Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN PENGGUNAAN ANGLE BAR DAN FLAT BAR PADA HARBOUR TUGS 3200HP DI PT BATAMEC SHIPYARD MENGGUNAKAN RUMUS EMPHIRIS DENGAN STANDART ABS Muhammad Rum Sulaiman; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumus emphiris adalah rumus perhitungan menggunakan pendekatan dimana user melakukan perhitungan secara manual. Dalam penulisan ini pendekatan yang dilakukan ada 2 cara, yaitu yang pertama dengan menggunakan rule ABS (American Bureau of Shipping) mengacu pada nilai tidak kurang yang ada di rencana konstruksi kapal harbour tugs 3200HP di galangan PT. Batamec Shipyard. dengan 2 pendekatan tersebut maka akan didapatkan 2 hasil modulus penampang (cm3) yang berbeda, untuk selanjutnya dicocokan dengan MTO (Material Take Out) dari kapal harbour tugs 3200HP di galangan PT. Batamec Shipyard. Setelah perhitungan dan data MTO (Material Take Out) ditemukan kesamaan, yang berarti nilai Modulus dari material pada data MTO (Material Take Out) tersebut tidak boleh lebih kecil dari perhitungan yang dilakukan, maka selanjutnya dilakukan analisa ekonomis dengan batasan, yaitu harga material dan upah manpower di area batam. bila pengambilan material dilakukan di daerah luar maka perlu dimasukan biaya pengiriman.
ANALISA BIAYA DAN WAKTU PROJECT CRASHING PADA PEMBANGUNAN KAPAL BARU (STUDI KASUS PEMMBANGUNAN KAPAL CARGO RO-PAX 300 DI PT. ADILUHUNG SARANA SEGARA INDONESIA) Mas Nabilah WK; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tolak ukur keberhasilan proyek pembangunan kapal baru adalah lama waktu penyelesaian baik tahapan proses produksi maupun keseluruhan proyek disamping biaya dan kualitas hasil pekerjaan. Oleh karena itu dalam skripsi ini dilakukan penelitian untuk mengoptimasikan perencanaan waktu proses produksi dalam suatu proyek pembangunan kapal baru dengan membuat jaringan kerja proyek (network), mencari kegiatan-kegiatan yang kritis dan menghitung durasi proyek menggunakan program Microsoft Project 2013. Metode yang dipakai untuk menganalisa biaya dan waktu adalah metode crash, dengan cara mempercepat durasi kegiatan-kegiatan yang terletak pada jalur kritis, kemudian menghitung perubahan biaya proyek yang terjadi karena percepatan. Cara ini dilakukan terus-menerus hingga tidak mungkin lagi dilakukan pengurangan waktu pelaksanaan. Hasil dari skripsi ini dapat di peroleh perbandingan antara waktu dan biaya proyek sebelum dan sesudah crashing. Berdasarkan dari hasil analisa time cost trade off dengan perbandingan percepatan alternatif A,B dan C, maka diperoleh durasi dan biaya yang optimal pada percepatan alternatif B dengan penambahan 1 grup tenaga kerja perhari pada lintasan kritis, diperoleh pengurangan hari sebesar 142 hari, dari durasi normal 285 hari menjadi 143 hari dengan perubahan biaya proyek akibat penambahan jam kerja dari biaya normal Rp.41.895.000 menjadi Rp.69.825.000 (selisih biaya Rp.20.947.500) dan cost slope Rp.147.518. – font 9 pt
Reparasi dan Perhitungan Tahanan Kapal Nelayan di Daerah Nambangan Kelurahan Kedung Cowek – Surabaya Erifive Pranatal; Gatot Basuki; Norita Prasetya; Maria Margareta Zau Beu; Minto Basuki
JAST : Jurnal Aplikasi Sains dan Teknologi Vol 4, No 1 (2020): EDISI JUNI 2020
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1061.543 KB) | DOI: 10.33366/jast.v4i1.1456

