Claim Missing Document
Check
Articles

Literature Review: The Relationship Between Mothers’ Knowledge of Diarrhea and Diarrhea Prevention Behaviors in Toddlers Ni Nyoman Sutiari; Cici Cici; Siti Hartina; Sudirman Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i5.2319

Abstract

Diarrhea remains a major health problem in toddlers, contributing to high rates of child morbidity and mortality. Diarrhea prevention behavior in toddlers is strongly influenced by the mother's role as the primary caregiver, especially the mother's level of knowledge about diarrhea. This research aims to analyze the relationship between the mother's level of knowledge about diarrhea and diarrhea prevention behavior in toddlers based on the results of previous studies. This study uses the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA approach. Articles were searched in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar using keywords on maternal knowledge, diarrhea, and prevention behavior in toddlers with Boolean operators (AND/OR). Inclusion criteria included quantitative, qualitative, or mixed-methods studies published from 2020–2025, full-text, and addressing the relationship between maternal knowledge and diarrhea prevention or incidence. Fifteen eligible articles were analyzed descriptively. The results of the study showed that maternal knowledge levels were significantly associated with diarrhea prevention behaviors, diarrhea management practices, the implementation of clean and healthy living behaviors (PHBS), and the incidence of diarrhea in toddlers. Mothers with good knowledge levels tended to implement more optimal prevention behaviors and had toddlers with a lower risk of diarrhea. However, the effectiveness of knowledge implementation is influenced by maternal characteristics, socioeconomic conditions, and sanitation availability. Maternal knowledge plays a crucial role in preventing diarrhea in toddlers through preventive behaviors and reducing its incidence. Thus, sustainable health education supported by adequate sanitation and environmental conditions must be improved to reduce diarrhea incidence in toddlers.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TIKKE RAYA KABUPATEN PASANGKAYU Arjunah Arjunah; Sudirman Sudirman; Zhanaz Tasya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.57686

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Barat yang mencatat angka prevalensi cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu. Rancangan studi yang digunakan adalah case control dengan jumlah sampel sebanyak 122 responden (61 kasus dan 61 kontrol) yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan data pengukuran antropometri anak. Analisis data mencakup uji bivariat menggunakan odds ratio (OR) serta analisis multivariat dengan regresi logistik. Hasil analisis bivariat mengidentifikasi sejumlah variabel sebagai faktor risiko yang signifikan, yaitu pengetahuan ibu (OR=3,147; 95% CI: 1,502–6,594), pola makan (OR=4,986; 95% CI: 2,300–10,808), riwayat berat badan lahir rendah atau BBLR (OR=2,818; 95% CI: 1,161–6,842), riwayat penyakit infeksi (OR=2,605; 95% CI: 1,243–5,459), serta ketidaktersediaan ASI eksklusif (OR=2,553; 95% CI: 1,230–5,299). Di sisi lain, pendapatan keluarga yang memadai terbukti berperan sebagai faktor pelindung atau protektif (OR=0,391; 95% CI: 0,154–0,991). Pada analisis multivariat, tiga variabel yang tetap signifikan adalah pola makan (OR=4,420; p=0,017), riwayat pemberian ASI eksklusif (OR=3,621; p=0,006), dan pendapatan orang tua (OR=0,167; p=0,003). Pola makan menjadi faktor paling dominan dalam penelitian ini. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya intervensi terpadu yang menyasar perbaikan pola makan balita, peningkatan cakupan ASI eksklusif, dan perbaikan kondisi ekonomi keluarga dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di wilayah ini.
PENGARUH BEBAN KERJA DAN BURNOUT SYNDROME TERHADAP KINERJA PEGAWAI RSUD MADANI : KOMPENSASI MODERATING Annisa Putri Ana Phalis; Sudirman Sudirman; Finta Amalinda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58002

