Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

THE USE OF THE FURFURAL FROM THE SOLID WASTE OF SUGAR INDUSTRY (BAGASSE) TO SYNTHESIZE β-(2-FURYL) ACRYLIC ACID AS AN ALTERNATIVE FOR THE RAW MATERIAL OF SUNSCREEN COMPOUND Mitarlis Mitarlis; Prima Retno Wikandari
Indonesian Journal of Chemistry Vol 5, No 3 (2005)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.027 KB) | DOI: 10.22146/ijc.21793

Abstract

The research of the usefullness of furfural from bagasse for the production of β-(2-furyl)-acrilyc acid as an alternative raw material of sunscreen compound had been done. The research was done on two stages, the first stage was synthesis of furfural from bagasse and the second was synthesis of β-(2-furyl)-acrilyc acid that is an analog of cynnamic acid in which some derivatives are known possess activities as sunscreen. Cynnamic acid could be produced from benzaldehyde by Perkin methods using alkali hydrolysis. With the similarity of the main structure, so β-(2-furyl)-acrilyc acid can also be synthesized from furfural by Perkin method. The β-(2-furyl)-acrilyc acid had been synthesized in this research from furfural isolated from bagasse by NaOH hydrolysis. Synthesis was done by reflux for 2 hr at 140 - 145 oC and 3 hr at 145 - 150 oC. From the spectroscopic data its known that furfural could be produced from bagasse in 11.65 % yield and 33.83% of β-(2-furyl)-acrilyc acid from the synthesis on the second process. The UV -Vis spectrophotometer analysis result of β-(2-furyl)-acrilyc acids showed λmax at 296.20 nm. It showed that until this step the sunscreen compound can be resulted from furfural isolated from bagasse, especially as a sunscreen that protected skin from eritema (λmax at 290 - 320 nm) that is called as sunscreen UV-B. 
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK IKAN OLAHAN DI DESA CANDITUNGGAL-KALITENGAH LAMONGAN Prima Retno Wikandari; Nita Kusumawati; Rusmini Rusmini; Mirwa Adhiprahara
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v1n1.p40-46

Abstract

Desa Canditunggal, Kalitengah-Lamongan mempunyai potensi sumber daya alam berupa perikanan tambak dan belum ada sentuhan teknologi untuk pembuatan produk ikan olahan. Di sisi lain, potensi sumber daya manusia khususnya ibu-ibu istri petani tambak masih belum produktif. Kedua potensi ini mendorong dilakukannya kegiatan pelatihan pembuatan produk ikan olahan dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu tentang pembuatan produk ikan olahan. Metode pendekatan dilakukan dengan survey wilayah untuk melihat kondisi riil di lapangan, selanjutnya dilakukan koordinasi dengan ibu Kepala Desa selaku Pembina PKK Kelurahan untuk merencanakan pelaksaan kegiatan, penyiapan modul pelatihan berupa resep cara pembuatan ikan olahan, pelaksanaan pelatihan dalam bentuk kelompok dengan cara praktek langsung dengan pendampingan instruktur dari tim PKM, dan pengisian angket untuk mengetahui respon peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Sesuai dengan jenis ikan yang dibudidayakan, serta kemudahan memperoleh bahan lain dan alat yang dibutuhkan, maka jenis produk ikan olahan yang dilatihkan adalah bakso dan abon ikan bandeng, serta nugget ikan nila. Peserta berhasil dengan baik membuat produk sesuai dengan kharakteristik yang diinginkan. Hasil angket respon peserta menyatakan bahwa mereka baru pertama kali mendapatkan pelatihan produk ikan olahan, dan sangat tertarik dengan kegiatan ini. Mereka berminat untuk mencoba sendiri di rumah, mengajarkan ke ibu-ibu PKK lainnya di sekitar mereka, bahkan berkeinginan untuk membuka usaha kecil.
PELATIHAN BUDIDAYA CACING TANAH (Lumbricus rubellus) BAGI PARA TANI DESA SUMBERDUKUN, NGARIBOYO, MAGETAN Rusmini Rusmini; Nita Kusumawati; Mirwa Adi Prahara; Prima Retno Wikandari
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v1n2.p114-120

