Alfi Satriadi
Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Jl. Prof. H. Sudarto, SH, Tembalang, Kota Semarang, Kode Pos 50275 Telp/fax (024) 7474698

Published : 79 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Karakteristik dan Distribusi Co-range Pasang Surut Di Perairan Teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi Muhamad Azhar Fathurahman; Gentur Handoyo; Alfi Satriadi; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Dwi Haryo Ismunarti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 1 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.244 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i1.9701

Abstract

Negara kepulauan Indonesia memiliki wilayah dengan sebagian besar yaitu perairan. Posisinya yang strategis Indonesia menjadi salah satu yang memiliki potensi untuk pelayaran skala kecil antar pulau maupun nasional bahkan internasional. Umumnya dalam mendukung kegiatan pelayaran seperti aktivitas transportasi dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kondisi pasang surut dan membuat peta co-range pasang surut di Teluk Pelabuhan Ratu guna pengembangan pelabuhan yang nantinya akan berfungsi sebagai akses penyaluran barang ke Jakarta. Materi yang digunakan meliputi data primer berupa data analisis konstanta harmonik pasang surut air laut di perairan Teluk Pelabuhan Ratu dari Aviso Altimetry menggunakan data timeseries FES2014 (Finite Element Solution 2014). Sedangkan untuk data sekunder digunakan adalah data elevasi pasang surut air laut pengamatan real time dari iPASOET BIG periode 30 hari di Teluk Pelabuhan Ratu sebagai komparasi terhadap data model yang digunakan Pada penelitian ini mengolah 9 konstanta harmonik pasang surut yaitu K1, O1, P1, K2, M2, S2, N2, M4 dan MS4, dalam pembuatan peta co-range pasang surut. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sampling purposive yaitu berdasarkan pada pertimbangan lokasi yang dapat mewakili kondisi daerah penelitian sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Model yang digunakan yaitu software bahasa pemrograman menggunakan script yang telah dibuat untuk membuat peta co-range dan ArcGIS untuk komparasi peta. Hasil penelitian menunjukan perairan Teluk Pelabuhan Ratu yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda (Mixed Tide Prevailling Semidiurnal). Tipe pasang surut ditunjukkan dengan perhitungan nilai bilangan Formzhal (F) sebesar 0,5 dengan nilai HHWL 346 cm; MSL 300 cm; LLWL 264 cm dan peta co-range memperlihatkan Teluk Pelabuhan Ratu memiliki tinggi amplitudo gelombang pasang surut yang berbeda saat purnama dan perbani. Amplitudo pasang surut di Teluk Pelabuhan Ratu saat pasang tertinggi mencapai 36 cm pada saat purnama dan 0,22 cm pada saat perbani. Saat surut terendah amplitudo pasang surut mencapai -34,75 cm pada saat purnama dan -0,18 cm pada saat perbani.
Sebaran Karbon Organik Total dalam Sedimen Dasar di Muara Sungai Jajar, Kabupaten Demak Tulus Aldrian Siregar; Warsito Atmodjo; Alfi Satriadi; Muslim Muslim; Gentur Handoyo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2503.275 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.10973

Abstract

Muara Sungai Jajar terletak di bagian utara Kabupaten Demak. Sungai Jajar mengangkut materi dari berbagai kegiatan antropogenikdari area permukiman penduduk, pertambakan, dan hutan mangrove. Hal ini akan berdampak pada penurunan kesuburan dan kualitas perairan di daerah muara apabila tidak ada kegiatan monitoring atau pengawasan. Karbon organik merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui kesuburan lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karbon organik total (KOT) pada sedimen dasar di muara Sungai Jajar, Demak. Penelitian dilakukan dari tanggal 19 Agustus 2020 sampai dengan 15 Oktober 2020. Analisis karbon organik total dilakukan dengan metode AOAC (Association of Official Agriculture Chemist) dan pH pada sedimen, analisis ukuran butir sedimen dengan metode pengayakan dan pemipetan, analisis kualitas perairan, dan analisis arah dan kecepatan arus laut dengan pendekatan model hidrodinamika. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sedimen di Muara Sungai Jajar berfraksi lanau, lanau pasiran, dan pasir lanauan. Sebaran KOT dari Muara Sungai Jajar menyebar ke arah laut terbuka. Kosentrasi KOT pada daerah Muara Sungai Jajar berada pada kisaran 6,20 – 8,88%. Karbon organik diangkut oleh arus yang relatif kecil dengan kecepatan 0,002 – 0,045 m/s menuju barat daya – selatan dan tenggelam pada perairan yang lebih dalam, sehingga semakin dalam perairan makan kosentrasi KOT akan semakin besar.
Analisis Dampak Luas Banjir Pasang Tahun 2020 Terhadap Rencana Pola Ruang Menggunakan Pemodelan Geospasial di Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah Ade Firdaus Triagusta; Agus Anugroho Dwi Suryoputro; Muhammad Helmi; Baskoro Rochaddi; Alfi Satriadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.468 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.11465

