Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS KALEKE Sukmawati Sukmawati; Sudirman Sudirman; Finta Amalinda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58020

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pilar fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul karena menyediakan nutrisi lengkap dan zat imunologis bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Meskipun sangat krusial untuk menekan angka kematian bayi, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi, masih fluktuatif dan berada di bawah target nasional. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi kepatuhan ibu, dengan melibatkan 77 responden yang dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan ibu.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan ibu di wilayah tersebut mencapai 77,9%. Secara statistik, pengetahuan ibu (p=0,020) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,001) terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pemberian ASI eksklusif. Temuan menarik menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai Odds Ratio sebesar 9,187, yang berarti ibu yang didampingi secara aktif oleh petugas kesehatan memiliki peluang 9 kali lipat lebih besar untuk patuh. Sebaliknya, dukungan keluarga (p=0,263) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model penelitian ini.Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran tenaga kesehatan sebagai edukator dan pendamping teknis adalah penggerak utama dalam keberhasilan laktasi. Meskipun pengetahuan ibu berkontribusi, kehadiran petugas kesehatan mampu memberikan keyakinan klinis yang mengubah niat ibu menjadi tindakan nyata. Oleh karena itu, penguatan program konseling laktasi yang intensif sangat diperlukan untuk mengoptimalkan cakupan ASI eksklusif di wilayah tersebut.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 1 Bambaira: The Influence of Education in Efforts to Improve Adolescent Reproductive Health at SMAN 1 Bambaira Budiman Abd. Rauf; Haris Pontoh; Eliana; Rismawaty; Suraiyah; Cici; Asrini Muslima Sari; Fadliya; Sudirman; Eka Prasetia Hati Baculu; Muh. Syukran; Wiwin Andriani; Ginanjar Rahardian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9848

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di wilayah sekolah yang menjadi pusat perkembangan perilaku remaja. Kurangnya pengetahuan, sikap, dan tindakan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko, kehamilan remaja, dan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan kesehatan reproduksi siswa di SMAN 1 Bambaira. Penelitian Merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain cross-sectional study dengan pemberian edukasi melalui ceramah interaktif dan media audiovisual, dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Bambaira. Sampel sebanyak 30 siswa dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Pengukuran pengetahuan, sikap, dan tindakan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dengan rata-rata skor meningkat dari 2,03 menjadi 2,37 (p = 0,002). Namun perubahan pada aspek tindakan (2,93 menjadi 3,00; p = 0,326) dan sikap (2,83 menjadi 2,83; p = 1,000) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif meningkatkan ranah kognitif, tetapi belum optimal dalam mempengaruhi ranah afektif dan psikomotor. Penelitian merekomendasikan perlunya intervensi edukasi yang berkelanjutan, partisipatif, serta melibatkan dukungan lingkungan sekolah dan keluarga untuk mencapai perubahan sikap dan perilaku yang lebih komprehensif.
Analisis Faktor Penyebab Klaim Pending, Verifikasi dan Audit Pascaklaim BPJS Kesehatan di RSUD Anutapura Palu Nurlaela; Sudirman; Finta Amalinda
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16703

Abstract

Klaim pending BPJS Kesehatan menjadi tantangan sistemik yang mempengaruhi arus kas rumah sakit dan keberlanjutan pelayanan. RSUD Anutapura Palu mengalami lonjakan signifikan nilai klaim pending dari Rp5,8 miliar (2023) menjadi Rp14,26 miliar (2024), mencerminkan kompleksitas permasalahan yang memerlukan analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor penyebab klaim pending serta proses verifikasi dan audit pascaklaim berdasarkan pendekatan 5M (Man, Machine, Method, Material, Money). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di RSUD Anutapura Palu pada Februari-Maret 2026. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan (koordinator klaim, dua koder, verifikator internal, dan DPJP) serta observasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan) dengan validasi melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan faktor Man: kompetensi SDM cukup namun pengalaman terbatas, beban kerja coder dan verifikator tidak proporsional. Machine: penggunaan SIMRS dan e-claim belum optimal karena gangguan jaringan dan proses coding manual. Method: belum ada SOP baku untuk coding, verifikasi, dan pengajuan klaim. Material: ketidaklengkapan resume medis dan dokumen penunjang menjadi penyebab utama pending. Money: klaim pending menghambat arus kas dan pembayaran jasa pelayanan. Proses klaim meliputi pengumpulan berkas, coding INA-CBGs, verifikasi internal, pengajuan, hingga audit BPJS. Output berupa klaim layak bayar, pending, dan dispute yang berdampak pada efisiensi keuangan. Kesimpulan penelitian ini adalah klaim pending disebabkan oleh kelemahan pada seluruh faktor 5M, terutama ketiadaan SOP baku dan ketidaklengkapan dokumen. Direkomendasikan penyusunan SOP terintegrasi, pelatihan koder berkelanjutan, optimalisasi SIMRS, serta penguatan koordinasi antar unit.
Analisis Determinan yang Mempengaruhi Terjadinya Luka Operasi Caesar di Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu Masiti Masiti; Sudirman; Zhanaz Tasya; Rajindra; Budiman; Hamidah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16885

