Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Model Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas 1 SD Negeri 2 Banyumudal Wonosobo Darmawan, Sigit; Bagiya, Bagiya; Ratnaningsih, Arum
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i1.5595

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas ini untuk mengetahui peningkatan sikap siswa dalam pembelajaran serta hasil membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 2 Banyumudal Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini didesain dalam dua siklus. Prosedur dalam setiap siklus mencakup tahap-tahap: perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun ajaran 2022/ 2023 dalam dua siklus setiap siklus ada 2 pertemuan. Subjek penelitian ini siswa kelas I SD Negeri 2 Banyumudal yang berjumlah 10 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan sikap siswa dalam pembelajaran dan kemampuan membaca permulan siswa kelas I SD Negeri 2 Banyumudal. Hal tersebut dibuktikan dengan data yang diperoleh melalui observasi dan tes. Observasi yang telah dilakukan, menunjukkan hasil yang baik, hal ini terbukti dari peningkatan presentase pada prasiklus dan tiap siklusya. Pada tahap prasiklus hasil sikap siswa, presentasenya sebesar 54,64%, siklus I naik menjadi 73,43%, dan siklus II naik lagi menjadi 84,06%. Hal tersebut dapat diartikan, bahwa melalui observasi, sikap siswa dalam pembelajaran kelas I sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 80% dan dikategorikan baik. Berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan juga meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa, dari presentase prasiklus 10%  siswa tuntas KKM, pada siklus 1 naik dengan presentase 50%. Siklus II naik dengan presentase 90 %. Berdasarkan ketercapaian kompetensi yang dihasilkan dengan persentase 90% siswa berkategori tuntas, melebihi indikator keberhasilan dengan pencapaian kompetensi kelas mencapai lebih dari 75%.
Inovasi Instrumen Penilaian Menggunakan Aplikasi Kahoot di Masa Pandemi Covid-19: Tema 6 Subtema 1 Suhu Dan Kalor Kelas V Di Sekolah Dasar Negeri Loning Widodo, Slamet; Supriyono, Supriyono; Ratnaningsih, Arum
Edusia: Jurnal Ilmiah Pendidikan Asia Vol. 1 No. 1 (2021): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Perkumpulan Alumni dan Santri Mahyajatul Qurro’

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.919 KB) | DOI: 10.53754/edusia.v1i1.62

Abstract

The assessment using Kahoot is a measuring tool to assess the extent to which the learning process is conveyed to students. Based on the interview result with teachers during the COVID-19 pandemic, teachers still use conventional methods in paper tests (paper). Therefore, an assessment instrument is needed that makes it more accessible for teachers to assess students during the COVID-19 pandemic. With the development of technology in education, the researcher develops instruments using Kahoot on the theme 6-subtheme 1 about temperature and heat for the fifth grade of elementary school. This development research aims to produce products in the form of instrument, suitability, and practicality of assessment instrument using Kahoot on theme 6-subtheme 1 about temperature and heat for the fifth grade of elementary school, to know assessment instrument using Kahoot and practicality. This was development research (R&D) with a 4D model consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The developed assessment instrument was tested to 6 students for the limited test and 13 students for the comprehensive test in the fifth grade of SD N Long. Techniques of collecting data were interviews, student response questionnaires, and documentation. While the data research instruments used were material expert validation sheets, media expert validation sheets, expert validation sheets, practitioners, and student response questionnaires. The results are in an assessment instrument using Kahoot on theme 6-subtheme 1 about temperature and heat. The validation results on aspects of presentation, feasibility, language, application and graphics get an average of 3.52 with a percentage of 84.12%, including the appropriate category. Student responses to the assessment using Kahoot in the limited trial get a proportion of 73.3% with practical criteria, and in the broad trial, it gets 85.6% with efficient criteria. Therefore, the assessment instrument using Kahoot on theme 6-subtheme one about temperature and is feasible and practical to use in assessments in elementary schools.
Penerapan Model Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Bangun Datar Kelas IV SDN 1 Kaligintung Novianti, Ani; Pangestika, Rintis Rizkia; Ratnaningsih, Arum
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 3 (Juli 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i3.3766

