Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Root Issues of Not Achieving an Unqualified Opinion: The Case Study in Local Governments XX of Indonesia Ismail Saleh; Yan Rahadian
Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal) Vol 5, No 2 (2022): Budapest International Research and Critics Institute May
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i2.5412

Abstract

This study analyzed the root issues of the Local government XX of Indonesia failing to obtain an Unqualified Opinion. The method used in this research was a qualitative method with a case study approach. This study was conducted to map findings and analyze the main issues of the regional government failing to obtain an unqualified opinion. The scope of the study was limited by using Local Government Financial Reports From 2013 to 2019 and Audit Report from 2014 to 2020. This study was conducted on Local Government XX which had never once received an unqualified opinion. The result of the study indicated that the issues obtained from mapping the findings of violations of account problems, internal control systems, and compliance were caused by the weak competence of human resources owned by Local Government XX. The main problem occurred at the financial administration level at the Local Government Work Unit level and the weak supervision at each tiered level.
STRUKTUR KRISTAL DAN SIFAT KEMAGNETAN NANOPARTIKEL CoZnFe2O4/PEG-4000) La Ode Rusman; Adrian Rahmat Nur; Ismail Saleh; Yumnawati; La Agusu; Abdin; Edi Suharyadi
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 8 No. 1 (2022): JOP (Journal Online of Physics) Vol 8 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v8i1.20978

Abstract

Nanopartikel CoZnFe2O4 dengan struktur mixed spinel yang dienkapsulasi dengan PEG-4000 telah berhasil disintesis menggunakan metode kopresipitasi. Hasil analisis X-Ray diffraction (XRD) menunjukkan nanopartikel CoZnFe2O4 mempunyai karakteristik struktur spinel ferit dengan ukuran kristalit sebesar 14,4 ± 0,2 nm. Setelah dienkaspulasi dengan PEG-4000 ukuran kristalit sedikit menurun menjadi 9,7 ± 0,2 nm. Hasil analisis Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk CoZnFe2O4 menunjukkan puncak serapan pada bilangan gelombang sekitar 401-563 cm-1 yang merupakan ikatan vibrasi M-O. Setelah dienkapsulasi dengan dengan PEG-4000 muncul vibrasi baru khas PEG yaitu C-O (1064 cm-1). Pada saat dienkapsulasi, ikatan M-O masih tetap muncul yang menandakan keberadaan nanopartikel CoZnFe2O4. Hasil Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukkan bahwa nanopartikel tampak mengalami aglomerasi. Setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000 aglomerasi menjadi berkurang dan nanopartikel menjadi lebih terdispersi. Hasil analisis Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan nilai koersivitas CoZnFe2O4 adalah 251,9 Oe. Nilai koersivitas menurun menjadi 49,9 Oe setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000. Hal ini disebabkan karena perubahan ukuran kristalit. Magnetisasi saturasi nanopartikel CoZnFe2O4 sebelum dienkapsulasi adalah 29,0 emu/g dan menurun setelah dienkapsulasi dengan PEG-4000 menjadi 19,7 emu/g. Hal ini disebabkan karena PEG bersifat paramagnetik dan nonmagnetik.
Analisis Tradisi Sedekah Bumi dan Mapag Sri Terhadap Produktivitas Hasil Pertanian Desa Muara Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon Nahdia Rachma; Chyntia Rahmawati; Fiky Yudhistira; Muhammad Dandi Ramadhan; Ismail Saleh
Paradigma Agribisnis Vol 5, No 2 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i2.7009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi sedekah bumi dan mapag sri serta kaitannya terhadap produktivitas pertanian di desa Muara. Penelitian yang berlangsung dimulai dari Juni hingga Juli 2021 ini menggunakan metode kualitatif yang disertai beberapa teknik pengumpulan data melalui narativ review, serta dipadukan dengan sudut pandang emik dan etik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitik, yaitu data yang diperoleh tidak dianalisa dengan rumus statistika, namun data tersebut dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan sesuai kenyataan realita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sedekah bumi dilaksanakan setelah lelangan tanah titisara, yaitu sekitar 1-2 bulan setelahnya. Pelaksanaan sedekah bumi di Desa Muara biasa dilaksanakan selama tiga minggu. Minggu pertama yaitu kegiatan ngunjung sesepuh, minggu kedua ngunjung umum dan minggu ketiga memandikan benda pusaka. Tradisi mapag sri di desa Muara sendiri disebut dengan barikan. Tradisi mapag sri atau barikan di desa Maura dilakukan setengah bulan atau satu bulan sebelum panen ketika padi menunduk dengan melakukan acara tahlil bersama yang dipimpin sesepuh desa untuk memohon agar mendapatkan hasil yang berlimpah. Desa Muara memiliki tingkat produktivitas padi sebesar 6,58 ton/hektar untuk GKG atau Gabah Kering Giling dan 7,8 ton/hektar untuk GKP atau Gabah Kering Panen. Pengaruh secara tidak langsung tradisi sedekah bumi dan mapag sri (barikan) terhadap produktivitas hasil pertanian yang ada di desa Muara adalah pelaksanaan mapag sri yang berpengaruh terhadap masa panen dan adanya sedekah bumi yang dapat memotivasi masyarakat untuk menanam padi. Kata Kunci: Sedekah Bumi, Mapag Sri, Produktivitas Pertanian.
Respon pertumbuhan dan produksi benih kenikir (Cosmos caudatus Kunth) pada aplikasi Pupuk kandang kambing dan giberelin: Growth and seed production response of cosmos caudatus to aplication of sheep manure and giberellin Diska Olivia Putri; Maria Azizah; Ismail Saleh
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 24 No 2 (2024): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v24i2.4426