Abstract

Penataan ruang adalah pengaturan susunan ruangan wilayah atau daerah yang bertujuan mewujudkan ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Penataan ruang di wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lain karena dipengaruhi faktor bahaya dari laut, salah satunya banjir pasang. Banjir pasang merupakan fenomena meluapnya air pasang dari laut ke daratan. Banjir pasang menyebabkan kerugian pada wilayah yang tergenang. Oleh karena itu, penataan ruang wilayah pesisir di masa mendatang haruslah memperhatikan faktor banjir pasang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tipe pasang surut dan tinggi genangan, membuat model permukaan tanah digital dan mengetahui ketinggian tanah, menganalisis model genangan banjir pasang tahun 2020 dengan validasi model, serta menganalisis dampak luas genangan banjir pasang terhadap Rencana Pola Ruang. Metode yang digunakan untuk mengolah data pasang surut adalah least square, pemodelan permukaan tanah digital dengan InSAR dan pemodelan banjir pasang beserta dampaknya dengan pemodelan geospasial. Hasil penelitian menunjukkan tipe pasang surut adalah tipe campuran condong harian ganda dengan ketinggian genangan sebesar 54,28 cm dan luas genangan banjir pasang sebesar 1.210,183 hektar dengan validasi RMSE tahun 2020 sebesar 0,090. Genangan banjir pasang memberikan dampak hampir ke semua kawasan rencana pola ruang, terutama kawasan peruntukan perumahan kepadatan rendah, perikanan budidaya, dan pertanian tanaman pangan.
Studi Pengaruh Longshore Current Terhadap Transpor Sedimen Dasar di Pantai Slamaran, Kota Pekalongan, Jawa Tengah Akbar Nurrahman Putra; Gentur Handoyo; Aris Ismanto; Alfi Satriadi; Heryoso Setiyono
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.12975

Abstract

Arus sejajar pantai akan mengakibatkan terangkutnya sedimen dasar dari pesisir pantai dan akan berpotensi menjadi penyebab terjadinya erosi maupun sedimentasi di Pantai Slamaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai kecepatan dan arah dari longshore current serta pengaruhnya terhadap transpor sedimen dasar di Pantai Slamaran. Metode yang dipakai pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dimana peramalan gelombang dihitung menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretchneider) dengan inputan data angin tahun 2010 – 2020 memakai aplikasi easywave dan nilai transpor sedimen dihitung menggunakan persamaan empiris yang berdasar kepada kondisi gelombang pada daerah penelitian. Persamaan tersebut merupakan korelasi antara transpor sedimen dengan komponen fluks energi gelombang sepanjang pantai. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai kecepatan arus sejajar pantai (longshore current) di Pantai Slamaran berkisar pada 0,67 – 1,20 m/s dengan arah arus menuju arah barat dari arah timur menyusuri pantai pada musim timur, peralihan 1 dan peralihan 2. Sedangkan pada musim barat, arah arus bergerak menuju arah timur dari arah barat menyusuri pantai. Arus sejajar pantai tersebut menyebabkan terjadi potensi transpor sedimen sebesar 1.059,75 m3/hari sampai dengan 2.779,52 m3/hari dan angkutan sedimen per tahun berkisar pada 386.837,77 m3/tahun sampai dengan 1.014.595,58 m3/tahun.
Studi Pola Sebaran Suhu Permukaan Laut Menggunakan Citra Landsat 8 TIRS di Perairan PLTU Banten 3 Lontar, Tangerang Gita Praspa Ramdhani; Kunarso Kunarso; Azis Rifai; Alfi Satriadi; Dwi Haryo Ismunarti
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.638 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12415

