Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT SUBSTITUSI JAGUNG DENGAN UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) KUKUS TERHADAP KUALITAS FISIK PELET RANSUM Saefulhadjar, Deny; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v5i4.50634

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi jagung dengan ubi jalar kukus  terhadap kualitas fisik pelet ransum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan tepung ubi jalar kukus (UJK) selama 15 menit dengan empat perlakuan,  yaitu  persentase substitusi tepung UJK terhadap  tepung jagung (0, 15, 30, 45 persen) dan masing-masing diulang sebanyak 5 kali.  Data hasil dianalisis menggunakan uji ragam (ANOVA), bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Parameter yang diukur adalah durabilitas, densitas , kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa substitusi jagung dengan ubi jalar kukus (UJK) berpengaruh  nyata terhadap semua parameter kualitas fisik pelet ransum, kecuali terhadap sudut tumpukan. Substitusi UJK menurunkan densitas, kerapatan tumpukan dan kerapatan pemadatan tumpukan pelet, namun UJK yang menggantikan jagung dalam ransum broiler sebanyak 45% menghasilkan pelet dengan durabilitas pelet terbaik.
Sosialisasi Pemanfaatan Herbal Sebagai Feed Additive Dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas dan Kesehatan Ternak Unggas Mayasari, Novi; Rusmana, Denny; Ramadhan, Rahmad Fani; Syifa, Diyn Aldida; Maulana, Roni Yusuf; Ismiraj, Muhammad Rifqi
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i1.47411

Abstract

Penggunaan antibiotik pada ternak yang tidak sesuai sebagai pemacu pertumbuhan, pengobatan dan pencegahan penyakit dengan dosis berlebihan serta tidak memperhatikan masa henti obat (withdrawal time), dapat menimbulkan residu antibiotik pada otot daging dan produk hasil olahannya. Residu antibiotik dalam makanan memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Pemberian feed additive dari tanaman herbal penting dilakukan karena lebih aman, murah, dan mudah didapatkan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) secara integratif dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021 mengangkat topik yang berjudul “Pemanfaatan Herbal sebagai Feed Additive dalam Rangka Meningkatkan Produktivitas dan Kesehatan Ternak Unggas”. Tujuan kegiatan PPM ini adalah untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman masyarakat dengan memberikan informasi dan materi mengenai pemanfaatan Herbal pada Unggas. Tahapan kegiatan yang dilakukan mulai dari tahapan persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut. Pelaksanaan penyuluhan dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting dengan peserta  yang terdiri dari peternak, mahasiswa dan masyarakat umum. Berdasarkan hasil diskusi telah terjadi peningkatan wawasan peserta memgenai jenis-jenis herbal, kandungan aktif herbal dan bagaimana implementasi pemberian feed additive herbal yang aman dan halal pada ternak unggas serta dapat bersaing di bidang industri pangan asal hewan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pendampingan dari tim pengabdian kepada beberapa peternak unggas. 
Pengaruh Pembuatan Dedak Aromatik Menggunakan Suplemen Organik Cair dari Feses Kuda terhadap pH, Asam Laktat, Susut Bahan Kering, dan Nilai Fleigh Audina, Leyly Nuura Norma; Rusmana, Denny; Ayuningsih, Budi; Hernaman, Iman; Rosani, Urip
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.58364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi suplemen organik cair feses kuda yang ditambahkan pada dedak padi untuk menghasilkan dedak aromatik yang terbaik dilihat dari pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei – Juni 2024 di Laboraturium Nutrisi Ternak Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 = 1 kilogram dedak + 300 gram molasses, P1 = 1 kilogram dedak + 200 gram molasses + 100 mL SOC, dan P2 = 1 kilogram dedak + 100 gram molasses + 200 mL SOC. Data analisis menggunakan Analisis Ragam dan uji lanjut Analisis Jarak Berganda Duncan. Hasil menunjukan bahwa penggunaan SOC feses kuda mempengaruhi kandungan pH, asam laktat, susut bahan kering, dan Nilai Fleigh (NF) dedak aromatik. Pemberian SOC feses kuda pada taraf 100 gram molasses + 200 mL SOC menghasilkan nilai pH yang terendah (3,61), asam laktat yang tinggi (27,17%), susut bahan kering (5,75%), dan nilai fleigh yang tinggi (204,46%).
Evaluasi Kualitas Fisik dan Nilai pH Silase Chicory (Cichorium intybus L.) dan Onggok dengan Penambahan EM4 Triana Devi, Amarilia Rizya; Rusmana, Denny; Hidayat, Rahmat; Setiawan, Muhammad Ariana; Yanza, Yulianri Rizki
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v7i1.59522

