Claim Missing Document
Check
Articles

Critical Discourse Analysis of Teun A. Van Dijk Model on Marshel's Widianto's Roasting in The Show of Mata Najwa Muda Berkuasa: Apa Jadinya Jika Anak Muda Berkuasa Episode Rojudin; Intan Sari Ramdhani
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2022): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/AKSIS.060206

Abstract

This study discusses Marshel Widianto's roasting video broadcast on Najwa Shihab's Youtube media with the title "Young Power: What Happens If Young People Have Power". The purpose of this study is to analyze the elements of discourse using the Teun A. Van Dijk model on Marshel Widianto's roasting show that aired on Najwa Shihab's Youtube media with the title "Young Power: What Happens If Young People Have Power". The research method used in this research is descriptive qualitative. The data analysis technique used by the researcher is using content analysis. The technique used in data collection is the note-taking technique. Based on the results of the study, it can be concluded that there are four different elements. Among them are semantic elements (background, details, intent) which discuss in detail the meaning to be conveyed in a discourse. Furthermore, the syntactic elements (sentence forms, pronouns, stylistics, and rhetorical) these four elements are used to analyze the form or sentence structure used by Marshel Widianto and the researchers found an emphasis made by using the inclusion of pictures, word order in the title, letter thickening. , the use of capital letters, colons and so on on the cover (clickbait) of videos that air on Najwa Shihab's youtube channel. The results of the analysis that have been carried out by researchers are of course different from other videos that appear on YouTube, this is due to ideological differences, the message to be conveyed in the discourse, packaging in a video and so on.
TRADISI “PEH CUN” SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA MATERI TEKS CERITA FANTASI DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SMP Ramdhani, Intan Sari; Muhyidin, Asep; Hidayat, Sholeh
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11613

Abstract

Kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitar merupakan salah satu tujuan mata pelajaran bahasa Indonesia dalam kurikulum merdeka demi melahirkan karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar pancasila. Oleh karena itu, mengintegrasikan kearifan lokal adalah salah satu upaya dalam mengembangkan profil pelajar pancasila. Kearifan lokal tentang tradisi “Peh Cun” adalah perayaan yang biasa dilakukan oleh etnis Cina di kota Tangerang. Tradisi “Peh Cun” ini dapat menjadi alternatif bahan pembelajaran bahasa Indonesia pada materi teks cerita fantasi, karena bahan ajar yang baik itu adalah bahan ajar yang relevan dengan kurikulum merdeka dan sesuai dengan lingkungan serta budaya setempat. Selain itu, alasan tradisi “Peh Cun” sebagai kearifan lokal perlu diintegrasikan dalam materi pembelajaran bahasa Indonesia juga karena mengandung nilai-nilai yang mampu memupuk dan menumbuhkembangkan rasa cinta para peserta didik terhadap potensi daerah, membantu melestarikan budaya lokal dan lingkungan. Lingkungan dalam hal ini adalah adat istiadat/tradisi/kebiasaan masyarakat setempat. Kata kunci: cerita fantasi, kearifan lokal, kurikulum merdeka, peh cun 
ANALISIS TINDAK TUTUR PRAGMATIK PADA CERPEN “BERSIAP KECEWA BERSEDIH TANPA KATA-KATA” KARYA PUTU WIJAYA Zahra Inayah Nurhaliza; Ramdhani, Intan Sari
METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya Vol. 16 No. 2 (2023): METAMORFOSIS Edisi Bulan Oktober 2023| Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pen
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra merupakan sebuah karya ciptaan pengarang dengan maksud menyampaikan tujuan keindahan yang tersimpan di pikirannya. Salah satu jenis karya sastra berupa cerpen. Dalam setiap karya sastra dapat dikaji dan dianalisis. Manusia merupakan makhluk sosial yang saling bergantungan, sehingga diperlukan tindak tutur yang mudah dimengerti antar sesama. Pada penelitian ini, bertujuan untuk melihat tindak tutur yang terdapat pada cerpen yang berjudul “Bersiap Kecewa Bersedih tanpa Kata-kata” karya Putu Wijaya melalui kajian pragmatik, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dari pencarian di buku, jurnal, maupun media massa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Penelitian ini didapatkan hasil analisis berupa tindak tutur pernyataan, tindak tutur pertanyaan, tindak tutur perintah, tindak tutur menawarkan dan tindak tutur perlokusi, kesimpulan.    
DISRUPSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENUJU MERDEKA BELAJAR DI ERA KENORMALAN BARU Ramdhani, Intan Sari
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v8i2.17-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah disrupsi kebijakan merdeka belajar dalam menghadapi era kenormalan baru pada pembelajaran Bahasa  Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka atau literature research. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa merdeka Belajar adalah kebijakan yang diterapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia guna mendorong siswa untuk mampu berpikir literasi, numerasi dan berkarakter. Namun Pelaksanaan merdeka belajar di masa kenormalan baru  masih terdapat kendala sehingga kebijakan merdeka belajar harus dievaluasi untuk disempurnakan. Penerapan merdeka belajar merupakan kebijakan yang tepat dalam mempersiapkan dan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter yang siap menghadapi pembelajaran yang tidak biasanya.