Abstract

PLTU Banten 3 Lontar merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan utama tenaga listrik di Jakarta dan sekitarnya. Adanya aktivitas PLTU di wilayah pesisir berpengaruh terhadap dinamika parameter hidro-oseanografi. Limbah panas yang dihasilkan PLTU memberikan dampak pada lingkungan pesisir salah satunya adalah meningkatkan suhu permukaan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran spasial suhu permukaan laut secara horizontal serta luas wilayah terdampak limbah air panas di Perairan PLTU Banten 3 Lontar, Tangerang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data yang meliputi Citra Landsat 8 TIRS, suhu permukaan laut lapangan dan data pendukung yakni data angin dari NOAA , data batimetri publikasi BATNAS dan data pasang surut serta peta RBI publikasi BIG. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif  dengan metode pengolahan data citra dilakukan menggunakan Google Earth Engine (GEE), sedangkan untuk metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah terdampak limbah panas memiliki rentang nilai suhu permukaan laut yaitu 29.01 oC - 33.00 oC. Penyebaran limbah air panas pada tahun 2019 memiliki total rata- rata luasan mencapai 367.58 ha dan mencapai jarak 1.76 km dari outfall sedangkan pada tahun 2020 memiliki total rata- rata luasan penyebaran 81.9 ha dan mencapai jarak 1.38 km dari outfall PLTU Banten 3, Lontar. Pola sebaran suhu permukaan laut dipengaruhi oleh arus pasang surut yang bergerak dengan kecepatan 0.014 - 0.519 m/det dengan dominasi arah sebaran ke Timur Laut.    
Studi Pola Sebaran Suhu Permukaan Laut Akibat Air Bahang Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Probolinggo Jawa Timur Karunia Lasmarito Pintubatu; Sugeng Widada; Jarot Marwoto; Alfi Satriadi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1188.798 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i2.8068

Abstract

PLTU Paiton memanfaatkan air laut sebagai pendingin kondensor (air bahang) yang menghasilkan air bahang, yakni air buangan yang sebelumnya terpakai yang memiliki kondisi nilai suhu lebih tinggi dibanding suhu perairan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran suhu permukaan laut akibat air bahang PLTU Paiton Probolinggo secara horizontal. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Citra Landsat 8 TIRS perekaman 20 November 2019, suhu permukaan laut lapangan, arus permukaan laut lapangan, data curah hujan dari stasiun lokal PT.POMI Unit 7 dan 8, data pasang surut yang diterbitkan oleh PUSHIDROSAL, data Indian Ocean Dipole (IOD), dan peta RBI yang diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan metode yang digunakan untuk menentukan stasiun penelitian di lapangan adalah  metode purposive sampling. Hasil pengolahan data suhu permukaan lapangan 20 November 2019 menunjukkan nilai suhu pada discharge canal sebesar 33o – 34o C. Sementara Hasil perekaman citra pada 20 November 2019 menunjukkan suhu akibat air bahang dengan nilai 33o – 34o C memiliki luas area 15,89 ha dan jarak terhadap tegak lurus pantai adalah 0,15 km. Suhu akibat air bahang dengan nilai 31o – 32o  C memiliki luas area 140,35 ha dan jarak tegak lurus pantai adalah 0,2 km. Nilai RMSE antara suhu permukaan laut lapangan dengan perekaman Citra Landsat 8 TIRS sebesar 0.621388. Sebaran suhu permukaan laut di perairan PLTU Paiton dipengarui oleh arus yang bersifat pasang surut, cenderung bergerak ke arah Utara-Timur Laut dari discharge canal PLTU dengan kecepatan rerata kecepatan arus dari sekitar 0.6-1.2 m/s untuk komponen zonal dan sekitar 0.45 m/s untuk komponen meridional. 
Sedimentasi dan Abrasi di Pantai Bandengan, Kabupaten Jepara Daniel Giovanni Sihotang; Heryoso Setiyono; Petrus Subardjo; Alfi Satriadi; Hariyadi Hariyadi; Rikha Widiaratih; Azis Rifai
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.446 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.8579

