Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MELALUI PROGRAM INOVASI ECO- ENZYME DALAM MENGATASI DAMPAK LIMBAH TAHU Dwi Aminatur Rizqi, febryani; Sadiah, Dewi; Aliyudin
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v11i1.45444

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai proses pemberdayaan lingkungan, proses pembuatan eco-enzyme, dan dampak eco-enzyme terhadap limbah tahu. Penelitian ini menggunakan metode Sisdamas (Berbasis pemberdayaan masyarakat) merupakan salah satu metode dari Riset Aksi. Penelitian ini mengadopsi berbagai teori untuk menganalisis fokus penelitian, seperti; teori pemberdayaan lingkungan, teori eco-enzyme dan limbah tahu, yang meliputi proses pembuatan, fungsi, dampak, dan lain-lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, proses pemberdayaan lingkungan melalui program inovasi eco-enzyme terbukti dapat memperbaiki pencemaran lingkungan dan memberi dampak positif pada pencemaran limbah tahu di Desa Drawati.
Peran Pengusaha Borondong dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Cikaliana, Hesti; Syamsuddin; Sadiah, Dewi
Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 10 No. 4 (2025): Tamkin: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
Publisher : Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Dj

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/tamkin.v10i4.49330

Abstract

Penelitian ini menganalisis kegiatan, proses, dan hasil program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan oleh pengusaha borondong di Kampung Sangkan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Asset Based Community Development (ABCD), penelitian ini menekankan pemanfaatan aset lokal sebagai dasar pengembangan. Teori Robert Chambers digunakan untuk menegaskan pentingnya kemandirian, kapasitas lokal, partisipasi aktif, dan penghargaan terhadap pengetahuan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan ini menghasilkan penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan, penguatan hubungan sosial, dan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Development of Anti-Radicalism Education Model at Miftahul Huda Al-Azhar Pesantren During COVID-19: A Descriptive Study in Banjar, West Java Sadiah, Dewi; Mustofa, Mustofa
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jis.v6i2.55311

Abstract

This study aims to critically examine the development of an adaptive educational model at Miftahul Huda Al-Azhar Islamic Boarding School in maintaining the quality of students (santri) and mitigating the risks of radicalism during the Covid-19 pandemic. The primary focus lies in the synchronization of traditional values with digital disruption, incorporating key concepts such as ideological immunity, religious moderation (Tawasut), and educational crisis management. Adopting a qualitative descriptive method with participant observation and in-depth interviews, the scope encompasses digital curriculum transformation, productive quarantine policies, and cross-sector strategic collaboration in Banjar City. The findings indicate that integrating nationalistic values into digital platforms and reinforcing mental health through intensive counseling effectively counters radical narratives that exploit social vulnerabilities during crises. Critical challenges identified include digital infrastructure disparities and the limitation of physical interaction, which affects spiritual transmission. This study recommends adopting an inclusive blended learning model and strengthening synergy between educational institutions and security agencies as a prototype for national resilience. This research contributes to the discourse on contemporary Islamic education by formulating a pedagogical framework that bridges traditional ideological protection with modern technological flexibility in facing global disruptions.