Alfi Satriadi
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Sudarto, SH, Tembalang, Kota Semarang, Kode Pos 50275 Telp/fax (024) 7474698

Published : 79 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Perhitungan Analitik dan Data Eksperimen Parameter Gelombang pada Wave Flume dengan Wavemaker Tipe Piston Alfi Satriadi; Sugeng Widada; Harmon Prayogi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.324 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1351

Abstract

Ocean waves is one of the ocean phenomenon and It is occurred by the external forces. There are some approaches to study this phenomenon which are analytical, numerical, and physical modelling. This research aims to compare between analytical and experimental data. The methods were used in the research divided into three steps. First step was calculating theoretical equation of the relationship between dimensionless number of relative depth (kh) and stroke and wave height ratio (H/S). Secondly, the wave parameters including wave height (H), water depth (d), and wave length (L) were measured in a wave flume. Finally, the value of percentage model bias (PB) was calculated. It showed at 15,513% and 8,5% for 50 rpm and 80 rpm, respectively. In conclusion based on PB, experimental data had positive correlation to analytical equation.   Gelombang merupakan salah satu fenomena yang ada di laut. Dalam mempelajari fenomena ini dilakukan berbagai pendekatan diantaranya pendekatan analitik, pemodelan numerik, dan pemodelan fisik. Penelitian ini hanya mengkaji hasil perhitungan analitik dan data eksperimen menggunakan wavemaker tipe piston berdasarkan nilai percentage model bias (PB). Metode yang dilakukan merupakan metode kuantitatif yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama melakukan perhitungan berdasarkan persamaan analitis hubungan antara bilangan tak berdimensi kedalaman relatif (kh) dan rasio antara tinggi gelombang dan panjang stroke (H/S). Tahap kedua adalah melakukan pengukuran parameter gelombang yaitu tinggi gelombang (H), kedalaman (d), dan panjang gelombang (L). Tahap yang terakhir adalah mencari nilai PB berdasarkan perhitungan analitik dan data eksperimen. Hasil penelitian menunjukan nilai PB untuk kecepatan putar wavemaker 50 rpm dan 80 rpm adalah masing-masing sebesar 15,513% dan 8,5%. Berdasarkan nilai PB tersebut dapat dikatakan bahwa data eksperimen mendekati perhitungan analitik.  
The Heavy Metal Contamination in Shallow Groundwater at Coastal Areas of Surabaya East Java Indonesia Baskoro Rochaddi; Warsito Atmodjo; Alfi Satriadi; Chrisna Adhi Suryono; Irwani Irwani; Sugeng Widada
Jurnal Kelautan Tropis Vol 22, No 1 (2019): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.71 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v22i1.4464

Abstract

 The present study was conducted to assess the level of heavy metal contamination in shallow aquifer of Surabaya coastal areas.  Six heavy metals (Arsenic, Mercury, Chromium, Lead, Cupper and Magnesium) of contaminant have been determined in the shallow groundwater.  The samples were then analyzed by using Atomic Absorbent Spectrometry gas and followed by using the method of Standard Method Examination. The result indicated that shallow groundwater in Surabaya has been contaminated by Arsenic (0.243 ppm) and Magnesium (1.262 ppm). Another heavy metal such as Mercury, Chromium, Lead, and Cupper showed bellow detected.  This study has proven the presence of heavy metal as specially Arsenic and Magnesium has been contain in shallow aquifer supplies in the coastal areas of Surabaya.
Kajian Potensi Air Tanah Berdasarkan Data Geolistrik Resistiviti Untuk Antisipasi Kekeringan Di Wilayah Pesisir Kangkung, Kabupaten Kendal, Privinsi Jawa Tengah Sugeng Widada; Alfi Satriadi; Baskoro Rochaddi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 20, No 1 (2017): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.381 KB) | DOI: 10.14710/jkt.v20i1.1352