Abstract

Telah dilakukan kegiatan pelatihan budidaya cacing tanah (Lumbricus rubbelus) kepada para tani Desa Sumberdukun, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan sebagai upaya pengembangan sumber daya daerah. Metode yang digunakan berupa kegiatan pelatihan dengan pemberian materi dan praktek serta pendampingan dan monitoring dari tim pelaksana PKM. Kegiatan pelatihan diamati dengan lembar observasi keterlaksanaan pelatihan, lembar observasi ketrampilan berbudidaya, dan angket respon peserta. Kegiatan PKM diakhiri dengan pemberian bibit cacing tanah sebagai modal untuk memulai berbudidaya. Hasil PKM melaporkan bahwa keterampilan peserta dalam berbudidaya cacing tanah sudah ditunjukkan mulai persiapan media, pembuatan kandang, pembuatan pakan, dan tehnik panen. Seluruh peserta pelatihan tertarik dan menyatakan bahwa pelatihan budidaya cacing tanah ini bermanfaat meskipun ada 20% peserta yang menyatakan pernah mendapatkan pelatihan serupa dan menyatakan jika budidaya cacing tanah tidak mudah dilakukan. Hasil pendampingan dan monitoring menunjukkan bahwa 9 peserta (45%) mengalami perkembangan dalam berbudidaya cacing tanah dan 11 peserta (55%) belum berhasil.
BUDIDAYA DAN PEMANFAATAN TANAMAN YACON (Smallanthus sonchifolius) UNTUK MENINGKATKAN POTENSI ALAM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ARGOSARI, KECAMATAN SENDURO, KABUPATEN LUMAJANG Leny Yuanita; Rinie Pratiwi Puspitasari; Prima Retno Wikandari; Wahyu Budi Sabtiawan; Dhita Ayu Permata Sari
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v2n2.p23-29

Abstract

Target utama yang diharapkan melalui kegiatan Program KKN-PPM meliputi dua hal yaitu 1) memberdayakan masyarakat dan mengembangkan potensi alam, 2) memberi keterampilan mahasiswa keterampilan bersosialisasi dan memecahkan masalah di masyarakat. Luaran utama dari kegiatan ini adalah kesejahteraan masyarakat yang meningkat melalui budidaya dan pemanfaatan tanaman yacon di desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Kegiatan KKN-PPM dilakukan selama 3 bulan dimulai pada bulan April sampai dengan Juli 2016. Namun untuk pelaksanaan evaluasi hasil budidaya tetap dilakukan sampai panen umbi yacon (sekitar 8 bulan). Hasil kegiatan: Yacon merupakan tanaman yang sesuai untuk ditanam di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Tanaman tersebut telah berhasil ditanam dan diolah menjadi teh yacon oleh petani di desa tersebut. Mahasiswa KKN telah mampu bersosialisasi dengan masyarakat Desa Argosari melalui program penanaman yacon. Mahasiswa juga menunjukkan sikap tanggung jawab yang dapat dilihat dari perawatan tanaman yacon selama kegiatan KKN. Mahasiswa telah mampu mengembangkan keterampilan mereka, khususnya dalam hal bercocok tanam yacon. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa selama KKN meliputi pelatihan penanaman yacon, penanaman bibit, dan perawatan tanaman yacon.
MINUMAN DAUN YACON SEBAGAI PRODUK UNGGULAN MASYARAKAT SENDURO Leny Yuanita; Prima Retno Wikandari; Rinie Pratiwi; Wahyu Budi Sabtiawan; Dhita Ayu P.S
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v4n2.p73-77

