Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK, PENGENALAN HURUF, DAN KOORDINASI MOTORIK KASAR DALAM PERMAINAN ENGKLEK TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI ANAK KELOMPOK B2 DI RA PERWANIDA SAMPIT Ernawati Susanto; Rita Rahmaniati; Muhammad Noor Fitriyanto
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas fisik, pengenalan huruf, dan koordinasi motorik kasar melalui permainan engklek terhadap kemampuan literasi anak kelompok B2 di RA Perwanida Sampit. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif kausal dengan desain eksperimen semu (pretest-posttest). Subjek penelitian berjumlah 15 anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi terstruktur dan tes literasi sederhana, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas—aktivitas fisik, pengenalan huruf, dan koordinasi motorik kasar—berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kemampuan literasi anak. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,016; 0,041; dan 0,004 (p < 0,05), sedangkan hasil uji F simultan memperoleh nilai Fhitung = 560,012 dengan signifikansi < 0,001. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran literasi berbasis permainan engklek dapat meningkatkan kemampuan literasi anak secara bermakna. Secara konseptual, permainan engklek huruf memfasilitasi keterpaduan antara gerakan motorik kasar dan proses pengenalan simbol bahasa, sehingga mendukung perkembangan kognitif, fisik, dan sosial-emosional anak secara holistik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik PAUD dalam mengembangkan strategi pembelajaran literasi yang aktif, kontekstual, dan berbasis budaya lokal.
Digital Competency Analysis and Financial Literacy as a Catalyst for Innovation and Student Business Growth in the 5.0 Era Irma Ningsih; Iin Nurbudiyani; Muhammad Noor Fitriyanto
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i2.12997

Abstract

Background: The emergence of Society 5.0 presents both challenges and opportunities for university students, particularly in entrepreneurship. Aim: This study aimed to analyze digital competence and financial literacy as catalysts for innovation and business growth among student entrepreneurs in the digital era. Method: A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was employed. Data were collected from 115 students engaged in entrepreneurial activities through questionnaires, interviews, and focus group discussions. Result and Discussions: The quantitative findings showed that most students had moderate to high digital competence, particularly in using social media, e-commerce platforms, and basic design tools. However, their ability to use advanced digital tools, including digital analytics, paid advertising, and cybersecurity, remained limited. In terms of financial literacy, students demonstrated awareness of basic financial practices, such as separating personal and business finances and recording transactions, yet many still lacked strategic financial planning skills, including budgeting, investment risk assessment, and long-term financial forecasting. Pearson correlation analysis revealed a significant positive relationship between digital competence and student business growth (r = 0.614; p < 0.01), as well as between financial literacy and student business growth (r = 0.587; p < 0.01). These results indicate that higher levels of digital competence and financial literacy are associated with stronger business growth, including increased revenue, market expansion, and product innovation. Conclusions: The qualitative findings supported the quantitative results by identifying several barriers, such as limited practical training, insufficient curriculum integration, and lack of mentoring. This study concludes that strengthening digital and financial competencies is essential for fostering sustainable student entrepreneurship in the Society 5.0 era. Therefore, universities are encouraged to integrate practical digital skills, financial literacy, and entrepreneurial mentoring into entrepreneurship programs to better prepare students for real-world business challenges.