Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

PERANCANGAN BARU MUSEUM SEJARAH KAGAUA KOTA PALU DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Rizki, Fahrisyah Mohamad; Hanafiah, Ully Irma Maulina; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Museum Sejarah Kagaua Kota Palu dirancang sebagai upaya pelestarianwarisan sejarah dan budaya Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, yang memilikiakar sejarah dari Kerajaan Kagaua. Museum ini bertujuan tidak hanya sebagai tempatpenyimpanan artefak, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan interaksi masyarakat.Dengan koleksi yang mencakup periode prasejarah hingga era kerajaan modern,museum ini diharapkan menjadi sumber pengetahuan yang komprehensif. Desain padamuseum ini mempertimbangkan kebutuhan masyarakat akan ruang edukasi interaktif,fasilitas publik multifungsi, dan area penelitian akademis. Pendekatan desain moderndengan mempertimbangkan konteks lokal memastikan museum ini informatif sekaligusmenarik bagi berbagai kalangan pengunjung. Warisan budaya Kota Palu dipresentasikansecara inovatif, menjadikan museum ini tidak hanya sebagai tempat belajar tetapi jugaikon baru kota. Museum ini berpotensi menarik wisatawan domestik dan internasional,sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif melalui promosi wisata budaya.Dengan perancangan matang dan partisipasi aktif berbagai pihak, Museum SejarahKagaua diharapkan menjadi institusi yang relevan dan berkelanjutan bagi masyarakatKota Palu. Selain pelestarian sejarah, museum ini juga menjadi referensi penting bagiperancangan museum tematik lainnya.Kata Kunci: Kota Palu, Kerajaan, Museum
PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR BAPPEDA KOTA SUKABUMI DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Azzahra, Nadine Putri; Sarihati, Titihan; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyusunan rencana pembangunan di tingkat kota dilakukan oleh BadanPerencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Unsur pembangunan mencakup sosial,ekonomi dan politik, hingga adanya penyesuaian dengan konservasi lingkungan untukmendorong pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan didukungdengan ditetapkannya Sustainable Development Goals (SDGs) oleh PBB untuk mencapaipembangunan yang berkelanjutan di tingkat global. Pemerintah Indonesia menjadikanSDGs sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, dengan dikeluarkannyaPeraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017. Hingga saat ini, pemerintah daerahtelah melaksanakan SDGs secara mandiri berdasarkan kapasitasnya. Salah satunya adalahPemerintah Kota Sukabumi. Namun berdasarkan Scorecard pencapaian indikator padaKesiapan SDGs Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi menghadapibeberapa tantangan untuk mencapai SDGs tahun 2030. Penguatan fondasi kelembagaanyang tepat fungsi dan kolaboratif serta peningkatan kualitas ASN berkontribusi besarsebagai pendorong pencapaian indikator SDGs lainnya. Dalam hal ini, produktivitaspegawai pemerintah dan tata ruang kantor yang baik perlu ditingkatkan. Berdasarkanobservasi lapangan, ditemukan beberapa permasalahan dalam lingkup interior yangmenghambat kenyamanan dan aktivitas para pegawai. Maka dari itu, diperlukannyaperancangan ulang pada interior Kantor Bappeda Kota Sukabumi dengan menggunakanpendekatan aktivitas.Kata Kunci: SDGs, produktivitas, Bappeda Sukabumi, aktivitas
Perancangan Interior Hotel Grand Cempaka Resort And Convention Di Tamansari Bogor Dengan Pendekatan Lokalitas Utami Kusuma, Dwi; Sarihati, Titihan; Puspa Nabila, Ganesha
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In recent years, Bogor has seen an increase in the number of tourists coming to the city, which creates significant opportunities for the accommodation sector. Lodging accommodations are needed for such needs, hence the construction of a new branch of lodging accommodations in Tamansari. The area is well known for its natural beauty and cultural heritage. However, several issues arose when planning this new branch. First, there is no concept of locality in the existing interior design of Grand Cempaka Resort and Convention Hotel and similar resort hotels in the Bogor area, even though there are regulations from the government to promote the concept of locality in tourism venues. Second, there are problems in the comfort aspect of the existing hotel, which is related to sound conditioning, lighting, and ventilation. Third, there is a problem of facilities at the existing Grand Cempaka Resort and Convention Hotel which is not in accordance with 3- star hotel standards. Local government regulations emphasize the importance of local culture to increase tourism competitiveness. The design of this resort hotel has the aim that guests feel comfortable and have a different tourist experience in Bogor by using the local traditions of the Tamansari Bogor area, namely in the Sindang Barang Cultural Village, especially in the Serentaun Ceremony which is implemented in the form of interior space using the tradition transformation method, namely the ATUMICS method. Keywords: Resort Hotel, Tamansari Bogor, ATUMICS method, Sindang Barang, Serentaun Ceremony