Abstract

Kinerja pegawai rumah sakit sangat menentukan kualitas layanan kesehatan, namun tekanan kerja dan keterbatasan SDM sering memicu beban kerja berlebih serta burnout syndrome. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan burnout syndrome terhadap kinerja pegawai di UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah dengan kompensasi sebagai variabel moderasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain korelasional pada populasi 535 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada tahun 2025 dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (sig. 0,002), begitu pula dengan burnout syndrome (sig. 0,000). Hasil uji MRA menunjukkan kompensasi secara signifikan mampu memoderasi dan memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja sebesar 99,7%. Kompensasi memiliki peran strategis sebagai faktor penguat kinerja di tengah tekanan kerja tinggi dan risiko kelelahan mental. Manajemen RSUD Madani disarankan untuk mengoptimalkan sistem pengupahan yang adil dan transparan guna menjaga stabilitas produktivitas serta kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan
SWEEPING IBU HAMIL MEMODERASI PEMANFAATAN PELAYANAN TERHADAP KETERATURAN KUNJUNGAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN Agustina M. Yasin; Sudirman Sudirman; Abdul Kadri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58016

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) yang fluktuatif memerlukan pencegahan melalui pelayanan Antenatal Care (ANC) yang teratur. Masalah utama dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara capaian pemeriksaan ANC dengan kemandirian ibu hamil dalam mengunjungi fasilitas kesehatan, di mana banyak kunjungan justru diperoleh melalui program jemput bola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap keteraturan kunjungan pemeriksaan kehamilan yang dimoderasi oleh program sweeping ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif melalui Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil periode Juni-Agustus 2025 sebanyak 303 orang, dengan sampel 76 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling dan pengumpulan data melalui kuesioner. Variabel penelitian meliputi perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan sebagai variabel independen, keteraturan kunjungan ANC sebagai variabel dependen, dan program sweeping sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh langsung yang positif dan signifikan antara perilaku pemanfaatan terhadap keteraturan kunjungan ANC dengan nilai koefisien jalur 0,231 (p=0,017). Namun, program sweeping sebagai variabel moderasi memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap keteraturan kunjungan dengan nilai koefisien –0,515 (p<0,001). Simpulan penelitian ini adalah perilaku ibu yang baik secara signifikan meningkatkan keteraturan kunjungan ANC, namun program sweeping yang terlalu dominan justru berpotensi menjadi faktor penghambat kemandirian ibu untuk berkunjung secara rutin ke fasilitas kesehatan. Penguatan perilaku dan kesadaran mandiri ibu tetap menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan pemeriksaan kehamilan di masa depan.
ANALISIS DETERMINAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PUSKESMAS KALEKE Sukmawati Sukmawati; Sudirman Sudirman; Finta Amalinda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.58020

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pilar fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul karena menyediakan nutrisi lengkap dan zat imunologis bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Meskipun sangat krusial untuk menekan angka kematian bayi, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi, masih fluktuatif dan berada di bawah target nasional. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi kepatuhan ibu, dengan melibatkan 77 responden yang dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan ibu.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan ibu di wilayah tersebut mencapai 77,9%. Secara statistik, pengetahuan ibu (p=0,020) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,001) terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pemberian ASI eksklusif. Temuan menarik menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai Odds Ratio sebesar 9,187, yang berarti ibu yang didampingi secara aktif oleh petugas kesehatan memiliki peluang 9 kali lipat lebih besar untuk patuh. Sebaliknya, dukungan keluarga (p=0,263) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model penelitian ini.Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran tenaga kesehatan sebagai edukator dan pendamping teknis adalah penggerak utama dalam keberhasilan laktasi. Meskipun pengetahuan ibu berkontribusi, kehadiran petugas kesehatan mampu memberikan keyakinan klinis yang mengubah niat ibu menjadi tindakan nyata. Oleh karena itu, penguatan program konseling laktasi yang intensif sangat diperlukan untuk mengoptimalkan cakupan ASI eksklusif di wilayah tersebut.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja di SMAN 1 Bambaira: The Influence of Education in Efforts to Improve Adolescent Reproductive Health at SMAN 1 Bambaira Budiman Abd. Rauf; Haris Pontoh; Eliana; Rismawaty; Suraiyah; Cici; Asrini Muslima Sari; Fadliya; Sudirman; Eka Prasetia Hati Baculu; Muh. Syukran; Wiwin Andriani; Ginanjar Rahardian
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9848