Abstract

Pantai Bandengan merupakan salah satu pantai wisata di Kabupaten Jepara dimana terjadi aktifitas pembangunan yang cukup massif sejak beberapa tahun terakhir yang bertujuan untuk menunjang kegiatan rekreasi wisatawan. Namun terdapat ancaman dalam pengembangan sektor wisata tersebut berupa perubahan garis pantai yang disebabkan oleh sedimentasi dan abrasi yang dapat mengganggu perekonomian masyarakat yang memiliki mata pencaharian di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui dampak sedimentasi dan abrasi terhadap luas daratan serta mengidentifikasi wilayah-wilayah yang rawan terhadap perubahan garis pantai. Metode yang digunakan yaitu interpretasi citra satelit Google Earth Pro serta survei lapangan menggunakan alat Sediment trap dan bola duga. Pengolahan data citra diproses menggunakan software ArcGIS 10.2 untuk mendapatkan luasan wilayah sedimentasi serta abrasi. Sediment trap digunakan untuk mendapatkan laju sedimentasi dan karakteristik sedimen. Berdasarkan hasil penelitian, dalam lima tahun terakhir sejak 2015 hingga 2019 terjadi sedimentasi seluas ± 8062,9 m2, sedangkan abrasi seluas ± 12.502,1 m2. Sedimen penyusun perairan didominasi oleh lanau pasiran serta kecepatan arus permukaan berkisar 0,085 m/s hingga 0,197 m/s.   Bandengan beach is one of the tourist beaches in Jepara Regency where there have been massive development activities since the last few years aimed at supporting tourist recreational activities. However, there is a threat in the development of the tourism sector in the form of changes in the coastline caused by sedimentation and abrasion that can disrupt the economy of people who have a livelihood in the region. The purpose of this research is to determine the impact of sedimentation and abrasion on land area and identify areas that are prone to shoreline changes. The method used is the interpretation of Google Earth Pro satellite imagery and field surveys using a Sediment trap and floating ball. Image data processing is processed using ArcGIS 10.2 software to get the area of sedimentation and abrasion. Sediment traps are used to obtain sedimentation rates and sediment characteristics. Based on the results of the study, in the last five years since 2015 until 2019 there is a sedimentation area of ± 8.062,9 m2, while abrasion area of ± 12.502,1 m2. The constituent sediments of the waters are dominated by the sandy silt and surface current velocity ranges from 0.085 m/s to 0.197 m/s. 
Studi Muka Air Laut Rencana Dan Elevasi Puncak Breakwater di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu, Kota Semarang Falah As’adi Bisyri; Alfi Satriadi; Purwanto Purwanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 2 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.357 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i2.7987

Abstract

Semarang juga merupakan salah satu kota dengan tingkat kerentanan, bahaya dan resiko tinggi akibat dampak perubahan iklim (Hartati, 2016). Perubahan iklim dapat mempengaruhi kenaikan muka air laut. Salah satu sektor yang langsung terancam bahaya kenaikan muka air laut adalah sektor pesisir pantai, akibatnya yaitu badai pasut (rob) yang menyebabkan erosi pantai di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Upaya yang dilakukan dalam melindungi daerah Pesisir Kecamatan Tugu dari dampak negatif erosi yaitu pembangunan breakwater oleh masyarakat dengan bantuan dana dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah. Namun, kondisi breakwater di Kecamatan Tugu saat ini sudah rusak sehingga mengurangi fungsinya sebagai alat pelindung pantai..Tujuan dari dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui muka air rencana yang di tetapkan berdasarkan pasang surut dan dapat di jadikan acuan sebagai penentuan tinggi puncak breakwater yang harus terus di sesuaikan dengan kenaikan muka air laut untuk dapat mempertahankan fungsinya.. Pengambilan data lapangan gelombang diambil menggunakan instrumen ADCP SonTek Argonaut-XR di kedalaman 10 meter di bawah permukaan laut. Analisa gelombang dan pasang surut dilakukan untuk menentukan nilai muka air rencana dan elevasi puncak breakwater dengan menggunakan software Microsoft Excel dan SLP 64.Berdasarkan analisa yang dilakukan didapatkan nilai tinggi muka air rencana yang ideal sebesar 2,87 m - 2,91 m dan elevasi puncak breakwater sebesar 4,02m - 4,38m untuk struktur bangunan blok beton. Semarang is also one of the cities with high levels of vulnerability, danger and risk due to climate change impacts (Hartati, 2016). Climate change can affect sea level rise. One sector that is directly threatened by sea level rise is the coastal sector, the result is a storm of beach (Rob) that causes coastal erosion in the coast area of Tugu District, Semarang. Efforts undertaken in protecting coastal areas of Tugu subdistrict from the negative impact of erosion is the development of breakwater by the community with the assistance of funds from the Environmental Agency (BLH) of Central Java province. However, the condition of the breakwater in Tugu District is currently damaged so that it reduces its function as a protective beach. The purpose of this research is to find out the design water level which is determined based on tides and can be used as a reference to determine the height of the breakwater peak which must be continuously adjusted to the sea level rise to maintain its function. The retrieval of wave field data was taken using the Sontek Argonaut-XR ADCP instrument at a depth of 10 meters below sea level. Wave and tidal analysis was carried out to determine the planned water level and peak breakwater elevation using Microsoft Excel and SLP 64 software. Based on the analysis done obtained the ideal designed water level height was 2.87 m - 2.91 m and peak elevation breakwater is 4.02m - 4.38m for concrete block building structures.     
Estimation of Longshore Sediment Transport in Cemara Besar Island, Karimun Jawa Nur Kholik Kurniana Putra; Baskoro Rochaddi; Yulius Yulius; Alfi Satriadi; Petrus Subardjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.029 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8736

