Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Persepsi dan Tantangan Mahasiswa Disabilitas Terhadap Aksesibilitas dan Pengembangan Kompetensi Digital dalam Lingkungan Akademik muhammad noor fitriyanto; Iqqonul Hakim; Ade Salahudin Permadi
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 11 No. 1 (2026): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v11i1.12029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi dan pengalaman nyata mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan akademik terkait aksesibilitas teknologi dan proses pengembangan kompetensi digital mereka. Studi ini didorong oleh kesadaran bahwa literasi digital merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan akademis dan kesiapan kerja di era saat ini, namun terdapat potensi signifikan dalam pengalaman mahasiswa penyandang disabilitas. Secara spesifik, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi (1) bagaimana mahasiswa penyandang disabilitas memandang tingkat aksesibilitas infrastruktur dan konten digital yang disediakan oleh perguruan tinggi mereka, dan (2) tantangan spesifik apa yang mereka hadapi saat berupaya meningkatkan keterampilan digital yang relevan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kritis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan dan program inklusif yang lebih responsif terhadap kebutuhan beragam mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multilocale. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in depth interview) semi-terstruktur dengan sejumlah informan kunci yang terdiri dari mahasiswa dengan berbagai jenis disabilitas (misalnya, tunanetra, tunarungu, dan disabilitas fisik) yang terdaftar di beberapa perguruan tinggi inklusif di Indonesia. Selain wawancara, observasi partisipatif terbatas terhadap penggunaan teknologi digital dalam konteks perkuliahan, serta analisis dokumen kebijakan aksesibilitas digital kampus, juga dilakukan untuk triangulasi data. Data kualitatif yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema sentral yang muncul dari narasi pengalaman informan. Pendekatan etik dan kerahasiaan informan dijaga ketat selama seluruh proses penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, meskipun telah ada upaya formalisasi aksesibilitas di beberapa kampus, terdapat diskrepansi yang signifikan antara kebijakan dan implementasi praktisnya. Secara umum, siswa penyandang disabilitas memiliki persepsi positif mengenai pentingnya keterampilan digital untuk masa depan, tetapi mereka melaporkan tantangan aksesibilitas yang kompleks. Temuan utama menunjukkan tantangan yang meliputi: (1) Kurangnya dukungan perangkat lunak dan keras yang kompatibel dengan teknologi asistif mereka, (2) Keterbatasan materi pembelajaran digital yang tidak ramah penyandang disabilitas (misalnya, tidak adanya alt text pada gambar atau subtitle pada video), dan (3) Kurangnya pengetahuan dan kepedulian dari sebagian besar staf pengajar dalam mengintegrasikan teknologi secara inklusif. Secara kualitatif, siswa menyatakan bahwa pengembangan kompetensi digital mereka sering kali lebih bergantung pada inisiatif dan sumber daya pribadi daripada dukungan institusional,yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pengembangan keterampilan dan mempengaruhi partisipasi penuh mereka dalam lingkungan akademik.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI DAERAH BLANK SPOT: TANTANGAN DAN STRATEGI GURU KELAS RENDAH DI SDN 5 MENTAYA SEBERANG Hindun Masitah; Chandra Anugrah Putra; Muhammad Noor Fitriyanto
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4655

Abstract

Kosakata Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, namun pemerataannya masih menghadapi tantangan besar, terutama di wilayah blank spot yang tidak memiliki akses internet. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran berbasis teknologi informasi (TI), mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menganalisis strategi adaptif guru dalam mengatasi keterbatasan di SDN 5 Mentaya Seberang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis TI di SDN 5 Mentaya Seberang dilaksanakan secara offline dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti laptop, proyektor, dan flashdisk berisi materi digital yang disiapkan sebelumnya. Guru mampu mengadaptasi pembelajaran dengan pendekatan low-tech learning melalui modifikasi bahan ajar digital menjadi bentuk cetak, integrasi media digital dengan sumber belajar lokal, serta kolaborasi antar guru dalam pengembangan media pembelajaran. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital siswa dan orang tua, serta minimnya dukungan kebijakan pendidikan. Meskipun demikian, strategi adaptif guru berhasil meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa, memperkuat pemahaman konseptual, dan membangun budaya sekolah yang inovatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi oleh kemampuan guru mengontekstualisasikan teknologi secara kreatif dan manusiawi sesuai dengan kondisi lokal. Model low-tech learning terbukti menjadi solusi efektif untuk mengembangkan pembelajaran berbasis TI di daerah tanpa jaringan internet. Temuan ini merekomendasikan pentingnya dukungan kebijakan berbasis konteks serta pelatihan guru yang menekankan pemberdayaan teknologi sederhana untuk mewujudkan transformasi digital pendidikan yang berkeadilan di wilayah rural Indonesia.
PENGARUH AKTIVITAS FISIK, PENGENALAN HURUF, DAN KOORDINASI MOTORIK KASAR DALAM PERMAINAN ENGKLEK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI ANAK KELOMPOK B2 DI RA PERWANIDA SAMPIT Ernawati Susanto; Rita Rahmaniati; Muhammad Noor Fitriyanto
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik, pengenalan huruf, dan koordinasi motorik kasar melalui permainan engklek terhadap kemampuan literasi anak kelompok B2 di RA Perwanida Sampit. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal dengan desain eksperimen semu (pretest-posttest). Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi terstruktur dan tes literasi sederhana, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas—aktivitas fisik, pengenalan huruf, dan koordinasi motorik kasar—berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kemampuan literasi anak. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,016; 0,041; dan 0,004 (p < 0,05), sedangkan hasil uji F simultan memperoleh nilai Fhitung = 560,012 dengan signifikansi < 0,001. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran literasi berbasis permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan literasi anak secara bermakna. Secara konseptual, permainan engklek huruf memfasilitasi keterpaduan antara gerakan motorik kasar dan proses pengenalan simbol bahasa, sehingga mendukung perkembangan kognitif, fisik, dan sosial-emosional anak secara holistik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan strategi pembelajaran literasi yang aktif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal.
Digital Competency Analysis and Financial Literacy as a Catalyst for Innovation and Student Business Growth in the 5.0 Era Irma Ningsih; Iin Nurbudiyani; Muhammad Noor Fitriyanto
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i2.12997

