Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Proof of Unidimensionality in Cognitive Test Instrument for Evaluation Science Learning Rizki Nor Amelia; Septiko Aji; Kriswantoro Kriswantoro; Hesty Sukmasari
Journal of Innovation in Educational and Cultural Research Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Keluarga Guru Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46843/jiecr.v6i1.1897

Abstract

Dimensional analysis to determine the construct that makes up the instrument as one of the requirements before the analysis is often ignored. Proving dimensions is important because the correct specification of the number of latent dimensions is directly related to construct validity and will determine the appropriate software, approach, and analysis model parameters. Therefore, this research aims to prove the unidimensionality of the Cognitive Test Instrument for Evaluation of Science Learning (CTIESL) through Exploratory Factor Analysis with the Principal Component Analysis Extraction Method. The instrument consisted of 13 essay questions and was responded to by science pre-service teachers who took the Science Learning Evaluation Course (98 people). The results of the analysis prove that the CTIESL has a unidimensional construct based on the Scree Test criteria (detected only one point before the elbow on the scree plot) and the cumulative percent of variance extracted, which shows a satisfactory value (79.232%) so that this instrument is proven only to measure one latent trait, namely the cognitive ability to evaluate the science learning. By fulfilling this unidimensional assumption, the psychometric characteristics of the CTIESL can be explored further with Item Response Theory: 1-Logistic Parameters, 2-Logistic Parameters, or 3-Logistic Parameters, depending on needs.
Analisis Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Kimia Berbasis Kontekstual di SMA Negeri 15 Muaro Jambi Pinandhita, Boy; Kriswantoro, Kriswantoro; Asrial, Asrial; Damris, Damris
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JPTI - Mei 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar siswa terhadap pembelajaran kimia berbasis kontekstual pada materi asam basa. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan sampel 26 siswa kelas XI di SMA Negeri 15 Muaro Jambi. Data diperoleh melalui angket motivasi belajar yang mencakup 15 indikator. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori Sedang (30,77%) dan Rendah (23,08%). Strategi pembelajaran berbasis kontekstual terbukti efektif meningkatkan motivasi belajar siswa, meskipun diperlukan pendekatan tambahan untuk mendukung siswa dengan motivasi rendah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran inovatif yang relevan dengan kehidupan nyata siswa.
Penilaian Keterampilan Proses Sains Pada Praktikum Mahasiswa di Laboratorium Kimia Kriswantoro, Kriswantoro; Wulandari, Lucya; Sainuddin, Syamsir; A.J, Suharli
Experiment: Journal of Science Education Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/experiment.v5i1.32730

Abstract

Science process skills (SPS) are essential competencies that students must possess during laboratory activities to support conceptual understanding and the development of scientific thinking abilities. This study aims to assess the level of students' mastery of SPS and evaluate the effectiveness of chemistry practicum activities in enhancing these skills. The research employs a quantitative approach with a descriptive-evaluative design. The subjects are second-semester students participating in a basic chemistry practicum. The SPS assessment instrument, consisting of 18 items, was developed and validated, yielding an average Aiken’s V index of 0.84, indicating high validity. The results show that most students demonstrated strong skills in observation (76%) and classification (68%), but showed weaknesses in higher-order skills such as formulating hypotheses (35%), designing experiments (30%), and understanding experimental variables (25%). Skills in data interpretation (45%) and oral scientific communication (40%) also require improvement. These findings highlight the need to strengthen inquiry-based learning and consistently apply process-oriented assessment in chemistry practicum activities to comprehensively develop students’ science process skills. 
Estimation of Students' Chemistry Ability Based on Dichotomous and Polytomous Data Kriswantoro, Kriswantoro; Wulandari, Lucya; AJ, Suharli
EduChemia: Jurnal Kimia dan Pendidikan Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Department of Chemistr Education Faculty of Teacher Training and Education Universitas Su