Abstract

The target of the community service was the empowerment of the community of Argosari Village, Senduro to produce a ready-to-sell yacon leaf drink. This activity involved lecturers, students, farmer groups, and villagers. There were three stages in this activity, including preparation, implementation, and evaluation.The training included making yacon leaf drink and packaging of product. The community service were conducted for 8 months starting from February to September 2017. The product was a ready-to-sellyacon leaf drink with certificate number of P-IRT No. 2133508030333-22. In addition, the students have been able to socialize with Argosari Village community through yacon processing program and P -IRT permit arrangement.
PELATIHAN PEMBUATAN SARI KEDELAI REMPAH UNTUK PENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH DALAM MENGHADAPI PANDEMI Covid-19 Prima Retno Wikandari; Leny Yuanita; Sari Edi Cahyaningrum; Nuniek Herdyastuti
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v6n2.p155-160

Abstract

Coronavirus disease-19 (Covid-19) adalah penyakit yang memberikan resiko kematian yang sangat tinggi. Alternatif pencegahan adalah dengan konsumsi susu kedelai berempah karena dapat meningkatkan imun dan kaya antioksidan. Kegiatan ini bertujuan untuk (1) memberikan pengetahuan tentang Covid-19 dan cara penanggulangannya, (2) memberikan keterampilan pembuatan sari kedelai berempah, dan (3) melakukan sosialisasi produk kepada masyarakat oleh peserta latih. Metode pelatihan dilakukan secara daring dan diunggah melalui youtube https://youtu.be/mb_6H2biczA, dilanjutkan praktek mandiri dan sosialisasi produk hasil praktek mandiri kepada masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan peserta latih memberikan respon bahwa materi pengetahuan tentang Covid-19 dan cara pembuatan sari kedelai adalah penting dan cara penyajiannya sangat menarik. Sebanyak 86.7 % peserta menyatakan bahwa materi adalah baru, dan 60% peserta menjawab akan mempraktekkan hasil pelatihan. Satu orang peserta telah mampu menginisiasi tetangganya untuk berwirausaha dan telah menerima pesanan. Sebanyak 86.7 % peserta latih telah melakukan sosialisasi kepada keluarga (46.7%), tetangga (33.3%) dan teman kantor  (13.3%). Tanggapan peserta sosialisasi terhadap  produk sari kedelai rempah menyatakan suka (46.7%) sampai sangat suka (53.3%), Respon peserta sosialisasi menyatakan bahwa mereka menyatakan kegiatan ini cukup manfaat (33.3%) hingga sangat manfaat (66.7%) dan 100 % berkeinginan untuk mengetahui pembuatan sari kedelai rempah.Kata Kunci: Covid-19, imunitas, sari kedelai berempah, pelatihan
REVIEW ARTIKEL: AKTIVITAS ENZIM AMILASE DARI BAKTERI ASAM LAKTAT (KARAKTERISTIK DAN APLIKASI) Burhan Ramadhan; Prima Retno Wikandari
Unesa Journal of Chemistry Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.332 KB) | DOI: 10.26740/ujc.v10n2.p109-120

