 2018. The data collection used Harry King's Nomograph method in determining the sample of the population. The total population of 645 with the standard error 5% with a multiplier factor of 1.195. The sample number was 200.1 rounded to 200 samples of the Harry King Nomograph method. Data analysis used the IBM SPSS 20 program. Based on the results of the study it was found there was a significant and positive influence on the parental socioeconomic status on the social skills of children aged 5-6 years in Malang Regency. The better and the higher of the parental socio-economic status, the higher the child's social skills. The implications of research results indicate that the parental socio-economic status can support children's development, so this can be used as a guide for parents to be able to give attention to their children both to the parents of low, middle and high. Governments, communities, teachers, and parents to collaborate and to encourage the spirit to the children.
Multicultural Education in Islamic Boarding School Rasyid, Harun; Abd.Shomad, Ahmad Bisyri; Hidayatulloh, Hidayatulloh; Kamarusdiana, Kamarusdiana; Yakin, Syamsul
TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society TARBIYA: JOURNAL OF EDUCATION IN MUSLIM SOCIETY | VOL. 9 NO. 1 2022
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/tjems.v9i1.29071

Abstract

AbstractMulticultural education is crucial in the socio-multicultural atmosphere. Multicultural education encourages students to respect those whose beliefs differ from their own—living in a diverse group of people with the principle that differences are a gift. The method used in this research is qualitative by focusing the design on source triangulation, which analyzes the references from the Qur’an and scholars’ and experts’ ijtima’. This study explored the model of multicultural education practiced by Al-Asyriah Nurul Iman Islamic boarding school in Bogor; It involved stakeholders from students, teachers, and other academic communities. The socio-multicultural values that exist, including ta’aruf, tawasuth, tasamuh, ta’awun, tawazun, peace, and religious freedom, are the foundation of the pesantren education model at the educational institution Bogor. Understanding socio-multiculturalism brings peace and reduces the possibility of social discrimination, violence, and injustice caused mainly by cultural differences in religion, race, ethnicity, language, gender, age, and social strata. AbstrakPendidikan multikultural sangat penting dalam atmosfir sosio-multikultural. Pendidikan multikultural mendorong siswa untuk menghormati mereka yang keyakinannya berbeda dari mereka sendiri—hidup dalam kelompok orang yang beragam dengan prinsip bahwa perbedaan adalah anugerah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan memfokuskan desain pada triangulasi sumber, yaitu menganalisis referensi dari para ulama dan ahli dari al-Qur’an dan ijtima’. Penelitian ini mengeksplorasi model pendidikan multikultural yang dipraktikkan pesantren Al-Asyriah Nurul Iman Islamicdi Bogor; Melibatkan pemangku kepentingan dari siswa, guru, dan civitas akademika lainnya. Nilai-nilai sosial multikultural yang ada, antara lain ta’aruf, tawasuth, tasamuh, ta’awun, tawazun, damai, dan kebebasan beragama, menjadi landasan model pendidikan pesantren di lembaga pendidikan Bogor. Pemahaman sosio-multikulturalisme membawa perdamaian dan mengurangi kemungkinan diskriminasi sosial, kekerasan, dan ketidakadilan yang disebabkan terutama oleh perbedaan budaya, agama, ras, suku, bahasa, jenis kelamin, usia, dan strata sosial.How to Cite: Rasyid, H, Shomad, A. B. A., Hidayatulloh, Kamarusdiana, Yakin, S. (2022). Multicultural Education in Islamic Boarding School. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 9(2), 77-92. doi:10.15408/tjems.v9i1. 29071. 
Inovasi Teknologi dalam Peningkatan Produktivitas dan Keberlanjutan Agribisnis: Analisis Penerapan Sistem Hidroponik di Sektor Pertanian Tangkesalu, Dance; Rasyid, Harun; Setianti, Yanti; Santoso, Agus; Safruddin, Safruddin
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi teknologi memiliki peran krusial dalam mengoptimalkan produktivitas dan keberlanjutan agribisnis. Artikel ini menganalisis penerapan sistem hidroponik sebagai inovasi terkini di sektor pertanian dan dampaknya terhadap produktivitas serta keberlanjutan agribisnis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis untuk menggambarkan implementasi sistem hidroponik dalam berbagai konteks pertanian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sistem hidroponik memberikan solusi terkini dalam mengatasi keterbatasan lahan dan pemakaian air yang meningkat. Produktivitas tanaman meningkat secara signifikan melalui pengaturan lingkungan yang terkendali, pemantauan nutrisi yang akurat, dan penggunaan teknologi sensor yang terintegrasi. Selain itu, implementasi sistem hidroponik juga membuka peluang baru untuk diversifikasi tanaman dan pengembangan agribisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan dan keberlanjutan penerapan sistem hidroponik, seperti faktor ekonomi, sosial, dan kebijakan. Keberlanjutan agribisnis dipertahankan melalui pengembangan model bisnis yang berbasis pada teknologi dan integrasi sistem hidroponik dalam skema pertanian yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini mencakup pandangan mendalam mengenai potensi dan hambatan penerapan sistem hidroponik, memberikan dasar bagi pemangku kepentingan untuk mengembangkan strategi yang mendukung pertumbuhan agribisnis yang berkelanjutan di masa depan.
Mengoptimalkan pengetahuan tim pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) dalam produksi kue tradisional di era modern: studi kasus di Malang Ningsih, Gumoyo Mumpuni; Rasyid, Harun
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 2 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243838