Abstract

Wooden hulls have been damaged and overgrown by fouling have negative impact on the service life and also increase the resistance of ship thereby increasing fuel consumption. Therefore the ship have to repaired regularly. The problem discussed is how to repair wooden ships such as replacing plank, cleaning hull and coating; and hull analysis to determine resistance of ship. Therefore the object of this paper is to repair wooden ships and resistance. The method used is training that is followed by demonstration and also science and technology simulation that explains the form hull and resistance of the ship with use of software Maxsurf. The ship's repairs consist of replacement plank on the keel, and the side; clean the hull, putty and coating. The ship is measured and the main dimension is obtained and then makes line plans and 3D ship models. The calculation of the ship's resistance shows that ship use main engine Honda GX 160 with 5.5 hp will produce 6.325 knot.ABSTRAK Kondisi lambung kapal kayu yang rusak dan ditumbuhi biota laut (fouling) berdampak negatif pada umur pakai kapal dan juga menambah tahanan kapal sehingga meningkatkan konsumsi bahan bakar. Oleh karena itu kapal harus diperbaiki secara berkala. Permasalah yang diselesaikan adalah bagaimana reparasi kapal kayu seperti penggantian papan kayu, pembersihan lambung, pengecatan dan juga analisa tahanan kapal kayu. Sehingga tujuan penulisan ini adalah melakukan reparasi kapal kayu dan juga analisa tahanan kapal. Sendangkan metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan yang diikuti demonstrasi dan juga simulasi ipteks yang menjelaskan tahanan kapal dengan bantuan software Maxsurf. Reparasi kapal ini terdiri dari penggantian papan lunas dan sisi kapal, pembersihan lambung, pendempulan dan pengecatan. Selanjutnya dilakukan pengukuran kapal untuk mendapatkan ukuran utama dan pembuatan gambar rencana garis dan model kapal 3D. Pada perhitungan tahanan kapal dengan menggunakan motor penggerak Honda GX 160 dengan daya 5,5 hp akan menghasilkan kecepatan 6,325 knot.Kata kunci : reparasi; rencana garis; kapal kayu; tahanan kapal
Numerical Study of The Airfoil Pitch Angle on The Darrieus-Savonius Combination Turbine Erifive Pranatal; Renanda Bayu Harsi
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2021.v2i1.2113

Abstract

AbstractThe Darrieus turbine is used as an ocean current converter to generate renewable electrical energy. One way to improve turbine performance is to determine the optimal pitch angle. Therefore, the purpose of this study was to determine the optimal pitch angle of the NACA 0018 airfoil with angle variations of -6°, -2°, 0° and 2°. Numerical method with the help of Ansy Fluent software was carried out for the construction of the turbine. The result of this research is that the angle of 2° produces the largest coefficient of power and torque compared to other angles. This happens because the direction of the lifting force on the forward airfoil is in accordance with the rotation of the turbine.Keywords: Ocean Current, Turbine, Pitch Angle
Analisa Pengaruh Metode Fairing Terhadap Sifat Mekanis Di Area Pengelasan Pada Lambung Kapal Rizki Dwi rachmadi Rizki; Erifive Pranatal; Pramudya Imawan
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 02 2022
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.777 KB)

Abstract

Pada pembangunan kapal banyak proses yang dilalui sehinga tidak luput dari kesalahan. Salah satunya yakni timbulnya deformasi pada lambung kapal. Deformasi adalah perubahan bentuk material yang disebabkan oleh tekanan dan tarikan yang diterima oleh material plat yang terkena panas dari proses pengelasan. Untuk mengurangi atau menghilangkan deformasi maka dapat dilakukan proses heat treatment yang biasa disebut fairing. Faring yaitu proses memanaskan material sebanyak 1 – 4 kali dengan suhu 120°C-580°C  dialiri air ataupun angin yang bertujuan untuk meluruskan plat ataupun Joint plate yang deformasi dan menyesuaikan bentuk yang diinginkan. Ada beberapa metode fairing yaitu metode line heating ( pemanasan garis ) dan metode spot heating ( pemanasan terpusat ). Metode line heating 4 kali yang mempengaruhi kekuatan pengelasan yaitu dengan kuat uji tarik sebesar 460.26 Mpa. Material dengan tingkat kekerasan tertinggi adalah material yang menggunakan metode Line Heating sebanyak 4 kali dengan tingkat kekerasan rata-rata adalah 225,39 HVN pada area HAZ (Heat Affected Zone). Jika dilihat dari struktur mikro material tidak jauh berbeda. Fasa yang terbentuk adalah Fearlit dan ferrit. Pada area HAZ (Heat Affected Zone) struktur mikro akan terlihat berbeda karena mengalami perubahan butiran struktur yang disebabkan oleh pengaruh panas saat proses fairing. Pada daerah HAZ akan mengalami proses rekristalisasi dan pertumbuhan butir.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN ENERGY SAVING DEVICE (ESD) PROPELLER BOSS CAP FIN (PBCF) TERHADAP PERFORMA PROPELLER B-SERIES PADA KAPAL RO-RO 600 GT Renanda Bayu Harsi; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3233

