Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENINGKATAN MARKET VALUE GULA SEMUT KELOMPOK WANITA TANI MELALUI DESAIN BRAND LABELLING DAN KEMASAN Abdul Malik; Miftahul Jannah; Aqshfar Maulana Arsani; Armi Aris; Maghfirah Hadi Saputri
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5808

Abstract

Kemasan dan label merupakan salah satu hal terpenting dalam suatu produk. Kemasan dan label juga merupakan satu kunci bagi UMKM untuk lebih meningkatkan jual produk. Dengan adanya kemasan yang menarik diharapkan dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya karena sebuah kemasan menarik akan membawa citra tertentu dalam suatu produk. Penelitian ini bertujuan untuk mencapai tujuan pemasaran dan memuaskan keinginan konsumen, kemasan harus memiliki komponen estetika dan fungsional yang tepat.  Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif sedangkan jenis penelitiannya Library Research yaitu mengkaji dan mengumpulkan data. Penelitian ini fokus kepada label dan kemasan pada gula semut. Gula semut merupakan salah satu pemanis alami yang terbuat dari gula aren.
PENDAMPINGAN UMKM BOLU PISANG REDESAIGN PRODUK DAN PENGEMBANGAN PEMASARAN SEBAGAI OLEH-OLEH KHAS POLEWALI Anwar Hindi; Abdul Malik; Miftahul Jannah mita; Reski Arisanti; Putri Regina Prayoga
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2025): Sipissangngi Volume 5, Nomor 3, September 2025
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i3.6533

Abstract

Sektor pariwisata Polewali Mandar menghadapi kendala dalam pengembangan oleh-oleh khas daerah. Penelitian ini berfokus pada inovasi produk Bolu Malolo dari UKM Toko Kue Rezky melalui redesain kemasan, branding, pemasaran digital, dan manajemen keuangan. Metode yang digunakan meliputi koordinasi mitra, FGD, pendampingan pembuatan toko online dan media sosial, sosialisasi kerja sama reseller, redesain kemasan eksklusif dengan motif lokal, desain logo "Bolu Malolo", pembuatan label informatif, pelatihan manajemen keuangan, diversifikasi produk, dan launching. Hasilnya, Bolu Malolo berhasil di re-branding dengan kemasan menarik dan identitas visual kuat, didukung promosi digital efektif via Instagram dan Facebook, serta digitalisasi pencatatan keuangan. Inovasi ini meningkatkan daya saing produk, mendukung ekonomi kreatif lokal, dan memperkuat citra Polewali Mandar sebagai destinasi wisata dengan oleh-oleh berkualitas.
Persaingan Usaha Dalam Perspektif Etika Bisnis Islam (Studi Kasus Pedagang Ayam Geprek di Kelurahan Sidodadi) Abdul Malik; Busrah Busrah; Jasmiah Nur Hidayah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4170

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui bagaiamana persaingan usaha pedagang ayam geprek di Kelurahan Sidodadi 2) untuk mengetahui bagaimana perspektif etika bisnis Islam terhadap persaingan usaha pedagang ayam geprek di Kelurahan Sidodadi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang mana penelitian kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa persaingan usaha yang terjadi di Kelurahan Sidodadi antara pedagang ayam geprek tersebut, cukup ketat tetapi mereka bersaing secara sehat. Untuk memenangkan persaingan yaitu mengutamakan rasa, memberikan pelayanan yang terbaik, serta mempromosikan melalui media sosial dan ada juga yang secara langsung. Pedagang ayam geprek di kelurahan Sidodadi percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengaturnya. Kemudian dalam perspektif etika bisnis Islam, para pedagang ayam geprek di Kelurahan Sidodadi menerapkan 4 prinsip etika bisnis Islam yaitu:  mereka percaya bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, ini sesuai dengan prinsip tauhid, tidak melakukan banting harga, ini sesui dengan prinsip keseimbangan (adil), tidak memaksa pelanggan untuk membeli ayam gepreknya, ini sesuai dengan prinsip kehendak bebas, memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen, ini sesuai dengan prinsip kebenaran (kebijakan).
AKAD MUZARA’AH PADA TRADISI TESANG UMA DI DESA TAPALINNA (STUDI KASUS PETANI PADI DESA TAPALINNA KECAMATAN MAMBI KABUPATEN MAMASA) Nur Syabania; Abdul Malik; Suardi Kaco
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 1 (2023): Vol 5, No 1 (2023): Peqguruang, Volume 5, No.1, Mei 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i1.3200