Abstract

The traditional cake business is very promising. Processing raw materials into semi-finished or partially finished goods produces products with high market value. Therefore, this study presents the results of counseling aimed at improving the knowledge of PKK mothers regarding traditional cake production. The purpose of this research is to optimalize the knowledge of mothers about the making of traditional cakes, production management, financial management, and marketing management. The research used descriptive qualitative analyses approach which was conducted in PKK RT 03/RW 02, Tlogo Mas Village, Lowok Waru Subdistrict, Malang City. The study lasted for 8 months. The population in this study was PKK mothers from RT 03/RW 02 in Tlogo Mas Village, Malang. Sampling was done through census (total sampling) with a sample size of 36 people. The data source used was primary data, namely the results of counseling and interviews with PKK mothers. The research results show that PKK mothers have good knowledge in the production of traditional cakes and are interested in running the business after receiving counseling. They have started implementing marketing management by organizing cake production according to market demand and learning to manage finances by recording production costs. However, there are still shortcomings in calculating labor and transportation costs. Nevertheless, these steps contribute positively to increasing family income and business development in the future.
Automated Vertical Farming System in Urban Areas: an Urban Farming Solution for Future Food Security Ningsih, Gumoyo Mumpuni; Rasyid, Harun; Ningsih, Natali; Pujotomo, Darminto; Suseno, Gijanto Purbo
International Journal of Social Service and Research Vol. 5 No. 8 (2025): International Journal of Social Service and Research
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v5i8.1301

Abstract

Population growth in urban areas has resulted in a decrease in agricultural land and an increase in food dependence from outside the region. This poses a risk to the city's food security. This study aims to analyze the effect of the implementation of automation-based vertical farming systems on improving the food security of urban communities. The research was conducted in a quantitative descriptive manner with a survey approach on 100 respondents of urban farming households in Jakarta. Data were collected through questionnaires and analyzed using simple linear regression to measure the relationship between the use of automation technology (X) and food security levels (Y). The results of the study show that automatic vertical farming systems have a positive and significant influence on household food security, especially in the aspect of food supply availability and sustainability. These findings strengthen the argument that technology-based urban farming is the future solution for big cities in maintaining food security in a sustainable manner. Therefore, the integration of technology in the urban agricultural system needs to be expanded and supported through public policies.
PEMBUATAN KUE BERBAHAN DASAR KENTANG DI MADRATSAH ALIYAH I MUHAMMADIYAH MALANG Rasyid, Harun; Ningsih, Gumoyo Mumpuni
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24741