Abstract

Penelitian ini bertujuan, 1. Meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi bangun datar melalui model pembelajaran talking stick di kelas IV SDN 1 Kaligintung. 2. Meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi bangun datar melalui model pembelajaran talking stick di kelas IV SDN 1 Kaligintung. Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan Kelas. Penelitian dilaksanakan pada semester II tahun ajar 2022/2023 dalam dua siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 1 Kaligintung berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes, catatan lapangan, dokumentasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan lembar  keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi keaktifan siswa, lembar wawancara, soal tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Pada hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri I Kaligintung yaitu pada tahapan pra Siklus keaktifan siswa hanya mendapatkan 42%. Pada siklus I mendapatkan persentase keaktifan 70%, sedangkan pada siklus II keaktifan siswa sebesar 95%. Selanjutnya untuk hasil belajar pada tahapan pra siklus diperoleh 24%, pada siklus I yaitu 48% dan pada siklus II diperoleh sebesar 80%. Selanjutnya keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I diperoleh 75% dan pada siklus II sebesar 89%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada pembelajaran Matematika materi bangun datar dengan menggunakan model talking stick dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa di SD Negeri 1 Kaligintung.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI BERBASIS DISCOVERY LEARNING PADA KELAS V TEMA LINGKUNGAN SAHABAT KITA Fikriyah, Azimatul; Ratnaningsih, Arum; Suyoto, Suyoto
Journal on Teacher Education Vol. 6 No. 1 (2024): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v6i1.33380

Abstract

Media pembelajaran video animasi dikembangkan menggunakan metode penelitian pengembangan ADDIE. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas V SD Negeri Borowetan dengan jumlah 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian pengembangan media Video Animasi Berbasis Discovery Learning pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita Kelas V SD Negeri Borowetan (1) produk pengembangan berupa media pembelajaran video animasi berbasis discovery learning pada Tema 8 Lingkungan Sahabat Kita, (2) kevalidan media pembelajaran dengan menggunakan validasi ahli materi, ahli media, dan praktisi. Hasil percentage aggrement validasi ahli materi mendapat 97,92%, sedangkan ahli media memperoleh PA 97,22%, dan praktisi memperoleh PA sebesar 86,36%. Hasil ketiga validasi tersebut sangat valid. (3) Hasil kepraktisan media dilakukan dengan mengisi angket respon peserta didik. Angket respon dilaksanakan dengan uji terbatas dan uji luas. Hasil respon peserta didik uji terbatas mendapatkan persentase 86,90% dengan kategori sangat praktis, sedangkan respon peserta didik pada uji luas mendapatkan persentase 93,25% dengan kriteria sangat praktis, (4) adapun keefektifan media video animasi dilakukan dengan pretest dan postest. Pretest sebelum penggunaan media memperoleh hasil 68,18, dengan kriteria cukup efektif. Sedangkan hasil postest setelah menggunakan media memperoleh rata-rata sebesar 87,04 dengan kategori sangat efektif. Kata kunci: discovery learning, media, video animasi
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN MEDIA INTERAKTIF WORDWALL PADA KELAS II SD NEGERI KEMBANGKUNING Anggraeni, Dwi Astri; Widiastuti, Leni; Ratnaningsih, Arum
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i1.5021

