Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

The Influence of Work Flexibility and Compensation on Employee Performance among the Millennial Generation Retno Anggraini; Habibullah Jimad; Nova Mardiana
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jempper.v4i2.4057

Abstract

The millennial generation that now dominates the world of work tends to prioritize work flexibility and compensation to improve their performance in the work environment. Work flexibility is considered as one of the important factors that can improve employee productivity and performance. Fair and competitive compensation is also a crucial aspect in motivating employees to achieve optimal performance. This study aims to determine the effect of work flexibility and compensation on the performance of millennial generation employees in insurance companies in Indonesia. This study is a quantitative study by distributing questionnaires using a Likert scale with a sample of 198 millennial generation employees in insurance companies spread throughout Indonesia. The data that has been collected will be analyzed using multiple linear regression analysis tools to test the influence between variables through the IBM SPSS 26 application. The results of this study support the proposed hypothesis, namely that work flexibility has a positive and significant effect on employee performance and compensation has a positive and significant effect on employee performance. The findings of this study provide implications for company management in designing work flexibility policies that provide freedom for employees to determine their start and finish hours, so that optimal employee welfare and performance are created. 
PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME DAN FLY ASH TERHADAP KUAT LENTUR MORTAR MENGGUNAKAN RECYCLED FINE AGGREGATE (RFA) Filiani Nabila Nurwulan; Eva Arifi; Retno Anggraini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami perkembangan infrastruktur. Proses pelaksanaan pembangunan infrastruktur material yang sering digunakan ialah beton dan mortar karena memiliki daya tahan yang mendukung untuk infrastuktur. Penggunaan material berlebihan akan menyebabkan limbah konstruksi yang menyebakan permasalahn lingkungan yang serius. Penggunaan kembali agregat daur ulang bisa menjadi solusi dalam permasalahan ini. Agregat daur ulang didapatkan dari peoses penghacuran beton, yang memiliki kualitas kekuatan dibawah agregat alami. Oleh karena itu, mortar yang dihasilkan akan mengalami penurunan kekuatan, sehingga perlu ditambahkan bahan seperti silica fume  dan  fly ash untuk meningkatkan kuat lentur pada mortar. Penggunaan silica fume  dengan variasi 7%, 10%, dan 15% dan fly ash dengan variasi 15% dengan masing-masing terhadap berat semen. Pada penilitian dilakukan pengujian kuat lentur mortar untuk melihat beban lentur sebelum mortar mengalami kerusakan atau keretakan. Kuat lentur mortar akan di uji dengan dengan meletakan balok mortar di dua tumpuan dan pembebanan dilakukan pada titik tengah balok mortar secara tegak lurus terhadap permukaan balok dan akan diberikan pembebanan hingga mortar mengalami patah. Mortar dengan variasi RFA-SF7-FA15 atau dengan tambahan silica fume sebesar 7 % dan fly ash  sebesar 15% menggunakan agregat halus daur ulang (RFA) memiliki nilai yang optimum dibanding variasi lainnya. Kuat lentur pada mortar ini memiliki pengaruh dari tambahan silica fume yang memiliki kandungan SiO2 dan fly ash memiliki kandungan CaO sehingga memberikan rekasi pada hidrasi semen yaitu CaOH membentuk kasium silikat hidrat (C-S-H). Senyawa ini akan menghasilkan mortar dengan mikrostruktur yang padat, sehingga meningkatkan kekuatan lentur pada mortar.
Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang akibat Pengaruh Tangga dengan Metode Analisis Pushover (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Maulana Rizqi Riwawo; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, sebagai negara dengan tingkat risiko gempa bumi yang tinggi, menghadapi tantangan besar dalam merancang bangunan yang dapat bertahan terhadap bencana seismik. Salah satu elemen yang sering terabaikan dalam perancangan struktur bangunan adalah tangga. Meskipun fungsi utamanya sebagai akses vertikal, keberadaan tangga ternyata dapat memengaruhi kinerja struktural bangunan, terutama dalam menghadapi beban gempa. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh tangga terhadap kinerja seismik bangunan bertingkat dengan menggunakan metode analisis pushover. Dua model gedung dianalisis, yaitu model dengan tangga dan tanpa tangga untuk membandingkan respons struktural pada parameter berupa perpindahan (displacement), simpangan antar lantai, gaya geser dasar (base shear), dan kemunculan sendi plastis. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur dengan tangga memiliki kinerja yang lebih baik dalam mengurangi perpindahan dan simpangan antar lantai. Selain itu, struktur dengan tangga juga menunjukkan kapasitas yang lebih tinggi dalam menahan gaya geser dasar. Meskipun kedua struktur berada pada tingkat kinerja Damage Control, struktur dengan tangga memiliki performance point yang lebih tinggi, menunjukkan bahwa keberadaan tangga meningkatkan stabilitas dan ketahanan struktural terhadap gempa. Oleh karena itu, keberadaan tangga dapat dipertimbangkan sebagai elemen struktural yang berfungsi ganda, yaitu sebagai akses vertikal sekaligus penguat kekakuan bangunan terhadap gempa. Kata kunci: Analisis Pushover, Tangga, Struktur Tahan Gempa, Displacement, Simpangan Antar Lantai, Base Shear, Sendi Plastis, Stabilitas Bangunan, Performance Point.
Perbandingan Evaluasi Kinerja Seismik Bangunan Beton Bertulang pada Sistem Open Frame dan Infill Frame (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Zidan, Mohammad Akrom; Retno Anggraini; Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia terletak di kawasan rawan gempa akibat pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga perencanaan bangunan tahan gempa menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja seismik antara dua sistem struktur pada gedung beton bertulang, yaitu sistem open frame dan sistem infill frame, dengan studi kasus pada Gedung X di Universitas Y. Analisis kinerja struktur dilakukan dengan menggunakan metode pushover dan model diagonal equivalent strut untuk dinding pengisi, sesuai dengan pedoman FEMA 356. Berdasarkan analisis kinerja struktur pada arah X dan Y, model Infill frame menunjukkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan model Open frame dalam menangani beban seismik. Pada arah X, model Infill frame memiliki gaya geser yang lebih tinggi (35.205,93 kN) dan perpindahan yang lebih rendah (236,26 mm) dibandingkan dengan Open frame (29.507,52 kN dan 264,60 mm), yang menunjukkan bahwa Infill frame lebih efisien dalam meredam energi seismik. Pada arah Y, meskipun gaya geser model Infill frame lebih besar (38.613,25 kN), perpindahan yang lebih rendah (204,85 mm) menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menahan gaya geser. Kedua model berada pada level Damage Control, tetapi model Infill frame lebih efisien dalam mengurangi perpindahan dan merespons beban seismik, dengan periode efektif yang lebih cepat. Secara keseluruhan, Infill frame menunjukkan kinerja yang lebih optimal dalam meredam energi seismik, dibandingkan dengan Open frame, yang menunjukkan kinerja sedikit lebih buruk pada gaya geser dan perpindahan. Kata Kunci: Kinerja Seismik, Analisis Pushover, Dinding Pengisi, Open frame, Infill frame, Sendi Plastis
Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Beton Bertulang dengan Pembebanan Gempa Berdasarkan SNI 1726:2019 (Studi Kasus Gedung X Universitas Y) Achmad Zidan Fitriyanto; Retno Anggraini; Achfas Zacoeb
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan mengalami gempa bumi. Oleh karena itu, bangunan di Indonesia harus dirancang agar tetap kuat saat terjadi gempa. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memastikan balok pada bangunan memiliki kemampuan untuk berdeformasi secara besar, yang disebut daktilitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daktilitas kurvatur antara balok lama (eksisting) dengan balok yang didesain ulang mengikuti aturan baru, yaitu SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Balok yang dianalisis diambil dari Gedung X Universitas Y. Hasil analisis menunjukkan bahwa balok desain ulang memiliki daktilitas kurvatur yang lebih besar. Hal ini berarti balok tersebut lebih aman dan lebih tahan terhadap gempa dibanding balok eksisting. Kata Kunci: Balok Beton Bertulang, Momen Kurvatur, Daktilitas Kurvatur  
Modeling Personal Agency through Fiction: Insights from A Good Girl’s Guide to Murder Dewi Suryanti; Muhammad Fadli; Retno Anggraini; Refdi Akmal
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v4i3.4651

