Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN RANTAI PASOK HALAL PADA KOMODITAS DAGING AYAM DI KABUPATEN PONOROGO Tian Nur Ma’rifat; Arief Rahmawan
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 14 No 1 (2017): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.842 KB) | DOI: 10.24929/fp.v14i1.414

Abstract

Daging ayam merupakan komoditas hewani yang termasuk dalam bahankritis yang harus dijamin kehalalannya dalam sepanjang rantai pasok dari hulu kehilir. Penelitian ini bertujuan : (1) mengidentifikasi rantai pasok daging ayam, (2)menganalisis penerapan prinsip halal pada rantai pasok daging ayam di KabupatenPonorogo. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian adalahwawancara dan survei lapangan. Metode analisis yang digunakan adalah analisisdeskriptif. Hasil penelitian ini menguraikan rantai pasok daging ayam dari hulu(peternak ayam) hingga hilir (end customer). Beberapa hal yang menjadi titik kritispenerapan prinsip halal pada rantai pasok daging ayam di Kabupaten Ponorogodalam penerapan prinsip halal antara lain tata cara penyembelihan ayam, petugaspenyembelih, alat penyembelihan, prosedur tertulis untuk aktivitas kritis, penangananselama penyimpanan dan pelabelan.
PENGEMBANGAN KERANGKA KONSEPTUAL MODEL RANTAI PASOK HALAL PADA KOMODITAS DAGING AYAM DI KABUPATEN PONOROGO Tian Nur Ma’rifat; Arief Rahmawan
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 15 No 2 (2018): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.385 KB) | DOI: 10.24929/fp.v15i2.655

Abstract

Model rantai pasok halal penting untuk dikembangkan di Kabupaten Ponorogo dikarenakan besarnya kebutuhan konsumen akan adanya jaminan status halal. Terbatasnya Rumah Pemotongan Unggas bersertifikat halal yang menyebabkan keterbatasan pasokan daging ayam yang bersertifikasi halal ke konsumen. Regulasi dan konsep jaminan halal dalam sistem rantai pasok halal di Indonesia juga belum diatur secara jelas. Metode pengambilan data yang dilakukan adalah studi literatur dengan penelitian terdahulu yang terkait dengan rantai pasok halal. Standar halal yang digunakan dalam merancang manajemen rantai pasok halal adalah Dokumen Jaminan Halal HAS 23000 dari LPPOM MUI. Manajamen rantai pasok halal daging ayam dipengaruhi oleh kebijakan halal yang diatur oleh pemerintah serta dinas terkait dan juga kemampuan dari pelaku rantai pasok untuk mengaplikasikan kebijakan halal yang telah disusun.
Penerapan Sistem Jaminan Halal Pada UKM Bidang Olahan Pangan Hewani Tian Nur Ma'rifat; Maya Sari
Khadimul Ummah Vol 1, No 1 (2017): November
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ku.v1i1.1421

Abstract

Halal merupakan syarat utama bagi konsumen muslim dalam mengkonsumsi produk pangan. Sistem jaminan halal merupakan mekanisme yang harus diterapkan oleh produsen jika mereka ingin mengajukan sertifikasi halal ke LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat, dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia). Permasalahan yang dialami oleh usaha kecil menengah saat ini di Kabupaten Ponorogo adalah belum ada sertifikasi halal dari LPPOM MUI pada RPA (Rumah Pemotongan Ayam) dan sebagian besar UKM di Kabupaten Ponorogo. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan jumlah UKM bidang pangan di Kabupaten Ponorogo yang bersertifikat halal melalui pendampingan penerapan Sistem Jaminan Halal. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Asese Food dan Pentol Bakso “Bumbu Kacang”. Asese Food merupakan rumah produksi yang menjual produk diantaranya adalah abon sapi, bakso, bakso krispi, tahu bakso, dan pempek. Mitra kedua yaitu pentol bakso “saos kacang”. Pentol bakso “Saos Kacang” merupakan unit usaha yang memproduksi pentol bakso yang dijual dalam bentuk outlet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari dua tujuan antara lain pendampingan dan sosialisasi penerapan Sistem Jaminan Halal dan pendampingan pengajuan dokumen sertifikasi halal ke LPPOM MUI Jawa Timur. Hasil dari kegiatan ini adalah kesadaran dari unit usaha mitra untuk menerapkan sistem jaminan halal pada usahanya dan terdaftarnya unit usaha dalam proses sertifikasi halal ke LPPOM MUI. Saran terhadap keberlanjutan program adalah adanya sosialisasi secara menyeluruh terhadap asosiasi pedagang ataupun produsen produk pangan mengenai pentingnya sertifikasi halal dan adanya kerjasama antara akademisi dengan lembaga sertifikasi halal terkait kepengurusan sertifikat halal.
Pendampingan Pengembangan Produk Pangan Herbal melalui Lomba Cipta Kreasi oleh Desa Tajug, Ponorogo Arief Rahmawan; Tian Nur Ma'rifat; Muhammad Muhammad; Gusti Randy Pratama
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2022): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v7i2.2349

