Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Nilai Tambah Peningkatan Kualitas Edamame Siap Saji dengan Teknik Pengeringan Food Dehydrator Berputar Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Rizza Wijaya; Anna Mardiana Handayani
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.443 KB) | DOI: 10.59141/jist.v2i03.112

Abstract

Edamame adalah salah satu komoditas unggulan Kabupaten Jember dipasarkan untuk ekspor maupun konsumsi nasional dan lokal. Edamame kualitas rendah dijual dengan harga hingga 4 kali lebih rendah dari kualitas super. Pengolahan menjadi produk edamame siap konsumsi dapat meningkatkan nilai jualnya, salah satu produk edamame yang dapat dikelola dengan mudah adalah edamame kering. Produk edamame kering dapat dikonsumsi langsung atau selanjutnya diolah menjadi tepung edamame. Artikel ini memberikan informasi nilai tambah produk edamame kering yang diproduksi dengan mesin food dehydrator tipe berputar serta proses lanjutan menjadi tepung edamame yang dibandingkan dengan produk edamame kukus. Analisis nilai tambah dilakukan dengan metode hayami dan kawagoe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi edamame kering lebih efektif dibandingkan tepung edamame sebab nilai tambah tepung edamame lebih besar dari edamame kering dan edamame kukus; tetapi rasio nilai tambah dan keuntungan perusahaan akan produksi edamame kering lebih besar dari tepung edamame.
The Chlorine Reduction in Edamame by Water-Ozonated Minimally Process Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Rizza Wijaya
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 3 (2021): Journal Research of Social Science, Economics and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.775 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i3.26

Abstract

The objective of this article was to study the effect of washing edamame using ozonated water to reduce residual chlorine contained in edamame through a continuous washing process. Chlorine residue in edamame was caused by the use of fertilizers and pesticides that contain chlorine compounds. The research method used was descriptive explanatory research consist of two treatment levels of ozonation time (0, 10, and 15 minutes) and ozone contact time (0, 12, 18, and 24 minutes) which were repeated twice. The residual chlorine and pesticide concentrations were calculated using the titration method. Based on research results, ozone can reduce chlorine in edamame. The lowest detected chlorine was in edamame which had been washed using ozone water with an ozonation time of 15 minutes with the amount of chlorine reduced by 56%. The longer the contact time, the greater the amount of reduced chlorine and the lower the concentration of ozone remaining in the washing water. Based on the research results, a brief conclusion that can be explained was ozone could reduce chlorine in edamame caused by fertilizer and disinfectant overuse until 50%.
Carotene Reduction Level in The Processing of Pumpkin Instant Brownies Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Agung Wahyono; Yani Subaktilah
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 1 No. 4 (2021): Journal Research of Social Science, Economics and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.284 KB) | DOI: 10.59141/jrssem.v1i4.36

Abstract

Pumpkin is a local food of Jember which the amount of harvested area and productivity is increasing every year. Pumpkin is a source of beta carotene with a relatively lower price than other beta carotene sources. Diversification of pumpkin-based food products will produce nutritionally rich products with added value. Brownies are one of the bakery products that can be processed with 100% pumpkin flour as raw material, increasing the added value can be done by diversifying it into semi-finished products with pumpkin steamed brownie premix flour. What needs to be evaluated in the diversification process is the change in the levels of carotene as its functional component. The research method used was descriptive evaluating changes in carotene in 6 treatments of pumpkin steamed brownies premix flour formulations. Based on the results of the study, the most abundant carotene was found in the 100% pumpkin flour formulation treatment, namely 77.99 mg/100g in premix flour and 5.05 mg/100g in steamed brownies. The higher the pumpkin content, the lower the degree of reduction in total carotene will be.
Analisis Kelayakan Finansial Susu Ready To Drink Kandidat Prebiotik: Financial Feasibility Analysis of Ready to Drink Prebiotic Candidate Milk Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Saiful Anwar; Yossi Wibisono; Agung Wahyono; Anna Maria Handayani; Anissa`u Choirun; Resti Pranata Putri; Findi Citra Kusumasari
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 23 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v23i2.3729