Abstract

Abstrak. Aktivitas enzim adalah kemampuan enzim dalam mengubah sejumlah mol substrat menjadi produk per satuan waktu. Salah satu enzim yang memiliki aktivitas enzim adalah amilase. Amilase adalah enzim ekstraseluler yang mempunyai kemampuan mendegradasi ikatan 1,4-glikosidik pada polimer pati menjadi oligosakarida dengan panjang rantai yang berbeda-beda. Amilase dapat dihasilkan oleh mikroorganisme yaitu bakteri asam laktat. Bakteri asam laktat mempunyai kondisi optimum meliputi suhu, pH, substrat dan waktu inkubasi untuk menghasilkan aktivitas enzim amilase secara maksimum. Secara umum bakteri asam laktat menghasilkan aktivitas enzim maksimum pada pH asam, suhu ruang, substrat pati dan waktu inkubasi antara 22 - 40 jam yang terjadi pada fase log dan fase stasioner. Selain itu, amilase yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat juga memiliki aktivitas enzim secara maksimumyang terjadi pada kondisi optimum yaitu pada pH 4 - 6 dan suhu 40 - 50oC. Karakteristik amilase yang memiliki kondisi optimum spesifik, membuat amilase yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat dapat diterapkan pada bidang industri, terutama dalam mendegradasi pati. Berdasarkan uraian di atas, maka review artikel ilmiah ini mengulas tentang (1) kondisi optimum bakteri asam laktat dalam menghasilkan aktivitas enzim amilase secara maksimum (2) karakteristik enzim amilase dari bakteri asam laktat dan (3) Aplikasi enzim amilase dari bakteri asam laktat di bidangindustri.Kata kunci: enzim amilase, bakteri asam laktat, karakteristik enzim amilase dan aplikasi. Abstract. Enzyme activity is the ability of the enzyme to convert a number of moles of substrate into products per unit time. One of the enzymes that have enzyme activity is amylase. Amylase is an extracellular enzyme that has the ability to degrade 1,4-glycosidic bonds in starch polymers into oligosaccharides with different chain lengths. Amylase can be produced by microorganisms, namely lactic acid bacteria. Lactic acid bacteria have optimum conditions including temperature, pH, substrate and incubation time to produce maximum amylase enzyme activity. In general, lactic acid bacteria produce maximum enzyme activity at acidic pH, room temperature, starch substrate and incubation time between 22 - 40 hours which occurs in the log phase and the stationary phase. In addition, the amylase produced by lactic acid bacteria also has maximum enzyme activity that occurs at optimum conditions, namely at pH 4-6 and temperatures of 40-50oC. The characteristics of amylase which have specific optimum conditions make the amylase produced by lactic acid bacteria applicable in industrial fields, especially in degrading starch. Based on the description above, the review of this scientific article reviews (1) the optimum conditions of lactic acid bacteria in producing maximum amylase enzyme activity (2) the characteristics of the amylase enzyme from lactic acid bacteria and (3) the application of the amylase enzyme from lactic acid bacteria in the industrial sector.Keywords: enzyme amylase, lactat acid bacteria, characterization enzyme amylase and application
Antosianin dalam Produksi Fermentasi dan Perannya sebagai Antioksidan Herman Joseph Bimo Kunnaryo; Prima Retno Wikandari
Unesa Journal of Chemistry Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.69 KB) | DOI: 10.26740/ujc.v10n1.p24-36

Abstract

Antosianin merupakan senyawa flavonoid larut dalam air, berada dalam bentuk aglikon sebagai antosianidin. Antosianin banyak terdapat di alam baik terkandung di dalam buah, daun ataupun bunga. Antosianin memiliki manfaat biologis salah satunya sebagai antioksidan. Faktor yang mempengaruhi kestabilan senyawa ini ialah pH, suhu dan enzim polifenol oksidase (PPO), sehingga aktivitas antioksidannya juga dipengaruhi oleh faktor yang mempengaruhi kestabilan antosianin. Beberapa penelitian proses fermentasi bakteri asam laktat (BAL) terbukti menurunkan pH serta menghambat aktivitas enzim PPO sehingga meningkatkan kestabilan antosianin serta meningkatkan aktivitas antioksidan. Artikel review ini membahas tentang struktur, stabilitas antosianin, aktivitas antioksidan antosianin, dan pengaruh fermentasi terhadap kestabilan antosianin. Kata Kunci: Antosianin, Antioksidan, Bakteri Asam Laktat
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Minuman Probiotik Sari Tomat dengan Kultur Starter L. plantarum B1765 Essa Febriana; Prima Retno Wikandari
Unesa Journal of Chemistry Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.229 KB) | DOI: 10.26740/ujc.v11n2.p123-135