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di wilayah sekolah yang menjadi pusat perkembangan perilaku remaja. Kurangnya pengetahuan, sikap, dan tindakan yang tepat mengenai kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko perilaku seksual berisiko, kehamilan remaja, dan infeksi menular seksual. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan kesehatan reproduksi siswa di SMAN 1 Bambaira. Penelitian Merupakan penelitian Kuantitatif dengan desain cross-sectional study dengan pemberian edukasi melalui ceramah interaktif dan media audiovisual, dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Bambaira. Sampel sebanyak 30 siswa dipilih menggunakan proportional stratified random sampling. Pengukuran pengetahuan, sikap, dan tindakan dilakukan sebelum dan sesudah edukasi menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, dengan rata-rata skor meningkat dari 2,03 menjadi 2,37 (p = 0,002). Namun perubahan pada aspek tindakan (2,93 menjadi 3,00; p = 0,326) dan sikap (2,83 menjadi 2,83; p = 1,000) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi kesehatan reproduksi efektif meningkatkan ranah kognitif, tetapi belum optimal dalam mempengaruhi ranah afektif dan psikomotor. Penelitian merekomendasikan perlunya intervensi edukasi yang berkelanjutan, partisipatif, serta melibatkan dukungan lingkungan sekolah dan keluarga untuk mencapai perubahan sikap dan perilaku yang lebih komprehensif.
Analisis Faktor Penyebab Klaim Pending, Verifikasi dan Audit Pascaklaim BPJS Kesehatan di RSUD Anutapura Palu Nurlaela; Sudirman; Finta Amalinda
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16703

Abstract

Klaim pending BPJS Kesehatan menjadi tantangan sistemik yang mempengaruhi arus kas rumah sakit dan keberlanjutan pelayanan. RSUD Anutapura Palu mengalami lonjakan signifikan nilai klaim pending dari Rp5,8 miliar (2023) menjadi Rp14,26 miliar (2024), mencerminkan kompleksitas permasalahan yang memerlukan analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor penyebab klaim pending serta proses verifikasi dan audit pascaklaim berdasarkan pendekatan 5M (Man, Machine, Method, Material, Money). Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di RSUD Anutapura Palu pada Februari-Maret 2026. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 5 informan (koordinator klaim, dua koder, verifikator internal, dan DPJP) serta observasi. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman (reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan) dengan validasi melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan faktor Man: kompetensi SDM cukup namun pengalaman terbatas, beban kerja coder dan verifikator tidak proporsional. Machine: penggunaan SIMRS dan e-claim belum optimal karena gangguan jaringan dan proses coding manual. Method: belum ada SOP baku untuk coding, verifikasi, dan pengajuan klaim. Material: ketidaklengkapan resume medis dan dokumen penunjang menjadi penyebab utama pending. Money: klaim pending menghambat arus kas dan pembayaran jasa pelayanan. Proses klaim meliputi pengumpulan berkas, coding INA-CBGs, verifikasi internal, pengajuan, hingga audit BPJS. Output berupa klaim layak bayar, pending, dan dispute yang berdampak pada efisiensi keuangan. Kesimpulan penelitian ini adalah klaim pending disebabkan oleh kelemahan pada seluruh faktor 5M, terutama ketiadaan SOP baku dan ketidaklengkapan dokumen. Direkomendasikan penyusunan SOP terintegrasi, pelatihan koder berkelanjutan, optimalisasi SIMRS, serta penguatan koordinasi antar unit.
Analisis Determinan yang Mempengaruhi Terjadinya Luka Operasi Caesar di Rumah Sakit Umum Daerah Anutapura Palu Masiti Masiti; Sudirman; Zhanaz Tasya; Rajindra; Budiman; Hamidah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.16885