Abstract

Kajian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas fisik yang meliputi parameter aroma, tekstur, warna dan keberadaan jamur pada silase chicory dan onggok dengan penambahan EM4. Selain kualitas fisik, nilai pH juga dievaluasi agar kualitas silase yang dihasilkan dapat ditentukan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus – Oktober 2024 di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Desain eksperimen yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (onggok 100%), P1 (onggok 100 % + EM4), P2 (onggok 75% + chicory 25% + EM4), P3 (onggok 50% + chicory 50% + EM4), P4 (onggok 25% + chicory 75% + EM4), dan P5 (chicory 100% + EM4). Didapatkan hasil penelitian bahwa perlakuan onggok 25% + chicory 75% + EM4 menghasilkan kualitas fisik dan nilai pH terbaik.
KECERNAAN RANSUM AYAM BROILER DENGAN PENAMBAHAN MIKROKAPSUL EKSTRAK LIMBAH IKAN PATIN FERMENTASI Rinaldi, Muhamad Agus; Abun, Abun; Rusmana, Denny
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 2 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.2.157-166

Abstract

Industri pengolahan ikan patin di Indonesia menyisakan limbah yang dapat dijadikan sebagai pakan suplemen ayam broiler, tetapi diperlukan fermentasi untuk menurunkan kandungan lemaknya dan mikroenkapsulasi untuk melindungi kandungan nutriennya dari kerusakan oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan mikrokapsul ekstrak limbah ikan patin fermentasi (MELIPF) dan mendapatkan level penambahan MELIPF yang menghasilkan nilai kecernaan Bahan Kering (KcBK), Bahan Organik (KcBO), dan protein (KcP) ransum tertinggi ayam broiler. Sebanyak 80 ekor ayam broiler strain Cobb500 diberi ransum dengan perlakuan penambahan MELIPF 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Sampel ransum dan feses dianalisis kandungan BK, BO, dan proteinnya serta lignin sebagai indikator. Data yang diperoleh dianalisis ragam menggunakan rancangan acak lengkap dilanjut dengan uji beda nyata terkecil untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan MELIPF berpengaruh terhadap nilai KcBK, KcBO, dan KcP ransum ayam broiler. Penambahan MELIPF 0,5%, 1%, dan 2% berpengaruh nyata (p<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan 0% MELIPF pada KcBK dan KcBO, sedangkan penambahan 2% MELIPF berpengaruh nyata (p<00,05) lebih rendah dibandingkan dengan 0% MELIPF pada KcP. Penambahan 1,5% MELIPF menghasilkan nilai KcBK, KcBO, dan KcP ransum ayam broiler tertinggi. ABSTRACT The catfish processing industry in Indonesia generates waste that can be used as supplementary feed for broiler chickens, but it requires fermentation to reduce fat and microencapsulation to protect nutrients from oxidation. This study aimed to determine the effect of additional fermented catfish waste extract microcapsules (FCWEM) and obtain the optimal level of FCWEM addition that produces the highest digestibility ​​of Dry Matter (DM), Organic Matter (OM), and protein in broiler chicken rations. 80 Cobb500 strain broiler chickens were given rations with FCWEM addition treatments of 0%, 0.5%, 1%, 1.5%, and 2%. Ration and feces samples were analyzed for their DM, OM, protein, and indicator lignin. Data obtained were analyzed for variance with a completely randomized design, followed by the least significant difference test to determine differences between treatments. Results showed the addition of FCWEM affected the digestibility of DM, OM, and protein in broiler chicken rations. The addition of FCWEM 0.5%, 1%, and 2% had a significantly lower effect (p<0.05) compared to 0% FCWEM on digestibility DM and OM, while the addition of 2% FCWEM had a significantly lower effect (p<0.05) compared to 0% MELIPF on digestibility protein. The addition of 1.5% FCWEM produced the highest digestibility ​​of DM, OM, and protein in broiler chicken rations.
The effect of giving bitter leaf (Vernonia Amygdalina) flour in ration on the hematological profiles in laying hens rejection phase Firdaus, Rizal Faturrohman; Latipudin, Diding; Rusmana, Denny; Harahap, Rakhmad Perkasa
Holistic: Journal of Tropical Agriculture Sciences Vol. 3 No. 1: July (2025)
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/hjtas.v3i1.2025.2153

