Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KAWAL GIZI : PENGELOLAAN BANTUAN PANGAN PEMERINTAH BERBASIS SIG DI LOKUS STUNTING KABUPATEN TASIKMALAYA Fitriani, Sinta; Hilmawan, Rikky Gita; Yulianti, Ririn; Sumartini, Erwina
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5848

Abstract

Percepatan penurunan Stunting memerlukan strategi dan metode baru yang lebih kolaboratif dan berkesinambungan mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu pembaruan strategi percepatan penurunan Stunting adalah pendekatan keluarga melalui pendampingan keluarga berisiko Stunting untuk mencapai target sasaran, yakni calon pengantin (catin)/ calon pasangan usia subur (PUS), ibu hamil dan ibu menyusui sampai dengan pasca salin, dan anak usia 0-59 bulan. Tim pendamping keluarga akan berperan sebagai ujung tombak percepatan penurunan Stunting. Dalam mendukung kinerja TPK diperlukan sistem informasi yang mendukung pelaporan  kinerjanya berupa  pengembangan IMAH GIZI yang berbasis  Sistem informasi Geografis (SIG) yang  dapat  memetakan keluarga risiko stunting serta  dapat membantu mengelola  bantuan pangan pemerintah sehingga tepat sasaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap dalam bentuk peningkatan kapasitas TPK dalam mengelola dan mengolah bantuan pangan pemerintah  serta pelaporan kinerja TPK dalam aplikasi tersebut. Hasil menunjukan melalui  laporan di aplikasi kawal gizi berbasis SIG di Desa Cikunir terdapat 1 calon pengantin, 12 ibu hamil risiko dan 24 baduta risiko stunting. Melalui data aplikasi berbasis SIG jumlah kelompok risiko stunting yang mendapatkan bantuan social pemerintah adalah 50% ibu hamil risiko dan 37,5% baduta risiko stunting. Pemberian bantuan pangan ini telah memberikan pengaruh terhadap perubahan status gizi keluarga risiko stunting.
Peningkatan Pemahaman Fear of Missing Out (FoMO) pada Remaja Dalam Aktifitas Media Sosial Dewi, Heni Aguspita; Lutfi, Baharudin; Sulastri, Meti; Hidayatuloh, Ana Ikhsan; Hilmawan, Rikky Gita; Marlina, Lina; Daryanti, Eneng; Wahyudi, Deni; Amalia, Novianti Rizki; Mulyana, Hilman; Mulyana, Asep; Hayati, Euis Teti; Vansugist, Mamay; Lestari, Sri; Apriliani, Silvia Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.16589

Abstract

ABSTRAK Remaja adalah pengguna media sosial tertinggi, tingginya pengunaan media sosial membuat remaja rentan mengalami Fear of Missing Out (FoMO). Pengabdian dilakukan untuk mengetahui gambaran pemahaman FoMO sebelum dan setelah dilakukan pengabdian masyarakat. Jumlah responden 357 siswa dari SMPN 5 Kota Tasikmalaya dan SMPN 1 Cikoneng Ciamis, terdapat sekitar 700 peserta yang yang yang mengikuti kegiatan pengmas. Dilakukan penilaian pemahaman FoMO sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan dengan menyebarkan kuesioner. Pemahaman FoMO sebelum dilakukan penyuluhan pada remaja di SMPN 5 Kota Tasikmalaya dan SMPN 1 Cikoneng Ciamis sebagian besar berada pada kategori kurang sebesar 53,8%. Setelah dilakukan penyuluhan pemahaman FoMO sebagian besar berada pada kategori baik sebesar 37,8%. penyuluhan yang dilakukan melalui pengabdian Masyarakat terbukti dapat meningkatkan pemahaman FoMO pada remaja. Disarankan untuk dapat melakukan kegiatan pengebdian Masyarakat lanjutan agar dapat mengatasi masalah Fear of Missing Out (FoMO) pada remaja. Kata Kunci: Fear of Missing Out (FoMO), Pemahaman, Remaja  ABSTRACT Teenagers are the highest users of social media, the high use of social media makes teenagers vulnerable to experiencing Fear of Missing Out (FoMO). The service was carried out to find an overview of understanding FoMO before and after community service. The number of respondents was 357 students from SMPN 5 Kota Tasikmalaya and SMPN 1 Cikoneng Ciamis, the participants who took part in community service activities numbered around 700 people. Assessment of understanding of FoMO was carried out before and after the counseling by distributing questionnaires. Understanding of FoMO before counseling was carried out among teenagers at SMPN 5 Kota Tasikmalaya and SMPN 1 Cikoneng Ciamis was mostly in the poor category at 53.8%. After counseling, understanding of FoMO was mostly in the good category at 37.8%. Counseling carried out through community service has been proven to increase understanding of FoMO in adolescents. It is recommended to carry out further community service activities to overcome the problem of Fear of Missing Out (FoMO) in teenagers.  Keywords: Fear of Missing Out (FoMO), Understanding, Teenagers
PENATALAKSANAAN DISMENORE NON FARMAKOLOGIS PADA KELOMPOK REMAJA PUTRI SMK BHAKTI KENCANA TASIKMALAYA Mulyana, Hilman; Baharudin Lutfi; Septiandi Eka Darusman; Rikky Gita Hilmawan; Iis Sopiah Suryani; Maria Ulfah Jamil; Novianti Rizky Amelia
Balarea: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): BALAREA: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/balarea.v4i1.5679