Abstract

Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pasca tindakan sectio caesarea yang masih menjadi masalah serius dalam pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan angka morbiditas, lama hari rawat, serta biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan personal hygiene terhadap kejadian infeksi luka operasi serta menentukan variabel yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji bivariat (Fisher’s Exact Test) dan uji multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan APD dengan kejadian infeksi luka operasi (p = 0,000), dengan proporsi infeksi lebih tinggi pada penggunaan APD tidak sesuai (87,9%) dibandingkan sesuai (18,9%) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 31,07. Personal hygiene juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000), dimana seluruh responden dengan personal hygiene tidak baik mengalami infeksi (100%), sedangkan pada personal hygiene baik hanya 12,8% yang mengalami infeksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan variabel paling dominan dengan nilai p = 0,009 dan Exp(B) = 1,550. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan APD dengan kejadian infeksi luka operasi (p = 0,000), dengan proporsi infeksi lebih tinggi pada penggunaan APD tidak sesuai (87,9%) dibandingkan sesuai (18,9%) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 31,07. Personal hygiene juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000), dimana seluruh responden dengan personal hygiene tidak baik mengalami infeksi (100%), sedangkan pada personal hygiene baik hanya 12,8% yang mengalami infeksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan variabel paling dominan dengan nilai p = 0,009 dan Exp(B) = 1,550.
Analysis of the Effect of Drug Management on the Level of Drug Availability in Central Sulawesi Province Asmanur Asri Rendelemba; Sudirman; Finta Amalinda
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/h7qtyt63

Abstract

The availability of essential medicines is one of the main indicators of healthcare service quality in primary health centers (Puskesmas). Inadequate medicine availability can hinder medical services and reduce public trust in healthcare facilities. Problems related to medicine availability are generally influenced by various aspects of the drug management cycle, ranging from planning to reporting. This study aimed to analyze the effect of drug management on the level of medicine availability in primary health centers in Central Sulawesi Province and to identify the most dominant influencing variables.This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all 219 primary health centers in Central Sulawesi Province, with a sample of 142 health centers selected using proportional random sampling. Data were collected through structured questionnaires administered to pharmaceutical personnel. The independent variables included planning, procurement, receiving, storage, distribution, and recording and reporting, while the dependent variable was medicine availability. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression at a significance level of 0.05.The bivariate analysis showed that all drug management variables were significantly associated with medicine availability (p < 0.05). Multivariate analysis revealed that planning (p = 0.006; Exp(B) = 1.366), procurement (p = 0.006; Exp(B) = 1.365), and distribution (p = 0.016; Exp(B) = 1.346) were significant predictors of medicine availability. The regression model demonstrated a Nagelkerke R Square value of 0.406, indicating that 40.6% of the variation in medicine availability could be explained by the variables included in the model.It can be concluded that strengthening data-based planning, improving procurement effectiveness, and ensuring timely and accurate distribution are key factors in enhancing medicine availability at primary health centers. Integrated logistics information systems and capacity building for pharmaceutical personnel are necessary to ensure sustainable medicine availability.
Tren Prevalensi Meningkat dan Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja Indonesia: Systematic Review Suhestianigras S; Nikita Aprilianingsih; Megawati; Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2659

Abstract

Hipertensi pada remaja menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring transisi epidemiologi dan perubahan gaya hidup. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada kelompok usia muda menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada remaja Indonesia melalui pendekatan systematic review. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur melalui database Science Direct dan Springer untuk publikasi tahun 2020–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi "hipertensi remaja", "prevalensi hipertensi Indonesia", dan "faktor risiko hipertensi remaja". Tahapan seleksi meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan included. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian kuantitatif, populasi remaja, serta membahas prevalensi atau faktor risiko hipertensi. Dari proses tersebut, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada remaja Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan obesitas dan gaya hidup sedentary. Faktor risiko dominan meliputi obesitas, pola makan tinggi garam dan lemak, penggunaan gawai berlebihan, konsumsi tembakau, serta faktor sosiodemografi seperti pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi. Disarankan penguatan deteksi dini tekanan darah di sekolah, integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum, serta regulasi iklan makanan tidak sehat dan akses tembakau bagi remaja.
Literature Review : Medication Compliance in Tuberculosis Patients Umi Kalsum; Tri Mayang Amita; Lisdiawati Lisdiawati; Sudirman Sudirman; Ahmad Yani
Journal of World Science Vol. 4 No. 4 (2025): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v4i4.1403