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/educhemia.v10i1.31224

Abstract

This research aims to evaluate the quality of an instrument used to measure the chemistry proficiency of senior high school students in Yogyakarta city in response to high order thinking test questions. The evaluation employs the item response theory (IRT) approach, which considers both dichotomous and polytomous data types. The assessment involved analyzing three fundamental assumptions: unidimensionality, local independence, and invariance. The unidimensionality assumption was examined through factor analysis, revealing that the first factor contributed the most to both dichotomous and polytomous data. Local independence was tested using variance-covariance matrix analysis, which revealed that the covariance values between ability intervals were minimal or nearly zero, thereby fulfilling this assumption. Furthermore, invariance testing was conducted on both item parameters and student ability parameters. The results indicated a high correlation (0.893) for item parameters and a moderate correlation (0.761) for ability parameters, confirming that the invariance assumption was satisfied. The students’ ability levels were categorized into five levels, ranging from very low to very high. The analysis revealed that dichotomous data covered a broader range of abilities than polytomous data did. Overall, the study confirms that the instrument used is valid, reliable, and aligns with the core assumptions of IRT. These findings have significant implications for enhancing the quality of chemistry assessment tools using the IRT approach, ensuring that test questions are more accurate and dependable. These insights can help teachers design instructional methods that promote higher-order thinking skills (HOTSs), encourage the broader application of IRT in assessment, and support data-driven educational policies. Moreover, students gain improved training in analytical thinking and problem solving, leading to a deeper understanding of chemistry.
Penanaman Karakter Religius Dalam Mengatasi Bullying Pada Remaja Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi Maharani, Ria; Yamanti, Fitri; Kriswantoro, Kriswantoro; Novalina, Sesti; Abimayu, Riman
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8217

Abstract

Perilaku bullying marak terjadi di Indonesia saat ini. Bullying akan menghambat remaja dalam mengaktualisasi diri dan membuat para korban bullying merasa terintimidasi, merasa tidak berharga serta sulit berkonsentrasi dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk penanaman karakter religius dalam mengatasi bulliying pada remaja di kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin Kota Jambi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Bullying pada remaja terjadi dalam bentuk bullying fisik, bullying verbal dan bullying sosial. 2. Penanaman karakter religius dalam menanggulangi terjadinya bullying pada remaja Kelurahan Selamat Kecamatan Danau Sipin melalui beberapa kegiatan yaitu: kegiatan pengajian remaja masjid dan kegiatan rutin mingguan berupa bakti sosial di lingkungan masyarakat 3. Hambatan-hambatan dalam penanaman karakter religius adalah kurangnya dukungan orang tua dan masyarakat, serta remaja memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda-beda. Upaya yang dilakukan adalah membangun komunikasi secara intensif dengan orang tua, penggunaan metode, dan pendekatan yang berbeda dalam penanaman nilai-nilai karakter.
Karakteristik Instrumen Tes Higher Order Thinking Skills (HOTS) Kimia SMA Kriswantoro, Kriswantoro; Lucya Wulandari
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 4 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i4.2063

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji alat ukur instrumen yang digunakan untuk menilai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa dalam kimia. Jenis penelitian ini yang digunakan aadalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan model pengembangan tes Wilson, Oriondo, dan Antonio yang terdiri atas desain tes, uji coba tes, dan pengukuran tes diterapkan dalam penyusunan ujian kimia HOTS. Instrumen pengumpulan data berupa tes HOTS kimia berbentuk multiple choice beralasan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tes tersebut telah terbukti sesuai dengan PCM pada tahap uji coba dan pengukuran, menurut kriteria INFIT MNSQ. Ketiga puluh elemen tersebut sesuai dengan model, menurut batas terendah dan maksimum INFIT MNSQ, yaitu 0,77 dan 1,3. Tingkat kesulitan item berkisar dari -0,88 hingga 1,04. Tes tahap uji coba memiliki peringkat reliabilitas 0,97. Tes dengan kesalahan pengukuran terkecil, 0,21, akan menghasilkan informasi terbanyak, 20,92.
The Effectiveness of Structured and Guided Inquiry Learning Models in Enhancing Students’ Science Process Skills on Acid-Base Topics in Senior High School Kriswantoro; Melfiza; Haryanto; hasibuan, Muhammad Haris Effendi
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.11193

Abstract

Education is a key factor in shaping students' character and competence. The 2013 Curriculum highlights not only the development of student character but also the enhancement of scientific competence, including science process skills (SPS). One effective approach to developing SPS is through the application of inquiry-based learning models. This study investigates the differences in students' SPS on acid-base topics by comparing the use of structured inquiry and guided inquiry models. The research employed a random sampling technique, and data were collected using observation sheets and field notes. Field notes were analyzed qualitatively to support and enrich the interpretation of observational and quantitative findings. The quantitative data, obtained from essay-based tests, were analyzed using inferential statistics such as the Shapiro-Wilk normality test, homogeneity test, independent t-test, paired t-test, and N-Gain to evaluate learning improvement in both groups. The effectiveness of each model was determined based on the increase in N-Gain scores from pretest to posttest. The results revealed that inquiry-based learning significantly improved students' SPS, with an increase in the average score from 35.18 to 78.33. Additionally, observation data indicated a steady increase in students’ engagement and participation throughout the learning sessions, highlighting the benefits of inquiry approaches in science education.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Multimedia Interaktif Berbasis STEM-PjBL Pada Materi Ikatan Kimia Andriyani, Meri; Kriswantoro, Kriswantoro; Asrial, Asrial; Damris, Damris
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol. 13 No. Special_issue (2025): Integrasi Pendidikan Matematika dan Sains dalam Mendukung Sustaina
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v13iSpecial_issue.90418