Abstract

Kenikir (Cosmos caudatus) merupakan sayuran indigenous yang berpotensi untuk dikembangkan. Permasalahan utama sayuran indigenous adalah ketersediaan benih bermutu masih belum terpenuhi dan kualitasnya belum terstandar. Produksi benih dapat dioptimalkan dengan budidaya tanaman dengan penggunaan pupuk kandang yang berperan meningkatkan sifat fisik tanah dan giberelin untuk meningkatkan pembungaan dan produksi benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan konsentrasi giberelin terhadap produksi benih Cosmos caudatus. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga Maret 2023 di Desa Tegalwaru, Mayang, Jember. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang yang terdiri ari 10 ton/ha (P1), 15 ton/ha (P2), 20 ton/ha (P3). Faktor kedua yaitu konsentrasi giberelin yang terdiri dari 20 ppm (G1), 30 ppm (G2), 40 ppm (G3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk kandang 20 ton/ha paling baik pada diameter batang (2,04 cm). Perlakuan konsentrasi giberelin 40 mg/l memberikan respon nyata pada parameter tinggi tanaman (204,28 cm), diameter batang (20,02 cm), dan jumlah bunga (70 bunga). Perlakuan yang diberikan belum menunjukkan pengaruh pada produksi benih dan bobot 1000 butir benih yang dihasilkan.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Dalam Pembuatan Sekam Bakar dan Briket di Pendahara Kecamatan Tewang Sangalang Garing Kabupaten Katingan Sri Agustina Lisa; Afrizal Adjie Nugroho; Emmy Mudiarti; Febrinda Lumbantobing; Fitra Galih Prasetyo; Grestia Laurensa; Hendri; Ismail Saleh; Jeans Tanu; Masindu; Melki Julianti; Raelyn Notriyani; Rut Dea Rosiana Silalahi; Teresia Titania Natasia Ginting; Victoria Lucky; Theresia Mentari
Diteksi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Diteksi, Vol. 1, No. 2, November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/diteksi.v1i2.11396

