Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Assessing Quality Defects in Frozen Cooked Skipjack Loin Using Seven Tools and Statistical Quality Control Mubarok, Ahmad S.F.Q.R.; Bancin, Cindy Maria; Khoiriyah, Romyun Alvi; Kusuma, Bayu; Ma’rifat, Tian Nur; Yufidasari, Hefti Salis; Perdana, Angga Wira
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 2 (2025): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.02.10

Abstract

Quality control is a vital process to ensure that products consistently meet established standards and maintain customer satisfaction. This study examines the implementation of quality control methods in the production of frozen cooked skipjack loin, a key product in the canning and freezing fish industry. Beyond compliance with quality assurance systems such as Good Manufacturing Practice (GMP) and Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), the industry must adopt rigorous quality control approaches to minimize product defects. Using the Seven Tools of Quality—namely the fishbone diagram, check sheet, Pareto diagram, and control charts—this research aimed to identify major sources of product defects and evaluate quality performance. The analysis revealed several types of recurring defects, with one particular defect being significantly dominant. Furthermore, control chart analysis indicated that the product quality was outside the acceptable control limits, signaling the presence of systematic issues in the production process. These findings highlight the importance of continuous quality improvement efforts to ensure product consistency and excellence.
KARAKTERISTIK MIKROBIOLOGI DAN SENSORI PENAMBAHAN PHYCOCOLLOIDS PADA ES KRIM SEBAGAI STABILISER Kusuma, Bayu; Mubarok, Ahmad Syihab Fahmil QR; Habibie, Intan Yusuf; Perdana, Angga Wira; Astuti, Retno Tri; Ma'rifat, Tian Nur; Yufidasari, Hefti Salis; Waluyo, Eko; Johanis, Johan; Aji, Muhammad Tri
JURNAL LEMURU Vol 5 No 1 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i1.2343

Abstract

Es krim merupakan colloid yang tersusun atas komponen protein, lemak, air dan karbohidrat. Standar keamanan pangan menuntut es krim untuk dapat mengurangi resiko terhadap beberapa jenis mikroorganisme karena es krim tergolong produk turunan susu. Kondisi sanitasi dan hygiene yang dijaga terbukti mampu menekan tingkat kandungan mikroorganisme produk es krim pada titik kritisnya. Penambahan stabilizer dari jenis phycocolloid berpengaruh terhadap tekstur es krim secara sensory tanpa mempengaruhi penampakan, bau dan rasa.
ANALISIS KINERJA PRODUK KERIPIK LELE UNTUK PENINGKATAN KUALITAS BERKELANJUTAN UMKM Arief Rahmawan; Ma’rifat, Tian Nur; Luketsi, Wendianing Putri; Sjurjahady, Danica Alana; Gorotomole, Muhammad Al Amin; Kusuma, Bayu
JURNAL LEMURU Vol 5 No 3 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i3.3176

Abstract

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh peran Unit Usaha, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai critical engine, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 60.5% dan tingkat serapan tenaga kerja mencapai 96.9%. Di sisi lain, UMKM belum sepenuhnya memahami proses continuous improvement dengan mengembangkan produk agar lebih berkualitas sesuai dengan apa yang diperlukan oleh konsumen. Terlebih lagi, UMKM di bidang pangan perlu untuk terus melakukan inovasi produk agar proses bisnis meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja produk keripik lele yang diproduksi oleh suatu UMKM berdasarkan tujuh dimensi kualitas, yang menjadi fase awal dalam sebuah proses pengembangan produk. Metode yang diterapkan yaitu menganalisis Gap 5, dengan menghitung selisih antara persepsi yang dirasakan konsumen dengan harapan yang diinginkan konsumen terhadap atribut produk yang menjadi parameter utama pengukuran produk keripik lele. Teknik pengambilan data yaitu dengan kuesioner berskala Likert dengan rentang 1 – 5. Selain itu, uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pengukuran dapat dipakai dan konsisten. Sebanyak 17 atribut produk ditentukan yang mencakup enam dimensi kualitas: performance, durability, serviceability, perceived quality, dan conformance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua atribut yang memiliki nilai Gap paling rendah yaitu pada atribut kemudahan mendapatkan produk (S2) dan kemudahan memperoleh informasi (S3) yang masing-masing bernilai -0.63. Secara keseluruhan nilai Gap 5 menunjukkan -0.30. Rekomendasi dari penelitian ini adalah Perlunya peningkatan kinerja produk dalam aspek perluasan area distribusi produk keripik lele dan dan desain kemasan yang informatif untuk pembeli.
Improving Nutritional Profile and Consumer Acceptance of Siomay Stuffing Through Integration of Mackerel Meat (Rastrelliger SP.) and Yellow Potato Flour (Solanum Tuberosum L.) Sukoso, Sukoso; Kartikaningsih, Hartati; Ma’rifat, Tian Nur; Alif, Muhammad Rizki Mas
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 08 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i08.1225