Abstract

Keberhasilan dalam pembelajaran harus diawali dengan kemampuan membaca yang baik. Murid yang memiliki kemampuan membaca yang baik akan mampu memahami serta menguasai materi yang disampaikan oleh guru. Untuk meningkatkan kemampuan membaca harus dilakukan di kelas rendah dengan menggunakan media yang interaktif seperti media wordwall. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan membaca melalui media interaktif wordwall pada kelas II SD negeri Kembangkuning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart melalui 4 tahap yaitu merencanakan, bertindak, mengamati, dan merefleksikan. Teknik pengumpulan data melalui metode angket, tes, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini dilakukan melalui 2 siklus. Hasil presentase keberhasilan pada siklus 1 sebesar 33,3%, pada siklus II presentase keberhasilan pembelajaran sebesar 66,6% sehingga presentase keberhasilan tercapai pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca murid.
Pemberdayaan Kelompok Guru Sekolah Dasar Dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Numerasi Siswa Melalui NICE (Nusantara Interactive E-Comic Berbasis Android) Saputro, Wahju Tjahjo; Ratnaningsih, Arum; Wibowo, Teguh; Purwoko, Riawan Yudi; Purwaningrum, Jayanti Putri
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 4 No 4 (2025): November
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v4i4.250

Abstract

Kemampuan numerasi merupakan bagian penting dari literasi dasar yang harus dimiliki siswa untuk menghadapi berbagai permasalahan kehidupan nyata. Namun, hasil asesmen nasional dan studi internasional seperti PISA menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu faktor penyebabnya adalah pendekatan pembelajaran yang belum kontekstual dan minim penggunaan media yang relevan dengan kehidupan siswa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok guru sekolah dasar dalam mengembangkan pembelajaran numerasi berbasis konteks budaya lokal melalui media NICE (Nusantara Interactive E-Comic Berbasis Android). Kegiatan dilaksanakan di SDN Sindurjan, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, selama enam bulan, dengan melibatkan 11 guru sebagai peserta. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan utama: observasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan penggunaan media NICE, pendampingan implementasi di kelas, serta evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun dan menerapkan pembelajaran numerasi kontekstual berbasis media digital dan etnomatematika. Siswa menunjukkan ketertarikan lebih tinggi terhadap materi numerasi, serta keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Pemberdayaan guru melalui pendekatan praktik langsung (learning by doing), penggunaan media berbasis budaya, dan pendampingan berkelanjutan terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Media NICE juga mendorong kolaborasi antar guru melalui komunitas belajar yang terbentuk selama kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa pembelajaran numerasi yang menyenangkan, kontekstual, dan relevan sangat mungkin diwujudkan melalui inovasi berbasis teknologi dan lokalitas.
Epistemological Perspective on Mathematical Thinking Patterns of Lower-Grade Elementary Students Pangestika, Rintis Rizkia; Ratnaningsih, Arum; Nurhidayati, Nurhidayati
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 6 No. 3 (2024): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v6i3.8200

Abstract

This study aims to analyze the mathematical thinking patterns of lower-grade elementary school students in solving numeracy problems from an epistemological perspective. The study employed a qualitative case study approach involving six third-grade students at SDN Purworejo, selected purposively based on variations in numeracy ability. Data were obtained from students’ numeracy problem-solving tasks, classroom observations, and semi-structured interviews, while secondary data were taken from school documents such as lesson plans and assessment records. The collected data were analyzed using thematic analysis following the Miles, Huberman, and Saldaña (2020) framework, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed three general patterns of mathematical thinking among students: intuitive, procedural, and emerging logical thinking. These findings indicate that most lower-grade students still rely on intuitive and procedural approaches, highlighting the need for learning strategies that promote conceptual understanding, multiple representations, and teacher scaffolding to strengthen early numeracy skills
Implementation of School-Based Management to Optimize Character Education in Primary School Nurhidayati, Nurhidayati; Anjarini, Titi; Ratnaningsih, Arum
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 6 No. 3 (2024): Geographical Coverage: Indonesia
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v6i3.8488

