Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : journal of innovation research and knowledge

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA PASIEN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY DENGAN LATIHAN FISIK: SINGLE CASE STUDY Afita Aulia Isnaen Nur Riansyah; Totok Budi Santoso
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.409 KB)

Abstract

Diabetic peripheral neuropathy (DPN) ialah komplikasi umum yang berasal dari Diabetes Melitus (DM) jangka panjang yang merupakan penyakit progresif. Gejala DPN meliputi parestesia, hiperestesia, dan disestesia, serta beberapa pasien mengalami tanda-tanda neuropati (seperti rasa terbakar dan tertusuk-tusuk) sementara yang lain ada yang tidak memiliki tanda atau gejala. Memiliki banyak gangguan pada ekstremitas bawah seperti deformitas, penurunan rentang gerak, gangguan koordinasi dan keseimbangan, serta kelemahan otot yang dapat disebabkan oleh Diabetes Melitus. Dengan rutin melakukan terapi fisik dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DPN serta dapat meringankan gejala neuropati diabetik, selain itu juga dapat meningkatkan kekuatan otot pada ekstremitas bawah, mobilitas sendi, keseimbangan, koordinasi dan fungsi fisik pada penerita Diabetic peripheral neuropathy.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PASIEN SPINAL CORD INJURY DENGAN SPONDYLITIS TUBERCULOSIS POST PSF L2-L3 (ASIA A) DI RUMAH SAKIT ORTOPEDI PROF. DR. SOEHARSO SURAKARTA (A CASE STUDY) Viola Widyanita Mahardhika; Totok Budi Santoso; Prihantoro Larasati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Spinal Cord Injury (SCI) merupakan cidera saraf yang terjadi pada spinal cord atau medula spinalis dengan gejala fungsi (sensorik, motorik, dan otonom) yang terganggu hingga dapat menimbulkan kecacatan. Traumatik SCI merupakan SCI yang disebabkan oleh adanya trauma, paling banyak disebabkan oleh karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian maupun karena tindak kekerasan. Sedangkan Non-Traumatik SCI merupakan SCI yang terjadi karena sebab patologis seperti stenosis pada tulang belakang, adanya peradangan pada tulang belakang maupun penekanan oleh abses. Salah satu penyakit yang dapat menjadi sebab patologis terjadinta Non-Traumatik SCI adalah Spondilitis Tuberculosis. Case Presentation: Pasien dengan inisial Tn. FA berusia 31 tahun berjenis kelamin laki-laki dahulu bekerja sebagai karyawan di salah satu pabrik ban datang ke rumah sakit dengan menggunakan bed dan terlihat menggunakan kateter urin. Tingkat kesadaran pasien composmentis namun dalam melakukan aktivitasnya pasien bergantung dengan orang lain. Management and Outcome management: Intervensi pada penelitian ini menggunakan latihan aktif transfer ambulasi dan Activity Daily Living’s (ADL) Exercise. Conclusion: Pada kasus dan data yang telah dipaparkan diatas didapatkan bahwa terapi konvensional berupa latihan transfer ambulasi dan ADL Exercise pada pasien dengan SCI mampu menungkatkan kemampuan fungsional yang diukurdengan menggunakan SCI-FI.
MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DEXTRA (A CASE REPORT) Widi Rumpaka Wati; Totok Budi Santoso; Elif Nur Efendi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 7: Desember 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Frozen shoulder atau “bahu beku” memiliki keluhan khas yaitu timbul nyeri area otot deltoid, ketidakmampuan untuk tidur pada sisi yang sakit, keterbatasan Lingkup Gerak Sendi (LGS) terutama gerakan internal rotasi dan eksternal rotasi. Hal ini, terjadi karena penebalan ligamen glenohumeral inferior superior dan ligamen coracohumeral (CHL). Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas manajemen fisioterapi berupa mobilisasi scapula dan sendi bahu, Muscle Energy Technique (MET), aproksimasi sendi bahu, Contract Rilex Stretching (CRS), dan kompres es pada frozen shoulder dextra. Metode case report digunakan dalam penelitian ini pada pasien frozen shoulder dextra di Praktik Fisioterapi Magetan di bulan Oktober 2022. Hasil penelitian didapatkan adanya penurunan tingkat nyeri dan peningkatan LGS bahu kanan setelah pemberian intervensi selama 3 kali pertemuan
EFEKTIVITAS TERAPI LATIHAN PENGUATAN LUTUT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA KASUS OSGOOD SCHLATTER DISEASE (STUDI KASUS) Zahra Mahendra Umar; Totok Budi Santoso; Hakny Kusuma Maulana Arkan
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 11: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i11.5480