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat Desa Tapalinna tentang akad muzara’ah,dan bagaimana akad muzara’ah yang selama ini dilakukan oleh petani padi Desa Tapalinna. Jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini berada dilokasi Desa Tapalinna Kec. Mambi Kab. Mamasa. Hasil penelitian ini  Pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang akad muzara’ah yakni banyak masyarakat yang tidak paham dengan istilah muzara’ah 2) Pada umumnya pelaksanaan akad muzaraah, meskipun  perjanjian bagi hasil yang mereka lakukan tidak tertulis tetapi tidak ada hukum-hukum yang mereka laksanakan yang bertentangan dengan hukum Islam dan pelaksaannya juga sudah sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Kemudian itu sudah menjadi kebiasaan (urf) masyarakat yang ada di Desa TapalinnaImplikasi pada penelitian ini adalah , Sebaiknya  pemerintah yang ada di Desa Tapalinna memberikan pengetahuan atau sosialisasi kepada masyarakat khusunya yang ada di Desa Tapalinna tentang bagaimana harusnya kerjasama bagi hasil yang ada dalam Islam. 2) Sebaiknya akad muzara’ah yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tapalinna khusunya Petani padi sebaiknya dilakukan secara tertulis sehingga apabila suatu hari nanti ada kekeliruan tentang pelaksaan bagi hasil yang timbul diantara pemilik sawah dan juga pengelolah sawah, maka kekeliruan tersebut akan cepat diselesaikan dengan adanya bukti perjanjian secara tertulis tersebut
TINJAUAN HUKUM ISLAM TENTANG PRAKTIK PENIMBANGAN SEPIHAK DALAM AKAD JUAL BELI BUAH KELAPA SAWIT DI DESA BULU MARIO KECAMATAN SARUDU Munira Munira; Abdul Malik
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 6, No 1 (2021): J-Alif, Volume 6, Nomor 1, Mei 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.877 KB) | DOI: 10.35329/jalif.v6i1.2230

Abstract

Penelitian ini memakai sistem penelitian kualitatif  memakai pendekatan sosial serta syar’i. Untuk memdapatkan sebuah data atau informasi yang benar, jadi sumber data yang digunakan di dalam penelitian ini yakni, sumber data primer dan sekunder. Tehnik pengambilan  informasi yakni observasi, wawancara, serta dokumentasi. Tujuan  penelitian ini untuk melihat bagaimanakah tinjauan hukum syariah tentang praktik penimbangan sepihak di dalam akad jual  beli kelapa sawit di desa Bulu Mario Kecamatan Sarudu serta  ingin melihat bagaimana praktek penimbangan sepihak di dalam akad jual beli buah sawit di desa Bulu Mario Kecamatan Sarudu. Berdasarkan hasil dari penelitian, bisa disimpulkan bahwa praktik menimbang sepihak di dalam akad jual beli buah kelapa sawit di desa Bulu Mario Kecamatan Sarudu Kabupaten Pasangkayu. Dilaksanakan pada saat para petani sudah memanen buah kelapa sawitnya serta menyusun buah kelapa sawit dilapak para petani serta saat praktik penimbangan dilaksanakan  pihak penjual tidak menghadiri proses penimbangan berlangsung serta hanya bermodalkan saling percaya. Dari tinjauan hukum islam tidak dibolehkan, sebab terdapat salah satu rukun jual beli tidak tercapai ialah sighat (ijab qabul). Kemudian  jika ditarik dari segi adat kebiasaan tentang  penimbangan sepihak di dalam akad  jual dan  beli buah kelapa sawit yang sudah cukup lama dilakukan oleh sebagian besar masyarakat desa Bulu Mario maka kegiatan tersebut boleh saja dilakukan (mubah), sebab adat  kebiasaan  harus selalu ditaati dan dihormati karna memiliki akibat hukum dan sanksi, dan selagi tidak merugikan atau mendatangkan  mudharat bagi pihak yang bersangkutan itu boleh saja dilakukan.
KESESUAIAN AKAD FIKIH MUAMALAH DALAM PRAKTIK ASURANSI SYARIAH DI INDONESIA: KAJIAN NORMATIF FATWA DSN-MUI Abdul Malik; Tri Subegti Fatchul Muin; Hamzah Haeriyah; Abdi Wijaya
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 8, No 1 (2026): Peqguruang, Volume 8 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v8i1.6967