Abstract

Tajug Village is one of the districts affected by Coronavirus Disease (Covid-19) in Siman District, Ponorogo Regency. Generally, people of Tajug’s livelihood is cultivating crops, raising livestock, selling tempe as well as other traditional food, and running a small herbal drink business. Additionally, several sellers promote their products door to door or make to order. Due to the Covid-19 pandemic, those small enterprises decrease in turnover significantly. This is mainly because the number of social events is mostly banned or limited. Meanwhile, the empowerment of family welfare groups in Tajug village has been established in order to shelter community business activities, particularly for housewives. One of their products is herbs drink and unfortunately, their revenue had plunged into 40%. Additionally, they have no adequate knowledge of food safety in terms of how they pick hygiene bottles for their products. The objective of this community empowerment is herbs drink and traditional food business players as well as the members of PKK Tajug. The aim of this program is to encourage featured products in Tajug Village.
Analisis segementasi konsumen dalam konsumsi produk pangan bersertifikat halal pada ritel modern Yogyakarta Tian Nur Ma’rifat; Arief Rahmawan
Proceeding of Conference on Islamic Management, Accounting, and Economics CIMAE Volume 1, 2018
Publisher : Proceeding of Conference on Islamic Management, Accounting, and Economics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halal food is the main requirement for food consumed by consumers who are Muslim. The market opportunity for halal and good food is very wide open and promising. In preparing the halal food marketing strategy, analysis of consumer segmentation is needed as a basis in determining the target and position of halal products. Analysis of consumer segmentation is based on factors that influence consumer purchasing decisions on food products available in modern retail Yogyakarta. The method used in this study is Cluster Analysis. The sampling method used was Purposive Sampling with the number of respondents 201 respondents. The results of the study show that there are two groups of consumers, the first group that is critical and the second group that is not critical of halal status from those purchased. Therefore, efforts to increase the market share of halal certified food in DIY can be done with a strategy that focuses on factors that significantly shape consumer behavior and is aimed at groups of consumers who are critical of food security.
Digitalisasi Promosi Wisata dan Optimalisasi Produk Unggulan Berbasis Komoditas Lokal Kawasan Wisata Telaga Ngebel Heder Djamaludin; Tian Nur Ma'rifat; Langgeng Setyono; La Choviya Hawa; Siswidiyanto Siswidiyanto; Emmanuelita Siburian; Ridwan Efendi; Keenan Abdurachman Putra
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i3.6604