Abstract

Coastal Region of Kangkung, Kendal Regency, Central Java Province is one of the areas that experiencing water in the dry season. Groundwater exploitation is one way solution to meet the water needs for people in the area, especially in the dry season. Therefore it is necessary to study potency of ground water in coastal area of Kangkung. The research was  conducted to determine the potential of ground water in the confined aquifer in the Coastal Region of Kangkung, Kendal District which is expected to be utilized as a source of water to meet the needs of local communities. The method used in this research is  descriptive analysis to describe the condition of aquifer, however some things are delivered quantitatively. The aquifer condition was obtained from the interpretation of geoelectricity (resistivity) data supported by geological and hydrogeological observation data and pumping test data as secondary data. Groundwater quality analysis and simple hydrochemical analysis is with Chlorida - Bicarbonat Ratio (CBR) method to know the possibility of sea water intrusion. The results showed that the aquifer in the coastal area of Kangkung has the potential of 29.13 lt / sec ground water discharge which can be utilized to meet the needs of clean water 18,800 people. Although it is adjacent to the sea, the groundwater in the study area does not undergo sea water intrusion. Groundwater quality in this location is qualified as raw drinking water according to SK Menkes No, 492/Menkes/Per/IV2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.   Wilayah Pesisir Kangkung, Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah yang pada musim kemarau mengalami kekeringan. Pemanfaatan air tanah merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat di daerah tersebut, terutama pada musim kemarau. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian potensi air tanah di daerah Pesisir Kangkung tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air tanah pada akuifer dalam (tertekan) di Wilayah Pesisir Kangkung, Kabupaten Kendal yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptis analisis untuk menggambarkan kondisi akuifer, namun demikian beberapa hal disampaikan secara kuantitatif. Kondisi akuifer diperoleh dari hasil interpretasi data geolistrik resistiviti dengan didukung data hasil pengamatan geologi dan hidrogeologi serta data sekunder berupa hasil pumping test. Analisa kualitas air tanah dan analisis hidrokimia secara sederhana dengan metode Chlorida – Bicarbonat Ratio (CBR) dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya intrui air laut. Hasil penelitian menujukan bahwa akuifer di daerah Pesisir Kangkung mempunyai potensi debit air tanah 29,13 lt/det yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 18.800 orang. Meskipun berbatasan dengan laut, namun air tanah di daerah kajian tidak mengalami  terintrusi air laut. Kualitas air tanah di lokasi ini memenuhi syarat sebagai bahan baku air minum sesuai SK Menkes No, 492/Menkes/Per/IV2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.  
Bathymetry and Seabed Morphology Study for Determination of ASDP Shipping Line in Tanjungsau Island Waters, Batam Melanie Rizky Hanuransyah; Alfi Satriadi; Kunarso Kunarso; Eka Bathin Putra; Jarot Marwoto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.064 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.7289

Abstract

Tanjungsau Island Waters as the main gate of shipping line between Bintan Island and Batam need more attention for its shipping safety. The purpose of this research is to review the seabed morphology of Tanjungsau Island Waters, Batam for determination of ASDP shipping line. This research had been conducting from 3rd to 5th of Jule 2018 in The Tanjungsau Island Waters, Batam. The used data are depth measurement by singlebeam echosounder type Ceducer Pro, tidal data, ship draft, and Digital Map of Indonesia Sea edition 2013 Vol. 49 published by TNI-AL DISHIDROS. Data had processed by using ArcGIS 10.3 and Surfer 9 software to generate the bathymetry contour and the 3D model of seabed morphology. The result indicates that the depth ranged between -1,69 m to -17,58 m. The bathymetry contour map shows seabed morphology is a continental shelf. Based on the slope calculation, Tanjungsau Island Waters not only include flat category between 1,08% - 1,58% but also having a slope area worth 2,59%. The right ASDP shipping line from Bintan Island to Batam has the minimum depth -5,32 m with the largest ship draft which can enter approximately 4,788 m. 
Penggunaan Seismik Refleksi Dalam Pencarian Potensi Endapan Timah di Perairan Laut Bangka Muhammad Alif Achyansyah; Baskoro Rochaddi; Alfi Satriadi; Muslim Muslim; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Azis Rifai; Muh Yusuf
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3276.647 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.9017