Abstract

ESD atau Energy Saving Devices adalah berbagai jenis peralatan yang mengacu pada pada konsep tindakan atau metode untuk menghemat energi. Pada dunia perkapalan, ESD ada banyak macamnya seperti Becker Mewis Duct, Wake Equalising Duct, dan Propeller Boss Cap Fins (PBCF). PBCF merupakan penambahan sirip kecil di bagian belakang propeller atau lebih tepatnya pada boss cap dengan tujuan untuk memperkecil atau bahkan meniadakan hub vortex saat propeller beroperasi. Pada penelitian ini akan digunakan metode CFD melalui software ANSYS Students untuk mencari pengaruh terhadap gaya dorong dari pemasangan PBCF pada propeller B-Series B4-40 dengan menggunakan ukuran utama kapal RO-RO 600 GT sebagai acuan penentuan dimensi propeller. Variasi PBCF yang akan diuji dalam penelitian ini adalah variasi pitch angle dengan variasi sudut 25°, 30°, 35°, 40°, dan 45°. Hasil uji CFD melalui software ANSYS menunjukkan adanya penambahan dan penurunan performa dalam hal gaya dorong propeller dengan penambahan gaya dorong tertinggi dihasilkan oleh PBCF dengan sudut 45° yaitu 0.46% dan penurunan terbesar dialami saat penambahan PBCF dengan sudut 30° yaitu sebesar -0.61%.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAPAL PERIKANAN IKAN 30 GT UNTUK DAERAH LAMONGAN DI TINJAU DARI SEGI TEKNIS Rochma wahyu adila; ERIFIVE PRANATAL
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3237

Abstract

Dalam penelitian ini direncanakan kapal penangkap ikan dengan ukuran 30 GT untuk daerah Kota Lamongan yang efektif dan efisian dari segi teknis. Perencanan ini menggunakan metode regresi linier dari data kapal pembanding untuk menghasilkan ukuran utama kapal. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan utama, membuat rencana garis, rencana umum, hambatan kapal dan daya mesin. Analisa teknis dilakukan dengan pengujian model kapal dan selanjutnya hasil dan dikembangkan dengan teori – teori ilmu perkapalan untuk mendapatkan beberapa konfigurasi kapal ikan yang dirancang. Hasil regresi ukuran utama adalah Lpp = 14.26 m, B = 3.9 m, T = 1 m, H = 1,3 m, Cb = 0.284, dan Vs = 5 kont. Dari ukuran utama tersebut kemudian di buat gambar rencana garis dan gambar rencana umum. Untuk alat tangkapnya menggunakan rawai tuna.
ANALISA PENGARUH ROOT GAP TERHADAP PENGUJIAN TARIK MENGGUNAKAN METODE PENGELASAN FCAW POSISI 3G PADA MATERIAL BAJA SS 400 NUZULUL ARIF; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh root gap terhadap pengujian tarik (Tensile Test) pada material baja SS 400 dengan ketebalan 10 mm dan 12 mm menggunakan metode pengelasan FCAW (Flux Core Arc Welding) pada posisi 3G Vertical up tanpa backing ceramic. Penelitian ini bersifat kuantitatif, kemudian standar yang digunakan dalam pengujian yaitu ASME section IX (2019). Hasil penelitian diperoleh kesimpulan pada spesimen dengan ketebalan 10 mm, didapatkan nilai tertinggi pada variasi root gap 2 mm dengan nilai YS (Yield Strenght) sebesar : 242,07 MPa, dan nilai aktual / nilai akhir sebesar : 315,33 MPa. Kemudian pada spesimen dengan ketebalan 12 mm, didapatkan nilai tertinggi terdapat pada variasi 3 mm dengan nilai YS (Yield Strenght) sebesar: 296,57 MPa, dan nilai aktual / nilai akhir sebesar: 464,17 MPa.
Analisa Ekonomis Perbaikan Patah Floating Dock di PT.X Lingga Bayu Susilo; ERIFIVE PRANATAL
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3241