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Osgood Schlatter Disease (OSD) adalah cedera kaki menyakitkan pada tuberositas tibialis yang disebabkan oleh regangan atau trauma berulang pada tendon otot quadriceps. Kondisi ini terjadi pada 1 dari 10 anak-anak dan remaja. OSD dapat terjadi dikarenakan aktivitas olahraga yang melibatkan regangan berulang seperti aktivitas melompat, jongkok, menendang dan berlari. Tujuan: mengetahui efektivitas terapi latihan penguatan lutut terhadap peningkatan kemampuan aktivitas fungsional pada kasus osgood schlatter disease. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus pada pasien osgood schlatter disease yang dilakukan di klinik sport injury life (SIL) Surakarta. Hasil: Pada pemberian terapi latihan penguatan lutut yang dilakukan sebanyak 3 kali menunjukkan hasil pengukuran nyeri dengan NRS yaitu kategori nyeri diam dengan score T1 dan T3 0/10, nyeri tekan dengan score T1 6/10 dan T3 3/10, nyeri gerak dengan score T1 4/10 dan T3 1/10. Pengukuran kekuatan otot dengan MMT didapatkan hasil kekuatan otot pada gerakan fleksi dan ekstensi knee dextra yaitu T1 4 dan T3 5. Pengukuran kemampuan aktivitas fungsional dengan kujala score Pada T1 yaitu 57% dan pada T3 meningkat menjadi 85%. Yang artinya pasien dapat menjalankan aktivitas fungsional yang lebih baik. Kesimpulan: Hasil dari penelitian Ini membuktikan bahwa terdapat efek dari terapi latihan penguatan lutut terhadap peningkatan kemampuan aktivtas fungsional pada kasus Osgood Schlatter Disease.
MANAGEMENT FISIOTERAPI PADA KASUS POST OP TFCC (TRIANGULAR FIBRO CARTILLAGE COMPLEX) SINISTRA DI KLINIK ARA PHYSIOTHERAPY TANGERANG Hilda Bramila Ratimaya; Totok Budi Santoso; Abdurrasyid Abdurrasyid
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 12: Mei 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i12.5625

Abstract

Introduction: Distal radius fracture is a type of fracture that usually occurs in the wrist. Generally it often occurs due to falling in a state of resting hands and usually occurs in children and the elderly. If a person falls on an outstretched arm, the hand will suddenly stiffen, and then cause the hand to twist and compress the forearm. The type of injury that occurs as a result of this condition depends on the age of the patient. Purpose: of this research is to find out the Physiotherapy Management in Left Left Post Op TFCC (Triangular Fibro Cartilage Complex) Cases. Methods: the patient is given Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation, Ultrasound and Wrist Exercise for 4 weeks. Results: the evaluation was carried out using the Numeric Rating Scale, Range Of Motion (ROM), Manual Muscle Testing. Conclusion: Based on the treatment of the left Post Op TFCC (Triangular Fibro Cartilage Complex) case by providing three intervention methods in the form of transcutaneous electrical nerve stimulation, ultrasound and wrsit exercise providing much more progress in overcoming the problems in this case
MANAGEMENT PENANGANAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST ORIF FEMUR DEXTRA EC. FRAKTUR FEMUR DEXTRA DI PKU BANTUL YOGYAKARTA Widya Rustikarini; Totok Budi Santoso; Anas Pradana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 1: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i1.5806