Perancangan Ulang Interior House Of Sangkuriang Dengan Pendekatan Lokalitas Kota Bandung Wulandari Hidayat, Cahya; Sarihati, Titihan; Bayu Perdana, Aditya
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotels are buildings that provide accommodation, food, drinks, and other services for the general public. Boutique hotels are a type of luxury hotel with a limited number of rooms and unique designs that reflect local culture and history. House Sangkuriang is a 3-star boutique hotel in Bandung that promotes an Art Deco concept with a lush atmosphere. However, the application of Art Deco in its interior is not yet fully evident, and some facilities do not meet the 3-star standard. This design aims to strengthen the application of Art Deco in the interior, align facilities with 3-star standards, and create a unique and comfortable experience for visitors with a lush Art Deco ambiance. Keywords: boutique hotel, Bandung, House Sangkuriang, art deco
Perancangan Ulang Sekolah Luar Biasa Negeri-a Pembina Tingkat Nasional Jakarta Dengan Pendekatan Multisensory Terhadap Mobilitas Tunanetra Najla Munifa Polem, Cut; Sarihati, Titihan; Puspa Nabila, Ganesha
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Article 28H stated that citizens have the right to receive special treatment for equality. However, there are still educational gaps, especially for children with disabilities, thus showing that there is still injustice in educational equality. In Indonesia, education specifically for people with disabilities is Special Schools (SLB). Even though we already have SLB, there are still deficiencies in providing education rights services for those with disability status. This is caused by facilities that are considered not in accordance with needs. Existing facilities should be able to accommodate people with disabilities according to their needs. Because of this, a review and redesign are needed with special attention to designing Special Schools (SLB). This statement also applies to State Special Schools – A National Level Pembina Jakarta. The design approach that will be used is multisensory which is related to psychology in the mobility of the blind. Multisensory is a method that has been previously researched and proven to be effective in helping blind children become more independent and skilled in their living environment. This research aims to enable blind people to live independently and can be used as a benchmark in designing Special Schools (SLB) for blind people. Keywords: blind, school for the blind, multisensory.
Redesain Interior Kantor Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Kota Bandung Dengan Pendekatan Lokalitas Breadlee Pasaribu, Steve; Murdowo, Djoko; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Office of Micro, Small and Medium Enterprises Cooperative in Bandung City, West Java Province operates in the field of service cooperatives and small-medium business licensing. Surveys indicate issues related to layout and spatial organization, as well as the need to display local culture in the office interior. This design aims to create comfortable, safe spaces that meet community business needs while preserving Sundanese culture as an identity and means of cultural introduction. The research method includes direct observation and interviews at the MSME Office in Bandung City. The design uses a locality approach with the theme "Cultural Heritage" to convey a distinctive local identity. The design concept derived from the MSME vision and mission, "Cultured, Productive intimacy", is applied, considering interactions between nearby room users without disturbing tranquility. The design results are expected to increase work effectiveness, user comfort, and strengthen local cultural identity in office interior design. The application of Sundanese cultural elements in the design not only fulfills functional aspects but also supports efforts to preserve and socialize local cultural heritage. Keywords: office, space organization, design, locality
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL BUTIK DI KAWASAN PECINAN KOTA BANDUNG Putri, Kharisma; Purnomo, Agus Dody; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung merupakan  kota wisata  yang menjadi unggulan provinsi  Jawa Barat saat ini. Salah satu kawasan di kota Bandung yang menjadi destinasi wisata kuliner adalah  area  Pecinan.  Kawasan  tersebut  juga  memiliki  bangunan  bersejarah  yang berkaitan  erat  dengan masyarakat  Tionghoa  di  Kota  Bandung  tempo  dulu  sehingga kawasan Pecinan menjadi destinasi wisata yang unik.   Berdasarkan hal tersebut perlu adanya  akomodasi hotel  yang memfasilitasinya  sesuai dengan  standar pada  kawasan tersebut. Tujuan perancangan interior hotel butik yakni menciptakan interior hotel butik yang mengangkat kekhasan kawasan Pecinan kota Bandung. Metodologi perancangan interior  hotel  butik  ini diawali dengan  pengumpulan  data  primer  dan  data  sekunder. Data-data tersebut kemudian dianalisis hingga menghasilkan sintesa dan pengembangan desain.  Untuk  perancangan  hotel  butik  ini  dilakukan  pendekatan  desain  lokalitas khususnya Pecinan dengan konsep perancangan Chinese Urban.  Implementasi desain pada perancangan hotel butik juga mengangkat elemen dekoratif China sebagai elemen interiornya.  Penerapan  elemen  dekoratif  China  dan  dimodifikasi  bentuknya  lebih sederhana  khas urban. Perancangan  interior hotel butik dengan pendekatan  lokalitas diharapkan dapat menjadi solusi  terkait akomodasi hotel pada kawasan Pecinan kota Bandung. Kata kunci: Bandung, hotel butik, interior, Pecinan