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam mineral salah satunya adalah timah, yang tersebar di Perairan Pulau Bangka. Secara umum timah terbentuk oleh pembentukan magma asam akibat proses peleburan kerak benua pada proses kolisi. Timah terbagi menjadi timah primer yang masih dalam bentuk batuan granit dan timah sekunder (placer) merupakan endapan timah primer yang telah mengalami pelapukan akibat proses erosi dan diendapkan di suatu tempat yang tidak jauh dari endapan timah primer. Salah satu metode untuk mengetahui potensi endapan timah adalah dengan menggunakan metode seismik refleksi, dengan pendekatan pencarian lembah sungai purba, tempat mengendapnya timah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi endapan timah sekunder (placer) berupa endapan kaksa, yang merupakan lapisan mengandung endapan timah, dengan melakukan perhitungan volume dan ketebalannya menggunakan metode seismik refleksi. Hasil pengolahan data seismik menunjukkan pola konfigurasi refleksi yang ditemukan antara lain parallel, chaotic, shingled dan hummocky. Korelasi antara data pemboran dan seismik refleksi menunjukkan endapan kaksa berada di lembah sungai purba yang terisi oleh endapan aluvial dan mineral kasiterit. Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, didapatkan volume endapan kaksa, sebesar 1.078.054,15 m3, dengan ketebalan mencapai 5 meter. Indonesia is an archipelago country which is rich in mineral resources, one of them is tin, that spread in Bangka Island Waters. Generally, tin formed by acid magma formation caused by melting of continental crust process in the collision process. Tin divided to primary tin which is still in granite rock form and secondary (placer) tin which is primary tin deposit that has experienced weathering caused by erosion process and deposited in a place not far from primary tin deposit. One of method to know potential tin deposit is using seismic reflection method, with approach ancient river valley hunting, where tin was deposited. The purpose of this research is to know the potential of the secondary (placer) tin deposit in the form of kaksa deposit, this layer contains of tin deposit, with calculation of volume and thickness using seismic reflection method. The result from seismic data showed that the reflection configuration found i.a parallel, chaotic, shingled and hummocky. The correlation between drilling data and seismic data showed that kaksa deposit is located in ancient river valley that contains of alluvial deposit and cassiterit mineral. Based on the calculation, the volume of kaksa deposit is 1.078.054,15 m3, and the thickness is up to 5 meters.
Pemodelan Perubahan Dasar Perairan (Bed Level Change) Di Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Andi Dwi Pramulya; Indra Budi Prasetyawan; Alfi Satriadi; Elis Indrayanti; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.601 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.6877

Abstract

Endapan sedimen yang terakumulasi dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan di perairan pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan yang mengalami pertumbuhan yang begitu pesat, namun pada alur pelayaran mengalami pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus, sebaran jenis sedimen dasar, dan perubahan dasar perairan berdasarkan hasil model. Simulasi pemodelan arus dan pemodelan transport sedimen dilakukan selama 30 hari. Pemodelan arus menggunakan software Mike21 Flow Model FM Hydrodinamic untuk mengetahui arah dan kecepatan arus pada daerah kajian. Simulasi pemodelan transpor sedimen menggunakan program Mike21 Flow Model FM Sand Transport untuk mengetahui pola transport sedimen di daerah kajian, dan mengetahui perubahan dasar perairan (bed level change). Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil pengolahan World Current menunjukkan arus dominan adalah arus residu. Kecepatan rata–rata arus bervariasi antara 3,32 – 3,99 cm/s. Berdasarkan hasil model arah arus dominan dari barat menuju ke timur laut dengan kecepatan maksimum lebih dari 0,114 m/s. Nilai verifikasi dengan metode CF sebesar 1,19 – 1,55 dikategorikan bagus. Analisa ukuran butir sedimen dasar yang ditemukan berupa Pasir, Lanau pasiran dan Lanau. Ukuran butir sedimen dasar dominan di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang lanau. Hasil model perubahan dasar perairan menunjukan pengendapan sedimen di sepanjang garis pantai dan erosi terjadi di daerah laut.  
Pengolahan Data Satelit Sentinel-1 dan Pasut untuk Mengkaji Area Genangan Akibat Banjir Pasang di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Tri Abdul Hidayat; Muhammad Helmi; Sugeng Widada; Alfi Satriadi; Heryoso Setiyono; Aris Ismanto; Muh Yusuf
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.97 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.8405