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan multimedia interaktif berbasis STEM-PjBL (Science, Technology, Engineering, and Mathematics–Project Based Learning) sebagai solusi untuk menciptakan pembelajaran kimia yang bermakna. Penelitian termasuk dalam penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menganalisis kebutuhan peserta didik. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini yakni peserta didik dan guru kimia di salah satu SMA Negeri di Kota Jambi. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kebutuhan peserta didik dan wawancara dengan guru. Data yang didapatkan kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kimia belum berjalan efektif karena keterbatasan sarana, media, dan penerapan pendekatan kontekstual. Sebagian besar peserta didik dan guru sangat setuju jika dikembangkan multimedia interaktif berbasis STEM-PjBL pada materi ikatan kimia. Media pembelajaran ini dapat memuat berbagai konten interaktif, mudah diakses, serta mendukung penerapan pembelajaran berbasis proyek yang menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Pengembangannya juga sejalan dengan tujuan ke-4 SDGs, yakni mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Eksplorasi Nilai Etnokimia dalam Kearifan Lokal Suku Sasak Lombok Tradisi Merarik terhadap Relevansi Sains Modern Pembelajaran Kimia Dini Rahmawati; Neni Avisha Setya Utami; Neneng Elis Rohmayati; Aa, Naziroh Zulfa; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i4.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara tradisi Merarik pada masyarakat Sasak di Lombok dengan konsep ikatan kimia melalui pendekatan etnokimia. Tradisi Merarik yang mengandung nilai sosial dan budaya memiliki keterkaitan dengan konsep serah terima elektron dalam pembentukan ikatan ionik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi sorong serah dalam tradisi Merarik menggambarkan adanya keseimbangan dan saling ketergantungan, serupa dengan proses perpindahan elektron antaratom untuk mencapai kestabilan. Analogi ini membantu memperkaya pembelajaran kimia sehingga lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran kimia tidak hanya meningkatkan pemahaman ilmiah, tetapi juga mendukung pelestarian budaya serta penanaman nilai karakter. Dengan demikian, etnokimia berperan penting dalam mewujudkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berlandaskan kearifan lokal guna memperkuat pendidikan berkarakter serta menjaga keberlanjutan budaya.
PENERAPAN INOVASI ECO ENZYM DARI KULIT NANAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMAN 3 DAN SMKN 8 MUARO JAMBI Suprayogi, Dawam; Dani, Rahma; Ekaputra, Firdiawan; Kriswantoro, Kriswantoro
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7255

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMAN 3 dan SMKN 8 Muaro Jambi dengan fokus pada penerapan inovasi eco enzyme dari kulit nanas sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi belum optimalnya pengelolaan limbah organik, keterbatasan penerapan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL), serta kurangnya integrasi kearifan lokal dalam kurikulum sains. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan Eco Enzyme, pembangunan unit fermentasi sederhana di sekolah, hingga pendampingan integrasi Eco Enzyme dalam perangkat pembelajaran biologi, kimia, dan prakarya. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan. Produksi Eco Enzyme rata-rata mencapai enam liter per bulan, melampaui target awal lima liter, serta berhasil mengurangi timbulan sampah organik hingga 30% dalam enam bulan pertama. Sebanyak 92% peserta pelatihan (guru dan siswa) mampu membuat Eco Enzyme secara mandiri, sementara tingkat pemahaman meningkat rata-rata 40% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Dari sisi pembelajaran, 80% guru IPA telah mengintegrasikan PjBL berbasis Eco Enzyme dalam RPP, disertai tersusunnya modul pembelajaran dan lembar kerja ilmiah (LKI). Selain menghasilkan produk nyata berupa Eco Enzyme, kompos, SOP, modul, dan LKI, program ini juga memperkuat kapasitas guru dan siswa, membentuk Tim Adiwiyata Eco Enzyme sebagai motor keberlanjutan, serta mendorong terciptanya budaya sekolah yang ramah lingkungan. Luaran non-fisik lainnya mencakup publikasi kegiatan, pameran produk, dan presentasi hasil pada forum adiwiyata tingkat kabupaten. Dengan demikian, program ini tidak hanya berkontribusi pada pengelolaan lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran kontekstual yang berbasis kearifan lokal dan berkelanjutan.