Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Hubungan Dukungan Sosial Keluarga, Mekanisme Koping dan Stigma Sosial dengan Kualitas Hidup Pasien TBC Rizki Ana Santi; Rusnoto Rusnoto; Ashri Maulida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1471

Abstract

  ABSTRAK Kualitas hidup pasien TBC dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terkait meliputi aspek fisik seperti usia, jenis kelamin, dan adanya kecacatan, aspek sosial ekonomi seperti tingkat pendidikan, status pekerjaan, status pernikahan, dan dukungan keluarga, serta aspek psikologis seperti mekanisme koping, masalah kesehatan mental (depresi, kecemasan, stres), dan stigma sosial. Penelitian ini bertujuan hubungan dukungan sosial keluarga, mekanisme koping dan stigma sosial dengan kualitas hidup pasien TBC di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan korerasional. Populasi pada penelitian ini pasien TB Paru bulan September 2025 di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus sebanyak 47 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling sehingga banyaknya sampel 47 orang. Instrumen pada penelitian antara lain Kuesioner dukungan social keluarga dengan validitas 0,582-0,788 dan reliabilitas 0,870, kuesioner mekanisme koping dengan nilai r 0,482-0,756 dan nilai reliabilitas 0,83, kuesioner stigma social dengan nilai r 0,52-0,79 dan reliabilitas 0,890, kuesioner kualitas hidup pasien TB Paru dengan nilai r 0,752-0,877 dan reliabilitas 0,734. Data di uji dengan uji statistik rank spearman. Ada hubungan dukungan sosial keluarga (0,000), mekanisme koping (0,002) dan stigma sosial (0,000) dengan kualitas hidup pasien TBC di Rumah Sakit Sarkies Aisyiyah Kudus.
HUBUNGAN POLA MAKAN, OBESITAS, DAN KECEMASAN DENGAN PENURUNAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS KALIWUNGU Syahid Fatah Cokropranoto; Sukesih Sukesih; Rusnoto Rusnoto; Indanah Indanah; Ashri Maulida Rahmawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3030

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian ke-6 di dunia, dengan prevalensi yang terus meningkat dan kondisi yang sangat bergantung pada kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan simultan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan penurunan kadar gula darah pada pasien DM di Puskesmas Kaliwungu tahun 2024, sebagai kebaruan dari penelitian sebelumnya yang sering berfokus pada satu faktor saja. Metode observasi dengan desain cross-sectional digunakan untuk mengidentifikasi korelasi antara variabel bebas dan terikat. Populasi penelitian adalah 80 pasien DM di Puskesmas Kaliwungu, dengan sampel sebanyak 67 orang yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian meliputi kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk pola makan, pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk obesitas, kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk kecemasan, dan alat glukometer untuk kadar gula darah sewaktu. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan, obesitas, dan kecemasan dengan kadar gula darah pasien DM, yang mengindikasikan bahwa pengelolaan ketiga faktor ini secara bersamaan penting untuk mengoptimalkan penurunan kadar gula darah. Peran perawat sangat penting dalam edukasi pola makan, manajemen berat badan, dan teknik relaksasi untuk meningkatkan kontrol gula darah pasien.
HUBUNGAN BEBAN KERJA, SHIF KERJA, KETERSEDIAN FASILITAS DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT Anis Lailatul Qudriyah; Rusnoto Rusnoto; Diana Tri Lestari
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2803

Abstract

Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur cuci tangan sangat penting dalam pencegahan infeksi. Studi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap kebersihan tangan berkisar antara 40% hingga 60% di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, shif kerja, ketersedian fasilitas terhadap kepatuhan cuci tangan perawat di Rumah Sakit Pku Muhammadiyah Mayong Jepara. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan purpossive sampel sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan menggunakan kuesioner. Kuesioner beban kerja diadopsi oleh Nursalam (2017). Untuk shift kerja sesuai UU No.13 Tahun 2003. Kuesioner ketersediaan fasilitas cuci tangan dan kepatuhan cuci tangan menggunakan surveilan Hais komite PPI. Kuesi. Analisa statistik yang digunakan yaitu uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja (0,038), sift kerja (0,043) dan ketersediaan fasilitas (0,040) dengan kepatuhan cuci tangan perawat di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Hasil pennelitian ini dapat  dijadikan bahan evaluasi bagi perawat dalam meningkatkan komitmen dalam menjaga kepatuhan cuci tangan. 
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, POLA MAKAN, DAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU DESA PLADEN Kartika Sari; Rusnoto Rusnoto; Sri Siska Mardiana
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 2 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i2.3165

