Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Edukasi Kader tentang Gizi Seimbang Ibu Hamil dan Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting Pipitcahyani, Tatarini Ika; Ervi Husni; Sukesi; Rijanto; Rekawati; Siti Alfiah; K.Kasiati; Dina Isfentiani; Domas C.P; Fitri N; Sherly Jeniawaty; Dwi Purwanti
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i1.76827

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang disebabkan karena kekurangan asupan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) yang merupakan masa kritis, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis pengetahuan dan perilaku gizi ibu hamil dan ibu balita mengenai 1000 HPK dalam upaya meningkatkan status gizi dan kesehatan anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian intervensi atau penelitian tindakan. Dalam hal ini, peneliti akan memberikan intervensi (edukasi tentang gizi seimbang) kepada kelompok kader atau individu, dan kemudian mengukur dampaknya. Teknik analisis data yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis kualitatif tematik. Teknik analisis statistik deskriptif untuk menganalisis data kuantitatif seperti pengetahuan dan praktik sebelum dan sesudah intervensi. Sedangkan teknik kualitatif tematik untuk menganalisis data kualitatif dari wawancara dan observasi, mengidentifikasi tema dan pola yang muncul dalam persepsi dan sikap responden. Hasil studi wawancara yang dilakukan dengan 32 ibu didapatkan data 6(31.25%) ibu memiliki pengetahuan yang kurang terkait gizi seimbang. Status gizi ibu sebelum dan utamanya selama kehamilan serta pola asuh anak setelah dilahirkan yang dikenal pada masa periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) berperan dalam mencegah permasalahan gizi pada balita. Dari hasil kegiatan edukasi mengenai pencegahan stunting menunjukkan respon positif dari sasaran kegiatan dan komunikasi yang baik terjalin antara pengabdi dan sasaran kegiatan. Kesimpulan yang dihasilkan terjadi kenaikan tingkat pengetahuan kader setelah dilakukan edukasi gizi dalam upaya pencegahan stunting.
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas di TPMB Kecamatan Kenjeran Indiarti, Amalia; Jeniawaty, Sherly; Nugrahini, Evi Yunita; Pramudianti, Domas Nurchandra
Journal of Issues in Midwifery Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2024.008.02.1

Abstract

Luka perineum merupakan trauma yang dialami oleh 75% wanita yang melahirkan dan dapat menyebabkan morbiditas jika proses penyembuhan luka terganggu. Salah satu faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka perineum adalah oksigenasi jaringan dan nutrisi yang berhubungan dengan kadar hemoglobin dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di TPMB Kecamatan Kenjeran. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan prospektif. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 ibu nifas dengan luka perineum. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kadar hemoglobin dan variabel terikatnya adalah penyembuhan luka perineum ibu nifas. Untuk menganalisis hubungan antara dua variabel menggunakan uji analisis chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21 (56,8%) dari 37 ibu nifas mengalami anemia postpartum. Sedangkan penyembuhan luka perineum dengan kategori baik dialami oleh 23 (62,2%) dari 37 ibu nifas. Dari hasil uji analisis chi-square terhadap kedua variabel tersebut, didapatkan nilai p-value sebesar 0,006. Karena nilai p < 0,05, maka terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Kadar hemoglobin berhubungan dengan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer. Oleh karena itu, hubungan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka perineum menunjukkan bahwa jika kadar hemoglobin di atas batas normal, maka semakin baik kondisi luka perineum pada hari ke-7.
Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Cakupan ASI Eksklusif Melalui Kelompok Pendukung ASI di Wilayah Puskesmas Pacarkeling Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya Rijanto; Astuti Setiyani; Sukesi; Ervi Husni; Queen Khoirun Nisa’ Mairo; Purwanti; Dina Isfentiani; Tatarini Ika Pipitcahyani; Sherly Jeniawaty
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i1.53121

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI eksklusif membutuhkan keterlibatan banyak orang terutama para kader. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan cakupan ASI Eksklusif. Mitra dalam kegiatan ini yaitu Kelompok Pendukung ASI di Puskesmas Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya.  Hasil Pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 71,44%. Ini berarti bahwa semua kader memiliki pengetahuan yang baik tentang materi khusus menyusui setelah mengikuti pelatihan. Nilai rata-rata eksekutif untuk sikap pemberian ASI eksklusif adalah 40% yang menunjukkan bahwa kader memiliki sikap yang baik terhadap dukungan pemberian ASI Eksklusif. Skor rata-rata 100% untuk teknik menyusui menunjukkan hampir semua pelaksanaan memiliki keterampilan yang baik sebagai KP-ASI. Kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader dalam peningkatan cakupan ASI Eksklusif sudah terlaksana dengan baik. Setelah dilakukan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang ASI ekslusif dan sikap kader yang mendukung ASI ekslusif meningkat serta meningkatnya keterampilan kader dalam melakukan teknik menyusui yang benar.
The Relationship Between Pregnant Women's Compliance in Consuming Fe Tablets and Anemia Incidence Yuniarti, Dwi; Maharani, Titi; Jeniawaty, Sherly; Sumaningsih, Rahayu
Journal Midwifery Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 1 (2025): Jurnal Midwifery
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jm.v11i1.1202

