Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di Mts Muhammadiyah Datarang Rahmi Dewanti Palangkey; Nurfadhilah Rahman; Tabhan Syamsu Rijal
PILAR Vol 13, No 1 (2022): JURNAL PILAR, JUNI 2022
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan mendasar yang dihadapi proses belajar mengajar di Indonesia adalah kurangnya perhatian pendidik terhadap peserta didiknya untuk memahami kemampuan masing-masing siswa dalam menyerap dan memahami pelajaran. Banyak sekolah menggunakan pengajaran klasikal sehingga perbedaan kemampuan individual terabaikan, yang dapat merugikan perkembangan kejiwaan peserta didik dan pencapaian prestasinya. Salah satu aspek dari pembelajaran Agama Islam terdapat mata pelajaran Al-Quran Hadits, pelajaran Al-Quran Hadits menekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan memahami isi teks Al-Quran dan Hadits. Sekarang ini pembelajaran Al-Quran Hadits sering mengalami penurunan minat sehingga menjadikan prestasi peserta didik menurun, disebabkan oleh model pembelajaran yang digunakan oleh guru terkadang tidak sesuai dengan kebutuhan cara belajar peserta didik. Guru terkadang menggunakan metode klasik yaitu hafalan dan tulisan, tanpa diselingi dengan metode atau cara pembelajaran yang inovatif, sehingga tidak sedikit ditemui dalam proses pembelajaran terdapat peserta didik yang cenderung malas dan mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran.. Kata Kunci: Gaya Belajar; Prestasi Siswa; Pelajaran Hadis
Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Hadis Nurfadhillah H. Hamzah; Marina Masdayanti Irawan; Rahmi Dewanti Palangkey; Abbas Baco Miro
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas sejarah pertumbuhan dan perkembangan hadis, yang merupakan sumber hukum dan pedoman kehidupan bagi umat Islam. Hadis merujuk pada perkataan, tindakan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW. Sejak awal mula munculnya Islam, hadis menjadi penting dalam menjaga keutuhan ajaran agama dan memahami praktik-praktik yang diajarkan oleh Nabi Muhammad. Artikel ini melacak perjalanan sejarah hadis dari masa hidup Nabi hingga masa kini, menggambarkan upaya para ahli hadis dalam mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan menguji keabsahan hadis, serta dampaknya terhadap pemahaman dan aplikasi hadis dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Penelusuran dimulai dengan masa awal Islam dan kehidupan Nabi Muhammad, di mana hadis secara lisan menjadi sumber utama ajaran Islam. Kemudian, pembahasan meliputi periode pemilihan dan pengumpulan hadis pada masa Khulafaur Rasyidin, perkembangan ilmu hadis sebagai disiplin ilmu, periode pembaharuan hadis, serta peran hadis dalam kehidupan umat Islam modern. Dalam konteks kontemporer, hadis masih menjadi sumber penting untuk memahami praktik agama dan menghadapi tantangan interpretasi dan aplikasi hadis. Artikel ini memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah hadis, menggambarkan usaha pemeliharaan keautentikan hadis, serta memberikan wawasan tentang peran hadis dalam kehidupan umat Islam saat ini
Sejarah Perkembangan Kaidah Fiqhi Nurfajriyah Dzulhaj; Rahman Rahman; Rahmi Dewanti Palangkey; M. Ilham Muchtar
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Tulisan ini menyajikan tentang sejarah perkembangan kaidah fiqh dari berbagai periode dan tahapan- tahapannya. Metodologi atau pendekatan yang digunakan dalam tulisan ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research), sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menelaah dan/atau mengekplorasi beberapa Jurnal, buku, dan dokumen-dokumen (baik yang berbentuk cetak maupun elektronik) serta sumber-sumber data dan atau informasi lainnya yang dianggap relevan dengan kajian. Temuan dalam kajian ini adalah pada sejarah perkembangan kaidah fiqh berkembang dari berbagai periode dan tahapan- tahapannya. Terdapat tiga tahapan; pertama, periode tumbuh dan pembentukan kaidah fiqh. Kedua, periode periode perkembangan dan penulisan. Ketiga, periode pemantapan dan sistematisasi kaidah fiqh. Selain pengetahuan tentang ilmu fiqh, pengetahuan sejarah ilmu fiqh juga menjadi hal yang sangat penting diketahui mengingat ilmu fiqh sebagai ilmu yang menjadi salah satui kebutuhan manusia itu sendiri
REKONSTRUKSI PROSES HISTORIS-TEOLOGIS TURUNNYA WAHYU: IMPLIKASINYA TERHADAP OTORITAS DAN AUTENTISITAS ALQUR'AN Nurul Ilmi; Fathul Janna; Nur Aida; Rahmi Dewanti Palangkey
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini membahas rekonstruksi historis-teologis proses turunnya wahyu Alqur'an serta penguatannya terhadap otoritas dan autentisitas Alqur'an sebagai sumber utama ajaran Islam. Pembahasan diawali dengan penelusuran konteks sejarah pewahyuan Alqur'an yang berlangsung secara bertahap selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, melibatkan interaksi antara wahyu Ilahi dan realitas sosial masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya, makalah ini mengkaji dimensi teologis wahyu, khususnya keyakinan bahwa Alqur'an bersumber langsung dari Allah SWT dan disampaikan melalui perantaraan Malaikat Jibril tanpa campur tangan manusia dalam substansi pesan Ilahi. Rekonstruksi historis-teologis ini menunjukkan bahwa proses turunnya wahyu tidak mengurangi keotentikan Alqur'an, melainkan justru memperkuat otoritasnya sebagai kalamullah yang terjaga. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa otoritas Alqur’an bersifat transenden sekaligus kontekstual, sementara autentisitasnya terjamin melalui mekanisme hafalan, pencatatan, dan transmisi yang ketat sejak masa kenabian hingga kodifikasi mushaf. Dengan demikian, Alqur'an tetap memiliki legitimasi teologis dan historis yang kokoh sebagai pedoman hidup umat Islam sepanjang zaman.  
