Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGOLAHAN TANAH TERHADAP JUMLAH SIMPANAN BIJI GULMA DI DALAM TANAH PADA TANAH ALLUVIAL Pratama, Feri; Sarbino, Sarbino; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah terhadap jumlah simpanan biji gulma di dalam tanah pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada bulan Agustus hingga Desember 2014. Identifikasi dan pengolahan data dilaksanakan di Laboratorium Hama Tanaman Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan metode observasi dengan analisis vegetasi gulma yang tumbuh setelah pengolahan tanah. Pengamatan dilakukan setelah pengolahan tanah 1 kali, 2 kali, 3 kali dan 4 kali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 5 spesies gulma yang memiliki jumlah simpanan biji gulma tertinggi yaitu dengan nilai SDR diatas 10% dan dianggap sebagai gulma penting yaitu, Borreria alata, Cyrtococcum sp, Ageratum conyzoides, Ludwigia parennis dan Phyllantus debilis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengolahan tanah sebanyak 1 kali dapat mengurangi jumlah simpanan biji gulma dalam tanah jika dilakukan sebelum gulma menghasilkan biji.
FLUKTUASI POPULASI DAN KEPARAHAN SERANGAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F.) PADA TANAMAN PADI DI DESA SEJIRAM KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS NOFIARDI, EDI; Sarbino, Sarbino; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.025 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.17949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan populasi walang sangit, kerusakan dan penurunan hasil akibat serangan walang sangit. Penelitian dilaksanakan di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Lama penelitian 2 bulan dari bulan Mei sampai Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei. Populasi walang sangit ditentukan pada pengayunan di petak pengamatan di tiga sawah dengan agroekosistem yang berbeda, yaitu padi monokultur, tumpang sari padi dengan jeruk dan tumpang sari padi dengan karet. Penangkapan walang sangit dilakukan pada luasan petak pengamatan 1 m2 dengan 5 kali ulangan yaitu 17 MST, 18 MST, 19 MST, 20 MST dan 21 MST. Variabel pengamatan meliputi jumlah populasi walang sangit pada semua periode penangkapan, jumlah bulir padi rusak atau hampa dan berat bulir per petak pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan populasi walang sangit tertinggi terjadi pada 18 MST, saat padi sedang mengalami fase pembungaan dan matang susu. Populasi tertinggi terdapat pada sawah tumpang sari padi dengan karet sebesar 18 individu per petak dan terendah pada padi monokultur sebesar 13,8 individu per petak. Populasi walang sangit pada fase tersebut yang akan menyebabkan kerusakan bulir padi pada saat panen. Keparahan serangan walang sangit belum menampakan penurunan hasil pada tiap sawah pengamatan dikarenakan perbedaan varietas dan cara pengelolaannya.Kata kunci : Agroekosistem, kerusakan, padi, populasi walang sangit
TINGKAT KEPERIDIAN Menochilus sexmaculatus FABRICIUS BERDASARKAN PERBEDAAN JUMLAH PAKAN YANG DIBERIKAN PADA PENGUJIAN DI LABORATORIUM fitriyani, dwi; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18596

Abstract

ABSTRAK Salah satu serangga predator adalah Menochilus sexmaculatus Fabrisius (Coccinellidae : Coleoptera) dan memiliki keperedian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui keperidian M. sexmaculatus dengan perlakuan jumlah pakan yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pakan dengan jumlah yang berbedaan yakni : 10, 40, dan 80. Penelitian dengan rancangan digunakan untuk melihat perbedaab jumlah pakan terhadap keperidian M. sexmaculatus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan M. sexmaculatus yang dipelihara dengan pakan A. craccivoramampu berkembang dan menghasilkan telur terbanyak 138,83/hari, dengan ukuran telur paling besar pada perlakuan P3 yaitu 9,82 µm, lama peneluran/umur peneluran 8-16 hari, dan persentase telur menetas tertinggi 76,24%/hari. Pemberian pakan 80 ekor pakan menghasilkan telur sehat dan kuantitas terbaik pada M. sexmaculatus. Kata kunci : Keperidian, M. sexmaculatus, pakan.
PENGARUH JUMLAH INFESTASI Aphis craccivora Koch (HEMIPTERA : APHIDIDAE) TERHADAP KEHILANGAN HASIL POLONG KACANG PANJANG ( Vigna sesquipedalis) Sopiany, Pivi; Sarbino, Sarbino; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18599