Abstract

Anemia pada ibu hamil menimbulkan berbagai masalah selama masa kehamilan. Pencegahan anemia dilakukan melalui pemberian tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan konsumsi makanan mengandung zat besi pada ibu hamil dengan kejadian anemia di wilayah Puskesmas Peneleh. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 115 ibu hamil. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 sampai dengan Mei 2024. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada kehamilan, dengan nilai p sebesar 0,002 < α = 0,05. Penelitian ini menemukan bahwa kepatuhan konsumsi tablet Fe pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Peneleh berhubungan dengan kejadian anemia.
PENDEKATAN PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL DALAM UPAYA MENCEGAH STUNTING PADA IBU BALITA Jeniawaty, Sherly
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 15, No 2 (2025): April-Juni2025
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis pendekatan pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model dalam upaya mencegah stunting pada ibu balita di Desa Wonoayu Wilayah Puskesmas Wonoayu Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian pemula yang direncanakan dilaksanakan selama periode waktu 6 - 12 bulan. Health Belief Model (HBM) merupakan teori untuk mengetahui persepsi individu dalam menerima atau tidak kondisi kesehatan mereka atau menentukan sikap bagaimana individu terhadap perilaku kesehatan, namun diharapkan dapat mendorong masyarakat terutama peran ibu untuk melakukan perubahan perilaku untuk meningkatkan kesehatan dalam upaya pencegahan stunting.Stunting merupakan kondisi yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan seseorang dikarenakan malnutrisi jangka panjang dan meningkatkan resiko terjadinya kesakitan dan kematian serta terhambatnya pertumbuhan mental dan motorik. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendekatan  pendidikan  kesehatan  berbasis  Health Belief Model dalam  upaya mencegah stunting pada ibu balita. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi program pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model; (2) mengidentifikasi perilaku ibu balita dalam upaya mencegah stunting; (3) menganalisis pengaruh program pendidikan kesehatan berbasis Health Belief Model dalam upaya mencegah stunting pada ibu balita. Rancangan penelitian ini menggunakan quasy eksperimetal dengan pendekatan  pre and post test control group design. Subjek penelitian adalah ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Wonoayu. Dengan jumlah subjek penelitian adalah 30 orang untuk kelompok kontrol dan 30 orang untuk kelompok perlakuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuesioner dibantu dengan data dari Puskesmas serta buku pintar stunting. Teknik pengambilan data dengan non probability sampling dengan  teknik  purposive sampling.  Data  di  analisis  dengan menggunakan  uji  statistic Mc.Nemar dan  untuk  melihat  perbedaan  menggunakan uji Chi Square. Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, HBM, Stunting
The Effect of Giving Cinnamon Decoction Water on The Healing of Perineal Wounds of Postpartum Women at Sri Wahyuni’s PMB and Erlia Saraswati’s PMB Nely; Harumi, Ani Media; Sukesi; Jeniawaty, Sherly
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 01 (2024): Vol. 17 No. 01 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan (Journal of Health Science)
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jhs.v17i01.4519

Abstract

The puerperium is a sensitive time for mothers because they must care for themselves while recovering after giving birth and caring for their babies. So, a good and effective postpartum healing process can help the mother get through the puerperium. Perineal infection is a common infection in mothers after giving birth. Some literature shows that cinnamon has ingredients that can heal wounds. This study aims to see how the influence of cinnamon cooking water on the healing of perineal wounds in postpartum women. This quantitative study used a quasi-experimental design and a nonequivalent control group design approach. The population in this study were postpartum women who gave birth in March and April 2023, respectively. Using a purposive sampling approach, 60 respondents were selected and were divided into two groups. Observation sheets and checklists were used to collect data. Wilcoxon Signed Rank Test, and Mann Whitney U Test was used to analyze the data. The results showed that the average perineal wound healing in the control group was 1.60, while the average in the intervention group was 1.87. The Wilcoxon Sign Ranked Test results obtained a p-value (0.000), namely <0.05, which means there was a difference in wound healing before and after being given treatment for each group. Then, the results of the Mann-Whitney U Test obtained a p-value (0.021) <0.05, meaning there was a difference in wound healing between the treatment and control groups. So, the conclusion that can be made in this study is that giving cinnamon-boiled water affects the healing of perineal wounds in postpartum mothers.
Pemberdayaan Kader dalam Pemantauan Tumbuh Kembang Anak melalui Buku Kia di Kelurahan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Jeniawaty, Sherly; Utami, Sri; Rekawati, Rekawati; Sukesi, Sukesi; Sujati, Ni Ketut
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16185