Abstract

This study aims to describe and explore the implementation of School-Based Management (SBM) in optimizing character education at the primary school level. The research explicitly examines how schools plan, implement, and evaluate character education programs within the SBM framework, and identifies the supporting and inhibiting factors that influence their effectiveness. A descriptive qualitative approach with a multi-site study design was employed, involving three primary schools in Purworejo Regency: SDN Purworejo 01, SDN Purworejo 03, and SDN Purworejo 05. The research sites were selected purposively based on the schools’ formal integration of character education into their School Development Plans (RKS). Data were collected through in-depth interviews with principals, teachers, and school committee members; classroom and school culture observations; and document analysis, including RKS documents, character education programs, and operational guidelines related to school management. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that SBM supports character education through school autonomy in designing student-oriented character programs, visionary principal leadership that promotes a positive school culture, teachers’ and school committees’ active participation in habituation activities, and the integration of character values into thematic learning. The study also identifies several inhibiting factors, including limited monitoring of character programs, inconsistent parental reinforcement, and teachers’ administrative workload. These results highlight the importance of strengthening SBM practices by enhancing leadership capacity, improving family involvement, and developing operational, measurable SOPs to support sustainable character education in primary schools.
ANALISIS KESULITAN SOAL CERITA BERDASARKAN TEORI NEWMAN PADA MATERI BILANGAN CACAH KELAS V SD NEGERI BLEKATUK PURWOREJO Muslih, Muhammad; Suyoto, Suyoto; Ratnaningsih, Arum
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11 No.1, Maret 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i1.43810

Abstract

This study aims to 1) Describe the difficulty of story problems based on Newman's theory of whole number material for grade V of SDN Blekatuk, 2) Know the factors that influence students to solve story problems based on Newman's theory of whole number material for grade V of SDN Blekatuk. This study uses a descriptive qualitative research method. The subjects of this study were 23 fifth grade students of Blekatuk State Elementary School and 5 students were taken according to high, medium and low difficulty. Data collection techniques were observation, interviews, documentation, and data recording cards. The research instrument used data recording cards, observations and interviews. The results of the study showed that: 1) students with high difficulty, subject 1, had not been able to understand the problem, transformation, process skills and writing answers. While students with subject 2 had not met the indicators of understanding the problem, students had difficulty performing process skills and writing answers. Students with moderate difficulty were two students, subjects 3 & 4 had not met the indicators of understanding the problem, students had difficulty performing process skills and writing answers. One student with low difficulty had not met the indicators of understanding the problem. 2) Internal and external factors influencing students' difficulties in solving word problems on whole numbers: internal factors, interest in learning mathematics, attitudes toward learning mathematics, and motivation to learn mathematics. External factors, learning methods and media, classroom atmosphere, and family environment.
PERAN POJOK BACA DALAM MENUMBUHKAN LITERASI DAN MINAT MEMBACA SISWA KELAS 2 SD NEGERI BANYUYOSO Andriyani, Fina; Ratnaningsih, Arum; Hapit Surya Putra, Barep
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.45938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan peran pojok baca dalam menumbuhkan literasi membaca siswa kelas 2 SD Negeri Banyuyoso, 2) Mendeskripsikan peran pojok baca dalam menumbuhkan minat membaca siswa kelas 2 SD Negeri Banyuyoso, 3) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan pojok baca di SD Negeri Banyuyoso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas 2 dan 10 siswa kelas 2. Teknik dan instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Analisis data melalui tahap pengumpulan data, resuksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pojok baca berperan dalam menumbuhkan literasi membaca siswa, dengan hasil menunjukkan 2 siswa dari 10 siswa masuk kategori mulai berkembang, 7 siswa masuk kategori berkembang sesuai harapan, dan 1 siswa masuk kategori sangat berkembang. 2) Pojok baca berperan dalam meningkatkan minat membaca siswa, dengan hasil menunjukkan 2 siswa dari 10 siswa masuk kategori mulai berkembang, 7 siswa masuk kategori berkembang sesuai harapan, dan 1 siswa masuk kategori sangat berkembang. 3) Faktor pendukung pemanfaatan pojok baca meliputi dukungan guru, antusiasme siswa, dan ketersediaan bahan bacaan buku pelajaran dan cerita bergambar. Faktor penghambat meliputi kurangnya kesadaran siswa dalam menjaga buku, penataan pojok baca belum maksimal, serta kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian, pojok baca dapat menjadi sarana yang efektif dalam menumbuhkan literasi dan minat membaca siswa sejak dini.