Abstract

Floating dock adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian floating dock tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas dan TLC dari foating dock tersebut. Dengan beroperasi floating dock yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton yang mengakibatkan patah pada ponton. Maka dibutuhkan perbaikan dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi floating dock merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian floating dock itu sendiri. sehingga perawatan dan perbaikan floating dock sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas floating dock dengan cara menyambung kembali ponton yang mengalami patah pada ponton. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui perhitungan dari kebutuhan ponton 4 dan 5 pada floating dock 5 yang berasal dari input data laporan UT dan keretakan permukaan plat floating dock 5 digunakan untuk perhitungan biaya material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (OJ) serta perhitungan perencanaan biaya total. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urutan dasar reparasi ponton dimulai dari persiapan, pembersihan plat dok 5, deteksi kerusakan, replating, welding, painting dan  impermeability (Preasure Dock) test. Berat plat yang harus di replatingtotal 14.975 ton dan total biaya yang dibutuhkan untuk proses reparasi sebesar Rp 234.529.853Floating dock adalah salah satu fasilitas reparasi di galangan kapal yang sering digunakan untuk perawatan dan perbaikan kapal, maka seiring berjalannya waktu pemakaian floating dock tersebut semakin lama akan mengalami penurunan kualitas dan TLC dari foating dock tersebut. Dengan beroperasi floating dock yang memakan waktu cukup lama dan mengalami beberapa kerusakan kontruksi ponton yang mengakibatkan patah pada ponton. Maka dibutuhkan perbaikan dan perawatan ponton yang harus dilakukan oleh pihak galangan dengan fasilitas yang cukup dan tenaga kerja yang profesional. Reparasi floating dock merupakan suatu hal yang penting karena berpengaruh dalam umur pemakaian floating dock itu sendiri. sehingga perawatan dan perbaikan floating dock sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas floating dock dengan cara menyambung kembali ponton yang mengalami patah pada ponton. Diantaranya yang harus dilakukan reparasi yaitu melalui perhitungan dari kebutuhan ponton 4 dan 5 pada floating dock 5 yang berasal dari input data laporan UT dan keretakan permukaan plat floating dock 5 digunakan untuk perhitungan biaya material plat dan dapat merencanakan jumlah jam orang (OJ) serta perhitungan perencanaan biaya total. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa urutan dasar reparasi ponton dimulai dari persiapan, pembersihan plat dok 5, deteksi kerusakan, replating, welding, painting dan  impermeability (Preasure Dock) test. Berat plat yang harus di replating total 14.975 ton dan total biaya yang dibutuhkan untuk proses reparasi sebesar Rp 234.529.853
ANALISIS KEKUATAN SAMBUNGAN LAS PADA PLAT UNTUK DEK KAPAL BERBAHAN PLAT BAJA A36 TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS DENGAN METODE PENGELASAN MIG Abdul Latif Kurniawan; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3284

