Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

POLA FREKUENSI DAN INTENSITAS KALIMAT TANYA BAHASA JERMAN SEBAGAI PENENTU PERBEDAAN KARAKTERISTIK SUARA GENDER PADA BRANDED CONTENT EDEKA Yoanita Aprilia Asokawati; Agus Ridwan
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola frekuensi dan intensitas kalimat tanya dari dua gender yang berbeda, yaitu laki-laki dan perempuan. Kalimat tanya yang diperoleh melalui sumber data branded content berbahasa Jerman yang terdapat pada kanal resmi EDEKA. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan campuran antara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan instrumental, yang memanfaatkan PRAAT untuk menganalisis frekuensi fundamental dan intensitas pada suara kedua gender tersebut. Data dipilih melalui purposive sampling berdasarkan adanya kalimat tanya, kejelasan vokal, dan perbedaan gender penutur rekaman video EDEKA. Nilai frekuensi fundamental pada laki-laki umumnya sebesar sekitar 120 Hz dan nilai frekuensi fundamental pada perempuan sebesar sekitar 210 Hz. Pada hasil analisis, terdapat penutur laki-laki memiliki nilai frekuensi dengan rerata di bawah 150 Hz, sedangkan penutur perempuan memperoleh nilai frekuensi fundamental dengan rerata di atas 200 Hz. Meskipun demikian, nilai intensitas rerata antara penutur laki-laki tidak berbeda jauh dengan intensitas penutur perempuan. Dengan hasil tersebut penelitian ini dapat mengindikasikan adanya perbedaan pola linguistik antara kedua gender tersebut. Studi ini memberikan wawasan baru tentang kajian fonetik dalam analisis prosodi khususnya pada pengukuran frekuensi dan intensitas pada kalimat tanya bahasa Jerman dalam konteks branded content berbahasa Jerman.
SATUAN LINGUAL PENGISI GATRA DEPAN (VORFELD) BAHASA JERMAN PADA BUKU NETZWERK NEU B1 Muhammad Dzamir Abrar Abidin; Agus Ridwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47626

Abstract

Penelitian ini mengkaji satuan lingual pengisi gatra depan (Vorfeld) dalam kalimat deklaratif bahasa Jerman pada buku Netzwerk Neu B1. Permasalahan penelitian berfokus pada distribusi konstituen di posisi Vorfeld serta status gramatikalnya berdasarkan teori valensi verba bahasa Jerman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan bentuk kelas kata (Wortklassen) yang menduduki posisi Vorfeld serta menentukan statusnya sebagai argumen (Ergänzung) atau adjung (Angabe). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks bacaan formal dalam buku Netzwerk Neu B1. Data dikumpulkan melalui teknik simak catat dan dianalisis menggunakan teori Verbvalenz dan Wortklassen dari Engel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi Vorfeld memiliki fleksibilitas sintaktis yang tinggi, tetapi tetap terikat pada aturan topologi dan valensi bahasa Jerman. Satuan lingual yang mengisi Vorfeld ditemukan berstatus sebagai argumen wajib maupun adjung opsional. Dari segi kelas kata, Vorfeld didominasi oleh nomina, frasa nomina, dan pronomina yang berfungsi sebagai argumen, sedangkan adverbia, adjektiva, dan frasa preposisional cenderung berfungsi sebagai adjung. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penempatan konstituen non-subjek pada Vorfeld memicu mekanisme inversi guna mempertahankan posisi verba finit pada urutan kedua (Verbzweitstellung). Dengan demikian, distribusi satuan lingual pada Vorfeld tidak bersifat acak, melainkan ditentukan oleh relasi valensi verba dan struktur topologi kalimat. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian sintaksis bahasa Jerman melalui integrasi teori valensi dan topologi kalimat pada teks bahasa Jerman tingkat menengah serta memberikan implikasi praktis bagi pembelajaran sintaksis bahasa Jerman.
Realization of the F0 Parameter of German Spontaneous Speech: A Case Study of Two Male Speakers of Different Ages Alexandra Nimas Devianne Inaz Christie; Agus Ridwan
Jurnal Lingua Idea Vol 17 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Humanities, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jli.2026.17.1.20221