Abstract

Kabupaten Ponorogo memiliki potensi menjadi jejaring Kota Kreatif UNESCO dengan salah satu objek Wisata unggulannya, Telaga Ngebel. Permasalahan yang ditemukan ialah kurangnya pemasaran produk olahan yang dihasilkan dan minimnya promosi wisata Telaga Ngebel. Adapun tujuan pengabdian ini adalah untuk melaksanakan pelatihan digitalisasi promosi wisata dan peningkatan keterampilan diversifikasi produk pangan dari ikan hasil budidaya. Terdapat dua kelompok UMKM yang dijadikan mitra dalam program Pengabdian kepada Masyarakat oleh tim Universitas Brawijaya yaitu Kelompok Tani Sumber Sekar Lestari dan Kelompok Budidaya Mina Sejahtera. Metode pelaksanaan yang digunakan yaitu FGD dan sosialisasi untuk memberikan pelatihan terkait promosi produk olahan dan tempat wisata Telaga Ngebel. Hasil kegiatan adalah mitra UMKM dapat melakukan pemasaran produk kopi dan gula aren dengan adanya digitalisasi melalui media sosial dan e-Commerce, sehingga dapat meningkatkan promosi wisata Telaga Ngebel. Selain itu, kegiatan diversifikasi produk olahan fish stick “nila” juga meningkatkan produk unggulan sebagai oleh-oleh khas wisata Telaga Ngebel.
Improving Nutritional Profile and Consumer Acceptance of Siomay Stuffing Through Integration of Mackerel Meat (Rastrelliger SP.) and Yellow Potato Flour (Solanum Tuberosum L.) Sukoso Sukoso; Hartati Kartikaningsih; Tian Nur Ma’rifat; Muhammad Rizki Mas Alif
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 08 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i08.1225

Abstract

Siomay, a popular Indonesian snack traditionally made with high-fat chicken or beef fillings, can be made healthier by using mackerel fish instead. This modification, combined with the addition of potato starch, aims to improve the nutritional profile of siomay while maintaining its appeal to consumers, as mackerel is both tasty and nutritious.  This study aims to improve the nutritional profile and consumer acceptance of siomay filling through the integration of mackerel meat and potato starch. Data were analyzed using a Completely Randomized Factorial Design with two factors (mackerel meat and potato starch) mixed in different proportions in the siomay filling dough. Parameters tested included nutritional composition (protein, fat, carbohydrate, fiber, and mineral), physicochemical properties (texture, color, and aroma), and consumer acceptance test using a hedonic scale. The results showed that the most preferred treatment was K2D2 (14g mackerel meat and 20g potato starch), which was 5.6±1.5. The nutritional content of the siomay filling preferred by the panelists increased (water 29.07 g, protein 12.89 g, fat 3.65 g, ash 3.41 g, sugar 1.35 mg, vitamin B1 0.26 mg). However, the carbohydrate content decreased to 50.98 g, compared to the content of siomay filling without the addition of yellow potato starch (56, 74 g). This study shows that mackerel flour and potato starch can potentially be used to improve the nutritional profile and consumer acceptance of siomay filling.
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran Karyawan Terhadap Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitasi Makanan pada Produsen Bakso XYZ di Kota Malang Ma'rifat, Tian Nur; Suprayitno, Eddy; Sasmita, Bambang Budi; Sulistiati, Titik Dwi; Hardoko, Hardoko; Chamidah, Anies; Panjaitan, Mikchaell Alfanov Pardamean; Djamaluddin, Heder; Tambunan, Jenny Ernawati
Khadimul Ummah Vol. 6 No. 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ku.v6i1.8855