Abstract

Background: The emergence of Society 5.0 presents both challenges and opportunities for university students, particularly in entrepreneurship. Aim: This study aimed to analyze digital competence and financial literacy as catalysts for innovation and business growth among student entrepreneurs in the digital era. Method: A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was employed. Data were collected from 115 students engaged in entrepreneurial activities through questionnaires, interviews, and focus group discussions. Result and Discussions: The quantitative findings showed that most students had moderate to high digital competence, particularly in using social media, e-commerce platforms, and basic design tools. However, their ability to use advanced digital tools, including digital analytics, paid advertising, and cybersecurity, remained limited. In terms of financial literacy, students demonstrated awareness of basic financial practices, such as separating personal and business finances and recording transactions, yet many still lacked strategic financial planning skills, including budgeting, investment risk assessment, and long-term financial forecasting. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between digital competence and student business growth (r = 0.614; p < 0.01), as well as between financial literacy and student business growth (r = 0.587; p < 0.01). These results indicate that higher levels of digital competence and financial literacy are associated with stronger business growth, including increased revenue, market expansion, and product innovation. Conclusions: The qualitative findings supported the quantitative results by identifying several barriers, such as limited practical training, insufficient curriculum integration, and lack of mentoring. This study concludes that strengthening digital and financial competencies is essential for fostering sustainable student entrepreneurship in the Society 5.0 era. Therefore, universities are encouraged to integrate practical digital skills, financial literacy, and entrepreneurial mentoring into entrepreneurship programs to better prepare students for real-world business challenges.
Pemanfaatan Teknologi Virtual Reality Dalam Pengenalan Sel Tubuh Manusia: Indonesian Muhammad Noor Fitriyanto; Achmad Zainul Rozikin; Leorna L Leuwincun; Ningrum Sudianto; Amelia Dwi Astuti
Huma Betang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Huma Betang : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/humabetang.v1i1.7270

Abstract

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menjangkau tampilan dan membangkitkan motivasi dalam proses belajar. Terdapat beberapa kegiatan belajar siswa yang tidak dapat langsung mendapatkan wujud nyata di dalam kelas, sehingga dibutuhkan sebuah media belaar yang dapat membantu hal tersebut. Salah satu topik yang akan difokuskan adalah pembelajaran sel tubuh manusia pada mata pelajaran biologi di sekolah. Saat ini masih banyak pembelajaran biologi yang belum memaksimalkan teknologi dan hanya sebatas menggunakan tampilan gambar 2 dimensi dengan power point sebagai media pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang dapat menjangkau dan memvisualisasikan sel tubuh manusia dalah virtual reality. Siswa diharap akan merasa tertarik dan mudah untuk memahami materi tersebut. Guru juga menjadi termotivasi dalam mengajar ketika praktik pembelajaran tersebut sehingga perlu inovasi dalam media pembelajaran dan dianggap perlu menerapkan sebuah teknologi virtual reality sel tubuh manusia sebagai media pembelajaran untuk membantu serta sebagai media pembelajaran bagi siswa abad 21 saat ini. Metode yang digunakan adalah MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Penelitian ini menghasilkan aplikasi oculus virtual reality yang membantu memvisualisasikan sel tubuh manusia secara virtual dalam bentuk 3D model.
Pelatihan Yoga Dalam Upaya Penguatan Pendidikan Karakter Bagi Anak-Anak Yayasan Kerta Daneswara Desa Sibetan Kabupaten Karangasem Ni Putu Diah Untari Ningsih; Ayu Widha Erlia; I Ketut Dan Budiantara; I Wayan Jatiyasa; I Gede Sugiarka; Muhammad Noor Fitriyanto
Huma Betang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Huma Betang : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/humabetang.v1i3.8977

Abstract

Tujuan kegiatan ini untuk penguatan pendidikan karakter melalui pelatihan yoga bagi anak-anak Yayasan Kerta Daneswara, Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem. Metode yang diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui: (1) Survey pendahuluan; (2) Pengurusan administrasi dan Proposal Kegiatan PKM; (3) Persiapan; (4) Pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pelatihan yoga ini dilaksanakan di Yayasan Kerta Daneswara pada hari Minggu tanggal 5 Mei 2024 pukul 07.00 WITA. Melalui pelatihan yoga anak-anak dilatih untuk mampu selalu bersikap religius dan disiplin. Religius dapat ditunjukkan ketika pelaksanaan Yoga yang mengucapkan mantra dan doa-doa suci. Anak-anak juga dilatih untuk selalu mengikuti arahan dari istruktur yoga sehingga dapat menumbuhkan karakter disiplin pada siswa. Nilai karakter yang terbentuk dari latihan yoga adalah; nilai disiplin, nilai rasa ingin tahu, nilai tanggung jawab, nilai kerja keras, nilai kreatif, nilai religius, dan nilai jujur. Terbentuknya tujuh dari delapan belas nilai karakter merupakan hasil dari latihan yoga. Dengan terbentuknya karakter mulia pada siswa Yayasan Kerta Daneswara melalui latihan yoga menunjukkan bahwa latihan yoga bisa dijadikan salah satu metode yang tepat untuk menanamkan nilai karakter mulia kepada para siswa dengan pola sederhana berbasis pada pendidikan.