Abstract

Aphis craccivora merupakan hama yang cukup penting pada tanaman kacang panjang yang dapat menyerang daun dan polong. Penelitian bertujuan untuk mengukur kehilangan hasil akibat serangan Aphis craccivora pada polong. Penelitian dilaksanakan mulai November 2015 hingga Juli 2016. Penelitian ini bersifat eksperiment lapangan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Infestasi serangga dilakukan pada polong berumur 3 hari setelah berbunga. Jumlah Aphis yang diinfestasikan pada polong sebanyak 3 , 6 dan 9 ekor. Pada hari ke 5 setelah investasi dilakukan pengukuran terhadap berat,panjang dan diameter polong serta populasi aphis. Hasil penelitian diperoleh infestasi aphis menyebabkan berkurangnya berat dan panjang polong. Perlakuan jumlah serangga yang diinfestasikan tidak saling berbeda.
UJI EFEKTIVITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapcae) DARI TANAH GAMBUT TERHADAP Spodoptera litura Fabricius PADA TANAMAN SAWI MINGGU, AHMAD; HENDARTI, INDRI; SARBINO, SARBINO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.21956

Abstract

Nematoda Patogen Serangga (NPS) merupakan pengendali hama yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bagi insektisida kimia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas isolat Steinernema carpocapsae yang berasal dari tanah gambut. Percobaan dilakukan di rumah kaca tanaman sayuran, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dari bulan April sampai dengan Juni 2017. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kepadatan populasi nematoda yang diuji terhadap larva S. litura F. adalah 150, 300, 600, 1200 dan 2400 JI/ml serta kontrol tanpa pemberian S. carpocapsae maupun S. litura F. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat kepadatan Nematoda S. carpocapsae yang diinvestasikan menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, perlakuan 2400 Ji/ml memiliki waktu kematian tercepat dalam jangka waktu 2 hari dan perlakuaan tersebut menunjukan jumlah nematoda tertinggi dan S. carpocapsae pada tingkat kepadatan populasi S. carpocapsae 600 JI/ml efektif terhadap larva S. litura F. dengan mortalitas larva 56%. Kata kunci : Rumah kaca, Sawi, S. carpocapsae, dan S. litura F.
BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUM AZIS, AZIS; SARBINO, SARBINO; RAMADHAN, TRIS HARIS
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22325

Abstract

BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUMAzis (1), Sarbino (2), Tris Haris Ramadhan (3)(1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKKepik labu (Leptoglossus australis F.) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman peria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi kepik labu pada buah peria (Momordica charantia). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Kepik labu dipelihara dalam toples, toples dilubangi bagian bawah nya dan ditutup dengan kain kasa, toples digunakan secara terbalik. Buah peria diganti 2 hari sekali. Pengamatan dilakukan terhadap 100 ekor sebagai kohort yang dibagi dalam 10 toples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : masa perkembangan L. australis F. dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 30-48 hari, stadium telur berkisar antara 7-10 hari. Nimfa terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (3-5 hari) instar II (5-23 hari) instar III (13-32) instar IV (13-35) dan instar V (16-27) hari. Nisbah seks diperoleh perbandingan jantan : betina 3,1 : 2. Lama hidup imago jantan 5-74 hari dan imago betina 14-79 hari. Periode prapeneluran berkisar 9-35 hari(rata "“ rata 22,23 hari). Periode pasca peneluran berkisar 1-6 hari (rata "“ rata 2,16 hari). Fertilitas telur berkisar antara 81,94% - 100%. Panjang dan lebar telur berkisar antara 1,85-1,89 mm dan 1,26-1,30 mm. Jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 8-72 telur (rata "“ rata 23 telur). Mortalitas nimfa instar I (3%) instar II (9%) instar III (12%) instar IV (8%) dan instar V (17%). Pemberian pakan dengan buah peria menghasilkan siklus dan umur yang panjang pada kepik (L. australis F.). Kata kunci : Biologi, L. australis F., Peria (Momordica charantia L.
PENGARUH PUPUK HIJAU DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI DI TANAH ALUVIAL OOK, YOHANES PROTASIUS; SARBINO, SARBINO; SUSWANTO, IMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hijau daun gamal yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk hijau daun gamal : 0, 160, 208, 256, 304 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan hasil tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hijau daun gamal dengan dosis 304 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap variabel pengamatan volume akar, luas daun, berat segar, berat kering dan hasil tanaman sawi. Kata kunci : Pupuk Hijau Daun Gamal, Sawi, AluvialPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk hijau daun gamal yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian pupuk hijau daun gamal : 0, 160, 208, 256, 304 g/polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g) dan hasil tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk hijau daun gamal dengan dosis 304 g/polybag memberikan hasil yang terbaik terhadap variabel pengamatan volume akar, luas daun, berat segar, berat kering dan hasil tanaman sawi
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR YASINTA, YASINTA; SARBINO, SARBINO; ASTINA, ASTINA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.433 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24336