Abstract

Siomay, a popular Indonesian snack traditionally made with high-fat chicken or beef fillings, can be made healthier by using mackerel fish instead. This modification, combined with the addition of potato starch, aims to improve the nutritional profile of siomay while maintaining its appeal to consumers, as mackerel is both tasty and nutritious.  This study aims to improve the nutritional profile and consumer acceptance of siomay filling through the integration of mackerel meat and potato starch. Data were analyzed using a Completely Randomized Factorial Design with two factors (mackerel meat and potato starch) mixed in different proportions in the siomay filling dough. Parameters tested included nutritional composition (protein, fat, carbohydrate, fiber, and mineral), physicochemical properties (texture, color, and aroma), and consumer acceptance test using a hedonic scale. The results showed that the most preferred treatment was K2D2 (14g mackerel meat and 20g potato starch), which was 5.6±1.5. The nutritional content of the siomay filling preferred by the panelists increased (water 29.07 g, protein 12.89 g, fat 3.65 g, ash 3.41 g, sugar 1.35 mg, vitamin B1 0.26 mg). However, the carbohydrate content decreased to 50.98 g, compared to the content of siomay filling without the addition of yellow potato starch (56, 74 g). This study shows that mackerel flour and potato starch can potentially be used to improve the nutritional profile and consumer acceptance of siomay filling.
EVALUASI PRODUK IKAN ASAP MELALUI PENDEKATAN SISTEM PERENCANAAN KUALITAS Rahmawan, Arief; Ma’rifat, Tian Nur; Rabbani, M. Dzikri
JURNAL ILMIAH M-PROGRESS Vol 16 No 1 (2026): JURNAL ILMIAH M-PROGRESS
Publisher : Feb Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/mpu.v16i1.1839

Abstract

Ikan asap merupakan produk olahan yang dibuat dengan teknik pengasapan ikan dan menjadi makanan tradisional yang digemari oleh masyarakat. Teknik pengolahan tradisional ini memiliki prospek pengembangan besar karena mampu menghasilkan produk siap konsumsi dengan cita rasa khas, aroma unik, serta daya simpan lebih panjang. Namun, inovasi produk ikan asap masih belum dilakukan secara optimal, terlebih dengan meningkatnya persaingan akibat produk impor dan tuntutan konsumen di era pemasaran digital. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi produk ikan asap berdasarkan atribut kebutuhan konsumen. Tujuan dari penelitian untuk mengevaluasi daftar kebutuhan konsumen dengan metode House of Quality (HoQ) yang dianalisis dari beberapa submatrix. Adapun tiga submatrix yaitu satisfaction performance (SP), importance (I), dan relationship (R) menjadi penentu dalam menyimpulkan atribut/kebutuhan konsumen yang menjadi faktor penentu pengembanga produk ikan asap. Hasil penelitian menujukkan bahwa atribut produk aman dikonsumsi memiliki nilai SP tertinggi, yaitu 4,2. Sedangan nilai tertinggi pada atribut bahan baku yang segar, yaitu 0,061. Sedangkan submatrix relationship menujukkan bahwa semua atribut perlu untuk diakomodir ke dalam beberapa standar operasional prosedur (SOP) yang harus dimiliki oleh produsen ikan asap.