Abstract

Hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah sistolik mencapai ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya sering tidak disadari, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara aktivitas fisik, pola makan, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Desa Pladen. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 58 lansia yang dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling dari total populasi 68 orang. Variabel independen adalah aktivitas fisik, pola makan, dan kualitas tidur, sedangkan variabel dependen adalah kejadian hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner aktivitas fisik (IPAQ), pola makan (FFQ), dan kualitas tidur (PSQI), serta pengukuran tekanan darah dengan tensiometer. Analisis dilakukan dengan metode uji korelasi spearman rank untuk membuka hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden lansia muda berusia 60-74 tahun (89,7%), berjenis kelamin perempuan (87,9%), tidak bekerja (43,1%), dan berpendidikan terakhir SD/sederajat (36,2%). Adanya hubungan antara kejadian hipertensi dengan aktivitas fisik (r=-0,693; p=0,001), pola makan (r=0,721; p=0,000), kualitas tidur (r=0,799; p=0,001). Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik, pola makan, dan kualitas tidur merupakan faktor-faktor penting yang berpengaruh terhadap derajat hipertensi pada lansia. Intervensi berbasis gaya hidup menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi pada kelompok usia lanjut.
Sosialisasi Pemanfaatan Asupan Protein Hewani sebagai Strategi Pencegahan Stunting di Desa Honggosoco Kabupaten Kudus Arief Adi Saputro; Arina Lis Sa’adah; Tafta Ghazi; Rusnoto Rusnoto; Septina Rahmawati; Sri Siska
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i2.13656

Abstract

Desa Honggososco Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Kudus yang masih didominasi oleh kaus stunting. Stunting merupakan gangguan tumbuh dan kembang anak yang salah satu penyebabnya adalah masalah kurang gizi kronis. Stunting yang telah terjadi apabila tidak diimbangi dengan cath-up growth (tumbuh kejar) akan berpotensi terhambatnya pertumbuhan motorik dan mental, rendahnya kemampuan belajar. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan sosialisasi tentang pencegahan stunting anak dengan asupan protein hewani. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pencegahan stunting anak ini dilaksanakan di Desa Honggososco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dengan mitra anggota Nasyiatul Aisyiah Desa Honggosoco. Kegiatan pengabdian ini melalui tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil setelah dilakukan sosialisasi masyarakat di Desa Honggosoco yaitu peserta mampu mampu memahami edukasi yang diberikan dengan baik sehinngga peserta mampu untuk menerapkan ilmu yang diperoleh
The Relationship Between The Implementation Of Standard Inpatient Care (Kris) And Service Quality On Patient Satisfaction At Raa Soewondo Pati Regional General Hospital Ingrid Novi Aryani Ingrid Novi Aryani; Rusnoto Rusnoto; Ahmad Farid
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 1 (2026): IJHET MAY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i1.798

Abstract

Improving equitable inpatient service quality remains a critical challenge in Indonesia following the implementation of the Standard Inpatient Care Class policy. This study examined the relationship between policy implementation, service quality dimensions, and patient satisfaction at RAA Soewondo Pati Regional Hospital. A quantitative cross-sectional design was employed involving 150 inpatients selected through simple random sampling from a population of 235 standard-class patients. Data were collected using a structured SERVQUAL questionnaire covering reliability, responsiveness, assurance, empathy, tangibles, and overall satisfaction. Descriptive statistics, Chi-square tests, and Spearman rank correlation were applied. Results showed that most respondents rated service quality positively: reliability (90.0%), responsiveness (91.3%), assurance (80.7%), empathy (85.3%), and tangibles (79.3%). Overall, 87.3% of patients reported satisfaction. Chi-square analysis indicated that only age was significantly associated with satisfaction (p < 0.001). Spearman analysis confirmed a positive correlation between age and satisfaction (rs = 0.233; p = 0.004) and between tangibles and satisfaction (rs = 0.201; p = 0.014). Reliability, responsiveness, assurance, empathy, and gender were not significantly related to satisfaction (p > 0.05). The findings suggest that the policy has effectively improved structural and physical aspects of care, while interpersonal service dimensions remain relatively uniform. Hospitals should prioritize facility enhancement alongside communication and empathy training to further improve patient satisfaction.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS, POLA MAKAN, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SIDOMULYO Rika Barotut Taqiyah; Rusnoto Rusnoto; Diana Tri Lestari
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1823