Abstract

Masalah yang dihadapi mitra adalah berkurangnya pendapatan selama pandemi COVID-19. Kemampuan beli masyarakat menurun drastis sehingga beberapa gerai Bakso XYZ tutup. Untuk mengatasi masalah ini, fokus bisnis Bakso XYZ diubah dari direct selling melalui dine-in outlet menjadi penyediaan produk kemasan dari perusahaan. Kendala dalam memasarkan produk ritel kemasannya adalah belum adanya izin edar dari BPOM terkait penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan sanitasi makanan. Tujuan dari program ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan tentang GMP dan sanitasi terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran karyawan agar Bakso XYZ dapat memiliki izin edar BPOM. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah evaluasi capaian pengetahuan dan kesadaran terkait GMP yang diterjemahkan ke dalam CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) dan sanitasi makanan kepada karyawan menggunakan metode kuesioner. Sebelum dan sesudah penyuluhan, dilakukan penyebaran kuesioner kepada karyawan untuk melihat apakah kesadaran karyawan tersebut meningkat atau tidak. Hasilnya adalah adanya peningkatan pada aspek pengetahuan tentang pentingnya GMP dengan gap sebesar 0,25, kesadaran tentang prinsip penerapan GMP dengan gap sebesar 0,5  dan pengetahuan tentang pencemaran makanan dengan gap sebesar 0,5 dari skala 5. Dari hasil uji kelayakan fisik mengenai implementasi GMP pada saat sebelum dan sesudah pelatihan, diperoleh hasil bahwa lokasi, bangunan, fasilitas pengolahan pangan dan sanitasi telah tersedia dengan kondisi yang sesuai. Perbaikan terdapat pada perubahan perilaku sanitasi karyawan pada aspek mencuci tangan hingga bersih, memotong kuku hingga pendek, bebas kosmetik dan perilaku yang higenis
Analisis Kebutuhan Konsumen untuk Peningkatan Kualitas Berkelanjutan pada Produk Ikan Asap Rahmawan, Arief; Ma’rifat, Tian Nur; Rahmi, Ainu
Chanos Chanos Vol 22, No 1 (2024): CHANOS CHANOS
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/chanos.v22i1.14339

Abstract

Kegiatan pengasapan ikan merupakan usaha pengolahan ikan secara tradisional yang prospek pengembangannya cukup baik. Produk ikan asap merupakan makanan yang siap dikonsumsi karena selama proses pengasapan ikan telah mendapat perlakuan panas yang cukup untuk mematangkan daging ikan dan membunuh bakteri patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konsumen produk ikan dengan mengimplementasikan metode house of quality. Teknik pengambilan data berupa penyebaran kuesioner skala Likert untuk mengidentifikasi kebuthan konsumen terhadap produk ikan asap serta focus group discussion dengan pemilik usaha untuk mendapatkan data mengenai respon teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua voice of customer yang menjadi prioritas untuk ditingkatan, yaitu (1) aspek ketersediaan produk yang dapat dibeli di banyak tempat serta (2) peningkatan kualitas tekstur daging ikan asap. Kedua varibel memiliki nilai satisfaction performance 3,512 dan 3,616. Dari sisi respon teknis, standar pengasapan berkontribusi sebesar 4,362 dan standar pengemasan berkontribusi sebesar 2,988 terhadap voice of customer. Hal tersebut menunjukkan bahwa kedua standar perlu untuk dirancang agar produk ikan asap memenuhi kebutuhan konsumen.
Improving Nutritional Profile and Consumer Acceptance of Siomay Stuffing Through Integration of Mackerel Meat (Rastrelliger SP.) and Yellow Potato Flour (Solanum Tuberosum L.) Sukoso Sukoso; Hartati Kartikaningsih; Tian Nur Ma’rifat; Muhammad Rizki Mas Alif
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 08 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i08.1225

Abstract

Siomay, a popular Indonesian snack traditionally made with high-fat chicken or beef fillings, can be made healthier by using mackerel fish instead. This modification, combined with the addition of potato starch, aims to improve the nutritional profile of siomay while maintaining its appeal to consumers, as mackerel is both tasty and nutritious.  This study aims to improve the nutritional profile and consumer acceptance of siomay filling through the integration of mackerel meat and potato starch. Data were analyzed using a Completely Randomized Factorial Design with two factors (mackerel meat and potato starch) mixed in different proportions in the siomay filling dough. Parameters tested included nutritional composition (protein, fat, carbohydrate, fiber, and mineral), physicochemical properties (texture, color, and aroma), and consumer acceptance test using a hedonic scale. The results showed that the most preferred treatment was K2D2 (14g mackerel meat and 20g potato starch), which was 5.6±1.5. The nutritional content of the siomay filling preferred by the panelists increased (water 29.07 g, protein 12.89 g, fat 3.65 g, ash 3.41 g, sugar 1.35 mg, vitamin B1 0.26 mg). However, the carbohydrate content decreased to 50.98 g, compared to the content of siomay filling without the addition of yellow potato starch (56, 74 g). This study shows that mackerel flour and potato starch can potentially be used to improve the nutritional profile and consumer acceptance of siomay filling.