Abstract

Perkembangan asuransi syariah di Indonesia menuntut kejelasan landasan hukum dan konsistensi penerapan akad agar sejalan dengan prinsip syariah dan tujuan perlindungan risiko. Asuransi syariah dibangun atas dasar mekanisme risk sharing yang diwujudkan melalui struktur akad Tabarru’, Wakalah bil Ujrah, dan Mudharabah Musytarakah sebagaimana diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Artikel ini bertujuan menganalisis kepatuhan normatif dan implementatif ketiga akad tersebut dalam praktik asuransi syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang didukung oleh analisis dokumen fatwa DSN-MUI, literatur fikih muamalah, serta laporan praktik industri asuransi syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa akad Tabarru’ berfungsi sebagai fondasi solidaritas kolektif peserta, sementara Wakalah bil Ujrah dan Mudharabah Musytarakah membentuk kerangka pengelolaan dana dan pembagian risiko yang berbeda. Meskipun secara umum praktik industri telah mengacu pada ketentuan fatwa, masih ditemukan variasi tingkat transparansi dan konsistensi implementasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola dan standardisasi praktik akad menjadi kunci untuk meningkatkan kepatuhan syariah dan keberlanjutan asuransi syariah di Indonesia
ANALISIS ETOS KERJA ISLAMI KELOMPOK WANITA TANI BABUL JANNAH DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN KESEJAHTERAAN DI DESA ONGKO Nurpadilah Nurpadilah; Abdul Malik; Naimah Suharto
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 7, No 2 (2022): J-Alif, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v7i2.3766

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi “etos kerja” yang dipimpin oleh Kelompok Wanita (KWT) Babul Jannah dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan di Desa Ongko. 2) Mengetahui bagaimana etos kerja Kelompok Wanita Tani Muslimah (KWT) Babul Jannah meningkatkan produksi dan kesejahteraan di Desa Ongko Kecamatan. Campalagian untuk bisa hidup mandiri dan hidup berkecukupan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Lokasi yang dipilih adalah Desa Ongko, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Topik penelitian ditujukan untuk setiap anggota KWT, khususnya perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan prosedur, antara lain melalui pengumpulan data, sumber, analisis, dan validitas. Faktor etos kerja Islami  kelompok wanita Tani dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan yaitu:(a)faktor minimnya kesehatan masyarakat. (b)faktor kemiskinan, dimana kemiskinan dapat disebabkan oleh tingkat pendidikan yang rendah. (c)Faktor pelibatan kaum perempuan dalam peningkatan hasil pertanian. Hasil dari penelitian ini bahwa setiap anggota Kelompok Wanita Tani dalam melaksanakan pekerjaan cara kerja yang sesuai dengan syariat Islam Yang dimana masyarakat menganggap bahwa setiap apa yang dikerjakan adalah Ibadah, dan merupakan sebuah bentuk amanah serta amal shaleh. Hasil program kerja peningkatan produksi di desa Ongko dilihat dari peningkatan pendapatan masyarakat dengan membuat suatu perencanaan untuk meningkatkan volume penjualan serta mengembangkan usaha tani yang telah direncanakan dengan mengadakan pelatihan berkelanjutan setiap waktunya. Peningkatan kesejahteraan dapat dilihat dari usaha Kelompok Wanita Tani babul Jannah membantu setiap keluarga agar tidak mengalami kekurangan pembiayaan dimana kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik.
PEMBERDAYAAN UMKM OLEH UNIT PENGELOLA KEUANGAN (UPK) AL-HAYYAT MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Abd Latif; Rahmah Muin; Abdul Malik; Muh Afdal Fahreza
J-Alif : Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Budaya Islam Vol 10, No 1 (2025): J-Alif, Volume 10, Nomor 1, Mei 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jalif.v10i1.6166