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis pengaruh variasi ampere pada sudut kampuh 30° terhadap Tensile Test dan Struktur Mikro pada material baja A36 dengan ketebalan 12mm dan menggunakan metode pengelasan GMAW (Gas Metal Arc Welding). Pada posisi pengelasan 1G dengan menggunakan standart pengujian yaitu ASME SECTION IX (2019). Hasil penelitian diperoleh kesimpulan pada pengelasan GMAW dengan variasi arus ampere 125,130,135 dan 140 pada sudut kampuh V 30° yield strength dengan ampere 125 mendapatkan nilai 339,35 MPa. Kemudian ampere 130 mendapatkan nilai 235,83 MPa, Kemudian ampere 135 mendapatkan nilai 396,34 MPa, Kemudian ampere 140 mendapatkan nilai 350,63 MPa. Dan tensile strength dengan ampere 125 mendapatkan nilai 381.50 MPa, Kemudian ampere 130 mendapatkan nilai 235,83 MPa, Kemudian ampere 135 mendapatkan nilai 402,15 MPa, Kemudian ampere 140 mendapatkan nilai 350,63 MPa. Sebagaian besar pada struktur mikro base metal dengan ampere 125, 130, 135 dan 140 di dominasi oleh struktur ferrit. Dan ampere 125, 130, 135 dan 140 maka semakin banyak masukan panas yang diberikan pada material lasan, mengakibatkan daerah HAZ menjadi semakin lebar dan struktur kristalnya juga semakin kecil dan kasar. Pada variasi ampere 125, 130,135 dan 140 terlihat bahwa komposisi struktur mikro dari weld metal didominasi sebagian besar oleh struktur/fasa perlit (gelap).
Co-Authors Abdul Latif Kurniawan Adi Kurniawan Yusim Affandi, Slamet Rohmat Ahmad Ma’ruf Akbar, Taufan Dwiki Alif Nuzul Julianto Aziz, Bayu Raditya Bambang Setyono, Bambang Basuki2, Minto Bayu Al Fahmi Liddin Beu, Maria Margareta Zau Bobby Ramadhan Candra Permana P chandra Dwi Setia Danny Djaya Prakaatmaja Eka Nur Laily Elbanov Kharisma Fabiantara Erix Extrada Extrada, Erix Fabiantara, Elbanov Kharisma Famoesa, Moch Anjana Putra Firmansyah, Muchammad Fendy Fitria Fresty Lungari Gatot Basuki Guteres, Mercia Pascoela Gacia Harsi, Renanda Bayu HM, Gatot Basuki Iftika Philo Wardhani Ilham Prastyo1 Imawan, Pramudya Imawan. S, Pramudya Indra Utama Julianto, Alif Nuzul Kalam Nur Alif Kirmandi, Wilan Ramadhan Kurniawan, Riyan Prayogo Kusuma, I Putu Andhi Indira Laily, Eka Nur Lingga Bayu Susilo Ma’ruf, Ahmad Maria Margareta Zau Beu Maria Margareta Zau Beu Mas Nabilah WK Mercia Pascoela Gacia Guteres Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki Minto Basuki2 Moch Anjana Putra Famoesa Moh Asrori Rois Muhammad Alfi Rachmawan Muhammad Rum Sulaiman Norita Prasetya Wardhani Noveta Fernaldinatan Novi Hendri NURUL MIFTAHUL RAHMAN Nuzulul Arif P, Candra Permana P, Tito Janis Prakaatmaja, Danny Djaya Pramudya Imawan Pramudya Imawan Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan Santosa Pramudya Imawan. S Prastyo1, Ilham Pratama, Ranu Yudistira Puranggo Ganjar Widityo Ramadhan, Bobby Ramadhani, Dimitry Rizal Ranu Yudistira Pratama Renanda Bayu Harsi Riyan Prayogo Kurniawan Rizal Rachman, Rizal Rizki Dwi rachmadi Rizki Rizky Iqiyat Tillah Rochma wahyu adila Rois, Moh Asrori Romzatul Widad Rozaq, Moh. Abdul Rum Sulaiman, Muhammad Saputra, Dandion Angga Sasongko, Sukendro Broto Slamet Rohmat Affandi Tillah, Rizky Iqiyat Tito Janis P Utama, Indra Widad, Romzatul Wilan Ramadhan Kirmandi WK, Mas Nabilah Yogi Pratama