Abstract

Introduction : Fracture is a condition that occurs when the integrity and strength of the bone is damaged due to invasive disease or a damaging biological process. around the bone is the determinant of whether the fracture is complete or incomplete. Purpose: of this study is to determine the implementation of physiotherapy in overcoming pain reduction in cases of post orif femur dextra ec. fracture of the right femur. Methods: active exercise, passive exercise, ankle pumping, static quadriceps, early mobilization of the patient is given for 4 weeks. Results: evaluation was carried out using ROM (Range of Motion,), Manual Muscle Testing, anthropometry and Numeric Rating Scale. Conclusion: there is an increase in ROM (Range of Motion,), Manual Muscle Testing, anthropometry and Numeric Rating Scale for 4 weeks.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS POST OPERATION ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT RECONSTRUCTION: CASE REPORT Muhammad Iqbal Ramadan; Totok Budi Santoso; Hakny Maulana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 1: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i1.5861

Abstract

Latar Belakang: Penanganan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dapat dilakukan dengan beberapa prosedur yaitu rekonstruksi dan konservatif. Rekonstruksi Anterior Cruciate Ligament merupakan metode penggantian ACL yang biasanya menggunakan jaringan tendon hamstring atau tendon patella pasien itu sendiri (autograft). Kondisi umum yang sering dialami oleh seorang pasien setelah menjalani operasi rekonstruksi ACL yaitu adanya masalah komplikatif. Tujuan: Mengetahui efektifitas pemberian Icing dan exercise dalam penanganan kasus rehabilitasi post op. ACLR fase 3. Metode: Penelitian dengan metode Case Report yang dilaksanakan di klinik Fisioterapi Sport Injury Life Surakarta pada bulan Desember 2022. Pasien seorang laki – laki berusia 29 tahun, terdiagnosis Post Op. ALCR fase 3. Hasil dan Pembahasan: Setelah diberikan intervensi fisioterapi selama 3 kali pertemuan. Pada setiap pertemuan, terlihat terus mengalami peningkatan. Dapat menambahkan lingkup gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot fleksor knee dan ekstensor knee, serta mengurangi oedema pada area knee joint dan peningkatan kemampuan fungsional responden. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian, pemberian intervensi fisioterapi tersebut mampu efektif pada kasus ACLR fase 3.
A CASE REPORT: PHYSIOTHERAPY MANAGEMENT IN INDIVIDUAL OF PATIENT WITH PLANTAR FASCIITIS Chandra Arum Pramitha; Totok Budi Santoso; Kingkinnarti Kingkinnarti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 1: Juni 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i1.5866