Abstract

Tuberculosis (TB) remains one of the leading global health challenges, with a high incidence of infection, widespread drug resistance, and significant morbidity, especially in low- and middle-income countries. Despite advancements in diagnostic tools, treatment regimens, and global policy support, adherence to TB medication remains a critical issue. This study aims to examine the factors influencing medication adherence among TB patients and assess the effectiveness of interventions designed to improve compliance. The research utilizes a literature review methodology, analyzing secondary data obtained from 15 journals and articles published between 2019 and 2024. The findings indicate that knowledge, family support, and healthcare access are key in improving TB treatment adherence. Integrating community-based interventions and educational programs has positively enhanced patient compliance. Additionally, addressing socio-economic factors such as poverty and inadequate healthcare access is essential in reducing TB incidence and preventing drug-resistant strains. The study emphasizes the importance of continuous monitoring, patient education, and support to ensure effective TB control and treatment. The results contribute to the development of targeted strategies for improving TB treatment adherence, particularly in regions with high TB burden.
Determinan Capaian Imunisasi Dasar Lengkap Di Wilayah Kerja Puskesmas Kinovaro Kabupaten Sigi Nur Hikma; Sudirman Sudirman; Munawir H. Usman
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1279

Abstract

Pendahuluan: Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kabupaten Sigi mengalami penurunan signifikan pada tahun 2024, di mana wilayah kerja Puskesmas Kinovaro mencatat capaian terendah sebesar 35%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan capaian imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja Puskesmas Kinovaro, Kabupaten Sigi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 12–24 bulan sebanyak 236 orang, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,003), keyakinan (p=0,000), dan keterjangkauan fasilitas kesehatan (p=0,037) terhadap capaian IDL. Sebaliknya, dukungan petugas kesehatan tidak menunjukkan pengaruh signifikan (p=0,356). Analisis multivariat mengonfirmasi bahwa sikap ibu merupakan variabel determinan yang paling kuat dan dominan memengaruhi capaian IDL (skor statistik = 125,324). Capaian IDL di Puskesmas Kinovaro secara dominan dikendalikan oleh faktor sikap ibu. Disarankan kepada pihak puskesmas untuk mengoptimalkan strategi komunikasi kesehatan yang berfokus pada ranah afektif dan konseling interpersonal guna mengubah sikap negatif ibu menjadi patuh terhadap imunisasi.
Hubungan Beban Kerja dan Stres Kerja dengan Kinerja Perawat Pasien Covid 19 di RSUD Madani: Relationship Between Workload and Work Stress and the Performance of Nurses Patient in Covid 19 at Madani Hospital Sudirman; Mohamad Andri; Nurfianti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2907

Abstract

Latar belakang: Era pandemi covid-19 menuntut sumber daya berperan penting dalam melakukan pekerjaannya. Tenaga kerja yang berada pada garis terdepan dalam penanggulangan pandemi ini adalah tenaga kesehatan atau medis khususnya perawat. Perawat memiliki peran penting dalam melakukan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Perawat memiliki beban kerja disertai tuntutan kerja yang tinggi terlebih lagi bagi perawat yang bekerja di Instalasi Rawat Inap. Hal tersebut disebabkan perawat memiliki peran dan tanggung jawab yang besar. Permasalahan umum yang sering dijumpai oleh tenaga kerja dan merupakan bagian darinya adalah kelelahan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan stres kerja dengan kinerja perawat pasien covid 19 di RSUD Madani. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang pernah merawat pasien covid tahun 2021 di Rumah Sakit Umum Daerah Madani Provinsi Sulawesi Tengah yang berjumlah 130 orang. Sampel berjumlah 57 orang dengan teknik pengambilan sampel acidental sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji “chi square”. Hasil: Penelitian dari 57 respoden beban kerja ringan sebanyak 28 responden (49,1%) dan beban kerja berat sebanyak 29 responden (50,9%), hasil uji “chi square” nilai p: 0,000 (p value ≤ 0,05). Stres kerja normal sebanyak 13 responden (22,8%) dan yang mengalami stres sebanyak 44 responden (77,2%), hasil uji “chi square” nilai p: 0,014 (p value ≤ 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan beban kerja dan stres kerja dengan kinerja perawat covid 19 di RSUD Madani.
Factors Influencing Basic Immunization Coverage in the Working Area of Puskesmas Dombusoi, Sigi Regency Suwandi; Sudirman; Munawir H. Usman
Journal of Public Health Indonesian Vol. 3 No. 2 (2026): JULY-JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/4xwc3t63