Abstract

Pengabdian masyarakat yang berjudul Pembuatan Kue Berbahan dasar kentang pada murid murid di MA Muahmmadiyah I Malang, sangat diharapkan oleh pihak sekolah MA Muhammadiyah I Malang karena materi tersebut sangat relevan dengan mata pelajaran kewirausahaan di sekolah tersebut yaitu khusunya tentang materi bab makanan Internasional. Pengabdian dilakukan di sekolah Madratsah Aliyah (MA) I Muhammadiyah Malang. Jenis pengabdiannya yaitu kategori pengabdian pada Badan Umal usaha Muhammadiyah . Pengabdian ini dilakukan selama 6 bulan dengan cara dilakukan pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan kue berbahan dasr kentang. Adapun keberhasilan pengabdian ini bisa dilihat dari tingkat kehadiran, Tingkat pengetahuan tentang pembuatan kue berbahan dasar kentang secara individu maupun kelompok.. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Pengabdian berjalan dengan sangatt lancar. Tingkat kehadiran 100% dari total murid di kelas tersebut. Para murid pria maupun wanita semua sangat antusias dan semangat mengikuti penyuluhan pelatihan pembuatan kue berbahan dasar kentang , dan mereka semangat dan bahagia mempraktekkan pembuatan kue tersebut. Dampak positif adanya pelatihan pembuatan kue berbahan dasar kentang yaitu pengetahuan dan ketrampilan meningkat, dan juga adanya keinginan menjadi wirausaha baru sehingga pendapatan keluarga jadi meningkat. Pengabdian di MA Muhammadiyah I Malang ini atas permintaan dari sekolah MA I Muhammadiyah, karena mereka ingin membekali muridnya untuk bekal hidupnya untuk berwirausaha terutama bagi bekal murid yang tidak ada rencana untuk melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi. Luaran pengabdian berupa publikasi ilmiah di jurnal terakreditasi SINTA.
PERANAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS IX SMP CANDRA JAYA JAKARTA Ahirrudin, Ahirrudin; Rasyid, Harun; Maulida, Rizka
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis peran guru bimbingan dan konseling (BK) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Candra Jaya Jakarta. Melalui pendekatan kualitatif dan wawancara mendalam dengan guru BK, siswa, dan orang tua siswa, penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi dan praktik yang digunakan guru BK untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru BK memainkan peran kunci dalam mengenali potensi dan kebutuhan individual siswa, memberikan konseling personal, dan mengembangkan rencana karir yang relevan. Selain itu, guru BK juga aktif dalam mengelola stres dan tekanan belajar siswa, mengadakan program motivasi, melibatkan orang tua, dan merekomendasikan metode pembelajaran yang menarik. Dengan implementasi peran mereka secara efektif, guru BK diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas IX di SMP Candra Jaya Jakarta, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan akademis dan personal siswa.
Kurikulum holistik integratif berbasis permainan tradisional pada PAUD di Yogyakarta Pramudyani, Avanti Vera Risty; Kurniawan, M. Ragil; Rasyid, Harun; Sujarwo, dan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2017): September-November
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.153 KB) | DOI: 10.21831/jpipfip.v10i2.17910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kurikulum holistik integratif yang dikembangkan pada PAUD. Kurikulum holistik integratif yang diterapkan di PAUD lebih bermakna apabila lingkungan sekitar anak yang dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan. Permainan tradisional sebagai salah satu kearifan lokal dapat menjadi dasar pengembangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan deskriptif jenis surveI. Penelitian ini melibatkan pendidik PAUD yang tersebar di tiga kabupaten yaitu Bantul, Sleman, dan Gunung Kidul. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif menggunakan rerata, median, modus, persentase, dan pengelompakan berdasarkan interval data. Hasil penelitian diperoleh bahwa 94% lembaga PAUD di tiga wilayah tersebut belum mengembangkan holistik integratif. Sedangkan 65% responden menggunakan permainan tradisional di luar pembelajaran dengan jenis permianan yang paling sering digunakan yaitu, Petak Umpet, Cublak-cublak suweng, Jamuran, dan Jaranan.