Abstract

Infeksi luka operasi merupakan salah satu komplikasi pasca tindakan sectio caesarea yang masih menjadi masalah serius dalam pelayanan kesehatan karena dapat meningkatkan angka morbiditas, lama hari rawat, serta biaya perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan personal hygiene terhadap kejadian infeksi luka operasi serta menentukan variabel yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan kuesioner. Analisis data menggunakan uji bivariat (Fisher’s Exact Test) dan uji multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan APD dengan kejadian infeksi luka operasi (p = 0,000), dengan proporsi infeksi lebih tinggi pada penggunaan APD tidak sesuai (87,9%) dibandingkan sesuai (18,9%) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 31,07. Personal hygiene juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000), dimana seluruh responden dengan personal hygiene tidak baik mengalami infeksi (100%), sedangkan pada personal hygiene baik hanya 12,8% yang mengalami infeksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan variabel paling dominan dengan nilai p = 0,009 dan Exp(B) = 1,550. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara penggunaan APD dengan kejadian infeksi luka operasi (p = 0,000), dengan proporsi infeksi lebih tinggi pada penggunaan APD tidak sesuai (87,9%) dibandingkan sesuai (18,9%) dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 31,07. Personal hygiene juga menunjukkan pengaruh signifikan (p = 0,000), dimana seluruh responden dengan personal hygiene tidak baik mengalami infeksi (100%), sedangkan pada personal hygiene baik hanya 12,8% yang mengalami infeksi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa personal hygiene merupakan variabel paling dominan dengan nilai p = 0,009 dan Exp(B) = 1,550.
Analysis of the Effect of Drug Management on the Level of Drug Availability in Central Sulawesi Province Asmanur Asri Rendelemba; Sudirman; Finta Amalinda
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/h7qtyt63

Abstract

The availability of essential medicines is one of the main indicators of healthcare service quality in primary health centers (Puskesmas). Inadequate medicine availability can hinder medical services and reduce public trust in healthcare facilities. Problems related to medicine availability are generally influenced by various aspects of the drug management cycle, ranging from planning to reporting. This study aimed to analyze the effect of drug management on the level of medicine availability in primary health centers in Central Sulawesi Province and to identify the most dominant influencing variables.This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The study population consisted of all 219 primary health centers in Central Sulawesi Province, with a sample of 142 health centers selected using proportional random sampling. Data were collected through structured questionnaires administered to pharmaceutical personnel. The independent variables included planning, procurement, receiving, storage, distribution, and recording and reporting, while the dependent variable was medicine availability. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with the chi-square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression at a significance level of 0.05.The bivariate analysis showed that all drug management variables were significantly associated with medicine availability (p < 0.05). Multivariate analysis revealed that planning (p = 0.006; Exp(B) = 1.366), procurement (p = 0.006; Exp(B) = 1.365), and distribution (p = 0.016; Exp(B) = 1.346) were significant predictors of medicine availability. The regression model demonstrated a Nagelkerke R Square value of 0.406, indicating that 40.6% of the variation in medicine availability could be explained by the variables included in the model.It can be concluded that strengthening data-based planning, improving procurement effectiveness, and ensuring timely and accurate distribution are key factors in enhancing medicine availability at primary health centers. Integrated logistics information systems and capacity building for pharmaceutical personnel are necessary to ensure sustainable medicine availability.
Tren Prevalensi Meningkat dan Faktor Risiko Hipertensi pada Remaja Indonesia: Systematic Review Suhestianigras S; Nikita Aprilianingsih; Megawati; Sudirman; Ahmad Yani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 Juni 2026
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v11i1.2659