Abstract

Pendahara sub-district has rice fields covering an area of ​​165 hectares with an average annual rice yield of 417.5 tons. After the harvest period, there will usually be a lot of leftovers from rice milling in the form of rice husk waste (husk). There is still little use made to reduce the environmental impact resulting from rice husk waste. The use of rice husks has impacts in terms of energy, finance and ecology. From an energy aspect, rice husks can produce bioenergy through burning the husks for electricity or alternative fuels. Meanwhile, from a financial aspect, farmers can reduce production costs by using husks as value-added products such as organic fertilizer. Furthermore, in the ecological aspect, it is useful in minimizing agricultural waste and reducing pollution due to the use of husks for various environmentally friendly products such as compost or wood panels. If further processed rice husks can be made into husk charcoal which is processed into briquette products, briquettes have benefits as fuel, agricultural materials and industrial materials, for human needs. The aim of this community service activity is to use rice husk waste into burnt husks and briquettes so that it can be used as a community business opportunity. The stages of making burnt husks are making a burning tool, burning rice husks, packaging the burnt husks. The stages of making briquettes are grinding the ingredients, mixing the ingredients and molding the briquettes. The results of making burnt husks and briquettes, namely burnt husks, can be used as planting media and fertilizer for plants. In the results of making briquettes, the briquettes cannot be used because they cannot be lit, which is why briquettes require a lighter to make it easier to ignite.
The Response of Shallot (Allium ascalonicum) to Salinity Stress Trisnaningsih, Umi; Sidik, Johan; Saleh, Ismail
Jurnal Agrosci Vol 1 No 2 (2023): Vol 1 No 2 November 2023
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v1i2.111

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum) cv Bima Brebes is the cultivar that was most widely cultivated in shallot production centers on Java Island. The increasing rate of land use conversion from agricultural to non-agricultural land caused the shallot cultivation to be directed to marginal lands, including land with high salinity. This study aimed to determine the effect of the salinity level on the growth and yield of shallots and to determine the highest level of salinity that can be tolerated by shallots. This experiment was carried out from October to December 2022 at the Experimental Station of Swadaya Gunung Jati University. The location is located in Cirebon City, West Java, Indonesia. The research method used was the experimental method with a completely randomized design (CRD). The treatment was salt concentration consisted of 5 levels i.e., 0 ppm, 1250 ppm, 2500 ppm, 3750 ppm, and 5000 ppm. Each treatment was repeated 5 times so that there were 25 experimental units. Each experimental unit consisted of 10 polybags of shallot plants. The results showed that salt concentration significantly inhibits the growth and yield of shallot at all of the measured parameters i.e., plant height, number of leaves, root length, root volume, plant dry weight, plant growth rate, number of tubers, tuber diameter, fresh tuber weight, and dry tuber weight. The salt concentration of 1250 ppm is the tolerance limit for salinity stress for shallots.
Hubungan Kandungan Klorofil, Luas Daun, dan Hasil Tanaman Padi Gogo Akibat Pengaturan Jarak Tanam dan Pemberian Pupuk Kompos Didan Ramdani; Nasrudin Nasrudin; Ismail Saleh
JURNAL TRITON Vol 15 No 2 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i2.780