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap karakteristik mikrobiologi (total BAL), kimia (pH dan TAT), fisik (viskositas dan stabilitas), serta organoleptik (warna, rasa, dan aroma) pada minuman probiotik sari tomat dengan kultur starter L. plantarum B1765. Fermentasi dilakukan selama 0, 6, 18, dan 24 jam. Total BAL diukur menggunakan teknik TPC. pH dan TAT masing-masing diukur menggunakan pH meter dan titrasi asam basa. Viskositas dan stabilitas masing-masing diukur menggunakan viskometer Ostwald dan pengukuran tinggi endapan terpisah. Sedangkan organoleptik menggunakan uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh terhadap total BAL, pH, TAT, viskositas, stabilitas, serta rasa dan aroma, namun tidak berpengaruh terhadap warna. Total BAL meningkat 1 log cycle dari 2,08 x 107 CFU/mL menjadi 1,93 x 108 CFU/mL. pH menurun dari 4,14 menjadi 3,30 dan TAT meningkat dari 0,0046% menjadi 0,0104%. Viskositas dan stabilitas mengalami peningkatan dari 0,00347 kg/ms menjadi 0,00437 kg/ms dan 0,13% menjadi 0,41%. Nilai rata-rata tingkat kesukaan panelis terhadap warna, rasa dan aroma masing-masing yaitu 3,33; 2,67; dan 2,93 yang menunjukkan kecenderungan pada parameter suka. Waktu fermentasi terbaik pada minuman probiotik sari tomat adalah 18 jam. Produk hasil penelitian ini berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk minuman agen probiotik L. plantarum B1765. Kata Kunci : minuman probiotik, sari tomat, karakteristik produk, L. plantarum B1765 Abstract. The purpose of this research was to determine the effect of fermentation time on microbiological characteristics (viability of LAB), chemical (pH and acidity), physical (viscosity and stability), and organoleptic (color, flavor, and smell) probiotic drink of tomato juice. Fermentation was carried out for 0, 6, 18, and 24 hours. Viability of LAB was measured using the technique of TPC. pH and acidity were measured using a pH meter and acid-base titration, respectively. The viscosity and stability of each was measured using Ostwald viscometer and high deposition measurements separately. While organoleptic using hedonic test. The results showed that the length of fermentation effect on viability of LAB, pH, acidity, viscosity, stability, flavor and smell, but doesn’t affect the color. Viability of LAB increased by 1 log cycle from 2.08 x 107 CFU/mL to 1.93 x 108 CFU/mL. pH decreased from 4.14 to 3.30 and acidity increased from 0.0046% to 0.0104%. Viscosity and stability increased from 0.00347 kg/ms to 0.00437 kg/ms and 0.13% to 0.41%. The average value of panelists preference level of the color, flavor, and smell of each are 3,33; 2,67; and 2,93, which showed on parameters like. The best fermentation time for probiotic drink of tomato juice is 18 hours. The product from this research has the potential to be developed as a beverage product for the probiotic agent L. plantarum B1765. Keywords : probiotic drink, tomato juice, product characteristics, L. plantarum B1765
REVIEW ARTIKEL : POTENSI FRUKTOOLIGOSAKARIDA DAN INULIN BAHAN PANGAN LOKAL SEBAGAI SUMBER PREBIOTIK Farindya Dwi Cahyaningtyas; Prima Retno Wikandari
Unesa Journal of Chemistry Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Surabaya State University, located at Jl Ketintang, Surabaya, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.272 KB) | DOI: 10.26740/ujc.v11n2.p97-107