Abstract

Pulau Cemara Besar merupakan salah satu pulau destinasi wisata di Kepulauan Karimun Jawa. Untuk mendukung pengembanagn wisata yang berkelanjutan diperlukan analisis LST (Longhore Sediment Transport)  untuk pengambilan kebijakan pengembangan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji transport sedimen sejajar pantai. Parameter inputan LST diperoleh dari data model reanalysis ERA-5 yang selanjutnya dilakukan peramalan gelombang dengan metode SMB dan analisis gelombang representatif. Ukuran butir sedimen diambil di sepanjang pantai sebanyak 14 titik dan dilakukan analisis granulometri untuk mengetahui besar d50 sedimen. Transport sedimen sejajar pantai diprediksi menggunakan persamaan empiris dari CERC. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa LST terjadi di sepanjang pantai dengan debit tinggi pada pangkal pulau dan sepanjang sisi barat pulau mencapai 439.20 x 103m3/tahun. Pada sisi timur pulau memiliki debit yang lebih kecil berkisar 12.38 x 103 hingga 89.94 x 103 m3/tahun. Analisis LST memungkinkan adanya ketidakseimbangan pada imbangan sedimen di ekor dan pangkal pulau. Analisis LST perlu dikaji lebih jauh dengan ada kaitannya dengan abrasi dan akresi di sepanjang pulau untuk memperkaya pustaka daya dukung lingkungan pengembangan wisata.   Cemara Besar Island located in Karimun Jawa Islands. This island was potential tourist destination. LST (Longhore Sediment Transport) as a part of litoral process  was needed for spatial decision making. This research was conducted to analyze the LST along the shoreline. LST was calculated from ERA-5 reanalysis model data. Then the wave hindcasting was done using the SMB method and representative wave analysis. The sediment grains size were taken along the coast by 14 points and a granulometric analysis was carried to determine the d50 sediment size. LST was predicted using empirical equations from CERC. LST occurs with high discharge at the base of the island and along west side of the island reached 439.20 x 103m3/year, then eastern side has a smaller discharge with a range12.38 x 103 to 89.94 x 103 m3/year .  LST analysis allows for an imbalance in the sediment budget at tail and base of the island. Further study was need to prove abrasion and accretion caused by LST to enrich the information for tourism development.
Analisis Longshore Current dan Pengaruhnya Terhadap Transpor Sedimen Dasar di Perairan Teluk Awur, Jawa Tengah Ory Kristanto; Aris Ismanto; Alfi Satriadi; Heryoso Setiyono; Warsito Atmodjo
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.13163