Abstract

Background: This study aimed to determine the effect of bitter leaf flour in ration with different levels of laying hens on the haematological profile. The materials used were 20 laying hens with Hy-line strain, 110 weeks old, placed in battery cages and feed with 16-18% crude protein content of 120 grams/head/day and drinking water addlibitum. Methods: The research was conducted using an experimental method with a completely randomized design four treatments that were repeated five times. The treatments were given in the form of bitter leaf flour in ration with levels of P0: 0% (control), P1: 1%, P2: 2%, P3: 3%. The variables measured were haematological profiles such as erythrocytes, haemoglobin, hematocrit and leukocytes. The data obtained were then analyzed using analysis of variance. Finding: The results showed that giving bitter leaf flour in ration with levels of 0%, 1%, 2%, and 3% had no significant effect (P>0.05) on erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and leukocytes of laying hens. Connclusion: It was concluded that giving levels of bitter leaf flour up to 3% did not affect the haematological profile of laying hens. Novelty/Originality of this Article: The novelty of this study lies in its exploration of bitter leaf flour (Vernonia Amygdalina) as a natural feed additive in the diet of elderly laying hens (110 weeks old), a topic that is still underrepresented in poultry research, especially regarding its effect on haematological health parameter.
Effect of Various Yakult and Molasses Balances in Fermented Bran Production on Their Quality Fitri, Deswita Adelia; Hernaman, Iman; Rusmana, Denny
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i3.p676-689

Abstract

Rice bran is a by-product of rice milling that can be utilized as a growing medium for microorganisms that can be used as functional feed or feed additives. This study aims to analyze the effect of using molasses and Yakult balance in fermented rice bran on pH value, lactic acid content, dry matter loss, and Fleigh value. The research method used was experimental with a complete randomized design (CRD) with 3 treatments and 6 replicates. The treatments consisted of P0 (1000 g rice bran: 300 g molasses), P1 (1000 g rice bran: 200 g molasses: 100 mL diluted Yakult), P2 (1000 g rice bran: 100 g molasses: 200 mL diluted Yakult). Research data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan's multiple range test. The results showed that the treatment gave a significant effect on pH value, lactic acid content, and Fleigh value (NF), but did not give a significant effect on dry matter shrinkage. Treatment P2 (1000 g rice bran: 100 g molasses: 200 mL diluted Yakult) produced the highest lactic acid content (10.98%) and Fleigh value (147.560) compared to other treatments, but also produced a pH value (5.26) and high dry matter shrinkage (5.99). The results of the study can be concluded that the production of fermented bran in 1000 g can be added molasses as much as 100 g and 200 mL of diluted Yakult.
The Effect Fermentation Durian Fruit Waste Use Oyster Mushroom (Pleurotus Ostreatus) on Water, Ash, Crude Fat, and Crude Protein Content Dewi, Rd Rahma Sandriana; Ramadhan, Rahmad Fani; Rusmana, Denny
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 13 No. 3 (2025)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v13i3.p802-815

Abstract

Durian fruit waste is a type of agricultural waste that has a fairly high nutritional content so that it has the potential to be used as a feed source of energy for poultry. This study aims to analyze the effect of fermenting durian fruit waste using oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) on the water, ash, crude fat, and crude protein content of durian fruit waste. The research was conducted from November 2024 to January 2025 at the Mini Feedmill Ciparanje and Non-Ruminant Animal Nutrition and Animal Feed Industry Laboratory at the Faculty of Animal Science, Universitas Padjadjaran. The study was carried out experimentally using a completely randomized design with 5 treatments and 5 replications for each treatment. The treatments were as follows: P0 (unfermented DFW), P1 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 0.5%), P2 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 1%), P3 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 2%), and P4 (fermented DFW with an inoculum dose of P. ostreatus 4%). The results of the study showed that the use of oyster mushrooms (Pleurotus ostreatus) had a significant effect on increasing the levels of water, ash, crude fat, and crude protein in fermented durian fruit waste. The inoculum dose of 1% of oyster mushrooms yielded the best results, with an increase in crude protein content of up to 10.94%.
Introduksi Pengolahan Limbah Ikan Patin Secara Mikrobiologis dan Pemanfaatannya dalam Pembuatan Pakan Bebek Peking Abun, Abun; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi; Saefulhadjar, Deny; Ramdan, Rahmad Fany
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56055