Abstract

Perubahan iklim dapat menyebabkan terjadinya peningkatan temperatur laut yang berakibat pencairan es di kutub, sehingga berdampak pada kenaikan permukaan air laut. Naiknya muka air laut menimbulkan ancaman bagi wilayah yang berada di pinggir pantai, salah satunya adalah Kecamatan Sayung. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah penggenangan daratan oleh banjir pasang. Kondisi genangan rob di Sayung diperparah dengan terjadinya penurunan muka tanah yang mempunyai andil dalam perluasan genangan banjir pasang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa secara spasial daerah yang tergenang akibat naiknya air pasang pada tahun 2018 dan menganalisa laju penurunan muka tanah pada tahun 2017 – 2019 di Kecamatan Sayung. Ketinggian muka pasang tinggi tertinggi di Kecamatan Sayung pada tahun 2018 dihitung dengan menggunakan metode admiralty adalah 238,27 cm dan MSL pada tahun yang sama adalah 176,93 cm. Besarnya penurunan muka tanah yang terjadi di Kecamatan Sayung didapatkan dengan mengolah data Sentinel-1 menggunakan metode DInSAR. Desa dengan tingkat penurunan muka tanah tertinggi adalah Tugu, Timbulsloko, dan Sayung dengan rata-rata penurunan sebesar 10,68 + 1,63 cm/tahun, 8,71 + 1,78 cm/tahun dan 8,35 + 1,39 cm/tahun. Luas daerah yang tergenang banjir pasang pada tahun 2018 adalah 3350,29 hektar. Desa yang tergenang total pada saat banjir pasang Bedono, Gemulak, Sidogemah, Surodadi, Timbulsloko, dan Tugu. Climate change cause an increase in sea temperatures which results in melting of polar ice caps, thus affecting sea level rise. Sea level rise pose a threat to areas on the coast, Sayung District is one of it. One of the impacts is inundation area by tidal floods. The condition of tidal inundation was exacerbated by land subsidence which contributed to the expansion of tidal floods area. The purpose of this study is to spatially analyze areas were flooded due to highest high water level in 2018 and analyze the rate of land subsidence in 2017 - 2019 in Sayung District. The highest high water level in Sayung Subdistrict in 2018 calculated using the admiralty method was 238,27 cm and the mean sea level in the same year is 176,93 cm. The amount of land subsidence that occurred in Sayung District was obtained by processing Sentinel-1 data using the DInSAR method. The villages with the highest level of land subsidence Tugu, Timbulsloko, and Surodadi with an average decline of 10,68 + 1,63 cm/year, 8,71 + 1,78 cm/year, and 8,35 + 1,39 cm/year. The total area that was flooded by tidal floods was 3350,29 hectares. The villages that were totally inundated during the tidal flood were Bedono, Gemulak, Sidogemah, Surodadi, Timbulsloko, and Tugu. 
Perubahan Garis Pantai Pada Morfologi Gisik Kantung di Pantai Baron, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Anggardha Ayu Pratiwi; Heryoso Setiyono; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Jarot Marwoto; Alfi Satriadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.538 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.9197