Abstract

Plantar fasciitis is the occurrence of trauma to the fascia caused by excessive strain or pulling within the plantaris fascia resulting in microscopic tears that cause chronic inflammation. Conditions that often arise are dull and sharp pain in the heel area, pain felt at rest, moving or when pressed on the heel area in this case factors of excessive load activity, obesity, work with intensity standing for a long time are common causes. Management or Physiotherapy programs that can be given to patients with plantar fasciitis are the use of physiotherapy modalities. The purpose of this study is the success of physiotherapy management using Ultrasound, Tens, Myofascial Release, stretching and strengthening to reduce pain, increase muscle strength and increase functional ability. After physiotherapy management for 2 times a week, there was a decrease in pain levels, especially in motion pain and tenderness with T1: 4 and T3: 3 motion pain values and T1: 5 and T3: 3 press pain, an increase in muscle strength seen by the results of Manual Muscle Testing and an increase in the functional ability of the FADI index. It is expected that future studies can increase the effectiveness of the Physiotherapy program in patients with plantar fasciitis.
Co-Authors Abdurrasyid Abdurrasyid Adlina, Adlina Adnan Faris Naufal Afifatuzzahra, Sabina Afita Aulia Isnaen Nur Riansyah Alfida, Nur Anas Pradana Andika Yulian Marros Anggraini, Nadya Aquariza, Eliska Elok Aquariza, Eliska Elok Ardiyanto, Irfan Arianti, Bella Arieputra, Achmad Briliansyah Arif Pristianto Arzhuma Arza Lazuardy Asmarasikha, Aldila Lutfi Atik Hidayati Aulia Ayu Kusuma Wardani Aulia Rahmi Aulia Rahmi, Aulia Ayu Sulistiani Dianingtyas Az-Zahra, Fadhilah Chandra Arum Pramitha Cikiesa Ilham Faiz Desvita Savitri Kusuma Wardhani Dewangga, Mahendra Wahyu Dianingtyas, Ayu Sulistiani DWI YULIANTI Edy Waspada Elif Nur Efendi Elif Nur Efendi Ervianta, Widya Faaiza, Firya Zalfaazza Fahrizal, Dani Faisal Isra Maulana Farid Rahman Fazira, Elfa Risma Firdaus, Muhammad Yusuf Fitriani, Dessy Gemilang Gemilang Hakny Kusuma Maulana Arkan Hakny Maulana Hakny Maulana Hamidah, Nilam Nur Handayani, Dwi Putri Puspita Hanifah Dwi Nurma Hendra, Zulnanda Hilda Bramila Ratimaya Ilmi, Dhiki Fadhilah Irfan, Naufal Kamilia Malihah Nur Salsabila Khairullah, Fakhri Khairunnisa, Fatimah As-Syifa Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti Kingkinnarti, Kingkinnarti Kingkinnarti, Kingkinnarti Komalasari, Dwi Rosella KS, Putri Sakinah Larasati, Prihantoro lestari, sulis Marcelia, Riza Maulana, Jais Rizki Meir, Ruth Golda Melur Belinda Muhammad fauzan Muhammad Iqbal Ramadan Muhammad, Imam Fadli Musrifah, Indriyani Musyafa, Zafaf Nadeputri, Anindya Evan Salma Majiid Naim, Karimatun Niken Hertiana Wulandari Novita Sri Wulandari Nur Alfida Nurma, Hanifah Dwi Nurwahidah, Kamila Perdana, Suryo Saputra Pradana, Nur Widya Pradana, Nurwidya Prayitno, P Prihantoro Larasati Putra, Bima Lesmana Putri Sakinah KS Putri, Adelia Kurnia Putri, Leony Dewinta Putri, Thesa Arsita Putri, Yuanita Aisyah Ramadhani, Nanda Ayu Ramadhani, Raden Shafira Saniyyah Ramona, Dela Romadhona, Anggri Salma Muazzaroh Salsabila, Kamilia Malihah Nur Silaen, Nevada Bulandari Sugijanto - Syamsul Ari Wicaksono Tasya Ghea Amanda Taufik Anwar Taufik Eko Susilo Tiara Fairuz Firdausi Tri Asih Wulandari Vina Rosida Viola Widyanita Mahardhika Vira Silviana Ali Vitamara, Yohanna Vivian Jennie Diva Carissa Wahyu Rizki Fajar Rabbani Wahyu Tri Sudaryanto wahyuni wahyuni Wardani, Aulia Ayu Kusuma Waspada , Edy Widi Rumpaka Wati Widya Ervianta Widya Rustikarini Wijayanti, Wahyu Kusuma Wina Rohmadhani Wiyono Putra, Yosa Endrika Wulan, Ayundya Putri Antoko Wulandari, Tri Asih Yanuar, Reza Arshad Yngvie Salma Kirani Yulia Dewi Yulia Vionita Yuliza , Rosi Marcelia Zahra Mahendra Umar Zahra, Salma