Abstract

Prebiotics are a component of food that cannot be digested by human digestion, but can be used as growth nutrients for the intestinal microflora and can provide health benefits. Inulin and fructooligosaccharides (FOS) are types of prebiotics that are widely developed for now. This review aims to determine (1) the potential of inulin and FOS as prebiotics, (2) lactic acid bacteria that can grow on inulin and FOS, and 3) the potential of local food as a source of inulin and FOS. Inulin and FOS are prebiotics because they have β(2-1) bonds so that they have resistance to hydrolysis by acids and enzymes found in the digestive tract and can only be utilized by the intestinal microflora. The results of inulin and FOS metabolism by lactic acid bacteria are able to provide health benefits such as lowering cholesterol and blood sugar levels, lowering blood pressure and inhibiting the growth of pathogenic bacteria. Inulin and FOS can be utilized by several strains of lactic acid bacteria such as Lactobacillus plantarum B1765, Lactobacillus fermentum, Lactobacillus casei, Lactobacilus acidophilus, Leuconostoc mesentroides, Bifidobacterium breve, and Bifidobacterium longum. Inulin and FOS can be found in easily found local foodstuffs such as sweet potatoes, arrowroot, gembili, yam, garlic, dahlia tubers and taro, can be used as growth media for several strains of lactic acid bacteria and provide several health effects so that they can be used as alternative sources of prebiotics
Co-Authors Ahmad Junaidi Aji, Ardika Prasetya Amaliyah, Rohilatul Bidayah Annisa Suci Hermansyah Asry, Meutia Atiqoh Zummah Ayu P.S, Dhita Budi Sabtiawan, Wahyu Burhan Ramadhan Dhita Ayu P.S Dhita Ayu Permata Sari ENDAH PERWITA SARI, YOHANA Endang S. Rahayu Endang Sutriswati Rahayu Essa Febriana Farindya Dwi Cahyaningtyas Fitria, Marcella Nur Fransiska, Yuni Guntoro, Novelina Ifan GUSTI NGURAH AGUNG OKA DHANA, I Hadianti, Meilina Rizky Herman Joseph Bimo Kunnaryo HIDAYA, ISMI Insani, Yasinta Rizqi Jusman, Nur Hasanah Khoiriyah, Istamanul Lailatisa, Hedi Lenny Yuanita Leny Yuanita Leny Yuanita Leny Yuanita Leny Yuanita Marsono , Y. Maulah, Ismatul Mirwa Adhiprahara Mirwa Adi Prahara Mirwa Adiprahara Anggarani Mitarlis Mitarlis NABILA, LUKIA Nandita, Nizar Vania Nazarend, Alvisyah Nita Kusumawati Nita Kusumawati Nita Kusumawati Nugrainglahi, Yurita Gita Puspa Nuniek Herdyastuti Nuniek Herdyastuti Nur Wanda Aini Natasya Nurina Rizka Ramadhania Prahara, Mirwa Adi Prasetya, Rahmad Aji Pratiwi, Rinie Prihastina, Adinda Debita Puspitasari, Rinie Pratiwi Raharjo, Sun?am Widiyo Rahayu , Endang S. Rahayu, Endang Sutriswati Ramadhania, Nurina Rizka Ratih Dewi Saputri Rinie Pratiwi Rinie Pratiwi Puspitasari Rudiana Agustini Rusmini Rusmini Rusmini Rusmini Rusmini Rusmini Sabtiawan, Wahyu Budi Salsabila, Widi Saputri, Ratih Dewi Sari Edi Cahyaningrum Sari, Dhita Ayu Permata Siti Tjahyani Sri Poedjiastoeti Sujono, Dara Nabila Ananda Putri Suparmo , Suparmo Suparmo Suparmo Suparmo Suparmo Suparmo Suparmo, Suparmo Suryono, Ifan Akbar SUYATNO Titik Taufikurohmah Titik Taufikurohmah Wahyu Budi Sabtiawan Wahyu Budi Sabtiawan Wardana, Andika Pramudya Waskito, Rusyariyanto Wati, First Ambar Wilujeng, Acik Ari Tri Y. Marsono Yustinus Marsono Yustinus Marsono YUSUF PRATAMA PUTRA, NOERMAN