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a chronic medical condition characterized by elevated arterial blood pressure. Understanding the factors influencing the development of hypertension in the elderly is crucial for identifying and developing better prevention and management strategies. Factors requiring further research include obesity, diet, and physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship between obesity, diet, and physical activity with hypertension levels in the elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu). The research method used correlational analysis with a cross-sectional design approach. The population in this study was 40 elderly residents of the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu Sidomulyo), and the research sample was 36 respondents. The sampling technique used by researchers in this study is a Purposive Sampling technique. The inclusion criteria in this study are: active elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post and willing to fill out the questionnaire completely. The exclusion criteria in this study are: elderly who are no longer active at the Sidomulyo Integrated Health Post and are not willing to be respondents. The instruments used are digital scales to measure body weight in determining obesity status, measurement of Eating Patterns using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) questionnaire, measurement of physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire and measurement of Hypertension using a digital tensiometer / tensiometer and stethoscope. Based on the results of the analysis using the sperm rank test, there are analysis results on the obesity variable showing a Sig. (2-tailed) value = 0.013 which is smaller than the sig value = 0.05 and there is a positive correlation value r = 0.410. So it can be interpreted that there is a fairly strong relationship. On the diet variable shows a Sig. (2-tailed) value = 0.026 smaller than the sig value = 0.05 which means there is a significant relationship between the diet variable and the level of hypertension with a positive correlation value of r = 0.370 which means there is a very low relationship between the diet variable and the level of hypertension. While on the physical activity variable there is a sig value = 0.002 with a positive correlation value of r = 0.509 which means there is a strong significant relationship between the physical activity variable and the level of hypertension. The conclusion of this study is that there is a significant relationship in the three variables as evidenced by the three sig values. (2-tailed) ≤ 0.05.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, POLA MAKAN, DAN OBESITAS DENGAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI POSYANDU DESA TANJUNG Salsabella Wahyuning Tyas; Rusnoto Rusnoto; Tri Suwarto
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1857

Abstract

Hypertension is a condition in which blood pressure increases abnormally during several examinations. In Blora Regency, 31.5% of the population aged 15 years and above suffer from hypertension, with a higher proportion in women than men. This study analyzed the relationship between physical activity, diet, and obesity, with hypertension in adolescents at the Tanjung Village Integrated Health Post (Posyandu). The study design used correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variables were physical activity, diet, and obesity while the dependent variable was hypertension. This study was conducted at the Tanjung Village Integrated Health Post (Posyandu) from September to October 2025. The number of samples of 44 adolescents was determined through random sampling selected randomly from the entire population. Data were collected using several research instruments, namely a questionnaire to measure adolescent physical activity based on the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) guidelines, a dietary questionnaire using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), measurement of body mass index (BMI) by measuring weight and height of adolescents, and measurement of blood pressure using a digital sphygmomanometer. Data analysis used the chi-square test. There is a significant relationship between the level of physical activity and the incidence of hypertension in adolescents with a p-value of 0.0001 (p < 0.05). The research hypothesis is accepted with a positive relationship, which means the lower a person's physical activity, the higher the risk of experiencing hypertension. There is a significant relationship between dietary patterns and the incidence of hypertension in adolescents with a p-value of 0.0001 (p < 0.05). Adolescents with poor dietary patterns (high sodium and low fiber) have a greater tendency to experience increased blood pressure. The majority of respondents with hypertension (26 out of 28 people) have a diet that is classified as unhealthy. There is a significant relationship between obesity status and the incidence of hypertension in adolescents with a p-value of 0.007 (p < 0.05). Obese respondents have a much higher probability of experiencing hypertension, where 13 out of 14 obese respondents were diagnosed with hypertension.