Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Kompetensi Profesional Guru di Masa Pandemic COVID-19 Ramadhan Putra P, Heldy; Rifa'i, Andi Arif; Supriyanto; Jarwandi; Ayu Oktavia Kusumawati; Sitia Dewi Syinta
Jurnal Sinergi Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal SINERGI
Publisher : LPPM Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsi.v3i1.34

Abstract

Terjadinya wabah pandemic COVID-19 merubah seluruh tatanan aktivitas kehidupan, baik bidang ekonomi, Kesehatan, maupun Pendidikan. Adanya penyesuaian aktivitas membuat para pengambil kebijakan perlu mengambil Langkah yang responsive untuk tetap mempertahakan kualitas kehidupan, khususnya dalam dunia pendidikan. Perubahan dari aktivitas pembelajaran LURING (Luar Jaringan) menjadi DARING (Dalam Jaringan) membutuhkan waktu bagi para pelaku pendidikan untuk menyesuaikan, terutama bagi para guru. Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Raden Mas Said Surakarta berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil bagian dalam memberikan alternatif solusi atas setiap permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan. Prodi MPI menggunakan beberapa cara atau metode dalam menganalisis kebutuhan masyarakat, khususnya di sekolah, diantaranya; (1) studi pendahuluan ke lapangan, (2) rapat Dosen Prodi MPI, (3) penentuan tema kegiatan, (4) usulan tema kegiatan ke Pimpinan Fakultas, (5) koordinasi dengan Pimpinan lokasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), (6) pelaksanaan, dan (7) pelaporan. Kegiatan PkM dilaksanakan di MAN 1 Klaten dengan dihadiri oleh 33 orang guru. Kegiatan PkM mendukung capaian mutu akademik dan capaian rencana strategis UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu membangun mutu akademik dan kerjasama dengan isntitusi diluar Lembaga. Kegiatan ini juga memberikan penguatan kompetensi professional bagi guru di MAN 1 Klaten yang dalam pelaksanaan pembelajarannya lebih banyak berinteraksi secara online selama pandemic COVID-19.
Nur Mohammad Taraki hingga Mohammad Najibullah: Konflik Uni Soviet dengan Mujahidin di Afghanistan 1978-1992 Yunus Sulthonul Khakim; Rahmad Setyawan; Muhammad Husna Rosyadi; Andi Arif Rifa’i
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 1 No. 3 (2025): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v1i3.390

Abstract

Afghanistan was originally an absolute monarchy, where the king held full power and controlled the government completely. However, in 1973, the long-ruling king was overthrown in a coup, giving birth to the Republic of Afghanistan. After that, the country experienced a dark period as the government was taken over by a communist regime controlled by the Soviet Union. This situation left Afghanistan vulnerable to conflict and instability. Then, a jihadist group emerged that dared to oppose communist domination and Soviet intervention from 1978 to 1992. This movement was known as the Mujahideen, which consisted of the Muslim community of Afghanistan. This paper aims to examine the role of this Islamic guerrilla group in the struggle against communism, both in terms of violence, invasion, and cultural change in Afghanistan. Methodologically, this research falls under the category of political history research, utilizing library data as the main reference in the preparation of the discussion. This research uses historical methods, starting from topic selection, source search and verification, interpretation, to writing. The results of the study show that the Mujahideen succeeded in developing and were able to expel communist forces, thus becoming the main force that dominated the new power in Afghanistan. Abstrak: Afghanistan pada awalnya merupakan Negara dengan sistem monarki absolut, di mana raja memegang kekuasaan penuh dan mengendalikan jalannya pemerintahan secara total. Namun, pada tahun 1973, kekuasaan raja yang telah lama berkuasa berhasil digulingkan melalui kudeta, sehingga lahirlah Republik Afghanistan. Setelah itu, Negara ini mengalami masa-masa kelam karena pemerintahan sempat dikuasai oleh rezim komunis yang dikendalikan oleh Uni Soviet. Kondisi tersebut menempatkan Afghanistan dalam situasi yang rentan terhadap konflik dan ketidakstabilan. Hingga kemudian muncul kelompok jihad yang berani menentang dominasi komunis dan intervensi Uni Soviet pada tahun 1978-1992. Gerakan tersebut dikenal dengan sebutan Mujahidin, yang terdiri dari masyarakat muslim Afghanistan. Tulisan ini bertujuan menelaah peran kelompok gerilya Islam tersebut dalam perjuangan melawan komunisme, baik terkait kekerasan, invasi, maupun perubahan budaya di Afghanistan. Secara metodologis, penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian sejarah politik dengan memanfaatkan data kepustakaan sebagai rujukan utama dalam penyusunan pembahasan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, mulai dari pemilihan topik, penelusuran dan verifikasi sumber, interpretasi, hingga penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mujahidin berhasil berkembang dan mampu mengusir pasukan komunis, sehingga kemudian menjadi kekuatan utama yang mendominasi kekuasaan baru di Afghanistan.
Analisis Kepuasan Pemustaka di Perpustakaan Perguruan Tinggi melalui Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) Saoutro, Erland Cahyo; Rifa’i, Andi Arif
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3161

Abstract

Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat sumber belajar dan pendukung kegiatan akademik. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan antara layanan yang diberikan dan harapan pengguna. Berbagai survei dan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pemustaka di perpustakaan perguruan tinggi cenderung bervariasi, terutama disebabkan oleh perbedaan kualitas layanan, ketersediaan koleksi, serta keterbatasan fasilitas dan dukungan digital. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan pengguna dan layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pemustaka melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian ini menggunakan metode SLR untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terdahulu yang relevan mengenai kepuasan pemustaka di perpustakaan perguruan tinggi. Berdasarkan hasil kajian, ditemukan bahwa kualitas layanan pustakawan, kelengkapan dan kemutakhiran koleksi, serta kenyamanan fasilitas fisik merupakan faktor-faktor dominan yang berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pengguna. Selain itu, kemudahan akses terhadap sumber informasi digital, responsivitas layanan daring, dan komunikasi interpersonal yang efektif juga terbukti berperan penting dalam membentuk pengalaman positif pemustaka Artikel ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan, yaitu: (1) melakukan evaluasi kualitas layanan secara teratur, (2) memperbarui koleksi secara berkala, (3) meningkatkan fasilitas fisik, (4) memperkuat kompetensi pustakawan, dan (5) memastikan informasi layanan mudah diakses dan dipahami oleh pengguna. Dengan langkah-langkah tersebut, perpustakaan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai pusat pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pengguna.