Abstract

Gelombang pecah di perairan dapat membangkitkan longshore current yang mengangkut partikel sedimen di pesisir pantai dan hal ini bisa menyebabkan terjadinya erosi di sekitaran pantai Perairan Teluk Awur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis arah dan kecepatan dari arus sejajar pantai dan pengaruhnya terhadap transport sedimen dasar di Perairan Teluk Awur. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dan untuk peramalan gelombang menggunakan metode SMB (Sverdrup Munk Bretsceneider) dengan inputan data angin dari Desember 2010 – November 2020 memakai aplikasi easywave yang kemudian nilai transport sedimen dihitung dengan rumus empiris yang didapat dari pengaruh gelombang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tinggi gelombang pecah (Hb) berkisar antara 0,10 – 0,58 meter dengan kedalaman gelombang pecah (db) berkisar antara 0,09 – 0,52 meter. Kecepatan longshore current di Perairan Teluk Awur berkisar 0,54 – 1,31 m/s dengan arah arus dari utara menuju selatan menyusuri pantai. Dominasi jenis sedimennya adalah pasir, dengan potensi angkutan sedimen berkisar 1.307,19 – 48.936,73 m3/tahun atau3,58 – 134,06 m3/ hari.
Co-Authors Ade Firdaus Triagusta Afrianto Tua Sinaga Agus Anugroho D.S. Agus Anugroho Dwi S.P, Agus Anugroho Ahmad Gulbuddin Dzul Qarnain Akbar Nurrahman Putra Alan Wardheni Ali, M. Noor Anang Joko Sadono Andi Dwi Pramulya Angelica, Anastasia Grace Anggardha Ayu Pratiwi Anugrah Riskel Shabari Ari Soebekti Ari Widyawati Aris Ismanto Azis Rifai Bagus Rahmattullah Dwi Angga Baskoro Rochaddi Bayu Adi Prasetiyo Bayu Priyono, Bayu Chesya Sera De Claresya Chrisna Adhi Suryono Dani Agusto Daniel Giovanni Sihotang Dayinta Andayani Delianis Pringgenies Delyuzar Ilahude Denny Nugroho Denny Nugroho Sugianto Devi Verawati Gusman Dinda Mazeda Dinny Anjang Sari Dwi Haryo Ismunarti Edi Wibowo Kushartono Eka Bathin Putra Elis Indrayanti Endang Sri Susilo Erdian, Oldy Ervia Yudiati Eza Rendy Putra Fajri, Muhamad Faqih Falah As’adi Bisyri Franto Novico Gaol, Hadimas Lumban Genda Priherdika Gentur Handoyo Gentur Handoyo Gisela Dinda Kresteva Gita Praspa Ramdhani Gunawan, Albert Hadyan Rafdi Kamarz, Hadyan Rafdi Hanah Khoirunnisa, Hanah Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi Hariadi, Ardian Hariyadi Hariyadi Harmon Prayogi Haryadi Haryadi Hediarto, Mohamad Abror Heryoso Setiyono Heryoso Setyono Iman, Hudiya Izzatul Indra Budi Prasetyawan Irwan Hidayatullah, Irwan Irwani Irwani Ita Riniatsih Jarot Marwoto Jarot Marwoto Karunia Lasmarito Pintubatu Kunarso Kunarso Lili Sarmili Lilik Maslukah Ma'ariq Badrutamam S. Maemonah, Maemonah Maharanni Catherinna Mangkoewijoto, Dipa Yudhayana Melanie Rizky Hanuransyah Mohamad Ihsan Wijaya Muh Yusuf Muhamad Azhar Fathurahman Muhammad Ali Agus Masrukhin Muhammad Alif Achyansyah Muhammad Chiesa Fathirayan Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri muharam, Iqbal Muslim Muslim Ni Komang Sri Andayani Nugroho Agus D Nur Kholik Kurniana Putra Nursanti Nursanti Ory Kristanto Petrus Subardjo Petrus Subarjo Prasetiyo, Bayu Adi Prasetyo, Damar Aji Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Raden Ario Redyansyah, Rio Restie AIK Ria Azizah T.N. Rikha Widiaratih Rini Pramesti Rizky Bagus Ardianto Salman Asatidz Setiya Kusuma Anggraeni, Setiya Kusuma Siddhi Saputra Siddhi Saputro Sitepu, Rahmat Saleh Soca Ratna Firdaus Sugeng Widada Sutarno Eko Arvianto, Sutarno Eko Tagore, Rafa Fahrezi Taohid, Rizki Adittio Teo Andri Saputra Tiurma S Tri Abdul Hidayat Trianne, Sarah Trinugroho Trinugroho Tulus Aldrian Siregar Warsito Atmodjo Yeni Martina Navratilova Pasaribu Yodha Pradipta Yoga Yuniadi Yulius Yulius Yuniastuti, Florentina Chandra Yuwono Wikan Driyogo