Abstract

UPK merupakan lembaga keuangan yang memberdayakan UMKM melalui pembiayaan, melalui kerjasama dengan lembaga keuangan, UPK membantu UMKM mendapatkan akses keuangan seperti pinjaman usaha dengan suku bunga yang bersaing dan juga UPK memberikan bimbingan dalam penyusunan proposal usaha dan pengolahan keuangan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untul: 1) bagaimana pemberdayaan UMKM melalui pihak unit pengelola keuangan (UPK) Al-Hayyat di Desa Bumiayu Kec. Wonomulyo; 2) apa saja factor pendukung dan penghambat UPK Al-Hayyat dalam pemberdayaan UMKM; 3) Bagaimana pemberdayaan UMKM oleh UPK Al-Hayyat menurut perspektif ekonomi syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPK Al-Hayyat adalah lembaga keuangan yang berperan untuk membimbing dan memberdayakan UMKM yang ada di Desa agar bisa meningkatkan usahanya dan meningkatkan taraf hidupnya, UPK menawarkan berupa pinjaman modal untuk pengembangan usahanya. Dalam melakukan pemberdayaan, UPK sendiri memiliki faktor pendukung dan penghambat. Pemberdayaan UMKM oleh UPK sendiri sesuai dengan ekonomi syariah karena di dalam setiap programnya terdapat asas-asas seperti adanya transparansi, sikap rendah hati, dan adanya tolong-menolong untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Penerapan Akad Mukhabarah Antara Petani Penggarap Dan Pemilik Lahan Empang Di Kelurahan Matakali Muhammad Nusur; Abdul Malik; Rasdiana Rasdiana
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 5, No 2 (2023): Peqguruang, Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v5i2.4187

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : 1) untuk Mendeskripsikan tentang penerapan akad mukhabarah yang dilakukan oleh petani penggarap dan pemilik lahan empang di Kelurahan Matakali, agar berjalan sesuai aturan yang ada. 2) Untuk mengetahui secara jelas tentang tinjaun hukum Islam terhadap penerapan akad mukhabarah petani penggarap dan pemilik lahan empang di Kelurahan Matakali, agar sejalan dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dalam hal ini bertujuan untuk melakukan penelitian yang menghasilkan produksi data deskriptif kualitatif berupa kata-kata lisan atau tertulis dari individu dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akad mukhabarah antara petani penggarap dan pemilik lahan empang di Kelurahan Matakali pada umumnya sudah diterapkan yaitu para pihak saling bekerjasama setelah disepakatinya akad. Ditinjau dari hukum Islam penerapan akad mukhabarah dalam praktik kerjasama yang terjadi di Kelurahan Matakali dari keempat pemilik lahan yang penulis wawancarai hanya satu yang belum memenuhi syarat akad mukhabarah yaitu mengenai pembagian hasil panen yang tidak dipenuhi oleh petani penggarap, perbuatan pihak penggarap tersebut tentunya merugikan pemilik tanah. Akan tetapi sebagian besar petani penggarap sudah melaksanakan akad kerjasama sesuai konsep akad mukhabarah
Teologi Islam dan Pemberdayaan: Spirit Filantropi Qur’an Berbasis Manajemen Keuangan Abdul Malik; Achmad Abubakar; Muhsin Mahfudz
Jurnal Manajemen dan Budaya Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Manajemen dan Budaya (On Progres)
Publisher : STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/manajemen.v6i1.1579

Abstract

Islam is a prophetic religion revealed to promote social transformation and address fundamental social problems in human life. One of its essential roles is offering solutions to socio-economic inequality through philanthropic instruments. Zakat, as a compulsory religious obligation, serves not only as an act of worship but also as a strategic mechanism for economic development and social welfare. This article formulates two main research questions: first, what social spirit is embedded in Qur’anic verses related to zakat-based philanthropy; and second, how this social spirit can be developed through effective financial management. Employing a social interpretation approach as the analytical framework, this study identifies several key findings. Thematically, Qur’anic verses on zakat and philanthropy emphasize significant concepts such as yunfiqu amwālahum (QS. al-Baqarah: 261), tukhfūhā al-fuqarā’ (QS. al-Baqarah: 271), and fī amwālihim ḥaqqun (QS. al-Dhāriyāt: 19). These verses convey core social messages of the Qur’an, including social concern, ethical conduct, and socio-moral responsibility toward vulnerable groups. Moreover, zakat, infaq, and alms are directed toward productive and sustainable activities to foster economic independence among the poor. This objective is supported through strengthened financial management, encompassing financial literacy for beneficiaries, empowerment-based zakat governance, and continuous assistance to enhance economic resilience and adaptability.