Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Perilaku Ibu Nifas dengan Penyembuhan Luka pada Perineum di Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya: The Relationship Between Postpartum Behavior and Wound Healing in The Perineum at The South Krembangan Health Center, Surabaya City Dwi Lia Rahmawati; Sherly Jeniawaty; Fitria Nurwulansari; Sri Utami
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.201

Abstract

Robekan perineum terjadi hampir pada semua persalinan sehingga diperlukan perawatan yang intensif untuk mencegah infeksi. Meskipun bukan penyebab langsung, infeksi jalan lahir yang tidak di tangani dengan benar akan menyebabkan komplikasi sehingga terjadi kematian ibu. Profil Kesehatan Indonesia 2021 menyebutkan jumlah kematian ibu karena infeksi yaitu sebanyak 207 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu nifas dengan penyembuhan luka pada perineum di Wilayah Puskesmas Krembangan Selatan Kota Surabaya. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 39 ibu hamil yang dipilih menggunakan non probability sampling yaitu purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan, sedangkan variabel dependen adalah penyembuhan luka pada perineum. Tehnik pengumpulan data secara primer dengan kuiosioner dan lembar penilaian. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square dan fisher exact.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,047 < α (0,05), terdapat hubungan sikap dengan penyembuhan luka perineum dengan p-value 0,033 < α (0,05), dan terdapat hubungan tindakan dengan penyembuhan luka perineum dengan nilai p-value 0,019< α (0,05). Penyembuhan luka pada perineum berhubungan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu selama masa nifas. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan terutama pada ibu nifas yang mengalami luka perineum adalah dengan memberikan penyuluhan serta asuhan tentang cara menjaga dan merawat luka perineum sampai luka perineum sembuh dan membaik.
Efektivitas Pijat Batuk Pilek dengan Lama Penyembuhan ISPA pada Balita: The Effectiveness of Cough and Cold Massage with the Healing Time of ISPA in Toddlers Hilda Rizky Amelia; Sherly Jeniawaty; Uswatun Khasanah; Sukesi
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.209

Abstract

Batuk pilek rentan terjadi pada anak balita, apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memperberat kondisi anak. Pada tahun 2023 sampai bulan Oktober terjadi peningkatan kasus ISPA di Kecamatan Sepulu dari tahun sebelumnya yaitu sebanyak 30%. Pijat batuk pilek salah satu solusi mengatasi masalah penyakit batuk pilek dengan memperlancar peredaran darah dan meningkatan daya imunitas. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pijat batuk pilek terhadap lama penyembuhan ISPA pada Balita. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua balita yang mengalami ISPA pada bulan Februari-April 2024 yang ada sebanyak 65 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling sejumlah 30 responden. Untuk menganalisis adanya perbedaan digunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan taraf nyata 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyembuhan batuk sebelum mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah normal (73,3%). Sedangkan lama penyembuhan batuk setelah mendapatkan perlakuan pijat sebagian besar responden adalah cepat (70%). Dari hasil analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil uji p value didapatkan p value = 0,000 maka H1 diterima yang artinya Pijat batuk pilek lebih efektiv terhadap lama penyembuhan ISPA pada balita. Disimpulkan bahwa pijat batuk pilek sangat efektiv dalam penyembuhan batuk pilek pada balita. Sehingga disarankan kepada ibu yang memiliki balita dan sedang mengalami batuk pilek untuk bisa melakukan piat batuk pilek pada anak.
Hubungan Sikap Personal Hygiene pada Saat Menstruasi dengan Keluhan Pruritus Vulvae pada Remaja Putri: The Relationship between Personal Hygiene Attitudes During Menstruation and Vulvae Pruritus Complaints in Adolescent Girls Puspita Zulfa Prasticia Zulfa; Sherly Jeniawaty; Ahdatul Islamiah; Siti Mar’atus Sholikah
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.219

Abstract

Pruritus Vulvae adalah gangguan yang ditandai dengan sensasi gatal parah dari alat kelamin eksternal perempuan. Penyebab Pruritus Vulvae adalah infeksi, invasi (scabies, pediculosis pubis, enterobius vermicularis), dan dermatitis kotak (iritan dan alergik). Penelitian pada tahun 2020 sekitar 70% wanita indonesia mengalami keluhan pruritus vulvae dan sebanyak 39,3% pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap personal hygiene pada saat mestruasi dengan keluhan pruritus vulvae pada remaja putri di Pondok Pesantren Sunan Giri Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 57 remaja yang dipilih menggunakan probability sampling yaitu simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sikap personal hygiene sedangkan variabel dependen adalah keluhan pruritus vulvae. Teknik pengumpulan data secara primer dan sekunder dengan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam menguji penelitian ini adalah chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar santriwati sebanyak 73,7% dalam sampel penelitian memiliki sikap personal hygiene yang positif. Sedangkan untuk santriwati yang mengalami keluhan pruritus vulvae sebanyak 43,9%. Analisa bivariat menggunakan metode chi-square diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p-value < 0,05) Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara sikap personal hygiene saat menstruasi dengan keluhan pruritus vulvae pada siswi di Pondok Pesantren Sunan Giri Kota Surabaya tahun 2024. Saran untuk siswi Pondok Pesantren Sunan Giri Kota Surabaya untuk lebih memperhatikan sikap personal hygiene saat menstruasi sehingga dapat mencegah terjadinya pruritus vulvae. Kata kunci : personal hygiene, menstruasi, pruritus vulvae