Abstract

Hipertensi pada remaja menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring transisi epidemiologi dan perubahan gaya hidup. Di Indonesia, prevalensi hipertensi pada kelompok usia muda menunjukkan kecenderungan peningkatan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren prevalensi dan faktor risiko hipertensi pada remaja Indonesia melalui pendekatan systematic review. Metode yang digunakan mengikuti pedoman PRISMA dengan pencarian literatur melalui database Science Direct dan Springer untuk publikasi tahun 2020–2026. Kata kunci yang digunakan meliputi "hipertensi remaja", "prevalensi hipertensi Indonesia", dan "faktor risiko hipertensi remaja". Tahapan seleksi meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan included. Kriteria inklusi adalah artikel penelitian kuantitatif, populasi remaja, serta membahas prevalensi atau faktor risiko hipertensi. Dari proses tersebut, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi pada remaja Indonesia meningkat sejalan dengan peningkatan obesitas dan gaya hidup sedentary. Faktor risiko dominan meliputi obesitas, pola makan tinggi garam dan lemak, penggunaan gawai berlebihan, konsumsi tembakau, serta faktor sosiodemografi seperti pendidikan orang tua dan status sosial ekonomi. Disarankan penguatan deteksi dini tekanan darah di sekolah, integrasi edukasi kesehatan ke dalam kurikulum, serta regulasi iklan makanan tidak sehat dan akses tembakau bagi remaja.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri Abdul Kadri, Abdul Abe, Yolan Adriana Saehana Agustina Agustina M. Yasin Ahmad Yani ahmad yani Ahmad Yani Alkaff, Sy. Rugaiyah Amsal, Amsal Ananda Dwi Saputra Andi Reza Alief Chairin Noor, Andi Reza Alief Andi Zuhra Ibrahim Andriani Aprisye Annisa Putri Ana Phalis Antika Tahir Arjunah Arjunah Arlyani, Priescilla Asmanur Asri Rendelemba Asrini Muslima Sari Ayu Andira Ayu Lestari Bella Retno Jamalludin Budiman Abd. Rauf Budiman Budiman Cici Cici Cici Corina Pagalla Daniel Happy Putra Dewi Sugiarti Eka Prasetia Hati Baculu Eka Prasetia Hati Baculu, Eka Eliana Elindawati Tutuf Arif Erik Mua Fadlia, Warzika Fadlika Fadri Fadliya Fatmawati Fatmawati Fatni Kidjab Febrianti Finta Amalinda Finta Amalinda Finta Amalinda Finta Amalinda Fitriana Fitriana Franing Desi Badu Ginanjar Rahardian Hamidah HAMIDAH Handayani Sam Haris Pontoh Hasnawati Hasnawati Helda Badarudin Herlina Yusuf Hijrianto Hijrianto Hindun DJ Usman Ince Rahmi Indra Afrianto Indra Afrianto Isdayanti Itha Puspita Lahinta, Rachmat Laksono Trisnantoro Lisdiawati Lisdiawati Lita Ulfa Ngaito Mashatim Yakub Masiti Masiti Megawati Meilin Anggreyni Milka Djono Moh Rivaldhy Pramudya Moh. Andri Moh. Fikri Moh. Rizki Adriansa Mohamad Andri, Mohamad Mua, Erik Muammar Muhammad agung Muhammad Agung Muhammad Anzar Muhammad Anzar Muhammad Jufri Muhammad Syukran MULYANI Munifah AM. Idrus Ni Nyoman Sutiari Nikita Aprilianingsih Nur Afni Nur Afni Nur Afni Imbran Nurjanah Nurjanah Nurlaela Nurwijayanti Paulus, ⁠Listina Phalis, Annisa Putri Ana Prayitno Mulani Qursia Lasandang Rachmat Lahinta Rahma Febi Rahmatia Rahmawati Rahmi, Ince Rajindra Reyhan Reza Alyani Djiko Rifki, Moh. Rismawaty Rizka Rizka, Rizka Rochmat Jasin Rosnawati Rosnawati Rosnawati, Rosnawati Sandalayuk, Marselia Sirajudin Sirajudin Siti Hartina Siti Nurani Sriyani Oktavia Stevin Unusa Suardi Subardin Sucerni, Sucerni Suhestianigras S Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sunarsih Sunarsih Suraiyah Swandayani, Deysi Titin Setiyawati Tri Eko Tri Mayang Amita Tri Rizkiyanti alwi Tri Septyo Indratno Umi Kalsum Umi Kalsum Wahidah, Robiatul Wijayanti Windi Vatricia Wiwin Andriani Yasin, Agustina M. Yenita Ayudina Yusra Hasrun Zhanaz Tasya Zian Fazilah