Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Media Iuris

Pembatasan Kebebasan Beragama dalam Darurat Kesehatan Virus Korona di Indonesia: Perspektif HAM dan Islam Adam Muhshi; Radian Salman
Media Iuris Vol. 4 No. 3 (2021): MEDIA IURIS
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mi.v4i3.30385

Abstract

AbstractThis paper will examine the restrictions imposed by the Indonesian government on religious activities carried out together in places of worship during the covid-19 pandemic. These restrictions in recent times have even reached the level of closing places of worship. This restriction was carried out by the government with the aim of preventing the spread of the corona virus. However, in practice, the level of citizen compliance with these restrictions is still relatively low. The question that then arises is whether restrictions on religious activities carried out together in places of worship during a pandemic (health emergency) can be justified juridically. Departing from this problem, this article will try to analyze whether or not restrictions on religious activities are correct from the point of view of human rights and Islam. The answer to this question shows that the limitation of religious activities carried out jointly in places of worship in a health emergency finds its justification both in the perspective of human rights and in the perspective of Islamic law.Keywords: Restrictions on Religious Freedom; Corona Virus; health emergency; Human rights; Islam.AbstrakPaper ini akan mengkaji pembatasan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama di tempat ibadah pada masa pandemi covid-19. Pembatasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir bahkan sampai pada level penutupan tempat ibadah. Pembatasan tersebut dilakukan oleh Pemerintah dengan tujuan untuk mencegah semakin meluasnya penularan virus korona. Namun dalam prakteknya, tingkat kepatuhan warga terhadap pembatasan tersebut masih relatif rendah. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apakah pembatasan terhadap kegiatan kegamaan yang dilakukan secara bersama-sama di tempat ibadah pada masa pandemi (darurat kesehatan) dapat dibenarkan secara yuridis. Berangkat dari persoalan tersebut, artikel ini akan mencoba untuk menganalisis tentang benar tidaknya pembatasan terhadap kegiatan keagamaan dalam sudut pandang HAM dan Islam. Jawaban terhadap persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembatasan kegiatan kegamaan yang dilakukan secara bersama-sama di tempat ibadah dalam kondisi darurat kesehatan menemukan justifikasinya baik dalam perspektif HAM maupun dalam perspektif hukum Islam.Kata Kunci: Pembatasan Kebebasan Beragama; Virus Korona; Darurat Kesehatan; HAM; Islam.
Co-Authors Achmad Afandi, Zanuar Akbar, Haeril Ali Mannagalli Amalia Fitriany, Shafyra amalina, zaskiya Annisa, Fadila N. Arif Rahman Hakim Arif Rahman Hakim Arsyad, Syaif Artyo, Yovereld Alexetty Avany Mahmudah Bimantara, Arya Christina Rachmawati, Dri Utari Dodi Jaya Wardana Dony Orlando Nasution Dri Utari Christina Rachmawati Eduardo Saratoga Wrahatnala Eko Widiarto Eko Widiarto, Eko Enrico Benedictus Silagen Erni Agustin Fadhlullah, M. R. Faizal Kurniawan Fauzia, Ana Fitriany, Shafyra Amalia Giza'a Jati Pamoro Giza’a Jati Pamoro Hamdi, M. Adib Akmal Hardt, Sascha Ilhami Ginang Pratidina Indrawati Indria Wahyuni Jati Pamoro, Giza'a Joeni Arianto Kurniawan Listiawan, Hermadi M. Hadi Subhan Mannagalli, Ali Mas Rahmah, Mas Maulana, Muhammad Asrul Mohammad Syaiful Aris Muchamamd Ali Safa’at Muhamad Zainal Arifin Muhammad Padol Muhshi, Adam Muklis Al'anam Nasution, Dony Orlando Ni Made Sukartini Noventri, Ardhana C. Nur Annisa, Fadila Nur Annisa Pangastuti, Inagatha Setyarahma Permanasari, Tyasning Pratiwi, Tria Dina Putri, Luh Putu Yeyen Karista Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafi Al Malik Rosa Ristawati Rr. Herini Siti Aisyah Safa'at, Muchamamd Ali Salma, Fairus Dhea Saputro, Aries Sembiring, Rinawati Sihombing, Uli Parulian Singarimbun, Bernard Nicholas Solly Aryza Sri Winarsi Sukardi . Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Suparto Wijoyo Tahegga Primananda Alfath Taskesen, Suat Tunggul Ansari Setia Negara Uli Parulian Sihombing Wardhani, Fitri Warit Aziz Wibawa, Wahyu APM Wilda Prihatiningtyas