Abstract

Jarak tanam akan mempengaruhi terhadap intersepsi cahaya oleh klorofil, sementara pupuk kompos berperan dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan produksi padi sehingga kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Penelitian bertujuan untuk mengungkap hubungan kandungan klorofil, luas daun, dan hasil tanaman padi gogo akibat pengaturan jarak tanam dan pemberian pupuk kompos. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya sejak bulan November 2022 hingga Februari 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan jarak tanam sebagai faktor pertama yang terdiri atas 20 cm x 20 cm dan 30 cm x 30 cm. Selanjutnya jenis pupuk kompos sebagai faktor kedua yang terdiri atas kompos kotoran domba dan kompos kotoran sapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jarak tanam dengan jenis pupuk kompos pada setiap parameter pengamatan. Jarak tanam tidak mempengaruhi kandungan klorofil, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah biji per malai, dan bobot gabah per rumpun. Sementara itu, jarak tanam berpengaruh nyata terhadap hasil panen. Selanjutnya jenis pupuk kompos tidak mempengaruhi seluruh parameter pengamatan. Jarak tanam 20 cm x 20 cm mempengaruhi hasil panen yang meningkat dibandingkan jarak tanam 30 cm x 30 cm. Peningkatan hasil panen dipengaruhi oleh bobot gabah per rumpun dan jumlah malai per rumpun. Hasil panen berkorelasi positif terhadap bobot gabah per rumpun (R= 0,94) dan jumlah malai per rumpun (R= 0,68).
Growth Response And Yield Of Bambara Groundnut (Vigna Subterranea (L.) Verdcourt) To Nitrogen Fertilization Asshobri, Farhaz Sahdi; Tamam, Muhammad Fathan; Widyaningrum, Nadila Gusti Sekar; Saleh, Ismail
Jurnal Agrosci Vol 2 No 3 (2025): Vol 2 No 3 January 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v2i3.576

Abstract

Bambara groundnuts are indeterminate legume plants that resist drought and less fertile land, so they have the potential for cultivation. The yield of bambara groundnut cultivated by farmers in Indonesia is still low. Nitrogen fertilizer is an important element for crop production, but the optimum dose of nitrogen for bambara groundnuts is not yet known. Therefore, this study aims to determine the optimum dose of N fertilization for optimal growth and yield of bambara groundnut plants. The research was conducted from July to October 2024 in Nanggela Village, Mandirancan District, Kuningan Regency. The experimental design used randomized block design (RBD) with six replications. The treatment was a dose of nitrogen fertilizer, namely 0, 100, 200, and 300% of the recommended dose. The 100% recommended dose is Urea 100 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, and KCl 75 kg/ha. The experimental results showed that the application of N fertilizer gave results that had a real effect.  This research can be used as a reference to determine the optimum dose of N fertilization in bambara groundnut cultivation, namely with a dose of Urea 100 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, and KCl 75 kg/ha.
Analisis Tradisi Sedekah Bumi dan Mapag Sri Terhadap Produktivitas Hasil Pertanian Desa Muara Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon Nahdia Rachma; Chyntia Rahmawati; Fiky Yudhistira; Muhammad Dandi Ramadhan; Ismail Saleh
Paradigma Agribisnis Vol 5 No 2 (2023): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v5i2.7009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi sedekah bumi dan mapag sri serta kaitannya terhadap produktivitas pertanian di desa Muara. Penelitian yang berlangsung dimulai dari Juni hingga Juli 2021 ini menggunakan metode kualitatif yang disertai beberapa teknik pengumpulan data melalui narativ review, serta dipadukan dengan sudut pandang emik dan etik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analitik, yaitu data yang diperoleh tidak dianalisa dengan rumus statistika, namun data tersebut dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan sesuai kenyataan realita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sedekah bumi dilaksanakan setelah lelangan tanah titisara, yaitu sekitar 1-2 bulan setelahnya. Pelaksanaan sedekah bumi di Desa Muara biasa dilaksanakan selama tiga minggu. Minggu pertama yaitu kegiatan ngunjung sesepuh, minggu kedua ngunjung umum dan minggu ketiga memandikan benda pusaka. Tradisi mapag sri di desa Muara sendiri disebut dengan barikan. Tradisi mapag sri atau barikan di desa Maura dilakukan setengah bulan atau satu bulan sebelum panen ketika padi menunduk dengan melakukan acara tahlil bersama yang dipimpin sesepuh desa untuk memohon agar mendapatkan hasil yang berlimpah. Desa Muara memiliki tingkat produktivitas padi sebesar 6,58 ton/hektar untuk GKG atau Gabah Kering Giling dan 7,8 ton/hektar untuk GKP atau Gabah Kering Panen. Pengaruh secara tidak langsung tradisi sedekah bumi dan mapag sri (barikan) terhadap produktivitas hasil pertanian yang ada di desa Muara adalah pelaksanaan mapag sri yang berpengaruh terhadap masa panen dan adanya sedekah bumi yang dapat memotivasi masyarakat untuk menanam padi. Kata Kunci: Sedekah Bumi, Mapag Sri, Produktivitas Pertanian.
The Effect of Using Several Types of Mulch to Control Weeds on The Growth and Yield of Mung Bean Plants Ramadhan, Ryvandi; Saleh, Ismail
Jurnal Agrosci Vol 2 No 6 (2025): Vol 2 No 6 July 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/agrosci.v2i6.808

