Claim Missing Document
Check
Articles

THE GROWTH OF Dendrobium spectabile (Blume) Miq. ORCHID PLANTLET IN VACIN AND WENT (VW) MEDIUM WITH DIFFERENT CONCENTRATIONS OF COCONUT WATER Zakiyah, Aisyah; Setiari, Nintya; Nurchayati, Yulita
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.222

Abstract

Dendrobium spectabile is an epiphytic orchid that grows slowly and experiences natural exploitation, so it needs to be conserved ex-situ through in vitro culture. One of the essential steps for in vitro culture is subculture to supply the nutrients needed by plantlets. Increasing the growth of these plantlets can be done by adding coconut water. This study aimed to determine the effect of adding coconut water and the optimal concentration of coconut water on the growth of D. spectabile plantlets in VW medium. The method used is growing plantlets in VW medium with different concentrations of coconut water. The research design was completely randomized with a single factor, the concentration of coconut water (0%, 5%, 10%, 15%, 20%). Data were analyzed by ANOVA at a 5% significance level. Plantlet growth was observed for two months. Parameters observed were new shoots, leaves, and roots emergence time; number of new shoots, leaves, and roots; and new leaves length. The addition of coconut water affected the growth of D. spectabile orchid plantlets. Five to ten percent of coconut water is the optimal concentration for shoots and leaves growth of D. spectabile orchid plantlets. Therefore, coconut water can increase the growth of in vitro plantlets.
Pengaruh Air Kelapa Pada Media MS Terhadap Pertumbuhan Tunas Dari Eksplan Cormus Saffron (Crocus Sativus L.) Secara In vitro Utama, Rafii Satria; Setiari, Nintya; Nurchayati, Yulita; Haryanti, Sri
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 11, Nomor 1, Tahun 2026
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2026.1-8

Abstract

Saffron (Crocus sativus L.) merupakan tumbuhan steril dengan kromosom triploid, sehingga perbanyakan secara generatif tidak dapat dilakukan. Metode kultur jaringan menjadi salah satu alternatif untuk membudidayakan saffron. Tujuan penelitian adalah mengkaji pengaruh air kelapa pada media MS terhadap pertumbuhan tunas eksplan cormus Saffron  dan mengetahui konsentrasi air kelapa yang optimum sehingga meningkatan pertumbuhan tunas Saffron. Metode yaitu penanaman eksplan cormus Saffron  ke dalam media MS yang ditambah air kelapa pada konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor tunggal (konsentrasi air kelapa) dengan 4 ulangan. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Pertumbuhan eksplan diamati selama 8 minggu. Parameter yang diamati yaitu waktu muncul tunas, akar, dan daun; jumlah tunas, akar, dan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa tidak menginisiasi pertumbuhan akar, tunas, dan daun cormus saffron. Air kelapa dengan konsentrasi 0% - 20% tidak menstimulasi pertumbuhan akar, tunas, dan daun cormus saffron. Air kelapa belum mampu memecahkan dormansi cormus saffron.Saffron (Crocus sativus L.) is a sterile plant with triploid chromosomes, making generative propagation unfeasible. Tissue culture offers an alternative method for saffron cultivation. This research aimed to investigate the impact of coconut water in Murashige and Skoog (MS) medium on the growth of saffron corm explant shoots and to identify the optimal coconut water concentration for enhancing saffron shoot growth. The experiment involved planting saffron corm explants in MS medium supplemented with coconut water at concentrations of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. A completely randomized design with a single factor (coconut water concentration) and four replications was employed. Data were analyzed using ANOVA followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Explant growth was monitored over an 8-week period, with observations focusing on the timing of shoot, root, and leaf emergence, as well as the number of shoots, roots, and leaves. The results indicated that the addition of coconut water did not initiate the growth of saffron corm roots, shoots, or leaves. Coconut water at concentrations ranging from 0% to 20% did not stimulate the growth of saffron corm roots, shoots, or leaves, and it was unable to break the dormancy of saffron corms.
Peningkatan Pertumbuhan Anggrek Cymbidium ensifolium (L.) Swartz. Setelah Pemberian Pupuk Organik Cair untuk Konservasi Zahrotunnisa, Alfi; Suedy, Sri Widodo Agung; Nurchayati, Yulita; setiari, nintya
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.12.4.579-586

Abstract

Anggrek Cymbidium ensifolium merupakan anggrek terrestrial dengan ciri bunga berwarna kuning corak merah. Keindahan anggrek tersebut menyebabkan masyarakat melakukan eksploitasi yang dapat mengancam kepunahan, sehingga diperlukan upaya pelestarian salah satunya secara ex situ dengan budidaya. Proses budidaya disesuaikan dengan kondisi alamnya yaitu menggunakan bahan alam sebagai pupuk alami atau organik. Bahan alam yang dapat digunakan dalam pembuatan pupuk adalah air kelapa dan air cucian beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan air kelapa dan air cucian beras dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan anggrek C. ensifolium. Metode yang digunakan adalah ex situ dengan menanam menggunakan polybag dengan medium tanah: sekam: sekam berambut = 1: 1: 1 dan mikoriza 15 gr/tanaman di kebun percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan satu faktor berupa konsentrasi POC 0%, 15% dan 30%. Metode analisis data menggunakan ANOVA dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan POC berbahan air kelapa dan air cucian beras berpengaruh meningkatkan pertumbuhan C. ensifolium. Pupuk organik cair 30% merupakan konsentrasi optimal untuk panjang tunas, panjang dan lebar daun. Kebaruan penelitian ini adalah digunakannya kombinasi air kelapa dan air cucian beras sebagai bahan dasar pembuatan pupuk dan pada konsentrasi 30% meningkatkan pertumbuhan anggrek.