Abstract

The national achievement of Complete Basic Immunization (CBI) in 2024 only reached 83.09%, failing to meet the Strategic Plan (Renstra) target of 100%. This shortfall reflects real barriers in protecting children against Vaccine-Preventable Diseases (PD3I). This study aims to analyze the factors influencing the administration of basic immunization in the working area of UPT Puskesmas Dombusoi. A quantitative study using a cross-sectional design was conducted with 76 maternal respondents. Data were analyzed using bivariate chi-square tests and multivariate multiple logistic regression. The bivariate test detected significant effects of maternal knowledge ( ), maternal attitude ( ), location/distance ( ), and family support ( ) on immunization status. However, multivariate testing demonstrated that all variables lost their partial significance ( ) due to strong interactions and overlaps among the variables in the field. The study concludes that knowledge, attitude, geographical access, and family support contribute simultaneously as a unified determinant of child immunization status. Consequently, Puskesmas Dombusoi must reformulate its intervention strategies by combining persuasive Information, Education, and Communication (IEC) with the optimization of mobile health posts (posyandu keliling) in hard-to-reach areas to achieve national coverage targets.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri, Abdul Abe, Yolan Adriana Saehana Agustina Agustina M. Yasin Agustina M. Yasin Ahmad Afandi ahmad yani Ahmad Yani Ahmad Yani Alkaff, Sy. Rugaiyah Amsal, Amsal Ananda Dwi Saputra Andi Reza Alief Chairin Noor, Andi Reza Alief Andi Zuhra Ibrahim Andriani Aprisye Annisa Putri Ana Phalis Annisa Putri Ana Phalis Antika Tahir Arjunah Arjunah Arlyani, Priescilla Asmanur Asri Rendelemba Asrini Muslima Sari Ayu Andira Ayu Lestari Bella Retno Jamalludin Budiman Abd. Rauf Budiman Budiman Cici Cici Cici Daniel Happy Putra Dewi Sugiarti Eka Prasetia Hati Baculu Eka Prasetia Hati Baculu, Eka Eliana Elindawati Tutuf Arif Erik Mua Ervinayanti Ervinayanti Fadlia, Warzika Fadlika Fadri Fadliya Fatmawati Fatmawati Fatmawati Fatni Kidjab Febrianti Finta Amalinda Finta Amalinda Finta Amalinda Fitriana Fitriana Franing Desi Badu Ginanjar Rahardian H. Usman Y Tantu Hamidah Hamidah Handayani Sam Haris Pontoh Hasnawati Hasnawati Helda Badarudin Herlina Yusuf Hijrianto Hijrianto Hindun DJ Usman Ince Rahmi Ince Rahmi Indra Afrianto Indra Afrianto Indrawan Isdayanti Itha Puspita Lahinta, Rachmat Laksono Trisnantoro Lisdiawati Lisdiawati Lita Ulfa Ngaito Marselia Sandalayuk Mashatim Yakub Masiti Masiti Megawati Meilin Anggreyni Milka Djono Moh Rivaldhy Pramudya Moh. Andri Moh. Fikri Mohamad Andri Mohamad Andri, Mohamad Mua, Erik Muammar Muhammad Agung Muhammad Agung Muhammad Anzar Muhammad Jufri Muhammad Syukran Mulyani Munawir H. Usman Munifah AM. Idrus Ni Nyoman Sutiari Nikita Aprilianingsih Nur Afni Nur Afni Nur Afni Imbran Nur Hikma Nurfianti Nurjanah Nurjanah Nurlaela Nurstifani, Elsa Paulus, ⁠Listina Prayitno Mulani Qursia Lasandang Rachmat Lahinta Rahma Febi Rahmatia Rahmawati Rajindra Reyhan Reza Alyani Djiko Rifki, Moh. Rismawaty Rizka Rizka Rizka Rizka Rochmat Jasin Rosnawati Rosnawati Rosnawati, Rosnawati Sirajudin Sirajudin Siti Hartina Siti Nurani Sriyani Oktavia Stevin Unusa Suardi Subardin Sucerni, Sucerni Suhestianigras S Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sunarsih Sunarsih Suraiyah Suwandi Swandayani, Deysi Tantu, H. Usman Y Titin Setiyawati Tri Eko Tri Mayang Amita Tri Rizkiyanti alwi Tri Septyo Indratno Umi Kalsum Umi Kalsum Wahidah, Robiatul Wijayanti Windi Vatricia Wiwin Andriani Yenita Ayudina Yundari, Yundari Yusra Hasrun Zhanaz Tasya Zian Fazilah