Abstract

ABSTRAK Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta 15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica 23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawit
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN SETEK BATANG ROMBUSA PUTIH (Tabernaemountana coryimbusa) KHOLIS, NUR; Sarbino, Sarbino; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.106 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25196

Abstract

INFLUENCE OF PLANTING MEDIA ON THE SUCCESS OF WHITE ROMBUSASTEM CUTTINGS(Tabernaemontana coryimbusa)Nurkholis1, Sarbino2, Agus Hariyanti3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*nurkholis ­_h@ymail.com ABSTRAKWhite rombusa is an ornamental plant that has a green-white leaf pattern as well as beautiful flowers with white color and has five crowns resembling a ship's propeller with the bottom shaped like a small pipe. This study aims to determine the effect of planting media on the success of white rombusa stem cuttings and get the best planting media. The research was conducted at Bening Multi Flora Garden of Ampera Kota Baru Pontianak from March 30 - May 10, 2017. The design used Completely Randomized Design with treatment m1 = PMK soil (kontrol), m2 = PMK soil andcharcoal husk(1:1), m3 = PMK soil andcow manure(1:1), m4 = PMK soil and charcoal husk(2:1), m5 = PMK soil and cow manure(2:1), m6 = PMK soil, charcoal husk, and cow manure. Observation parameters Percentage of live cuttings (%), Leaf emeration time (days), Number of shoots (fruit), Number of leaves (length), (cm), Root length (cm). Planting medium has an effect on to success of stem of white rombusa and treatment PMK soil and cow manure (1:1) gives the best influence to the success percentage variable of live cut 70,85, Number of shoots 3,25,Number of leaves 8,00, Shoot length 6,05 and Root lengt 5,05 compared with other treatment. Keywords: Charcoal Husk, Cow Manure, Soil PMK
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN SETEK BATANG ROMBUSA PUTIH (Tabernaemountana coryimbusa) KHOLIS, NUR; Sarbino, Sarbino; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25225

Abstract

INFLUENCE OF PLANTING MEDIA ON THE SUCCESS OF WHITE ROMBUSASTEM CUTTINGS(Tabernaemontana coryimbusa)Nurkholis1, Sarbino2, Agus Hariyanti3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*nurkholis ­_h@ymail.com ABSTRAKWhite rombusa is an ornamental plant that has a green-white leaf pattern as well as beautiful flowers with white color and has five crowns resembling a ship's propeller with the bottom shaped like a small pipe. This study aims to determine the effect of planting media on the success of white rombusa stem cuttings and get the best planting media. The research was conducted at Bening Multi Flora Garden of Ampera Kota Baru Pontianak from March 30 - May 10, 2017. The design used Completely Randomized Design with treatment m1 = PMK soil (kontrol), m2 = PMK soil andcharcoal husk(1:1), m3 = PMK soil andcow manure(1:1), m4 = PMK soil and charcoal husk(2:1), m5 = PMK soil and cow manure(2:1), m6 = PMK soil, charcoal husk, and cow manure. Observation parameters Percentage of live cuttings (%), Leaf emeration time (days), Number of shoots (fruit), Number of leaves (length), (cm), Root length (cm). Planting medium has an effect on to success of stem of white rombusa and treatment PMK soil and cow manure (1:1) gives the best influence to the success percentage variable of live cut 70,85, Number of shoots 3,25,Number of leaves 8,00, Shoot length 6,05 and Root lengt 5,05 compared with other treatment. Keywords: Charcoal Husk, Cow Manure, Soil PMK