Abstract

ABSTRAK Salah satu daerah yang masih perlu untuk diberikan pemahaman pentingnya pemantauan tumbuh kembang adalah keluarahan Wonoayu yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Jumlah bayi balita dan anak pra sekolah ada 261. Dari jumlah tersebut ada 1,5 %  yang mengalami BGM dan 6% mengalami stunting. Untuk pemantauan tumbuh kembang, 92% rutin melakukan di posyandu. Pemantauan tumbuh kembang yang dimaksudkan lebih pada penimbangan BB, sedangkan untuk perkembangannnya belum secara khusus dilaksanakan. Hal ini dapat diketahui dari buku KIA. Bagian cek list pemantauan perkembangaan dalam buku KIA seringkali masih kosong. Jika orang tua telah melakukan deteksi, seharusnya ada tanda centang (Ѵ) pada cek list yang dimaksud. Peran kader sangat diperlukan untuk menumbuhkan kemauan dan motivasi ibu dalam pemantauan tumbuh kembang anaknya dengan menggunakan buku KIA.  Pada umumnya kader kesehatan sudah dilatih dalam menjalankan tugasnya seperti cara menimbang berat badan yang benar, mengisi KMS, mengisi buku KIA, sedangkan untuk memantau perkembangan belum dilakukan karena lebih banyak disibukan untuk melakukan pencatatan yang harus dilaporkan ke puskesmas.  Oleh karena itu, perlu adanya pelatihan bagi kader tentang pemantauan tumbuh kembang anak dengan menggunakan buku KIA. Jika kader sudah paham bagaimana mudahnya cara memantau perkembangan anak dengan menggunakan buku KIA, mereka bisa mengajarkan pada orang tua cara memantau perkembangan, sehingga lebih meringankan tugas kader. Adanya pelatihan kader merupakan upaya menumbuhkan komitmen keluarga untuk melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan sesuai usianya. Pelatihan dalam upaya Pemberdayan kader, dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan system yaitu merujuk konsep Input, Proses dan Output.  Dengan mengikuti kegiatan pelatihan, diharapkan orang tua lebih memahami isi buku KIA dan dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan jika ada masalah kesehatan, khususnya tentang tumbuh kembang anaknya. Kata Kunci: Kader, Pemantauan Tumbuh Kembang, Buku KIA,  ABSTRACT One area that still needs to be given an understanding of the importance of monitoring growth and development is the Wonoayu sub-district in Sidoarjo Regency. The number of toddlers and pre-school children is 261. Of that number, 1.5% experience BGM and 6% experience stunting. For growth and development monitoring, 92% routinely do it at the integrated health post. The growth and development monitoring in question is more about weighing, while for development it has not been specifically implemented. This can be seen from the KIA book. The development monitoring checklist section in the KIA book is often still empty. If parents have carried out detection, there should be a check mark (Ѵ) on the checklist in question. The role of cadres is very much needed to foster the willingness and motivation of mothers in monitoring their children's growth and development using the KIA book. In general, health cadres have been trained in carrying out their duties such as how to weigh properly, fill out the KMS, fill out the KIA book, while monitoring development has not been done because they are more busy making records that must be reported to the health center. Therefore, there needs to be training for cadres on monitoring child growth and development using the KIA book. If cadres already understand how easy it is to monitor child development using the KIA book, they can teach parents how to monitor development, thus lightening the cadres' tasks. The existence of cadre training is an effort to foster family commitment to continuously monitor child growth and development according to their age. Training in an effort to empower cadres is carried out using a system approach, namely referring to the concepts of Input, Process and Output. By participating in training activities, it is hoped that parents will better understand the contents of the KIA book and can determine the actions to be taken if there are health problems, especially regarding their child's growth and development. Keywords: Kader, Growth and Development Monitoring, KIA Book
CEGAH ANEMIA SANTRIWATI DI WILAYAH PONDOK PESANTREN KOTA SURABAYA Mairo, Queen Khoirun Nisa’; Jeniawaty, Sherly; Ginarsih, Yuni; Ngestiningrum, Ayesha Hendriana; Harumi, Ani Media; Alfiah, Siti; Purwanti, Dwi; Sari, Ira Rahayu Tiyar
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 6 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i6.1900

