Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Karaton

Analisis Keterlibatan Dewan Pendidikan dalam Mengawal Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di Kabupaten Sumenep Mestika Dewi, Ike Yuli
Jurnal Karaton Vol 1 No 1 (2021): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalur pendidikan menjadi salah satu strategi pencegahan korupsi yang dicanangkan oleh KPK. Implementasi pendidikan anti korupsi menjadi sesuatu yang strategis untuk diwujudkan. Dorangan pihak-pihak terkait dalam mengimplementasikan pendidikan anti korupsi direspon positif oleh sejumlah propinsi, kabupaten/kota, termsuk Kabupaten Sumenep. Pemerintah Daerah KabupatenSumenep menerbitkan Perbup Nomor 37 Tahun 2020, sebagai wujud komitmen dalam mengawal pendidikan anti korupsi di Sumenep. Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) sebagai salah satu lembaga indepependen dan mitra strategis dinas pendidikan, merespon secara aktif keberadaan Perbup tersebut. Dengan berbagai upaya, DPKS mengawal secara aktif implementasi atas Perbup tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif. Sementaraproses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Analisis atas data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analisys). Dalam mengawal Perbup tersebut, DPKS melakukan beberapa kegiatan, antara lain: melakukan monev ke sejumlah sekolah (SDN dan SMPN) berkaitan implemenatsi Perbup, melakukan FGD dengan tema Implementasi Perbup dengan melibatkan sejumlah stakholder pendidikan, dan studi banding implementasi pendidikan anti korupsi di kabuaten/kota yang telah memiliki pengalaman dalam implementasi pendidikan anti korupsi.
HEGEMONI BUDAYA PATRIARKHI DALAM PRAKTEK PERNIKAHAN DINI MASYARAKAT PEDESAAN (ANALISIS DI KABUPATEN SUMENEP) Dewi, Ike Yuli Mestika; Suhaidi, Mohamad; Basri, Hasan; Yasid, Ahmad
Jurnal Karaton Vol 2 No 2 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan dini (nikah usia muda) yang yang terjadi di kalangan perempuan, terutama di wilayah pelosok, merupakan bukti tentang lemahnya posisi perempuan dalam struktur keluarga di kalangan masyarakat lokal pedesaan. Akibatnya, keputusan dalam melakukan pernikahan tidak lagi menjadi hak perempuan, melainkan berada di bawah kendali keluarga yang dalam hal ini orang tua laki-laki. Padahal, peroalan pernikahan dini sebenarnya tidak hanya sekedar menggambarkan tentang sisi lemah kaum perempuan, melainkan juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan reproduksi perempuan. Penelitian ini termasuk penelitian field research (penelitian lapangan) dengan menggunakan metode kualitatif. Sementara proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode wawancara mendalam (indepth interview), observasi, dan dokumentasi. Analisis atas data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analisys).Perempuan yang memiliki pengalaman menikah dalam usia muda (nikah dini) sebenarnya akibat hegemoni dan dominasi peran orang tua akibat sistem budaya patriakhi yang kuat. Sistem ini menjadi dasar pelemahan atas nasib kaum perempuan, salah satunya tidak bisa memilih sendiri dalam menentukan jalan hidup rumah tangganya, karena hak memilih jodoh berada di tangan orang tuanya. Konstruksi budaya patriarkhi telah memperkuat praktek pernikahan dini di tengah-tengah masyarakat, sehingga berdampak negatif terhadap masa depan anak perempuan. Cara pandang tersebut, masih menguat di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang berada di pelosok dengan tingkat kesadaran yang notabene lemah terhadap kesetaraan dan keadilan gender. Kata Kunci : Hegemoni, Budaya Patriarkhi, Pernikahan Dini
BHINDHARA DAN DAKWAH POLITIK KEPESANTRENAN (Analisis Terhadap Misi Dakwah Bhindhara Dalam Politik Praktis di Madura) Suhaidi, Mohammad; HS, Dedi Eko Riyadi; Basri, Hasan; Syamsuri, Syamsuri; Dewi, Ike Yuli Mestika
Jurnal Karaton Vol 3 No 1 (2023): Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan politisi pesantren dalam pergulatan politik telah menjadi fenomenatersendiri dalam dinamika politik, terutama tingkat lokal. Santri bahkan tidak hanyamemilih partai politik berbasis pesantren, melainkan juga telah berdiaspora kesejumlah partai yang tak terbatas ideologi kepartaian. Mereka telah menjelmamenjadi kekuatan baru dalam sejumlah parpol yang variatif dan eksistensi merekatidak hanya sekedar menjadi penonton, tetapi telah mampu memerankan diri sebagaipolitisi mumpuni di tubuh parpol yang digeluti. Karena santri dimanapun iaberaktifitas sejatinya tidak lepas dari prinsip dasar kepesantrenan, yaitu untukmelakukan transformasi sosial yang berpihak terhadap kemaslahatan bersama,termasuk juga dalam dunia politik. Sebagai alumni pesantren, perilaku politik merekatentu saja didasarkan pada misi untuk melakukan upaya menghidupkan nilai-nilaipesantren dalam politik yang digeluti. Inilah transformasi dakwah politik yang telahdihidupkan oleh kalangan politisi pesantren (bhindhara) dalam pergulatan politik diMadura.Penelitian ini merupakan penelitian field research (penelitian lapangan), denganbeberapa model pengumpulan data, yang meliputi observasi (pengamatan),wawancara mendalam (indepth interview), dan metode dokumentasi. Penentuanpopulasi dan sampel ditetapkan menggunakan teknik snow-ball dan teknik analisis isi(content analysis) digunakan untuk menggambarkan tentang kategori-kategori yangditemukan dan muncul dari data yang ada.Politisi pesantren telah melakukan berbagai upaya untuk menghidupkan nilai-nilaipesantren di tubuh parpol yang menjadi kendaraannya, terutama dalam parpolparpolyang tidak berbasis pesantren. Misi mengintegrasikan tradisi pesantrensebagai ruh kegiatan partai. Politisi pesantren tersebut dalam prakteknya, tidak hanyasekedar menjadikan parpol sebagai sarana merebut kekuasaan, tetapi juga dijadikansebagai sarana untuk membumikan tradisi keagamaan sebagaimana yang telahdikembangkan oleh pesantren, seperti kegiatan tahlilan, membaca shalawat,istighasah maupun kegiatan yang ada hubungannya dengan tradisi trurasiyah.