Abstract

Background. The use of mulch is one method of weed control and can increase mung bean yields. Aims. This study aims to investigate the impact of various types of mulch on weed growth in mung bean plants. Methods. This research was conducted in Kepongpongan village, Talun District, Cirebon Regency. The research was carried out from October to December 2024. The experimental design employed was a randomized block design (RBD) with four treatments and six replicates. The treatment factors studied consisted of M1 (no mulch), M2 (rice straw mulch), M3 (reed mulch), and M4 (black and silver plastic mulch). Result. The results showed that this type of mulch against weeds can reduce the number of weed individuals. The use of mulch affects the weight of weeds, plant height, number of leaves, leaf area, flower age, pod weight, number of pods, seed weight, and weight of 100 seeds. Conclusion. The use of plastic mulch in this study gave the best results
Co-Authors A. Kumedi Ja’far Abdin Abdurrazaq, Difaa Ali Subhan Adistye, Sandra Adrian Rahmat Nur Afrizal Adjie Nugroho Aji Hermawan Anendawaty Roito Sagala, Anendawaty Roito Anita Dewi, Anita Asshobri, Farhaz Sahdi Auliya, Sukma Nur Budirokhman, Dodi Burhanuddin Burhanuddin Chyntia Rahmawati Dian Mardiansyah Didan Ramdani Dina Dwirayani Dwirayani Diska Olivia Putri Dukat Dukat Edi Suharyadi Edy Rahardja Eko Sarwono Emmy Mudiarti ENDRI ENDRI Evi Deliana HZ Febrinda Lumbantobing Ferawati ' Fiky Yudhistira Fitra Galih Prasetyo Grestia Laurensa Ida Satya Wahyu Atmaja Ilmi Rohman, Muhammad Bahrul Jeans Tanu La Agusu La Ode Rusman Lina Lestari, Lina M A Chozin Maimun Mande, Henni Maria Azizah Masindu Maulana, Wahyudi Melki Julianti Muhammad Dandi Ramadhan Muhammad Zaki Nahdia Rachma Nasrudin Nasrudin Ningrum, Suci Sapta Nisa Restika Nurraffa, Muhammad Fatiharizqi Nursiah Nursiah, Nursiah Nyoman Sudiana, I Panayungan, Elang Priambudi Trie Putra Putra, Lucky Firdaus Rachma, Nahdia Raelyn Notriyani Rahadian, Yan Rahmawati, Chyntia Ramadhan, Muhammad Dandi Ramadhan, Ryvandi Ray March Syahadat Revandi Putri, Alicia Rut Dea Rosiana Silalahi Sapto Raharjo Selviana Selviana Septina Fadia Putri Setya Wahyu Atmaja, Ida Sidik, Johan Siti Nurhidayah Sri Agustina Lisa Syamsul Hilal Tamam, Muhammad Fathan Tandri Patih Teresia Titania Natasia Ginting Theresia Mentari Thoifur, Dimas Muhammad Tittan Triken Mardhika Tria Suci Astira Umi Trisnaningsih Victoria Lucky Widyaningrum, Nadila Gusti Sekar Yuantara, Iyan Yudhistira, Fiky Yuherdin, Widyo Yumnawati