Abstract

This study investigates age-related differences in fundamental frequency (F0) realization and intonation patterns in semi-spontaneous German speech produced by two male speakers aged 12 and 24 years. Previous studies on German acoustic phonetics have predominantly examined F0 patterns in controlled or read speech, or in adult speakers, while studies combining F0 analysis with semi-spontaneous speech and speakers from different age groups remain limited. This study addresses this gap by examining how age influences F0 realization and intonational organization in naturally occurring spoken responses. The data consist of five semi-spontaneous utterances produced by both speakers in the German To Go series on the Coffee Break Languages YouTube channel. The utterances are categorized as semi-spontaneous because they are produced as spoken responses within predetermined topics and communicative contexts rather than from scripted reading tasks. Acoustic analysis was conducted quantitatively using Praat to extract F0 values, while prosodic segmentation employed the Intonational Phrase (IP) framework to identify intonation contours and pitch reset phenomena. The results show that the 12-year-old speaker consistently produces higher average F0 values and a wider pitch range than the 24-year-old speaker. In contrast, the adult speaker demonstrates smoother F0 contours and more stable intonation development across utterances. The younger speaker exhibits more frequent pitch fluctuations and more dynamic F0 movements, indicating age-related differences in prosodic realization. These findings contribute to the study of German acoustic phonetics by demonstrating how age affects F0 realization and IP-based intonation patterns in semi-spontaneous speech. The study is limited by the small number of speakers and utterances analyzed; therefore, future research should include larger speaker populations and additional prosodic parameters to obtain a more comprehensive understanding of age-related prosodic variation in German speech.
Peningkatan Pemahaman Lintas Budaya (Cross Culture Understanding) Bagi Pokdarwis di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Lutfi Saksono; Raden Roro Dyah Woroharsi Parnaningroem; Agus Ridwan; Meilita Hardika; Fahmi Wahyuningsih; Prima Vidya Asteria
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.41429

Abstract

Pelatihan pemahaman lintas budaya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang inklusif dan ramah budaya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Pokdarwis di Kota Mataram mengenai budaya Jerman, guna menghadapi tantangan interaksi antarbudaya dalam konteks pariwisata internasional. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif selama dua hari yang mencakup sesi pengenalan budaya, simulasi layanan wisata, dan diskusi reflektif. Kegiatan ini melibatkan lima Pokdarwis dengan total sepuluh peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap nilai-nilai budaya, etiket wisata, dan strategi komunikasi lintas budaya. Pelatihan juga memunculkan inisiatif peserta dalam mengembangkan narasi wisata berbasis potensi lokal yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Jerman. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan Pokdarwis dalam menyambut wisatawan mancanegara dan memperkuat citra pariwisata Kota Mataram sebagai destinasi berkelas internasional.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPTIF BAHASA JERMAN MELALUI MODEL PROJECT-BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PIXTON Tri Wahyuni; Suyatno Suyatno; Agus Ridwan
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10728

