Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Commodification of Content, Audiences, and Labor on Instagram Social Media Accounts @raffinagita1717 Agustina, Dini; Rusadi, Udi
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 05 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i05.1110

Abstract

This research aims to analyze the practices of modifying content, audiences, and labors on the Raffinagita1717 Instagram social media account so that it becomes the influencer with the most followers in Indonesia. The formulation of this research problem is the commodification practices of content, audiences, and labors on Raffinagita1717's Instagram social media account. The literature study research method was used in this research. The research results show that the Raffinagita1717 Instagram social media account has commodified content, audiences, and labors to achieve success as an artist with the most followers in Indonesia. Raffi has proven how to maximize the use of Instagram social media by modifying content, audiences, and labors.
Sosial Media sebagai Media Kampanye Partai Politik Yulius, Mikhael; Rusadi, Udi
Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting Vol. 3 No. 4 (2023): Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/dawatuna.v3i4.540

Abstract

The development of information technology is currently growing rapidly. The use of social media as an effective tool for political campaigns has been widely reported in several studies. The power of social media has fueled transparency and supported e-democracy around the world. Citizens have the freedom to choose the best candidate to represent them in parliament. This study aims to examine the role of social media as a campaign media for political parties (political parties). This study was a descriptive study with secondary data. The results of the study showed that there were several factors that affect the electability of general elections. They can also be influenced by the existence of social media accounts for each candidate or political party to attract sympathizers. The use of social media by political parties was carried out by almost all political parties in Indonesia, so that political parties with a low existence rate compared to elite political parties had a greater effort to demonstrate the capabilities of these political parties. Another advantage of the use of social media by political parties was that they were able to embrace more sympathizers from the younger generation, for example Gen Z and Millennials. This was expected to significantly increase public participation in political activities for all people and generations.
Dibalik Konten Seru: Playbour dan Kerja Digital Gen Z Di Tiktok Pellu, Mira Natalia; Rusadi, Udi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1478

Abstract

Fenomena kreator Gen Z di TikTok kerap dipersepsikan sebagai aktivitas bermain dan ekspresi diri yang santai. Namun, di balik konten keseharian yang tampak ringan, terdapat praktik kerja digital yang intens dan berkelanjutan. Artikel ini menganalisis bagaimana aktivitas “bekerja sambil bermain” beroperasi dalam ekosistem TikTok melalui konsep playbour, kerja afektif, dan kapitalisme waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif netnografi dengan mengamati produksi konten, pola interaksi audiens, serta praktik monetisasi pada akun kreator Gen Z Indonesia selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseharian kreator dikonstruksi sebagai ruang kerja terselubung, di mana waktu luang dan afeksi dikomodifikasi menjadi nilai ekonomi bagi kreator sekaligus platform. Praktik ini mengaburkan batas antara kerja dan hiburan serta mendorong perluasan kerja digital tanpa batas waktu yang jelas. Studi ini berkontribusi pada kajian ekonomi politik media digital dengan menunjukkan bagaimana playbour Gen Z di Indonesia beroperasi dalam logika kapitalisme platform dan menegaskan pentingnya literasi kritis terhadap kerja digital.
EKONOMI POLITIK KOMUNIKASI BUDAYA KERIS: PRODUKSI, SIRKULASI, DAN NEGOSIASI MAKNA SIMBOLIK Baharudin, S.Sos., M.Si, Erwan; Rusadi, Udi
KOMUNIKOLOGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 23, No 1 (2026): Komunikologi
Publisher : Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jkomu.v23i1.1995

Abstract

Tulisan ini membahas ekonomi politik komunikasi dalam dunia simbolik keris, sebuah artefak budaya Jawa yang maknanya diproduksi melalui keterampilan empu, ritual komunitas, narasi turun temurun, dan di era modern ini melalui infrastruktur media digital. Dengan mengacu pada teori Nicholas Garnham tentang industri budaya dan ekonomi informasi serta pemikiran Dwayne Winseck tentang infrastruktur, intervensi negara, dan kapitalisme berbasis data, tulisan ini menyajikan analisis terpadu mengenai bagaimana makna keris diproduksi, disirkulasikan melalui jalur tradisional dan digital, serta dinegosiasikan ulang dalam struktur komunikasi modern yang semakin dikuasai logika platform. Analisis menunjukkan bahwa makna keris tidak hanya dibentuk oleh pelaku budaya seperti empu dan komunitas, tetapi juga oleh kekuatan ekonomi dan infrastruktur digital yang menentukan apa yang terlihat dan apa yang tersisihkan dalam ruang publik. Tulisan ini menegaskan bahwa keris adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal harus berhadapan dengan tekanan ekonomi informasi, sehingga kedaulatan komunikasi dan literasi budaya menjadi penting untuk menjaga warisan simbolik.