Abstract

Unggas lokal (bebek Peking) memberikan kontribusi penting untuk ketahanan pangan nasional dewasa ini.  Kendala yang dihadapi pada budidaya bebek Peking terkait dengan penyediaan pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan.  Perlu upaya pemeliharaan bebek Peking secara intensif melalui perbaikan manajemen pakan.  Upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah ikan (sebagai bahan pakan sumber protein) dengan pengolahan secara mikrobioliogis menggunakan jasa mikroba LBS (Lactobacillus curvatus, Bacillus subtilis, dan Saccharomyces cerevisiae) sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam ransum.  Prebiotik LBS berfungsi sebagai emulsifier dalam meningkatkan absorpsi dan metabolisme nutrisi pada saluran pencernaan bebek Peking, serta mengurangi polusi/ cemaran lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas bebek Peking.  Kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan di Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung. Sumber daya alam berupa hasil palawija di lingkungan desa belum termanfaatkan secara optimal untuk dijadikan sebagai bahan pakan. Dirasa perlu untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi wilayah sebagai sumber bahan pakan dengan penggunaan Prebiotik LBS dalam formula ransum bebek Peking.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh kelompok tani “Sugih Mukti”,  peternak bebek, dan tokoh masyarakat.  Materi yang disajikan adalah pengenalan imbuhan pakan berupa prebiotik LBS (fre test 18%, post test 57%, perubahan 214%), pengenalan bahan pakan (fre test 43%, post test 72%, perubahan 68%), pengetahuan kebutuhan nutrien untuk bebek Peking (fre test 41%, post test 73%, perubahan 80%), membuat ransum bebek Peking (fre test 35%, post test 71%, perubahan 104%), dan budidaya bebek Peking intensif (fre test 698%, post test 89%, perubahan 29%).
Introduksi Prebiotik Bacillus licheniformis, Lactobacillus sp., dan Saccharomyces cerevisiae dalam Pembuatan Pakan Ayam Lokal Di Desa Margaasih Abun, Abun; Rusmana, Denny; Setiyatwan, Hendi; Saefulhadjar, Deny; Ramdan, Rahmad Fany
Agrikultura Masyarakat Tani Vol 1, No 3 (2024): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrimasta.v1i3.56056

Abstract

Ayam lokal merupakan sumber daya genetik ternak yang memberikan kontribusi penting untuk ketahanan pangan nasional.  Kendala yang dihadapi terkait dengan penyediaan pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan.  Oleh sebab itu, perlu upaya pemeliharaan ayam lokal secara intensif melalui perbaikan manajemen pakan.  Upaya yang dilakukan adalah memanfaatan jasa mikroba BLS (Bacillus licheniformis , Lactobacillus sp., dan Saccharomyces cerevisiae) sebagai prebiotik yang ditambahkan kedalam ransum.  Prebiotik BLS berfungsi sebagai emulsifier dalam meningkatkan absorpsi dan metabolisme nutrisi pada saluran pencernaan, serta mengurangi polusi/ cemaran lingkungan sehingga dapat meningkatkan produktifitas ayam.  Masyarakat di Desa Margaasih Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, belum menjadikan usaha bidang peternakan, khususnya ayam lokal menjadi sektor utama untuk menghasilkan pendapatan. Sumber daya alam berupa hasil palawija di lingkungan desa belum termanfaatkan secara optimal untuk dijadikan sebagai bahan pakan. Oleh sebab itu, dirasa perlu untuk memanfaatkan seoptimal mungkin potensi wilayah sebagai sumber bahan pakan dengan penggunaan Prebiotik BLS dalam formula pakan ayam.  Kegiatan penyuluhan dihadiri oleh kelompok tani “Sugih Mukti”,  peternak ayam, dan tokoh masyarakat.  Materi yang disajikan adalah pengenalan imbuhan pakan berupa prebiotik BLS (pre-test 19%, post tes 52%/perubahan 171%), pengetahuan bahan pakan dan kandungan nutriennya (pre-test 42%, post tes 69%/perubahan 64%), pengetahuan kebutuhan nutrien untuk ayam lokal (pre-test 41%, post tes 73%/perubahan 80%), penggunaan prebiotik BLS dalam formula pakan dan produksi pakan ayam lokal (pre-test 30%, post tes 58%/perubahan 94%), dan budidaya ayam lokal secara intensif (pre-test 63%, post tes 86%/perubahan 35%).  Perlu adanya tindak lanjut kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat untuk pengembangan kelompok tani-ternak ayam lokal serta pemasaran produknya.