Abstract

ABSTRACT The ability to write descriptive texts in German language learning remains a challenge for students due to limitations in developing ideas, using appropriate vocabulary, and constructing sentences according to grammatical rules. This condition emphasizes the importance of implementing learning strategies that encourage more participatory learning activities, are contextually relevant, and foster students’ creativity. Therefore, this study focused on improving descriptive writing skills in German through the implementation of Project-Based Learning supported by the Pixton digital comic media. This study employed the Classroom Action Research (CAR) method based on the Kemmis and McTaggart model, which was conducted in two learning cycles. Each cycle consisted of planning, action implementation, observation, and reflection stages. The research involved 36 students of class XI-8 at SMAN 1 Driyorejo as the research subjects. Data collection techniques included writing skill tests, observations of learning activities, and documentation of the projects produced by students. The research data were analyzed descriptively using quantitative and qualitative approaches to identify improvements in learning achievement as well as the development of students’ participation during the learning process. The findings demonstrated a progressive improvement in students’ writing skills. The average learning outcomes increased gradually from 53 before the intervention to 68 in the first cycle and 82 in the second cycle. In addition to improving academic achievement, the use of Pixton media also assisted students in organizing ideas more systematically, expanding vocabulary mastery, improving grammatical accuracy, and encouraging active participation throughout the learning process. Thus, this study indicates that the integration of Project-Based Learning and digital visual media can serve as an effective instructional innovation for enhancing German writing skills at the secondary school level. ABSTRAK Kemampuan menulis deskriptif dalam pembelajaran Bahasa Jerman masih menjadi tantangan bagi peserta didik karena keterbatasan dalam mengembangkan ide, menggunakan kosakata secara tepat, serta menyusun struktur kalimat sesuai kaidah bahasa. Kondisi ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang dapat menghadirkan aktivitas belajar secara lebih partisipatif, relevan dengan konteks, serta mampu mengembangkan kreativitas peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada upaya peningkatan keterampilan menulis deskriptif dalam Bahasa Jerman melalui implementasi Project-Based Learning yang didukung media komik digital Pixton. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta refleksi. Penelitian melibatkan 36 peserta didik kelas XI-8 SMAN 1 Driyorejo sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan menulis, pengamatan terhadap aktivitas pembelajaran, dan dokumentasi proyek yang dihasilkan peserta didik. Data penelitian dianalisis secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengidentifikasi peningkatan capaian belajar serta perkembangan partisipasi peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan menulis secara progresif. Rata-rata hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan bertahap, dari 53 sebelum tindakan menjadi 68 pada siklus pertama dan 82 pada siklus kedua. Selain berdampak pada peningkatan hasil belajar, penggunaan media Pixton juga membantu peserta didik dalam menyusun ide secara lebih terstruktur, memperluas penguasaan kosakata, meningkatkan ketepatan penggunaan struktur bahasa, serta mendorong partisipasi aktif selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa perpaduan antara pembelajaran berbasis proyek dan media visual digital dapat dijadikan inovasi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis Bahasa Jerman pada jenjang sekolah menengah.
The Use of Easy German Videos to Support the Learning of Writing German Recipes in the German Literature Study Program at Surabaya State University Raden Roro Dyah Woroharsi Parnaningroem; Fahmi Wahyuningsih; Lutfi Saksono; Ari Pujosusanto; Agus Ridwan; Amalina Rachmi Fatina; Rizman Rizman
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v12n2.p214-226

Abstract

This study aims to describe the implementation of Easy German videos as a supporting medium in learning German recipe writing in the German Literature Study Program at Surabaya State University. As a YouTube channel providing authentic German language learning materials, Easy German videos showcase everyday life in Germany through actors using communicative language, gestures, and facial expressions, thereby helping students understand German grammar, vocabulary, and cultural context while practicing listening, speaking, reading, and writing skills. Students' ability to write German recipes using passive sentences is an interesting topic to discuss, as passive sentences in German have structural differences from Indonesian. This action research, which utilized data from observations, documentation, and interviews, was conducted with 31 students from the German Literature Program in the Writing 4 course during the even semester of the 2024/2025 academic year as respondents. The results of the study indicate that the use of Easy German videos in teaching German recipe writing enhances students' writing skills, and 87% of respondents stated that the topics presented in the Easy German videos are relevant to supporting German language learning in their classes. Students' understanding of German culinary traditions is also enriched through exposure to German recipes.
The Role of Rhetoric and Intonation in the Ansprache zum Welt-Frauentag by Federal President Frank-Walter Steinmeier Firli Mar’atus Sholikah; Agus Ridwan
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni: Jurnal Riset Sosial Humaniora, dan Pendidikan (Soshumdik)
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v5i2.3568

Abstract

This study was motivated by the phenomenon of increasing anti-feminism and digital misogyny in Germany, where constitutionally guaranteed equality has suffered a practical setback in the form of a decline in female representation in the Bundestag to 32,4%. This situation has triggered an urgent need for persuasive communication through state addresses. This study aims to analyze the emotional rhetoric (pathos) and intonation strategies in the Ansprache zum Welt-Frauentag in order to raise audience awareness. The method used is a mixed method of qualitative analysis of rhetoric by Aristoteles (2007) and quantitative digital acoustic analysis using Praat software supported theory by Kohler (1995). The data for this analysis are transcripts and audio recordings of the Ansprache zum Welt-Frauentag delivered by Bundespräsident Steinmeier. The results of the study identified three typologies of relationships between diction and intonation, namely contradiction, in which emotional diction is delivered in a flat tone to maintain objectivity; compensation, in which neutral legal references are given emotional weight through a rise in tone (late peak); and parallelism, which is the harmony between emotional diction and the highest voice frequency to build strong authority. Thus, this study confirms that the effectiveness of persuasion in a speech does not only depend on the text, but also on the flexibility of manipulating voice frequency, which strategically functions as an instrument for navigating the audience’s emotions.
Mitos pada Teks Lirik Lagu “Mehr” dan “Halt” Karya Rammstein Linda Dyah Fitaloka Puspitasari; Agus Ridwan
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 3 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i3.576