PERANCANGAN INTERIOR SECARA "NEW DESIGN" MUSEUM ARKEOLOGI, KOTA BARU PARAHYANGAN DENGAN PENDEKATAN SEQUENCE INTERIOR Rismaniar, Rismaniar; Asharsinyo, Doddy Friestya; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan  sarana  edukasi  juga  rekreasi  saat  ini  menjadi  salah  satu kebutuhan bagi masyarakat umum dewasa ini. Sarana edukasi dan rekreasi ini bisa didapatkan dari berkunjung ke museum, yang menyajikan berbagai informasi untuk pengetahuan serta  terdapat aspek rekreasi  juga. Museum saat  ini menjadi sebuah ketertarikan bagi masyarakat umum. Berbagai museum hadir dengan keunikannya sendiri  yang  sangat  menarik  untuk  dikunjungi  sebagai  alasan  rekreasi  maupun edukasi.  Museum  merupakan  sebuah  institusi  resmi  yang  bersifat  tetap  untuk mengumpulkan, merawat, meneliti, serta memamerkan berbagai koleksi dari benda-benda yang dapat dijadikan sebagai warisan budaya yang dapat menjadi perhatian masyarakat dengan tujuan untuk pendidikan, penelitian, rekreasi, juga sebagai bukti adanya sejarah dari manusia dan lingkungannya yang terjadi selama ini. Kata kunci: museum arkeologi, Kota Baru Parahyangan, rekreasi, edukasi, sejarah
PERANCANGAN BARU INTERIOR MUSEUM SENI PATUNG BALI DI KOTA DENPASAR DENGAN PENDEKATAN SUASANA RUANG Yani, Ni Komang Ayu Sari Undari; Sarihati, Titihan; Andrianawati, Aida
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Seni Patung merupakan museum dalam golongan Art Museumdikarenakan hanya menyajikan benda berkaitan dengan kesenian. Seni Patung di Balitelah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, maka dari itu wisatawan yangberkunjung ke Bali pasti akan menjumpai berbagai macam jenis patung. Kunjunganmuseum di Bali mengalami fluaktif, hal ini disebabkan tidak terpenuhinya standarisasimuseum, tidak hanya itu berdasarkan studi banding yang dilakukan suasana museumpatung di Bali dirasakan gelap, kosong bahkan memiliki aura mistis, dan saat ini museumdi Bali hanya sekedar memerkan benda koleksi tanpa adanya informasi mendalammengenai benda koleksi tersebut. Museum seni patung di Bali yang masih belummenonjolkan suasana ruang dan tata cara display yang baik sehingga mengakibatkanmuseum tidak bekerja secara maksimal secara fungsi yaitu edukatif dan rekreatif.Perancangan Museum Seni Patung Bali di kota Denpasar dengan pendekatan suasanaruang bertujuan untuk memaksimalkan fungsi museum melalui suasana ruang yangmenyesuaikan informasi benda koleksi berdasarkan lini masa perkembangan senipatung di Bali dengan menerapkan elemen pembentuk suasana ruang sepertipencahayaan, audio, warna, bentuk dinding, bentuk ceiling, dan pola lantai sehinggamenjadikan museum ini lebih edukatif dan atraktif.Kata kunci: Museum,Seni Patung Bali,Suasana Ruang.
PERANCANGAN INTERIOR GEDUNG SENI PERTUNJUKAN BETAWI DI JAKARTA Muhammad, Rayi Shoufi Mu’min; Sarihati, Titihan; Farida, Ariesa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pementasan seni pertunjukan Betawi di Jakarta pada saat ini hanya terbatas padaevent-event kesenian budaya dan panggilan diacara hajatan saja. Di Jakarta sendiri hanyaterdapat amphiteater terbuka di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan yang rutinmementaskan seni pertunjukan Betawi dan belum terdapat gedung pertunjukan yang dibuatsecara khusus untuk mementaskan seni pertunjukan Betawi. Padahal faktanya minatmasyarakat terhadap kesenian Betawi kian bertambah tiap tahunnya. Seni pertunjukan Betawijuga memiliki ciri khas tersendiri, yaitu interaksi para penampil ke penonton yang cukup tinggisehingga dibutuhkannya panggung yang didesain secara khusus untuk mementaskan senipertunjukan Betawi. Maka dari itu perwujudan gagasan perancangan baru Gedung SeniPertunjukan Betawi dapat menjadi solusi untuk memfasilitasi pementasan seni pertunjukanBetawi serta dapat mengangkat derajat seni pertunjukan Betawi khususnya di Jakarta ke tingkatyang lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Datadikumpulkan dengan teknik kuesioner, wawancara, observasi, dan studi literatur. Respondendalam penelitian ini sebanyak 182 orang warga Jakarta dan sekitarnya. Hasil menunjukan minatmasyarakat yang cukup besar terhadap seni pertunjukan Betawi dan dibutuhkannya tempatuntuk mewadahi pementasan seni pertunjukan Betawi yang nantinya juga akan menjadi tempatpembelajaran serta pelestarian kesenian budaya Betawi khususnya di JakartaKata Kunci : Seni, Pertunjukan, Betawi, Jakarta