Abstract

Susu RTD (Ready to drink) merupakan salah satu produk pangan bernutrisi yang dewasa ini semakin banyak diminati konsumen untuk pemenuhan gizi harian. kepraktisan penyajian merupakan salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat akan produk tersebut. Disamping hal tersebut, susu RTD lebih mudah dipadukan dengan bahan lain untuk menghasilkan produk pangan olahan baru, terutama sektor UMKM yang dewasa ini semakin berkembang pesat. Politeknik Negeri Jember (Polije) melihat pelung bisnis tersebut dan mendirikan teaching factory (Tefa) Pengolahan susu. Produk yang dihasilkan Tefa Pengolahan susu adalah Susu RTD yang dikemas dalam kemasan botol dengan berat bersih 200mL per kemasan. Peningkatan nilai tambah produk dilakukan melalui penambahan kandidat prebiotik xilosa ke dalam produk sehingga menjadi susu RTD kandidat prebiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial perencanaan produksi susu RTD kandidat prebiotik yang akan dilakukan oleh Teaching factory Pengolahan Susu di Politeknik Negeri Jember. Penelitian ini menggunakan metode analisis biaya investasi dan produksi, harga pokok penjualan, Break Even Point (BEP), Net Present Value (NPV), Payback Period (PP), tingkat Pengembalian Tambahan dan Rasio R/C. Hasil kelayakan finansial adalah BEP dengan menjual 2.320 botol susu atau Rp 185.620.915 per produksi. NPV senilai Rp 16.420.603.868 Payback Period di Tahun ke 0,22 IRR senilai 51,4% dan B/C rasio 1,34.
Peningkatan Kualitas Proses Persiapan Bahan di Teaching Factory Canning Politeknik Negeri Jember (Polije) Menggunakan Mesin Pemotong Ikan Elly Kurniawati; Yossi Wibisono; Saiful Anwar; Silvia Oktavia Nur Yudiastuti
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 2 (2023): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v8i2.3578

Abstract

Mesin pemotong ikan dirangcang bangun, diproduksi dan diaplikan di teaching factory canning Politeknik Negeri Jember. Komponen utama mesin terdiri dari rangka mesin, komponen roll feeding bahan, dan komponen mata pisau pemotong. Pemotong cakram ditenagai oleh motor listrik satu fasa, 2800rpm dan 1/2HP. Dimensi mesin adalah Panjang 70, Lebar 60, Tinggi 85, diameter pisau 24 cm. Mesin digunakan untuk pemotongan ikan lemuru beku dalam proses persiapan bahan baku pengalengan ikan di teaching factory canning Politeknik Negeri Jember (Polije). Hasil pemakaian menunjukkan bahwa mesin dapat meningkatkan kecepatan produksi dari 120 ikan/jam menggunakan pemotongan manual menjadi 1.200 ikan/jam. Waktu thawing ikan juga dapat turut dipercepat dari 7 jam menjadi 4 jam menggunakan thawing air dingin.  Mesin dapat meningkatkan efisiensi waktu dan biaya tenaga kerja serta meningkatkan kecepatan produksi ikan kaleng
Pectin Extraction from Kepok Banana Peel (Musa acuminata × balbisiana); Case Study on Procedure of Pre-Treatment Process Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Ismi Lailia Anggita
Agriprima : Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agriprima.v7i2.544

Abstract

The extraction of pectin from banana peels is one way to increase the use value of banana peel waste. The extraction method applied is solid-liquid extraction using an acid solvent. The purpose of this study was to determine the effect of pre-treatment, the type and concentration of solvent as well as the optimum time and substrate concentration, on the resulting yield. This research was conducted experimentally with the OFAT (One Factor at a Time) method. The results showed that the best solvent was 0.5N sulfuric acid with a substrate concentration of 10% for 80 minutes, resulting yield of 10.02%.
Effect Of Hydrogen Peroxide Concentration on The Deacetylation Degree Of Chitosan Extracted From Maggot Waste Titik Budiati; Silvia Oktavia Nur Yudiastuti; Agung Wahyono
Food Science and Technology Journal (Foodscitech) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of hydrogen peroxide concentration on the deacetylation degree of chitosan extracted from maggot waste. Different hydrogen peroxide concentration (0%, 13%, 15%, and 20%) was studied. The degree of deacetylation of chitosan by using FTIR was found 75.3%, 77.6%, 78%, and 78.6% for a concentration of H2O2 of 0%, 13%, 15%, and 20%, respectively. The quality of chitosan extracted from the pupae shell of maggot waste meets the requirements of SNI 7949-2013. The concentration of H2O2 might increase the deacetylation degree of chitosan extracted from maggot waste.
Kajian Pembuatan Gula Rendah Kalori Xilitol dari Biomassa Sorgum Merah : Gula Rendah Kalori Xilitol Silvia Oktavia Nur Yudiastuti
HARENA : Jurnal Gizi Vol 1 No 2 (2021): HARENA : Jurnal Gizi (April 2021)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/harena.v2i1.2521