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu "Mehr" dan "Halt" karya Rammstein dengan fokus pada peran kata abstrak. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan pada tataran denotatif, mehr berfungsi sebagai komparatif kuantitatif yang berarti "lebih", sedangkan halt berfungsi sebagai imperatif yang berarti "berhenti". Namun keduanya bersifat tidak stabil: mehr tidak diikuti penjelasan "lebih dari apa", dan perintah halt diarahkan pada objek yang tidak dapat mematuhinya, yakni detak jantung orang lain. Pada tataran konotatif, mehr membangun hasrat yang tidak pernah puas, sedangkan halt membangun kelelahan eksistensial dan penolakan terhadap keberadaan sosial, dengan kekerasan sebagai konsekuensi kegagalan kontrol simbolik. Pada tataran mitos, kedua lirik menaturalisasi kondisi manusia modern yang terjebak antara hasrat tak terpuaskan dan kelelahan total melalui penghapusan jejak historis dan fleksibilitas makna abstrak. Penelitian ini membuktikan bahwa kata abstrak berperan strategis dalam memproduksi ideologi melalui teks budaya populer.
REGISTER SERAPAN DALAM BUNDESLIGA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK BAHASA JERMAN Anang Yulian Windarto; Agus Ridwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.56219

Abstract

News articles on bundesliga.com contain terms from English amid the use of German as the language of writing. This study aims to describe the borrowed register of Bundesliga news discourse from a sociolinguistic perspective through analysis of the positional distribution, structural forms, and communicative functions of Anglicisms. Using qualitative descriptive methods and discourse analysis, Anglicism units were identified and categorized. Anglicisms appear frequently in headlines and leads while absent from narrative body text. This pattern reflects how Bundesliga news texts work: headlines and leads carry the most important information and demand words with dense meaning. Direct borrowings tend to appear in headlines because they are not changed from their original form, while hybrid formations are distributed across headlines and leads because they are combined with German words. This difference in form relates directly to function: direct borrowings tend to carry stylistic functions, while hybrid formations tend to carry referential functions. These findings define the borrowed register of Bundesliga news discourse as a word choice that is sociolinguistically shaped by the conditions of the professional football industry domain, not by coincidence.
ANALISIS FUNGSI TUTURAN MAKIAN PADA FILM ISI &OSSI (KAJIAN: SOSIOPRAGMATIK) Purwita Widi Hastuti; Agus Ridwan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.61039

Abstract

Tuturan makian dalam komunikasi remaja sering dipandang hanya sebagai bentuk bahasa kasar yang melanggar norma kesantunan, padahal penggunaannya memiliki fungsi komunikatif yang beragam sesuai dengan konteks sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan fungsi tuturan makian dalam film Jerman Isi & Ossi melalui kajian sosiopragmatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menerapkan teori klasifikasi makian Magnus Ljung dan teori fungsi bahasa Janet Holmes. Data berupa tuturan yang mengandung makian diperoleh melalui teknik simak dan catat terhadap dialog film, kemudian dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi berdasarkan bentuk kebahasaan serta fungsi komunikatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan lima kategori tuturan makian, yaitu personal insults, scatological swearing, religious swearing, body-part swearing, dan sexual swearing. Berdasarkan fungsi bahasa, tuturan makian memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi ekspresif, direktif, dan fatis. Fungsi ekspresif merupakan fungsi yang paling dominan karena sebagian besar makian digunakan untuk mengungkapkan emosi seperti kemarahan, kekecewaan, frustrasi, keterkejutan, dan antusiasme, sedangkan fungsi direktif dan fatis digunakan untuk memengaruhi lawan tutur serta membangun keakraban antartokoh. Dengan demikian, makna tuturan makian tidak dapat dipahami hanya berdasarkan bentuk leksikalnya, tetapi harus mempertimbangkan konteks sosial dan tujuan komunikasi penutur. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiopragmatik, khususnya mengenai penggunaan tuturan makian dalam bahasa Jerman, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji fenomena serupa pada media maupun konteks komunikasi yang berbeda.