Abstract

Kasus dismenore primer dan anemia masih menjadi masalah bagi kebanyakan kelompok remaja putri, bahkan mengalami nyeri dengan kategori berat hingga dapat mengganggu rutinitas kesehariannya. Jika dilihat secara epidemiologi, dismenore banyak dialami pada usia 17 - 24 tahun, namun berkurang seiring bertambahnya usia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini diantaranya, Meningkatkan pengetahuan siswi, Dalam jangka panjang agar terhindar dari melahirkan anak dengan kondisi stunting, Menurunkan angka kesakitan siswi, serta Meningkatkan produktivitas siswi dalam bidang akademik. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari senin, 18 November 2024 bertempat di GOR SMK Bhakti Kencana Tasikmalaya dan dihadiri oleh 120 orang, dengan rincian 35 siswa dan 85 siswi, hadir pula bapak kepala sekolah beserta guru BP serta bapak ibu guru lainnya. Kegiatan diawali dengan pembukaan, penyajiaan materi, demonstrasi dan diskusi. Hasil akhir dari kegiatan edukasi dan demonstrasi ini berjalan dengan baik dengan diketahuinya peningkatan pengetahuan dari 65.0% sebelum diberikan intervensi menjadi 85.89% setelah diberikan intervensi. Bagi TIM pengabdian kepada masyarakat selanjutnya diharapkan dapat memberikan materi demonstrasi mengenai penatalaksanaan dismenore secara non-farmakologis dalam bentuk lain.
Efektivitas Baby LED Weaning Terhadap Kejadian Picky Eater pada Bayi Usia 7-12 Bulan Suryani, Iis Sopiah; Marlina, Lina; Hilmawan, Rikky Gita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12649

Abstract

ABSTRACT One indicator of achieving health development is the nutritional status of children under 5 years of age (toddlers). This phase is known as the golden period, where development and growth take place very rapidly, so that children's nutritional needs must be met. At this time, toddlers are very vulnerable to experiencing malnutrition, one of which is stunting.1 In Indonesia, stunting is a serious concern because according to RISKESDAS 2018, although the prevalence of stunting has reached the expected target in the 2019 RPJMN, namely 32%, it has not yet reached the target set by WHO of 20%. So the stunting rate in the province and in the city/district is still high. As the child gets older, the texture of the food given becomes rougher, such as chopped food or food that the child can hold (finger foods). To determine the effectiveness of the baby led weaning method for babies who are picky eaters. The method used in this research is a quasi experiment with one group pretest post test. Pre-post test one group design is a cause and effect relationship involving a control group. Researchers observe before the intervention is carried out, then observe again after the intervention. Causal testing is carried out by comparing the results of the pre-test and post-test.7. The intervention consists of feeding techniques for babies aged 7-12 months using baby-led weaning. After carrying out the Wilcoxon test, the result was P Value = 0.000, which means P Value < α (0.005). So it can be concluded that H1 is accepted, meaning that the BLW (Baby Led Weaning) method is effective in treating babies who are picky eaters. The Baby led weaning method is effective in overcoming baby eating problems, one of which is picky eaters. It is hoped that parents who are picky eaters will use the baby-led weaning method in feeding their babies Keywords : Baby Led Weaning, Picky Eater  ABSTRAK Salah satu indikator pencapaian pembangunan kesehatan merupakan status gizi anak usia dibawah 5 tahun (balita). Fase ini dikenal dengan periode emas (golden period) dimana perkembangan dan pertumbuhan sangat berlangsung dengan pesat, sehingga kebutuhan gizi anak harus terpenuhi. Pada masa ini, balita sangat rentan mengalami kekurangan gizi salah satunya stunting.1 Di Indonesia stunting menjadi perhatian yang serius karena menurut RISKESDAS 2018 Prevalensi stunting walaupun sudah mencapai target yang diharapkan pada RPJMN tahun 2019 yaitu 32% namun belum mencapai target yang ditetapkan oleh WHO sebesar 20%. Sehingga angka stunting di Provinsi maupun di Kota/Kabupaten juga masih tinggi. Seiring bertambahnya usia anak, tekstur makananyang diberikan menjadi lebih kasar seperti makanan yang dicincang atau makanan yang dapat dipegang oleh anak (finger foods).  Untuk mengatahui efektivitas metode baby led weaning terhadap bayi yang mengakami picky eater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi exsperimen dengan one group pretest post test. Pre-post test one group design merupakan hubungan sebab akibat yang melibatkan satu kelompok control. Peneliti mengobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian dilakukan observasi lagi setelah intervesi. Pengujian sebab akibat dilakukan dengan cara membandingkan hasil pre test dan post test.7. Intervensi berupa teknik memberi makan kepada bayi usia 7-12 bulan dengan cara baby led weaning. Setelah dilakukan uji wilcoxon Didapatkan hasil P Value = 0,000 yang berarti P Value < α (0,005). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, artinya Metode BLW (Baby Led Weaning) efektiv dalam menangani  bayi  yang mengalami picky eater. Metode Baby led weaning efektiv dalam mengatasimasalah makan bayi salah satunya yaitu picky eater. Bayi yang mengalami picky eater diharapkanpara orang tua menggunakan metode baby led weaning dalam memberi kan makan kepada bayi nya Kata Kunci: Baby Led Weaning , Picky Eater