Abstract

Produksi gula rendah kalori xilitol secara bioproses dari biomassa sorgum merah dilakukan melalui dua tahapan yaitu hidrolisis enzimatis sorgum merah menggunakan enzim xilanase dan selanjutnya hidrolisat difermentasi menggunakan Debaryomyces hansenii ITB CCR85. Biomassa sorgum terdiri atas batang dan daun, malay serta dedak sorgum. Ketiga bagian tersebut memiliki kompisisi lignoselulosa yang berbeda serta harga yang berbeda sehingga memiliki nilai tekno ekonomi yang berbeda pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan hasil kristalisasi xilitol yang diproduksi secara bioproses dari bagian – bagian biomassa sorgum merah. Kondisi hidrolisis, fermentasi dan kristalisasi dalam penelitian ini adalah sama. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimental dan dilanjutkan dengan analisis deskriptif. Perlakuan dalam penelitian ini adalah bagian biomassa sorgum dan penelitian diulang sebanyak tiga kali. Berdasarkan hasil penelitian, bagian batang sorgum memiliki potensi lebih baik untuk diamnfaatkan sebagai bahan baku dalam pembuatan xilitol dibandingkan bagian dedak dan malay sorgum merah. Kata Kunci: Biomassa, Bioproses, Sorgum, Xilitol
LIQUID WASTE PROCESSING FOOD PROCESSING INDUSTRY, CASE STUDY PT. XYZ Halim, Abdul; Yudiastuti, Silvia Oktavia Nur; Pangestu, Danar Pujo
Sustainable Environmental and Optimizing Industry Journal Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/seoi.v5i1.1740

Abstract

Processing of liquid waste needs to be done before the waste is suitable for disposal into the environment, so it does not pollute the environment. The purpose of wastewater treatment is to reduce BOD and COD levels, mixed particles, and kill pathogenic organisms. In addition, wastewater treatment also aims to remove nutrients, toxic components and materials that cannot be decomposed. In handling liquid waste, there are many ways and methods that can be used to treat the liquid waste properly. PT. XYZ uses a Wastewater Treatment Plant (WWTP), which is an installation specially designed to treat industrial waste water. Physical, chemical and biological processes are applied to the WWTP. This paper aims to review these processes in the WWTP used. PT. XYZ is a manufacturing company engaged in the food sector, which produces ice cream products with various variants and flavors. But besides producing products with good quality, PT. XYZ is also able to process its waste properly. PT. XYZ there are two kinds of solid waste and liquid waste
Analisis Karakteristik FisikoKimia dan Mutu Tanak Beras Pandan Wangi, Ramos dan Ketan Putih Sebagai Kandidat Pangan Fungsional: Analysis of Physical-Chemistry Characteristics and Quality of Pandan Wangi, Ramos, and Glutinous Rice as a Functional Food Candidate Nur Yudiastuti, Silvia Oktavia; Cahyana, Purwa Tri; Ramadhan, Fadhil Hisyam
JOFE : Journal of Food Engineering Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v3i2.4696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras yang dapat digunakan sebagai produk kandidat pangan fungsional melalui analisis sifat fisiko-kimia dan mutu tanak yang dimilikinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan perlakuan yang terdiri dari tiga jenis beras yaitu beras ramos, pandan wangi dan ketan putih. Berdasarkan hasil uji fisik, ketiga jenis beras memiliki karakteristik ukuran medium dengan bulk density tertinggi 0,39 dan berat 1000 butir tertinggi adalah 19,59. Berdasarkan hasil uji kimia, ketan memiliki daya serap air tertinggi, beras pandan wangi memiliki kadar air dan kadar serat tertinggi, serta beras ramos memiliki kadar amilosa dan kadar protein tertinggi. Berdasarkan hasil uji mutu tanak, beras pandan wangi memiliki waktu tanak dan daya resapan air tertinggi dengan waktu 24,25 menit dan 3,30 namun rasio perpanjangan beras ramos memiliki nilai tertinggi yakni 1,68. Berdasarkan hasil uji fisik dengan standar SNO 6128:2020, beras ramos mendapatkan bagian butir kelas premium terbanyak dibandingkan beras pandan wangi dan ketan. Melalui hasil penelitian, diketahui bahawa beras pandan wangi memiliki kandungan protein dan serat tinggi sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan baku kandidat pangan fungsional.