Abstract

Pantai Baron merupakan salah satu pantai yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, yang terletak di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Baron terletak di antara dua tebing terjal (cliff) sehingga terbentuk morfologi gisik kantung (pocket beach) yang memiliki hamparan pasir yang terbentuk dari hasil sedimentasi. Permasalahan utama di lokasi penelitian yaitu terjadi perubahan garis pantai yang cukup dinamis. Perubahan garis pantai yang terjadi di sepanjang pantai Baron dapat berupa proses abrasi dan akresi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui luasan perubahan garis pantai yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan garis pantai yang terjadi di pantai Baron selama kurun waktu 2010-2018. Total luasan abrasi yang terjadi adalah 2,75 ha dan total luasan akresi 1,07. Baron Beach is one of the beaches directly adjacent to the Indian Ocean, located in Kemadang Village, Tanjungsari Sub-District, Gunung Kidul Regency Special Region of Yogyakarta. Baron Beach is located between cliffs,with pocket beaches that have a stretch of sand formed from the destruction of organic matter millions of years ago. The main problem is the problem of coastline changes that occur over an annual period, having a fairly dynamic coastline change. The changes in coastline that occur along baron beach can be a process of abrasion and accretion. The purpose of this study is to find out the extent of the changes in the coastline that occur. The method used in this study is a descriptive quantitative method. Quantitative method due to research data in the form of numbers and analysis using statistics, is descriptive because this method makes an overview of an event and situation researched in a limited time with a specific region and produces an overview of the situation. The result of this study is that the changes in the coastline that occurred on baron beaches are quite dynamic in the period 2010-2018. The total area of abrasion occurred was 2.75 ha and the total accretion area was 1.07.
Pemodelan Sebaran Sedimen Dasar di Perairan Pelabuhan Branta, Pamekasan Salman Asatidz; Alfi Satriadi; Aris Ismanto; Heryoso Setiyono; Purwanto Purwanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.535 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.10184

Abstract

Pelabuhan Branta, Pamekasan merupakan salah satu pintu gerbang ekonomi di Pulau Madura, sebagai tempat penghubung perpindahan barang kebutuhan pokok dari Probolinggo maupun sebaliknya. Pelabuhan ini juga digunakan sebagai sarana penunjang kegiatan perikanan tangkap di perairan selatan Kabupaten Pamekasan. Faktor keselamatan kapal dalam melakukan kegiatan di pelabuhan terhadap pendangkalan dalam area pelabuhan yang diakibatkan oleh sedimentasi perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran sedimen dasar dan perubahan dasar perairan berdasarkan hasil model. Pemodelan untuk mengetahui perubahan dasar perairan dilakukan menggunakan perangkat lunak MIKE21 modul Sand Transport dengan memasukkan data-data hasil survei lapangan seperti batimetri, pasang surut, arus, gelombang, debit sungai dan karakteristik sedimen dasar. Pemodelan dilakukan selama 31 hari (Oktober 2019).  Analisa ukuran butir didapatkan bahwa sedimen dasar di Perairan Pelabuhan Branta berupa pasir, lanau pasiran dan lanau. Hasil pemodelan menunjukkan terjadi sedimentasi pada perairanh dekat pantai sebesar 0,0008 m – 0,02 m, dan terjadi erosi pada daerah laut sebesar 0,0023 m.
Studi Batimetri dan Topografi Dasar Laut untuk Penentuan Jalur Peletakanan Kabel Bawah Laut di Perairan Lampung – Pulau Pahawang Ma'ariq Badrutamam S.; Alfi Satriadi; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2200.96 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i2.8065