Abstract

A Good Girl’s Guide to Murder, a young adult novel by Holly Jackson, presents a compelling narrative of mystery while offering extensive opportunities to explore social and psychological dynamics through its main character. This study investigates the potential of the novel as a pedagogical tool by bridging young adult fiction and learning theories; analyzing how the protagonist, Pippa Fitz-Amobi, embodies Albert Bandura’s social cognitive theory. The research proposes fresh insights into their integration. Through the examination of personal agency, this study reveals how Pip’s agency shapes her decision-making and resilience in navigating complex situations. The findings highlight the effectiveness of young adult literature in illustrating fundamental learning principles, offering a modeling personal agency for its young readers.
Analisis Daktilitas Kurvatur Balok Beton Bertulang pada Gedung X akibat Variasi Mutu dan Konfigurasi Tulangan Rafarel Nawaf Dzaki Basofie; Retno Anggraini; Siti Nurlina
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2025): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaruh variasi mutu dan konfigurasi tulangan terhadap momen-kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Variasi mutu dan konfigurasi tulangan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari mutu 420 MPa dan 500 MPa serta konfigurasi 1 layer dan 2 layer. Analisis momen-kurvatur balok dilakukan untuk mengetahui perubahan sudut regangan balok terhadap momen pada tiga kondisi, yaitu sebelum retak, saat leleh, dan pada kondisi ultimit. Hubungan momen-kurvatur dapat digunakan untuk menentukan nilai daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi mutu dan konfigurasi tulangan berpengaruh terhadap nilai momen–kurvatur serta daktilitas kurvatur balok beton bertulang. Peningkatan mutu baja tulangan dari fy 420 MPa menjadi 500 MPa menyebabkan kenaikan kapasitas momen akibat meningkatnya kuat leleh baja, namun diikuti oleh penurunan nilai kurvatur karena baja bermutu tinggi cenderung memiliki kemampuan deformasi plastis yang lebih terbatas. Sebaliknya, perubahan konfigurasi tulangan tarik dari 1 layer menjadi 2 layer cenderung menurunkan nilai momen tetapi meningkatkan nilai kurvatur karena perbedaan distribusi gaya serta posisi garis netral. Berdasarkan hasil perhitungan daktilitas, peningkatan mutu maupun konfigurasi tulangan tarik mengakibatkan penurunan nilai daktilitas kurvatur, meskipun pengaruh konfigurasi tulangan terhadap daktilitas tidak dianggap memengaruhi perilaku lentur balok karena penurunannya kurang dari 5%.Kata Kunci: balok beton bertulang, momen-kurvatur, daktilitas kurvatur