Abstract

Anemia remains a global public health problem and continues to pose a significant burden in many developing countries. Several national and regional studies have reported that the prevalence of anemia among adolescent girls ranges from 14% to 50%, depending on location and survey methods, with many studies showing rates exceeding 30% in certain populations. Female students (santriwati) living in Islamic boarding schools (pondok pesantren) are particularly vulnerable to anemia. Common contributing factors include inadequate iron intake, irregular communal eating practices, limited nutritional knowledge, excessive menstrual bleeding, and restricted access to health services. The implementation of the community engagement program consisted of three main stages: (1) Socialization and initial hemoglobin (Hb) screening to obtain a preliminary overview of anemia status; (2) Health education and interactive discussions delivered through lectures, question-and-answer sessions, and educational video presentations; and (3) Evaluation and post-activity monitoring through joint reflections involving both the boarding school administrators and the participants. The combination of Hb screening, interactive counseling sessions, leaflet-based educational media, and institutional support from the boarding schools proved effective in creating a conducive environment for promoting healthy behaviors. However, challenges such as limited availability of Hb testing equipment and negative perceptions toward iron supplementation still need to be addressed through continuous approaches and cross-sectoral collaboration.
KETING PINTER (KELAS PARENTING DAN TERAPI KOMPLEMENTER) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING: Integrasi Kelas Parenting dan Terapi Komplementer (Keting Pinter) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Dina Dewi Anggraini; Murti Ani; Sherly Jeniawaty; Ahdatul Islamiah
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 8 No. 1 (2026): MEI 2026
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan nutrisi jangka panjang. Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui kelas parenting, serta terapi komplementer pijat bayi. Tujuan penelitian untuk meningkatkan pengetahuan ibu, dan menganalisis pengaruh terapi komplementer pijat bayi. Metode penelitian quasi eksperimen, rancangan one groupdesign (pretest-posttest). Sampel penelitian 20 ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan di Desa Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Terapi komplementer pijat bayi dilakukan minimal satu kali sehari dengan durasi 10-15 menit setelah mandi selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu yang mempunyai balita usia 0-24 bulan sebelum dan sesudah mengikuti kelas parenting, terdapat perbedaan berat badan serta tinggi badan balita sebelum dan sesudah dilakukan terapi komplementer pijat bayi (p<0,005). Terapi komplementer pijat bayi mempercepat pertumbuhan balita usia 5-7 bulan dengan rata-rata kenaikan berat badan adalah 0,385 kg dan tinggi badan 1,90 cm. Hal ini sudah hampir menyamai standar medis target pertumbuhan normal yaitu kenaikan berat badan minimal usia 5-6 bulan adalah 0,4 kg/bulan dan usia 6-7 bulan adalah 0,3 kg/bulan. Untuk standar medis kenaikan tinggi badan usia 5-6 bulan adalah 2,5 cm/bulan dan usia 6-7 bulan adalah 1,3-1,5 cm/bulan.      
Hubungan Perilaku Remaja dengan Anemia pada Remaja Putri di SMAN 2 Malang: The Relationship Between Adolescent Behavior and Anemia in Adolescent Girls at SMAN 2 Malang Irfani Nur Sa'adah; Evi Pratami; Sherly Jeniawaty; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i4.39

Abstract

Anemia merupakan kondisi konsentrasi hemoglobin atau jumlah sel darah merah dibawah normal. Kadar hemoglobin pada remaja putri normalnya adalah 12 mg%. Bersumber dari data Kemenkes RI, persentase anemia pada remaja putri masih tinggi yaitu sebesar 32% yang artinya 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Sedangkan di Jawa Timur berdasarkan data (Dinkes Provinsi Jawa Timur, 2020) 42% remaja putri di Jawa Timur mengalami anemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perilaku remaja dengan anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional yang menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini siswa perempuan kelas X di SMAN 2 Malang. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 125 responden. Variabel indepeden dalam penelitian ini adalah anemia sedangkan variabel  dependen adalah perilaku remaja. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan alat Haemometer quick test. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Pengetahuan remaja putri hampir seluruh (96,1%) pengetahuan baik, sikap remaja putri sebagian besar (53,9%) sikap positif, tindakan remaja putri hampir seluruh (79,7%) tindakan cukup. Hasil uji analisis hubungan pengetahuan dengan anemia didapatkan p value = 0,030, hasil uji analisis hubungan sikap dengan anemia didapatkan p value hubungan antara sikap dengan anemia pada remaja putri didapatkan p value = 0,783, hasil uji analisis hubungan tindakan dengan anemia didapatkan p value = 0,511. Simpulan dari penelitian ini bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan anemia dan tidak ada hubungan sikap dan tindakan dengan anemia. Diharapkan dengan penelitian ini bisa menjadi pencegahan tingkat sekolah dengan cara meningkatkan pengetahuan pada remaja putri.