Abstract

Energi listrik sangat dibutuhkan untuk berbagai macam keperluan seiring dengan perkembangan dinamika kehidupan masyarakat. Untuk mengantisipasinya direncanakan pembangunan daya pasokan listrik melalui kabel bawah laut dari Lampung menuju Pulau Pahawang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kedalaman dan morfologi dasar laut pada lokasi penelitian serta menentukan jalur kabel bawah laut berdasarkan data tersebut. Jalur pemasangan kabel bawah laut dimulai dari landing point Lampung, berlanjut melintasi laut menuju landing point Pulau Pahawang. Dalam merancang jalur pemasangan kabel bawah laut, metode yang digunakan berupa metode survei berupa observasi lapangan dengan data berupa data batimetri dan side scan sonar menggunakan echosounder singlebeam dan SSS Humminbird Helix 12 Chirp Mega SI GPS G2N, topografi dasar laut dan informasi sedimen dasar di sepanjang rencana koridor jalur kabel laut menggunakan sedimen grab serta data pasang surut pada tanggal 12 Juli 2019. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Reef Master 2.0 dan Surfer 11. Hasil dari penelitian ini adalah jalur kabel bawah laut dari landing point Lampung ke landing point Pulau Pahawang dengan panjang kabel 1406.77 meter. Kedalaman air laut di lokasi penelitian -0.5 hingga -25 meter dengan topografi permukaan dasar laut bergelombang dengan kemiringan 6.48o dan memiliki sedimen dasar laut yang didominasi oleh lanau dan pasir.
Co-Authors Ade Firdaus Triagusta Afrianto Tua Sinaga Agus Anugroho D.S. Agus Anugroho Dwi S.P, Agus Anugroho Ahmad Gulbuddin Dzul Qarnain Akbar Nurrahman Putra Alan Wardheni Ali, M. Noor Anang Joko Sadono Andi Dwi Pramulya Angelica, Anastasia Grace Anggardha Ayu Pratiwi Anugrah Riskel Shabari Ari Soebekti Ari Widyawati Aris Ismanto Azis Rifai Bagus Rahmattullah Dwi Angga Baskoro Rochaddi Bayu Adi Prasetiyo Bayu Priyono, Bayu Chesya Sera De Claresya Chrisna Adhi Suryono Dani Agusto Daniel Giovanni Sihotang Dayinta Andayani Delianis Pringgenies Delyuzar Ilahude Denny Nugroho Denny Nugroho Sugianto Devi Verawati Gusman Dinda Mazeda Dinny Anjang Sari Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Eka Bathin Putra Elis Indrayanti Endang Sri Susilo Erdian, Oldy Ervia Yudiati Eza Rendy Putra Fajri, Muhamad Faqih Falah As’adi Bisyri Franto Novico Gaol, Hadimas Lumban Genda Priherdika Gentur Handoyo Gentur Handoyo Gisela Dinda Kresteva Gita Praspa Ramdhani Gunawan, Albert Hadyan Rafdi Kamarz, Hadyan Rafdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi, Ardian Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi Haryadi Haryadi Hediarto, Mohamad Abror Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Iman, Hudiya Izzatul Indra Budi Prasetyawan Irwan Hidayatullah, Irwan Irwani Irwani Ita Riniatsih Jarot Marwoto Jarot Marwoto Karunia Lasmarito Pintubatu Kunarso Kunarso Lili Sarmili Lilik Maslukah Ma'ariq Badrutamam S. Maemonah, Maemonah Maharanni Catherinna Mangkoewijoto, Dipa Yudhayana Melanie Rizky Hanuransyah Mohamad Ihsan Wijaya Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Ali Agus Masrukhin Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Chiesa Fathirayan Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri muharam, Iqbal Muslim Muslim Ni Komang Sri Andayani Nugroho Agus D Nur Kholik Kurniana Putra Nursanti Nursanti Ory Kristanto Petrus Subardjo Petrus Subarjo Prasetiyo, Bayu Adi Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Raden Ario Redyansyah, Rio Restie AIK Ria Azizah T.N. Rikha Widiaratih Rini Pramesti Rizky Bagus Ardianto Salman Asatidz Setiya Kusuma Anggraeni, Setiya Kusuma Siddhi Saputra Siddhi Saputro Sitepu, Rahmat Saleh Soca Ratna Firdaus Sugeng Widada Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Tagore, Rafa Fahrezi Taohid, Rizki Adittio Teo Andri Saputra Tiurma S Tri Abdul Hidayat Trianne, Sarah Trinugroho Trinugroho Tulus Aldrian Siregar Warsito Atmodjo Yeni Martina Navratilova Pasaribu Yodha Pradipta Yoga Yuniadi Yulius Yulius Yuniastuti, Florentina Chandra Yuwono Wikan Driyogo