Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa: Scoping Review Ni Kadek Mawar Aries Sunday; Wigutomo Gozali; Putu Handi Partiwi
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i1.272

Abstract

pencernaan fungsional yang sering ditemukan pada kelompok usia muda, termasuk mahasiswa. Kondisi ini ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, cepat kenyang, serta perasaan penuh di perut tanpa adanya kelainan organik yang jelas. Pada mahasiswa, kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional kerap dikaitkan dengan perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang tidak teratur, kualitas tidur yang buruk, serta meningkatnya tekanan akademik dan stres psikologis. Apabila tidak ditangani secara tepat, Sindrom Dispepsia Fungsional dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup, mengganggu aktivitas sehari-hari, serta menurunkan performa akademik mahasiswa. Tujuan: Untuk memetakan faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada mahasiswa berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode: Penelitian ini menggunakan desain scoping review dengan penelusuran literatur pada basis data PubMed, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar. Pencarian artikel dibatasi pada publikasi yang terbit dalam rentang tahun 2020–2025. Strategi pencarian menggunakan kombinasi kata kunci “functional dyspepsia, risk factors, associated factors, university students”. Artikel yang diperoleh diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi faktor risiko utama yang berhubungan dengan kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada mahasiswa. Hasil: Penelusuran literatur menemukan sebanyak 52.168 artikel, dan setelah melalui proses seleksi diperoleh 16 studi yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Sebagian besar studi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara faktor risiko tertentu dengan kejadian Sindrom Dispepsia Fungsional pada mahasiswa. Kesimpulan: Berdasarkan hasil scoping review terhadap 16 artikel ilmiah, dapat disimpulkan bahwa kejadian sindrom dispepsia fungsional pada mahasiswa berkaitan erat dengan pola makan tidak teratur, tingkat stres dan kecemasan yang tinggi, serta kualitas tidur yang buruk.
Penguatan Kader Posyandu Terintegrasi melalui Pelatihan dan Pendampingan di Desa Wisata Pradiptha, I Dewa Agung Gde Fanji; gozali, Wigutomo; Rusiawati, Ria Tri Harini Dwi; Artawan, I Kadek
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.993

Abstract

Rendahnya pemahaman kader tentang pengelolaan posyandu terintegrasi serta tidak adanya pelatihan dalam lima tahun terakhir menjadi persoalan di Desa Sambangan dan Desa Kayu Putih, yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sukasada I. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam menjalankan posyandu terintegrasi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, diskusi, sesi tanya jawab, dan pendampingan di lapangan. Mitra kegiatan terdiri dari 45 kader posyandu, yakni 15 kader dari Desa Sambangan dan 30 kader dari Desa Kayu Putih. Evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, serta observasi keterampilan kader saat pelaksanaan posyandu. Hasil menunjukkan rata-rata nilai kader meningkat dari 64,89 menjadi 78,67 atau naik sebesar 21,24%. Uji Wilcoxon membuktikan adanya perbedaan signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan (p-value 0,000). Selain itu, 90% kader telah mampu melaksanakan posyandu sesuai standar. Puskesmas dan pemerintah desa disarankan berkolaborasi untuk menjadikan pelatihan posyandu sebagai program rutin desa yang melibatkan puskesmas, sehingga kader dapat terus memperoleh pembaruan terkait pengelolaan posyandu.