Kodifikasi Al-Qur’an Dan Konsolidasi Otoritas Teks: Telaah Historis Kritis Atas Mushaf Utsmani Nur Amri Ramadhan Abd. Gani; Muh. Akbar; Mujairil Mujairil; Rahmi Dewanti Palangkey
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kodifikasi Al-Qur’an merupakan proses historis penting dalam menjaga keotentikan dan otoritas teks wahyu di tengah perkembangan masyarakat Islam awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kodifikasi Al-Qur’an hingga terbentuknya Mushaf Utsmani serta perannya dalam konsolidasi otoritas teks Al-Qur’an melalui pendekatan historis-kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, baik dari literatur klasik Islam maupun kajian akademik kontemporer. Data dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis dan kritis untuk menelusuri dinamika sosial, politik, dan keilmuan yang melatarbelakangi standarisasi mushaf pada masa Khalifah Utsman bin ‘Affan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kodifikasi Mushaf Utsmani merupakan bentuk konsensus kolektif para sahabat dalam menjaga kesatuan teks Al-Qur’an sekaligus mengelola pluralitas bacaan secara metodologis. Selain itu, Mushaf Utsmani berfungsi sebagai instrumen utama dalam mengokohkan otoritas teks Al-Qur’an dan mencegah fragmentasi keagamaan di wilayah Islam yang semakin meluas. Telaah historis-kritis juga memperlihatkan bahwa standarisasi mushaf tidak mengindikasikan manipulasi teks, melainkan upaya preventif untuk menjaga stabilitas teologis dan sosial umat Islam. Temuan ini menegaskan bahwa Mushaf Utsmani memiliki legitimasi teologis, historis, dan akademik yang kuat sebagai fondasi utama transmisi Al-Qur’an hingga masa kini
Genealogi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an: Dari Tradisi Lisan Menuju Sistem Keilmuan Klasik Rifda Nur Irwani; Ummi Khairi Putri; Nurhidayah Nurhidayah; Rahmi Dewanti Palangkey
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji genealogi ilmu-ilmu Al-Qur’an dengan menelusuri transformasi epistemologis wahyu dari tradisi lisan pada masa awal Islam menuju sistem keilmuan klasik yang terstruktur dan mapan. Al-Qur’an sebagai wahyu yang diturunkan secara gradual dan lisan melahirkan pola transmisi berbasis hafalan, sanad, dan otoritas Nabi Muhammad SAW sebagai penafsir utama. Seiring wafatnya Nabi dan meluasnya wilayah Islam, dinamika sosial, linguistik, dan kultural umat mendorong perlunya kodifikasi mushaf serta institusionalisasi disiplin-disiplin pendukung guna menjaga otentisitas teks dan stabilitas makna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan genealogi untuk menelusuri perkembangan historis dan intelektual ilmu-ilmu Al-Qur’an sejak masa kenabian, periode sahabat dan tabi’in, hingga terbentuknya sistem ulum al-Qur’an klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu-ilmu Al-Qur’an tidak lahir secara ahistoris, melainkan sebagai respons dialektis terhadap kebutuhan umat dalam memahami wahyu di tengah perubahan zaman. Kodifikasi Al-Qur’an, pergeseran metodologi tafsir dari riwayah menuju dirayah, serta kodifikasi ulum al-Qur’an merupakan tahapan penting dalam pembentukan sistem keilmuan Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa ulum al-Qur’an merupakan produk interaksi dinamis antara teks wahyu, tradisi lisan, dan perkembangan peradaban Islam, yang hingga kini tetap relevan namun menuntut pembacaan kritis dan kontekstual.